
Di dunia ini, wanita mana yang ingin jadi janda.Begitulah yang di rasakan oleh Yana.
Ketika menikah dia berpikir ,ini adalah yang pertama dan juga yang terakhir baginya.
Susah senang akan mereka lalui.Ads gejolak kecil dalam rumah tangga juga biasa, yang hanya akan mempererat hubungan itu.
Tapi apa daya, bertepuk sebelah tangan pasti tidak akan berbunyi.
Yana bertepuk dengan angin lalu.
Yana saat ini sedang duduk di ruang sidang, menunggu putusan hakim atas gugatan nya sendiri.
Sudah tiga bulan Yana pergi ke Amsterdam, kali ini dia di panggil untuk mengakhiri hubungan nya dengan Jhonatan secara sah.
Hubungan mereka memang sudah berakhir sejak lama namun belum ada keputusan sah dari negara
Terkadang Yana berpikir mereka terburu-buru dalam bertindak dan belum dewasa dalam berpikir.
Mungkinkah dirinya yang bersalah sehingga tidak bisa mengalah selayaknya seorang istri.
Yana selalu berpikir demikian meskipun dirinya di dalam kebahagiaan bersama Liliana di Amsterdam, Holland.
bersama Yana ada Rudi berikut mama dan papanya mereka memberikan dukungan untuk Yana agar bisa berdiri dengan teguh menghadapi cobaan ini.
Semua orang berpikir perceraian ini adalah baik untuk dirinya dan dua baby di dalam rahim yang kini sudah sudah tumbuh lebih dari 4 bulanan.
Namun tidak dipungkiri rasa sakit itu tetap saja ada dan memori bahagia yang walaupun sebentar itu adalah nyata.
Tidak ada kebencian dalam semalam. Namun dua bayi yang sedang dikandungnya adalah kristalisasi cinta antara dia dan Jonathan.
semarah apapun dan sebenci apapun Yana pada Jonathan.
Pada akhirnya dua bayi ini tetap akan memiliki nama Jhonatan di belakang nama si jabang bayi ,bukan nama Yana.
Sangat miris.
Yana mengandungnya dan akan melahirkannya tidak lama lagi penderitaan mengandung ini sangat menyakitkan bahkan kerap membuat dirinya tidak nyaman untuk makan dan tidak nyaman untuk tidur.
pada saatnya nanti entah rasa sakit apa yang dirasakan ketika akan melahirkan.
Namun sedihnya penderitaan ini tidak akan berwujud. hanya ada sebutan ibu yang tersemat.
tapi ayah yang hanya menabur tidak memberikan apapun di dalam kehidupan awal anak-anak akan mendapatkan piala yang melekat seumur hidup.
Akan selalu ada nama Jonathan di dalam nama mereka tapi tidak ada nama Yana di sana.
Terkadang Yana berpikir apakah ini bisa disebut sebuah keadilan.
Untuk menutupi kekurangan ini Yana selalu memvideokan hal-hal berkait kandungannya.
Yana ingin mengabadikan detik-detik setiap kali dia pergi check up ke dokter.
Biarkan si cabang bayi melihat tidak ada ayah di sana.
Yana juga berniat dan mengatakan hal ini kepada mamanya. Dia ingin proses melahirkan juga di video saat itu meskipun sisi yang terlihat vulgar perlu ditutupi.
Video ini perlu dilihat oleh anak-anak ketika mereka dewasa. Melahirkan mereka tidak mudah. Tapi di saat itu ayah tidak ada di samping.
Bukan niat hati untuk membuat anak-anak benci dengan sosok ayah sendiri namun itu harus disadari sejak awal.
Jonathan adalah Jonathan pada suatu hari dia akan meminta berkah dari dua anaknya Yana akan menepisnya terlebih dahulu.
Di mana dia, saat kita menderita.
Saat ini Yana sedang melirik Jonathan yang sama sekali tidak meliriknya sedikitpun.
Mama Jonathan juga memandangnya acuh tak acuh seperti dirinya adalah kotoran yang perlu ditinggalkan.
inilah dilema kehidupan.
Mereka semua akan berbahagia tapi bukan bersama Yana dan dua anaknya.
Jonathan didampingi oleh sekelompok orang, diantaranya adalah orang tua dari Jonathan sendiri namun tidak ada Reno di sana.
Yana sibuk dengan pemikirannya sendiri dia tidak begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Hakim.
Tapi ketika ketukan palu terdengar Yana merasa hatinya jatuh saat itu juga.
Kali ini dia dan Jonathan benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi, ini sudah berakhir.
Mama Lili memegang tangan Yana untuk menguatkan nya. Lili juga pernah mengalami hal ini dulu sekali, bedanya sampai sekarang dia tidak pernah merasakan penyesalan apapun.
Hary bahkan tidak menyadari kesalahannya sampailah masalah viktor diketahui dan ini sudah beberapa tahun kemudian.
Bayangkan jika kebenaran Victor tidak pernah terungkap. Mungkin sampai mati Hary juga tidak menyadari di mana letak kesalahannya.
Walau bagaimanapun hal itu sudah begitu terlambat .Tidak ada jalan untuk berbalik bagi mereka berdua.
Yana masih saja tenggelam dalam pemikirannya sendiri dia di papah oleh mamanya untuk keluar dari ruangan.
Jelas terlihat bagaimana lesunya Yana ketika palu itu diketuk oleh Hakim.
__ADS_1
menyesal.
Yana tidak akan pernah menyesali perpisahan ini dia bahkan tidak pernah menyesali pernikahan itu.
Baginya ini hanyalah sebuah pengalaman yang pahit. Walau bagaimanapun pahitnya dia harus meneguknya juga.
Apa yang tidak pernah dialami oleh Yana sejak dari muda.
Tapi tidak dipungkiri ini adalah masalah hati.
Di sudut parkir, Jonathan dan beberapa orang yang bersamanya berdiri tidak jauh dari mobil Hary.
Melihat dari gerakannya Jonathan menunggu Yana di sini. Mungkin dia perlu mengatakan beberapa hal. sebelum benar-benar berpisah dan tidak akan bertemu lagi.
Tidak sama seperti Yana ,Jonathan malah tidak memiliki reaksi apapun saat di persidangan.
Bahkan raut wajah mamanya terlihat memerah dan bangga dengan ini. Entah apa yang dibanggakan nyonya aldelis tentang perceraian putra pertamanya.
Yana tidak tahu apa yang dipikirkan oleh mantan ibu mertuanya itu .Tapi dia juga tidak akan mencari tahu.
Yana ditarik oleh mamanya dan tidak diizinkan bertemu langsung dengan Jonathan.
Melihat keengganan mama Yana pada dirinya. Jonathan hanya bisa memanggilnya dengan suara sedikit keras.
"Yan, Yana tunggu sebentar,ada yang perlu aku omongan"kata Jhonathan.
"nggak perlu bicara lagi,sekarang kalian bukan suami istri dan sudah haram untuk bertegur sapa,ingat itu. Bukankah kalian adalah orang yang pintar dalam hal agama" sindir mama Yana pada Jhonatan.
Jonathan memiliki rasa penyesalan pada Yana atas apa yang terjadi tapi dia tidak menyukai mantan ibu mertuanya ini.
Jauh di dalam hatinya Jonathan berpikir jika perceraiannya dengan Yana juga didasari oleh Liliana sendiri.
Mereka baik-baik saja sebelum ini, Yana juga bukan orang yang sentimental awalnya. Dia adalah sosok yang kuat yang bisa menanggung kekejaman dunia. Tapi kenapa begitu lemah di hadapan Ibu mertua.
Mama Jonathan tidak pernah meminta dia melakukan hal-hal buruk seperti orang lain hanya mengatakan ketidaksukaannya tentang masa lalu Yana yang memang pada dasarnya sudah buruk.
Bukankah dirinya berhak untuk kecewa.
Jika tidak ada Liliana ,kemungkinan besar Yana mungkin bisa bertahan menghadapi mulut ibu mertuanya.
Atas bujukan Liliana, Yana tidak bertahan dan memilih perceraian alih-alih berdamai.
Mendengar sindiran Mama Yana yang menohok .Jonathan hanya diam berdiri di pinggir tidak senang.
Tidak mau berbicara Jonathan juga tidak akan memaksakan diri, pikirnya begitu.
Yana menarik mamanya sedikit dan berbisik "Mama biarkan dia berbicara walau bagaimanapun dia adalah ayah dari anak-anak ku"
Sejak Yana berada di Amsterdam hubungannya dengan hary sudah berkembang jauh.
Yana suka ini tapi dia juga tidak berhak ikut campur atas urusan orang tuanya sedangkan dia juga memiliki urusan yang lebih penting daripada itu.
"Oke Joni, katakan"kata Yana pelan.
Di hadapan Jonathan Yana tidak akan menampilkan sisi lemahnya. Dirinya adalah Yana yang kuat yang mampu menahan kencangnya angin.
Hanya seorang suami yang bisa melihat sisi lain dari Yana dan itu bukan lagi Jonathan.
Sekarang mereka adalah orang asing.
"Yan aku hanya ingin mengatakan betapa menyesalnya aku atas perceraian ini tapi percayalah aku tidak pernah bermaksud melakukannya. Hanya saja jodoh kita mungkin hanya sampai di sini"
"walau bagaimanapun diantara kita akan ada dua anak .Jadi jangan pernah membenci aku kuharap hubungan kita akan sama seperti sebelumnya, bagaimana?"kata Jonathan serius.
Mereka bisa saja berpisah tapi jangan sampai bermusuhan itulah yang diinginkan oleh Jonathan dalam kata-katanya.
Itu memang benar tapi Yana adalah seorang wanita yang selalu mengingat keburukan orang lain.
Sama seperti hary ,dia memaafkan tapi tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.
sebagai seorang putri dia pernah merasakan kasih sayang ayahnya bahkan tahu jika kejadian itu sebenarnya bukan sepenuhnya salah hari .
tapi itu sudah membuat kesalahan yang sangat fatal dan tidak bisa terhapus meskipun oleh waktu.
apa yang terjadi pada dirinya dan Jonathan itu juga sama .
"aku tahu" kata Yana lagi.
Ketika mereka bercerai tadi hak asuh anak jatuh di tangan Yana. Ini sangat sesuai yang diinginkan oleh Yana.
Yana juga berhak mendapatkan beberapa hal sebagai seorang istri yang diceraikan. Namun Yana tidak menginginkannya sama sekali.
Begitu pula dengan dua anak.
"walaupun kau menolak ,aku akan tetap memberikan anak-anak hak mereka, ambillah. ini bukan untukmu tapi untuk anak-anak " kata Jonathan.
dia memberikan dua buah kartu kredit di tangan Yana. Rencananya setiap bulan dia akan mentransferkan biaya hidup anak-anak dimulai dari sini.
Besarannya pasti akan beragam.
Misalnya saat ini ,berapa biaya untuk pergi konsultasi ke rumah sakit. Bahkan mungkin biaya makan dan minum Yana selagi hamil.
__ADS_1
Nanti dia juga akan mengirimkan uang untuk proses kelahiran. Ini akan rutin setiap bulannya sampailah anak-anak itu masuk ke sekolah dan mungkin ke universitas juga.
Jonathan tidak akan pernah melepaskan tanggung jawab ini.
Jonathan sadar jika Yana juga bukan orang miskin apalagi sekarang dia adalah pemilik dari Ginanjar group.
Tapi sebagai seorang ayah dia juga memiliki tanggung jawab memberikan nafkah untuk anak kandungnya.
Kemungkinan besar Yana akan pergi tanpa mengabarkan alamat nya sama sekali.
Jonathan tahu itu tapi menghalangi dia untuk memberikan nafkah bagi anak-anak adalah salah.
Sebab itulah dia menekan kata , untuk anak anak.
Yana melirik sebentar dua kartu ini dan dia juga tahu apa yang dilakukan oleh Jonathan sebenarnya. Itu untuk menutupi keburukannya di depan anak-anak kelak.
Yana tersenyum sinis tapi dia tetap menyimpan dua kartu itu di dalam kantongnya.
"Sudah?" kata Yana dingin.
Dia justru ingin mendengar, apakah masih ada kata-kata lain dari mantan suaminya ini.
Jonatan pikir tidak ada yang akan dia bicarakan lagi jadi dia menggeleng dan melangkah pergi.
Tapi baru dua langkah dia berhenti dan berjalan kembali pada Yana.
"Yana, tidakkah kau berpikir dirimu begitu egois, hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain termasuk aku dan anak-anak?"katanya sedih.
Yana tertawa mendengar argumen dari mantan suami yang tidak penting. Sampai saat ini dia masih saja berkata jika Yana adalah seorang yang egois tapi dia tidak pernah berpikir sebaliknya.
"Ya sejak awal aku memang egois, keras kepala dan wanita paling kotor di dunia kenapa kau baru menyadari ini setelah menikah, Hem?" kata Yana menyindir Jhonatan.
Yana pikir Jonathan akan tersinggung dengan kata-kata ini tapi dia salah. Jonathan hanya menganggap kata-kata ini sebagai sebuah pengakuan diri.
Mendengar kata-kata ini Jonathan malah puas karena dia berhasil melepaskan diri dari Yana. Yang rupanya adalah seorang wanita yang buruk dari segi akhlak.
"benar kata Mama, Yana memang tidak pantas menikah denganku" pikir Jhonathan.
"aku memang tidak sadar sebelumnya dan aku bersyukur sadar sekarang, meskipun itu terlambat. Tapi Yana aku harap kau bisa mendidik anak-anakku sebagai menjadi seorang pria hebat bahkan tidak berperilaku buruk. Ketika sampai waktunya masukkan mereka ke pesantren, agar akhlaknya terpuji dan menjadi anak yang sholeh"kata Jhonatan percaya diri.
Yana ingin tertawa lagi tapi dia tidak bisa melakukannya. lihat saja bagaimana percaya dirinya pria yang pernah dia nikahi.Masih beranggapan jika dirinya benar.
Tapi Yana tidak memiliki alasan untuk menepis anggapan itu di otak Jonathan. Biarkan saja Jonathan dan pemikiran sebenarnya itu.
"Yana sesungguhnya aku kecewa sama kamu, kau sama sekali tidak mau mempertahankan cinta kita. jika kau mau mengalah sedikit saja mungkin ini semua bisa dihindari"
Setelah mengatakan itu Jonathan benar-benar pergi dan tidak berpaling lagi. Sekarang dia sudah menanam keraguan di dalam hatinya. Jika Yana memang wanita yang tidak layak berada di sisinya.
Yana terpana ketika Jonathan mengatakan hal itu padanya. Apa tidak terbalik.
Dia sudah memberikan Jonatan kesempatan untuk memperbaiki hubungan ini. Tapi apa daya Jonathan bahkan tidak bergerak sedikitpun.
Yana bahkan bersedia menunggu dia memberikan alasan terbaik nya. Tapi Jonathan bahkan tidak bisa menemukan satu kata pun untuk membela diri.
Tapi dia sekarang menyalahkan Yana terjadinya perceraian ini. Yana sedikit geram sekarang,ingin rasanya dia membelah kepala Jonathan dan melihat apa isi di dalamnya.
Yana hanya bisa mengirim kepala dan menarik nafas panjang agar pikiran nya menjadi jernih.
biarkan saja Jonathan dengan pemikirannya toh mereka tidak memiliki hubungan lagi saat ini.
Tapi mengenai kartu kredit yang diberikan oleh Jonathan, ini memang hak anak-anak. Dia juga tidak berhak menghalangi itu.
Anggap saja ini sebuah tabungan bagi dua anak mereka kelak.
Melihat Jonathan yang pergi menjauh, Liliana datang lagi dan ingin menarik Yana masuk ke dalam mobil.
Sementara itu Rudi pun sudah menghidupkan mesin mobil dari tadi.Awalnya mereka sudah siap berangkat. Hanya saja dihalangi Jonathan yang ingin berbicara pada Yana.
"Tunggu dulu "begitu Yana hendak masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba Mama Jonathan atau mantan ibu mertua Yana buru-buru memanggilnya.
Entah apa yang diinginkan oleh mantan mertua ini. Tapi Yana juga memberikan dia kesempatan untuk berbicara.
Apakah dia hanya ingin menyapa dua cucu yang di dalam rahimnya.
Yana dan Lili saling pandang mereka tidak yakin apa yang akan disampaikan oleh wanita tua ini adalah hal yang baik.
Lihat saja dengan penampilannya yang syar'i. Jubah panjang yang bisa menyapu lantai. Berikut dengan hijab warna senada yang bisa dipakai untuk salat.
Sekarang dia juga mengenakan sebuah cadar dengan warna yang berbeda.
Penampilan ini sangat berbeda jauh dengan penampilan liliana yang modis dan serba terbuka.
Satu berpenampilan surga dan satu lagi berpenampilan neraka.
Tapi siapa yang bisa memberikan jaminan seseorang itu menempuh surga hanya dengan penampilan.
Mama Jonathan memiliki penampilan bagus dan belajar agama yang mungkin level tinggi. namun dia tidak bisa menjaga lisannya sendiri.
Bisakah itu menjamin dia pergi ke surga.
Liliana tertawa di dalam hati dengan perilaku mantan mertua Yana ini. Tapi mari kita lihat apa yang ingin dikatakan oleh mulut berbisanya itu.
__ADS_1