
Yana bangun tidur dengan pikiran linglung.Dia tiba tiba berpikir apa yang terjadi tadi malam adalah tidak benar.
Seharusnya Jhonathan tidak merespon sama sekali.Dia akan bebas setelah nya.Siapa sangka jika begini akhirnya.
Jhonatan masih tidur dengan wajah damai.Jika di lihat lagi,memang ada rasa kasihan tapi rencana yang Yana susun sudah hancur sekarang.
Apa yang harus di lakukan.
Ketika pintu kamar di buka, Yana dalam posisi duduk namun Jhonathan masih memeluk nya seperti ini.Pemandangan memalukan untuk di lihat orang tua.
Mau bagaimana lagi, Jhonatan nya lengket seperti permen karet.
"Nyonya " sapa Yana malu.
Mama Jhonathan hanya pergi untuk melihat perkembangan Jhonatan pagi ini.Dia tidak berharap putra nya itu masih tidur dengan nyenyak.
Tidak mau menggangu mama Jhonathan mengangguk pelan dan keluar lagi dengan sejuta perasaan aneh.
Yana hanya bisa diam di tempat tanpa tau harus berbuat apa.Hanya melihat Mama Jhonathan yang sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
Harus kan dia menerima wanita malam sebagai menantu masa depan nya.Dia tidak mau tapi juga tidak berdaya. Seorang ibu selalu memikirkan kepentingan anak anak mereka di bandingkan dengan kepentingan diri sendiri . Begitu juga dengan diri nya. Jika gadis ini memang sebuah penawar untuk Jhonathan ,kenapa tidak.
Mama Jhonatan pergi ke dapur.Beberapa asisten rumah tangga sedang membuat sarapan pagi.Tiga wanita bertugas di dapur Mereka memasak untuk semua orang termasuk supir dan satpam di depan.Namun prioritas utama adalah keluarga aldelis tentunya
"Antar kan sarapan ke kamar utama jika sudah"kata mama Jhonathan kepada mereka.
"Baik nyonya"Mereka melanjutkan acara memasak nya dengan patuh.Sementara Itu mama Jhonathan menghampiri papa yang duduk di teras.Pria yang di nikahi nya bertahun-tahun lalu ini ,sedang membaca koran dengan khusyuk.
"Bagaimana?"tanya Papa Jhonathan pada mama yang langsung duduk dengan wajah tersenyum senang.
"Alhamdulillah pah, Jhonathan masih tidur sampai sekarang .Belum ada gangguan lainnya" jawab mama seraya tersenyum.Senyum yang hilang sejak beberapa hari yang lalu.
"Bagus lah, Dokter kans akan datang beberapa jam lagi.Dia perlu tau perkembangan Jhonathan sekarang" kata papa lagi.
Mereka berdua sedang berbicara tentang masalah Jhonathan kedepannya di teras tanpa banyak beban seperti sebelumnya.
Yana yang di tinggal kan di kamar nya merasa malu sekali. Dia mendesah bingung. Sudah pagi dan tidak etis rasanya jika dia belum beranjak dari ranjang besar ini.Dengan terpaksa Yana bangkit perlahan lahan.Namun Yana tidak terburu buru.Ayo tunggu sebentar lagi.
Satu menit..
Dua menit..
Tiga menit..
Empat menit..
Lima menit..
Setelah lima menit berlalu, tidak ada pergerakan dari Jhonathan.
Akhirnya Yana bisa bernafas lega.
Rasanya seperti mengasuh bayi.Di mana seorang ibu harus bergerak perlahan lahan agar anaknya tidak terganggu waktu tidur wajah tampan Jhonathan masih bisa di lihat dengan cara ini .
Sayang sekali , pria tampan banyak uang dari keluarga bauk baik, bisa memiliki penyakit aneh ini Mungkin inilah yang disebut orang .
Tidak ada sesuatu pun yang sempurna di dunia selain dari Allah SWT.
Namun begitu bagi yana menjadi baby sitter untuk bayi sebesar ini adalah sulit dan tidak wajar .
"Demi uang dua ratus milyar kan.Ya sudah lah.Ehh sulit nya cari uang jaman sekarang"keluh Yana diam diam.
Berhasil melepas kan diri dari "bayi " besar.Yana berjingkrak pergi ke kamar sebelah.Kamar yang di peruntukan untuk nya tadi malam.
Barang pribadi nya ada di sana. Hanya tas itu saja yang dia bawa dari kota kecil nya .Dia tidak berpikir akan lama di ibukota.Beberapa potong pakaian saja sudah cukup kiranya.
Dari tas itu dia mengambil peralatan mandi.Pakaian di keluar kan dan berbagai alat kosmetik di atur di meja rias.
__ADS_1
Merasa sudah selesai , Yana pikir dia juga perlu mandi dan berdandan tipis dan senatural mungkin.Tidak bagus tubuh berbau asam di rumah orang kan.
Mengingat Jhonatan yang agak istimewa, Yana tidak berani berlama lama di kamar mandi.Hanya setengah jam kemudian dia selesai dan keluar dari kamar nya lagi.
Agar tidak memalukan dia memakai baju terusan berwarna kuning angsa dengan butiran kaca plastik. Terusan ini memiliki ban ukuran kecil yang membuat lingkaran pinggang nya terlihat megah.
Namun baju jenis ini meski tidak seksi namun masih terlihat cukup sopan di depan orang tua Jhonatan.
Rambut panjang nya di lepas kan begitu saja,ada aroma sampo setiap kali rambut nya tertiup angin.
Dia melihat dulu keadaan Jhonathan di kamar utama.Nampak nya jhonatan masih tertidur pulas seperti tadi.Masih seperti bayi besar yang bahagia sekaligus tampan.
Merasa aman Yana pergi ke teras di mana pasangan aldelis ada di situ menikmati segelas kopi dan semangkok bubur ayam.
Yana datang dan menyapa kedua nya dengan sopan layaknya gadis gadis pada umumnya.
"Selamat pagi tuan , selamat pagi nyonya"
"Ini paman Ray dan aku Tante Adele, duduk lah" kata mama Jhonathan pelan. Dia cukup senang gadis dengan identitas tidak biasa ini masih bisa berlaku sopan.
Yana segera menarik kursi untuk duduk dengan patuh.
"BI Inah, ambil kan sarapan satu lagi untuk nona Yana"kata Mama Jhonathan pada ibu separuh baya yang berdiri di pintu tengah.
Mendengar kata kata mama Jhonathan ,dia bergerak ke dapur menyiapkan satu set sarapan lagi untuk Yana.Ini mencakup semangkok bubur ayam dan segelas kopi hangat.Juga makanan kering di piring kecil.
Ketika satu Set sarapan tiba di meja, belum ada satupun dari mereka yang berbicara.Suasana menjadi canggung tanpa di minta.
"Silahkan sarapan dulu , nanti kita bicara lagi"Kata mama Jhonathan yang memecah kan keheningan.
"Baik Tante,ayo sama sama"kata Yana dengan sopan.Dia juga kelaparan sebenarnya.Turun dari bandara tadi malam sampai sekarang dia belum mengigit satu sendok pun nasi ke perut nya .
Jadi dia makan tanpa malu malu sedikit pun. Hanya saja cara dia makan tidak terlihat seperti orang kelaparan.Masih cukup elegan dan rapi.
Pasangan suami istri ini melihat Yana makan, mereka juga makan sarapan nya bersama sama tanpa suara.
"Apa nama asli mu,Gia putri kah atau hariyana Ginanjar kah?"Tanya nya yang mulai masuk ke dalam mode serius.
"Hariyana Ginanjar Tante,nama Gia putri di berikan oleh mami Ratu untuk urusan kerja "jawab Yana jujur.
Mama menganggukkan kepalanya lagi ,dia berkata "Apa rencana mu setelah selesai kuliah?"
"Hem belum ada rencana sih tante.Hanya kuliah saja tidak taunya ada paman dan tante yang tebus.Jadi belum kepikiran mau buat apa kedepannya "
Yana merasa sedang di interogasi kepolisian jika seperti ini.Dia gugup sekali yang hampir saja menarik kaki untuk di lipat seperti kebiasaan nya.
"Hem begitu, mari kita bicara bisnis,kami sedang menunggu dokter pribadi Jhonatan yang sebentar lagi tiba.Dari dia barulah ada keputusan apa yang harus di lakukan selanjutnya.Namun karena kau sudah datang, sesuai janji. Tidak ada hutang lagi di antara kita"kata mama lagi tanpa jeda iklan
Yana diam tapi hati nya bahagia,Dia sudah bebas sekarang.Satu misi selesai masuk ke misi selanjutnya.
Hancur kan Hari Ginajar seperti sekeping kerupuk di bubur ayam.
"Mari tunggu dokter bersama sama Tante"Kata Yana dengan senyum merekah seindah bunga mawar.
Dalam hati dia berharap jika dia tidak di perlukan lagi nanti nya .Dia bebas dan pulang berpesta dengan anak anak di panti asuhan.Di otak nya ada banyak rencana lagi .
Belum selesai mereka berbicara , sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah.Dari dalam mobil seorang pria gendut dan berkacamata turun bersama wanita muda dengan pakaian perawat.
Dari sini saja yana tahu jia ini lah dokter yang di sebut kan tadi.
"Dokter khans, Ayo langsung saja ke dalam kamar " ajak papa Jhonathan.
"Oke "kata dokter khans yang melirik Yana dan memikirkan sesuatu sebentar sebelum dia pergi mengikuti papa Jhonathan ke kamar nya.
Yana merasa dia tidak berkepentingan di dalam sana jadi dia duduk menunggu di kursi dengan tenang.
Di dalam sana, dokter khans mengambil beberapa peralatan medis.Cek tekanan darah, melihat pupil mata dan beberapa serangkai yang diperlukan .
__ADS_1
Setelah memeriksa hampir satu jam,dia puas dengan hasilnya.Papa dan mama Jhonathan yang berdiri tidak jauh menunggu dengan perasaan cemas.Jhonatan seperti tidak terganggu dengan rangkaian tes ini .
Meskipun tidak ada Yana di sisi nya namun bau tubuh nya masih ada d8 bantal.Ini yang membuat dia tidak bergerak ketika menjalani serangkaian tes tadi.Baginya ini adalah tidur yang paling nyaman setelah bertahun-tahun lamanya.
"Mari bicara di luar " kata dokter pelan.
Papa dan mama Jhonathan keluar dari kamar di ikuti oleh dokter dan perawat nya.Mereka duduk di sofa untuk berbicara tentang Jhonatan aldelis.
"Bagaimana Dok,apa ada perkembangan bagus?"tanya papa tidak sabaran.
"Begini tuan dan nyonya aldelis.Kemajuan nya bagus untuk saat ini.Saya pikir metode itu ada bagus nya.Kondisinya lebih baik dari pada obat bius.Jika dia belum bangun dalam waktu lama .Jangan khawatir ini biasa setelah pengobatan " kata dokter khans.
"Maksudnya Jhonatan lebih baik dari sebelumnya kan Dok?" tanya mama tidak percaya.
"Lebih tepat nya,saat ini tanpa obat-obatan yang biasa dia konsumsi, Jhonatan juga bisa mengalami kemajuan yang bahkan lebih bagus lagi.Ada baik nya metode ini di pakai lebih sering untuk beberapa waktu lagi. "jelas dokter khans lagi.
Yang dimaksud oleh dokter khans tadi adalah saat ini kondisi jonathan bahkan lebih baik daripada ketika dia mengkonsumsi obat-obatan itu.
Pada saat yang sama dia juga mengatakan situasinya akan lebih baik dan lebih baik lagi. Seandainya gadis di depan terus mendampinginya dari waktu ke waktu.
" jadi menurut dokter ada baiknya metode yang sama diterapkan lagi?"
"Ya ,tapi kami juga akan memberikan beberapa obat-obatan lagi sebagai upaya mendorong kemajuan nya"
" tapi dokter sampai berapa lama kira-kira kita harus memakai metode yang sama? tidak etis rasanya memakai cara ini jika dilihat dari sisi agamanya dok " kata papa lagi.
Sebagai orang yang baru belajar ilmu agama . Papa Jhonathan jelas tahu jika Yana dan Jhonathan bukan muhrim jadi jika terus pakai bisa menimbulkan sebuah dosa yang tidak terelakkan.
"Posisi saya sekarang sebagai seorang dokter yang berbicara tentang ilmu medis .Tidak berkaitan sama sekali dengan ilmu agama jadi saya hanya mengusulkan dan terserah tuan dan nyonya untuk merealisasikan nya" kata dokter lagi.
Dokter khans berbicara beberapa patah lagi sebelum dia mengundurkan diri mereka masih banyak pasien yang akan dilayani di rumah sakit.
Mama dan Papa jonathan mengantarkan dokter pergi dan berbalik arah kepada Yana yang masih duduk di tempat yang sama seperti di awal.
Pasangan suami istri ini duduk kembali di tempat mereka tadi dan berdiam diri untuk beberapa waktu. Memikirkan apa rencana berikutnya.
Sesekali mereka melirik Yana yang masih diam tidak berbicara.
Merasa bingung dengan apa yang ingin dilakukan .Keduanya pergi ke kamar lain untuk berbicara lebih banyak.
Agak lama mereka di sana mungkin sekitar satu jam barulah mereka keluar lagi.Pasangan ini menghembuskan nafas berat. Sepertinya agak sulit untuk menyampaikan kata-kata yang akan mereka keluarkan nanti nya.
"Yana Tante ingin bantuan nya untuk bekerja sama selama liburan semester ini.Tidak sulit, hanya temani dia kemana pun dia pergi,layani seperti pasangan . Bayarannya masih sama dua ratus milyar sampai tuntas" kata mama Jhonatan secara langsung.
Yana terkejut mendengar tawaran ini.Dia tidak menyangka akan mendapatkan bintang jatuh.
Dua ratus milyar adalah uang besar yang sangat besar bagi yana.Untuk menjangkau nya ,Yana butuh seumur hidup tapi sekarang dia dihadapkan pada uang yang sama hanya perlu dua bulanan saja.
Tapi ...
"Tante saya tidak bermaksud untuk menjadi wanita simpanan tan, seperti nya saya menolak ini.Maaf'
"Dua ratus milyar masih kurang,oke Tante kasih cek kosong, bagaimana?"tawar mama Jhonathan lagi.
Dia tidak percaya jika uang sebanyak ini akan ditolak oleh Yana yang notabene nya adalah seorang wanita malam. bukankah mereka bekerja begitu keras dan berani memperlihatkan sosok nya kepada laki-laki hidung belang hanya untuk memperjuangkan sesuatu yang bernama uang.
"Maaf Tante saya nggak bisa"kata Yana lemah.
Untuk membuat nama Hariyana Ginanjar tetap bersih dia telah melakukan banyak hal.Salah satunya adalah membantu paman polisi dalam urusan mata matanya.
Paman polisi lah yang menarik ide tentang situs lelang itu.Hanya hacker handal yang bisa memanipulasi data sedemikian rupa sehingga dia bisa tetap suci sampai sekarang.
Juka doa menyerah sekarang hanya demi sedikit uang,maka kerja keras ya selama bertahun-tahun akan sia sia belaka.
Yana bukan orang yang bertekad untuk memberikan yang pertama kepada suami masa depan.Tapi kesucian ini lah yang membuat doa percaya diri untuk berubah menjadi hariyana Ginanjar.
Seandainya dia sudah bernoda dari awal, mungkin dia tidak akan pernah bermimpi untuk lari dari status nya sebagai penari telanjang.
__ADS_1
Pekerjaan ini sangat mudah untuk meraih