
Di sebuah cottage pinggir pantai.Tiga orang duduk menikmati angin pantai seraya berbincang bincang.
Sebagai seorang pria, boy bisa melihat bagaimana perhatiannya Rudi pada Yana.Kedekatan Mereka terlihat seperti alami dan tidak ada rasa canggung antara satu sama lain.
Boy juga pernah merasakan jika dia memiliki minat pada Yana . Namun belum sampai pada titik yang memuja dan merasa sakit hati ditinggal nikah.
Tahu jika Yana memiliki perasaan spesial pada Jonathan saat itu. Boy juga turut berbahagia dan berdoa agar Yana akan selalu bahagia dalam kehidupan cintanya.
Siapa sangka cinta yang begitu di agung-agungkan .Sebenarnya cukup rapuh hanya dengan satu lambaian tangan wanita tua.
Sekarang mereka sudah berpisah dan bercerai pula. Namun untuk menarik Yana ke sisinya seperti yang dipikirkan orang-orang, sebenarnya tidak mudah dan juga tidak etis.
apalagi nyatanya Yana adalah seorang polisi meskipun itu sudah mantan. ditambah lagi dia adalah pemilik dari perusahaan besar yang sekarang berkembang lebih besar ke arah yang tidak tercapai bahkan oleh perusahaan dirgantara sekali pun.
Boy semakin kecil saja di hadapan Yana . Jadi boy sangat berharap Yana akan menemukan sosok yang lebih bagus. Untuk bisa menjadi ayah pengganti dan pengayom dalam kehidupan Yana selanjutnya.
Mungkinkah orang itu adalah Rudi.
Duduk di pantai seperti ini bagi wanita hamil memang tidak baik. jadi Rudi tanpa berbicara masuk ke dalam cottage dan datang lagi dengan jaket tebal dan sebuah selimut.
Dia dengan lembut meletakkan jaket di punggung dan selimut di pangkuan Yana. Yana Hanya mengatakan terima kasih dan tersenyum kecil pada Rudi.
Meskipun perlakuan ini terlihat tidak begitu istimewa. Tapi di mata boy ini adalah bentuk sebuah kasih sayang yang terselubung.
Apakah Yana tau.
"Boy lusa aku akan ke kota kecil dan membuat acara 7 bulananku di panti asuhan kalau ada waktu , kalian semua datang ya" kata Yana.
"Benarkah,kenapa tidak datang ,lagi pula itu masih di kota kecil kami pasti menyempatkan diri walaupun sedang sibuk"kata boy.
"Bos Rudi sepertinya sangat sibuk sekarang. Dia mungkin tidak bisa datang jadi sangat disayangkan sekali" kata boy.
"aku sudah menyusun jadwal semua pekerjaan bisa dihandle dari jauh ini sudah biasa. lagi pula sekarang Yana adalah prioritas"kata Rudi serius.
Kata prioritas nyatanya membuat jantung Rudi bedegup aneh. Tapi keanehan ini seperti geliat kegembiraan yang sangat wajar untuk seorang teman.
Namun begitu tidak ada riak yang aneh pada wajah Yana saat Rudi mengatakan itu.
Dia seperti sudah terbiasa mendengar kata-kata Rudi yang sedikit transparan.
"Yan kamu beruntung sekali ada Rudi di sekelilingmu, dia sudah tampan perhatian pula"kata boy memancing.
"Hahaha Rudi selalu mengatakan aku prioritas hanya karena kejadian waktu itu.Dia hanya merasa bersalah saja tapi aku sudah berkali-kali mengatakan ini bukan salahnya, dia tetap masih saja menyalah kan diri nya sendiri"
Boy menatap Rudi dan Yana mereka sama-sama berwajah dingin dan sepertinya acuh tidak acuh.
"apa mungkin hanya perasaanku saja ya"pikir boy lagi.
"sejak kau tidak kuliah di sana lagi sepertinya suasana sedikit berbeda. terkadang mengingat masa-masa kita di sana seperti nya seru" kata boy yang mengalihkan pembicaraan.
"Hem mau gimana lagi Mama memintaku menamatkan kuliah di Amsterdam saja.kuliah di sana bisa sedikit santai dan mereka membelikan keronggalan pada wanita hamil seperti aku. jadi kupikir tidak ada masalah besar.S1 akan di tanganku tidak lama lagi hahaha"
Yana sampai siang ini belum melepas cita-citanya untuk meraih gelar.Bagaimana dia mau menyerah jika ini hanya selangkah lagi.
inilah yang dikagumi oleh boy dari Yana. Dia berjuang dari dari awal sampai akhir,perjuangan ini melelahkan.Tentu saja Yana tidak akan menyerah untuk itu.
Sosok cantik yang inspiratif.
Mereka berbicara sepanjang hari sepanjang malam meski kenyataannya hanya Yana dan boy yang aktif.
Di satu sisi Rudi hanya menjadi pendengar setia yang sesekali memperhatikan apakah ad sesuatu yang kurang seperti gelas jus yang kosong.
Malam ini mereka terlalu nyaman Yana tidak ingat untuk minum susu hamil jika Rudi tidak membawanya dari belakang.
Sungguh mantan asisten yang berbakat. Tanpa disebut dia tahu apa yang paling diperlukan oleh Yana.
Apakah perhatian ini hanya boy yang melihatnya atau Yana pura pura bodoh.
Malam di pinggir pantai sangat nyaman untuk tiga orang tapi di ibu kota sangat berbeda.
Di mana mama Jhonatan sudah bangun dan meminta di antar kan ke tempat di mana Jhonatan sedang di rawat.
Tidak berdaya menolak permintaan namanya, akhirnya Reno setuju dengan ini.
Mama Jonathan dalam kondisi sedang tidak sehat namun tempat yang mereka tuduh Sebenarnya masih dalam lingkup rumah sakit.
Jika ada kejadian yang tidak diinginkan, mereka bisa langsung menangani saat itu juga.
Satu jam kemudian,mama Jhonatan benar benar masuk ke sebuah ruangan di mana Jhonatan sedang meringkuk menjadi bola kecil di satu sudut.
Matanya terbuka tapi kosong seperti tidak ada kehidupan sama sekali.Melihat putranya jatuh sampai seperti ini ,Mama Jonathan merasa sakit di hatinya. Tapi dia tidak bisa menangis di depan Jonathan.
Dirinya hanya bisa menghapus air mata dan pergi ke sisi Jhonatan untuk memeluknya.
"Sayang ,ini Mama nak"
"mama?mama , Jhonatan salah mah, Jhonatan salah mah.huhuhu"seru Jhonatan saat merasakan kehangatan dari mamanya.
__ADS_1
Dokter khans mengatakan serangan ini masih dalam tahap awal jadi Jonathan tidak benar-benar melupakan siapapun saat dia sedang kambuh.
Dia masih ada sedikit kesadaran dan tentu saja dia masih mengenal anggota keluarganya.
Mama Jonathan tentu saja akrab dengan perilaku seperti ini. pertama kali Jonathan mendapat serangan dia berlaku.
Hanya meringkuk di sudut seharian dan itu bisa berlaku selama 2 atau 3 bulan penuh. Dulu mereka tidak mengetahui apa yang terjadi hanya bisa membawa putranya ke rumah sakit.
Berbagai hal dilakukan agar pria kecil ini membuka kembali memori agar para psikiater tahu titik rasa sakitnya.
Tapi penyelidikan berakhir buntu hanya sejak bertemu Yana mereka tahu cerita di balik itu. Dari situlah baru Jonathan bisa diberikan obat-obatan yang tepat.
sekarang siapapun bisa menyadari titik sakit Jonathan saat ini.Kehamilan Sarah ayu.
Reno tahu jika kakaknya ini sedang dirawat. ini adalah pertama kalinya dia melihatnya dengan mata kepala nya sendiri.
Jonathan yang kerap berdiri seperti sebuah tembok kuat yang mampu menahan badai. Sebenarnya sangat rapuh layaknya anak-anak berusia 3 tahun.
Hanya sedikit dorongan dari Sarah ayu dia sudah hancur lebur seperti ini.
"ia memiliki rasa bersalah pada mantan istrinya mungkin juga pada bayi yang dikandung mantan istri. ini hanya perkiraan kami sebagai profesional"kata dokter khans yang datang dari belakang.
"apa menurut dokter kakak saya bisa sembuh?"tanya Rudi.
"Kenapa tidak, 18 tahun Dia menderita dan sekarang sudah sembuh.tapi dia masih rapuh dan tidak bisa menghadapi tekanan yang sama.Setelah mempelajari kondisinya kami mendapati dia bisa disembuhkan" Kata dokter khans.
Penyakit yang diderita oleh Jonathan sebenarnya adalah penyakit mental yang berdasar dari rasa bersalah pada satu sosok yaitu Yana.
Jatuhnya Yana mungkin adalah awal dari puncak es. dia bahkan mulai mempertanyakan kewarasan dirinya sendiri saat itu. Di mana Jonathan sedang bertanya tentang salah dan benar.
"lihatlah cara dia berbicara pada mamanya saat ini Mama adalah pendorong terbesar dalam kerapuhan itu. dia mempercayai sosok nya namun pada akhirnya dia kecewa"
"seperti seseorang yang melihat selebriti yang katanya halus tanpa cela. Mereka memujanya seperti malaikat yang jatuh dari langit. Namun kekecewaan akan menjadi keras saat orang yang dipuja sebenarnya hanyalah manusia biasa , kecewa dan rasa bersalah itu sekarang sedang mengumpul jadi satu"
Papa sudah menyadari masalah ini sejak dokter khans menyimpulkan nya.
"Yana adalah satu-satunya sosok yang dia percayai saat itu.setelah Diana disingkirkan dia mencoba mempercayai sosok lain dan mungkin itu adalah mama.Jonathan melakukan apapun yang mamanya inginkan termasuk menceraikan Yana dan menikahi Sarah. dia percaya 100% jika Mama adalah benar.Tapi kenyataan ini memukul balik mantal Jonathan begitu keras sampai dia menjadi seperti ini" kata papa Jhonatan pelan.
Tapi mama Jonathan mendengarnya dan dia langsung menyesali sikapnya yang terlalu egois saat itu.
Allah tahu apa yang dia pikirkan dan Allah menamparnya saat ini. Keegoisannya dibayar dengan kambuhnya Jonathan.
Jangankan Jonathan ,dia sendiri pun kecewa pada dirinya.Ke mana sosok seorang ibu yang selalu mengedepankan kebahagiaan anak-anak.
Dulu dia akan mengorbankan waktu dan tenaga nya untuk Jhonatan.
Selalu berpikir agar Jhonatan bisa sembuh dan bahagia.
Dia adalah orang yang sudah menghancurkan Jhonatan sampai seperti ini.
"Jhonatan maaf kan mama nak, kembali lah sayang kembali lah.Mama akan melakukan apapun untuk mu nak.Bangun Jhonatan bangun"kata Mama Jhonatan keras di sela sela tangis nya.
Mama menangis dan tangisan itu masuk ke telinga Jhonatan yang sedang di kelilingi oleh suara anak-anak.
Suara tawa dan senyum nya yang aneh.Mereka tertawa tapi ada air mata di sana.
Jhonatan ingin menggapai dua anak yang menatap nya tapi sekarang dia sedang di penjara sehingga tidak bisa keluar dengan mudah.
"Kemarilah ...kemarilah..
Siapa yang bisa mendengar suara Jhonatan yang bahkan tidak bisa di keluarkan dari tenggorokan nya sendiri.
Tangan Jhonatan menggapai gapai tapi tidak pernah bisa mencapai dua anak aneh itu.
Mulut mereka membuka dan menutup.Tidak ada suara tapi Jhonatan membacanya sebagai kata "papa".
Dia ingin memeluk mereka tapi anak anak tidak bergerak hanya menatap nya dengan enggan.
Kemudian mereka berlari dan menghilang entah kemana.Tidak ad suara tidak ada orang di sini.
Jhonatan meringkuk lagi dengan penjara dingin dengan lantai nya yang basah.
"Mama, Jhonatan takut mah.Anak anak pergi mah, Jhonatan takut mah.Yana pergi anak-anak pergi, mama kemana?"keluh Jhonatan.
Dua anak tidak benar-benar meninggalkannya.Mereka akan datang lagi dan lagi namun kondisinya masih sama seperti sebelumnya.Hanya menatap Jonathan dari jauh dengan mata yang berair tapi bibir mereka tertawa.
Di sini Yana sama sekali tidak datang padahal Jhonatan sudah memanggil nya berkali kali.
Setiap kali Jhonatan memangil Yana yang datang adalah Sarah dengan menggendong bayi berlumuran darah di tangannya.
Tampilannya sangat mengerikan sekali,dia berpakaian serba putih tapi ternoda dengan darah berwarna merah terang dengan bau amis yang mencolok.
Sarah ayu mengirim kan bayi berdarah pada Jhonatan yang aneh nya bisa dia gendong sementara dua anak masih menatap nya dengan mata basah.
Tangan Jhonatan seketika berlumuran darah yang menjijikkan karena bayi yang di peluk nya.
Jhonatan ingin melepaskan bayi aneh tapi tidak bisa.Dia dan bayi seorang di rekat dengan lem.
__ADS_1
Sangat mengerikan di tambah sosok bayi tidak memiliki tubuh yang lengkap dan dia berdarah terus menerus.
Jhonatan muntah tapi dia tidak bisa mengeluarkan apapun.
Dua anak segera pergi begitu juga dengan bayi yang dia gendong tadi.Semua hilang dan Jhonatan kembali di tinggalkan sendirian.
Dia meringkuk lagi dengan kejadian tadi.
Jonathan bertanya kenapa bisa jadi seperti itu, kenapa sarah ayu memberikan dia bayi yang mengerikan.
Sekali lagi Jonatan menangis dan memanggil memanggil mamanya agar datang untuk menjawab semua pertanyaan di banyaknya.
Tapi mamanya sama sekali tidak pernah datang.
Tinggal di penjara ini adalah sebuah siklus yang terus-menerus. dua anak datang lagi dengan postur yang sama.
Jonathan menggapai-gapainya lagi dengan memanggil agar.setiap kali dia menyebut nama Yana maka Sarah yang datang dengan bayi berdarah di tangannya.
itu terjadi lagi dan lagi.
Sampai Jonathan menyadari satu kesimpulan.dia tidak bisa menyebut Diana lagi jika nama Yana disebut maka Sarah akan datang.
Mengetahui hal ini Jonathan mengunci mulutnya rapat-rapat. Tidak ada Yana maka tidak akan ada Sarah. Tidak ada Sarah maka tidak ada bayi yang berdarah dan menjijikkan itu.
Yang dia sebut sekarang hanyalah mamanya. Selain dari Yana ,dia paling menghargai sang mama mungkin lebih dari Yana sendiri.
Jadi Jonathan memanggil mamanya sampai dia lelah.
Sampailah pada hari dia mendengar mamanya berkata "pulanglah Jonathan pulanglah"
"Mama?"
"Mama di sini nak pulanglah"suara itu terus-menerus memanggil Jonathan agar pulang.
Tapi pulang ke mana, dia bahkan tidak bisa melihat pintu saat ini.
"Mama, mama di mana?" pekik Jhonatan keras.Dia bisa mendengar suara Mama tapi sama sekali tidak bisa melihat wujudnya.
Jonathan melihat dua anak yang ketakutan mendengar suara itu.
Jonathan menatap anak-anak lagi dengan heran. Kenapa Mereka takut dengan suara lembut dari mamanya.
Kenapa bisa begitu.
"Mama di sini Jhonatan,ayo pulang sayang,ayo Jhonatan" suara itu kembali bergema memanggil Jonathan pulang.
Jonathan tentu saja ingin pulang tapi dia tidak bisa. Dia sedang terkurung di dalam penjara yang aneh.
Dia takut di sini tapi tidak bisa memanggil Yana juga.Hanya ada dua anak yang menemaninya tapi mereka juga tidak ingin datang.
Siklus seperti ini terus-menerus terjadi pada Jonathan .Di permukaan dia hanya meringkuk di sudut menjadi bola.
Menangis seperti anak kecil tiga tahun dipelukan mamanya.
Sementara itu Mama Jonathan sudah merasa lelah memanggil putranya. Tapi Jonathan bahkan tidak ingin membuka matanya untuk melihat dia.
Sebagai seorang ibu ,Mama Jonathan merasa sesuatu yang berbahaya sedang mendekati putranya saat ini.
Dia tidak akan pernah membiarkan Jonathan jatuh seperti dulu.
"Papa, Papa tolongin Jonathan pah, panggil Yana suruh dia datang dia bisa membantu Jonathan seperti dulu"Kata Mama Jonathan yang langsung berlari pada suaminya.
Papa Jonathan hanya bisa menggeleng lemah untuk permintaan istrinya. Dia tidak mungkin memanggil Yana untuk kembali ,siapa yana saat ini.
"tolong Jonathan pah aku akan bersimpuh di kaki Yana asalkan dia mau membantu putraku.Mama mengaku salah pah mama sudah egois jangan lupa jika Jonathan itu sedang sakit.Huhuhu Papa bantu putramu pah jangan biarkan dia berlarut-larut seperti ini pah"
Reno juga menitikkan air mata melihat penderitaan kakaknya.Papa berbicara tentang rasa sakit yang pernah dialami oleh kakaknya Jonathan. Tapi dia tidak pernah menyangka jika bisa sampai seperti ini.
Sebagai seorang adik tentu saja dia akan membantu tapi untuk memanggil Yana itu adalah hal yang tidak mungkin.
Yana pernah melakukannya dan tidak dihargai .Bagaimana mungkin dia mau datang setelah itu.
"Reno Mama minta tolong padamu nak. kasihani lah kakakmu ,cari Yana dan minta dia kembali. Mama akan melakukan apapun untuk Jhonatan. Mama tidak akan pernah menghalangi hubungan mereka Mama Reno Mama janji" kata mama Jhonatan putus putus.
"Yana itu pasti tidak tega melihat Jonathan menderita seperti ini. sekarang mereka akan memiliki anak .Apakah dia tega melihat ayah dari anak-anaknya sakit. tolong Reno kamu pasti tahu di mana dia pergi dan cari dia " kata Mama yang merosot ke dinding dengan tubuh lemah tidak berdaya.
"Mama" Untung saja Papa yang berdiri di samping masih sempat menahan tubuh istrinya jika tidak mungkin mama Jonathan sudah berbaring di lantai.
"Dokter !"
Mama Jonathan pingsan lagi .sepertinya dia tidak kuat melihat kondisi Jonathan yang terpuruk.Mama Jhonatan langsung dilarikan ke kamar sebelah di mana dia segera di tangani.
Sekarang di rumah sakit ini ada Jonathan yang meringkuk menjadi bola dan mamanya yang terbaring tidak sadarkan diri di kamar yang lain.
"Ren...
"jangan bilang Papa memintaku untuk menghubungi Yana.Ini sulit pa tapi walau bagaimanapun kita bisa tahu jawaban dari Yana kan. Untuk apa bertanya lagi" kata Reno tidak berdaya.
__ADS_1
"Papa tahu tapi paling tidak kita perlu berusaha,ren"kata papa Jhonatan yang terlihat lebih tua dari biasanya.
Jika tidak Yana ,siapa lagi yang bisa menolong Jonathan.