
Kerumunan orang orang yang baru masuk tertarik dengan kejadian di pintu mereka umumnya bertanya tanya apa yang terjadi.
"Astaga.. seratus juta,duit apa kertas tuh?" seseorang mulai berbicara sinis.Uang sebentar itu di minta dengan santai.
"Hah,apa yang seratus juta sih?" orang, orang yang baru tiba tidak mengerti duduk masalah nya.Tapi ngomong ngomong tentang uang, semua nya penasaran.
Mereka hanya tertarik dengan nominal nya saja.Nominal nya agak menyeramkan bagi kalangan menengah ke bawah.Uang sebanyak ini bisa membeli tanah ladang di kampung.
"Ohhh jangan kan seratus juta satu milyar aja ,shi pasti punya.Dia kan tajir nya nggak?' Begitu nama Shi di sebutkan, semuanya menyadari sesuatu, pemerasan.Namun siapa Shi? itu gadis kaya yang memperlakukan uang seperti sekeping kertas.
"Ehhh tapi duit segitu sih, merinding aku bang'"
"Ehh bagi shi itu sama dengan uang untuk beli eskrim doang kok" nama Shi sudah terdengar harum nya sampai sepuluh negri.Dia kaya dan keturunan orang baik baik. lihat kenarah lawan bicaranya yang ehhh..sulit di katakan.
"Tapi Yana keterlaluan sekali, mulut nya begitu besar kan?" kata yang lain.Si cupu sekali buka mulut,itu seratus juta .Wahh itu mulut apa ember sih.
"Semua orang begitu jika sudah di depan duit. Matanya berubah menjadi hijau hehehehehe" semuanya tertawa bersama sama.Jika itu orang lain, mungkin Yana akan buru buru masuk ke lubang semut karena malu.Tapi Heriyana ini beda.Dia malah sangat ini komentar ini berlanjut lebih lama.
"Ehh Shi lemparin uang itu ke wajahnya.Nggak punya malu kan.Masak shiyana Ginanjar di lawan?" Beberapa orang segera berlari dengan ide ide nyeleneh.Mereka tidak akan melerai pertengkaran tapi menjadi kompor biar makin panas dan hot.
"Ya benar,cupu kalau tidak di beri pelajaran malah akan ngelunjak,beri aja.Bukti kan jika shiyana itu tidak mudah di provokasi "kata beberapa orang lagi dengan gembira .
"Hemm beri aja lah ,berikan"
"Apa itu seratus juta bagi shi ya nggak,itu hanya harga sepatu nya doang,kok" Beberapa orang segera menyalakan kan kompor, shiyana kebingungan sendiri.Dia sudah menembak kaki nya sendiri.
Di sisi Yana pula ,dia hanya tersenyum tipis.Komentar nya sangat bagus ,Yana suka . Tapi wajah shi makin hitam dan suram .Andai dia menolak,pasti akan ada gosip lain yang beredar.
Reputasi nya di pertaruhkan di sini.
Orang orang belum tau asal mula pertengkaran ini terjadi.Ada baiknya dia segera melempar kan nya dengan uang saja agar nama Yana semakin jelek.Siapa tau dia di tuntut oleh dekan karena mencoreng nama baik universitas.
Tapi kalau dia memberikan nya, artinya dia miskin untuk satu bulan ke depan.Sungguh sial.
Shi menggertakkan giginya.Jantungnya seperti akan meledak di tempat.Apa yang harus dia lakukan sekarang.
Dia bingung sendiri.Seharusnya dia tidak mencari Yana di pintu mungkin mengundang nya di restoran atau apalah.Sekarang dia tidak punya wajah untuk berbalik.
Antara reputasi dan uang,mana yang akan dia pilih.
Suara suara samar itu,makin santer terdengar.Malah lebih condong ke arah dia daripada ke arah Yana.
" heran aja aku mendengar nama mereka yang mirip itu .Satu shiyana ginanjar dan satu hariyana ginanjar kan. Jangan-jangan ci cupu ini anak luar nikah papa SHI kali ?"
"Ya Nggak lah, yang satu di langit dan yang lain di bumi, beda jauh kan?"
"Pria kalau sudah punya uang,ya gini.Tebar anak sembarang hahahah" kata kata itu memancing gelak tawa.Yana sudah biasa di tertawai banyak orang tapi bagi shi ini adalah pengalaman pertama.
Hahahaha
Hahahaha.
Yana mau tidak mau memandang sekeliling nya.Orang orang ini menganggap diri mereka suci . Cenderung menghina dan menyudut kan orang yang tidak bersalah hanya karena penampilan saja.
Dia menatap Shi lagi dengan galak.Uang dua juta langsung di masukkan ke dalam tas nya.
Dua juta lumayanlah.
"Gimana seratus juta nya,heh nggak punya uang saja belagu" Yana berkata lagi untuk mencerahkan kan pemikiran Shi.Dia lihat gadis ini mulai ragu ragu.
"Apa kau bilang?" pekik shi tidak terima.Cupu ini belum tau langit tinggi rendahnya.Kurang ajar sekali dia.Dia bilang ,shi tidak punya uang.Ini sudah keterlaluan namanya.
"Aku bilang,be...la..gu.puas?' kata Yana tanpa takut.Dia mengeja kata belagu pelan pelan.
Shi mengangkat tangan nya ingin melayangkan satu tamparan . Tapi dia ragu melihat mata. Yana yang masih dingin itu.
Dia menakutkan.
Takut malu dia mengambil cek seratus juta yang dia baru terima kemaren.Rencananya hari ini dia akan pergi shopping dan makan makan di mall.
Gara gara Yana semua nya berantakan sekali.
__ADS_1
Nanti dia kan minta lagi pada si pelit itu.Bilang aja ada penggalangan dana untuk anak yatim-piatu.Kan Yana pantas di sebut anak yatim-piatu kan.Jadi ia tidak berbohong sebenar nya.
Karena baik hati,cek seraus juta di sumbang kan dengan iklas.
Shi melemparkan cek senilai seratus juta tepat di wajah polos Yana.Dia yakin si cupu bakalan malu datang lagi ke sekolah ini.
"Ambillah da Jangan datang lagi di hadapan ku,oke"kata Shi mengancamnya.Dia yakin cupu malu seumur hidup.Mengemis uang yang tidak seberapa di depan banyak orang.
Tepat dia pikir Yana akan pergi , tiba-tiba Yana buka.mulut lagi dengan sengaja.Cek ini akan di gunakan untuk membeli saham Ginanjar grup lagi.Papa nya menghasilkan uang, Putri nya membuang uang.Hahaha cocok pakai banget malah.
"Oke..aku juga akan menghindari Reno aldelis seperti yang kamu minta.Lain kali kalau suka dengan cowok ya harus bisa di pertahankan.Lihat aja aku,udah jelak miskin pula.Kok ya Reno aldelis nya tertarik hehehehe"katanya tertawa.Shi marah besar, sekarang semua orang tahu hal yang sebenarnya.Dia membayar agar Yana menghindari Reno aldelis.
Selama ini tidak ada yang tau dia memiliki keinginan yang samar untuk Reno.Sekarang setelah ini di sebutkan oleh Yana,dia tidak bisa bersembunyi lagi.
Benar saja orang orang segera berspekulasi dan menghubungkan titik titik yang tersembunyi.Rahasia hati shiyana Ginanjar.
Jika orang mendengar apa yang dikatakan oleh yana ini ,mereka tidak akan berpikir panjang .Tapi bagi orang yang berpikir di mana letak masalahnya .Mereka akan langsung tahu jika sebenarnya shi meminta harga untuk si cupu menghindar dari Reno aldelis. semua orang tau bagaimana akhir akhir ini Reno aldelis and the gang,menjadi ekor kecil seorang hariyana Ginanjar.
Shi tidak pernah melarang kedekatan Reno dengan wanita lain.Tapi ada apa dengan Yana.
Sekarang orang orang sedang menebak nebak tanpa berpikir panjang.
Dilihat dari sisi ini,shi jelas sudah kalah.Dia kehilangan reputasi dan juga kehilangan uang jajan nya selama satu bulan penuh.
Yana tidak masuk campur dengan bapa yang di pikir kan oleh Shi.Kelak jika Yana berputar arah melihat tiga serangkai itu, orang orang hanya akan bilang dia di bayar uang padahal memeng maunya Yana juga kan.Kemaren kemauan sendiri jadi gratis kan tapi sekarang ada seratus juta sebagai imbalan nya.
Uang murah.
Yana pikir dia perlu sakit pinggang menari semalam suntuk duluan.Hanya untuk menghasilkan uang sebesar ini . Sekarang di hanya perlu modal buka mulut doang .Siapa yang tidak senang coba.
Yana terkekeh-kekeh sendiri .Tidak peduli dengan tanggapan orang lain.Uang ya uang tak peduli bagaimana cara mendapatkan kan nya.
Reputasi buruk? biarin ,emang gue pikirin.
Shi yang telah kehilangan uang ini segera kabur pergi entah kemana.Dia kesal sekali , ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula.Ingin membuat malu orang,diri sendiri yang terkena sial nya.
"Yana...awas kau...akhhh!!!"
Niatnya untuk menjauh dari tiga serangkai segera terjadi.Entah bagaimana , jika Reno di depan akan ada seseorang yang datang memberi tau nya.Jadi dia menghindar dengan mudah.
Yana tidak tau apa yang terjadi.Sebenarnya gosip tentang seratus juta segera mendapatkan tanggapan dari barisan calon pacar Reno aldelis .
Mereka seperti sepakat saja dan mendukung penghindaran yang Yana lakukan.
Contohnya makam siang kali ini.Yana duduk di taman sendiri tentunya.
Tiba tiba winda datang tanpa di undang.Yana tidak mau bertengkar lagi dengan nya.Jadi dia diam seribu bahasa ketika melihat winda datang mendekat.
Dia pikir winda akan melabraknya seperti hari itu, tapi kata yang dia keluarkan agak menghibur .
"Heh cupu.. Reno sedang kesini, pergi sana menjauh.Kan udah di bayar juga kan?"katanya dengan melipat kedua tangannya di dada.
Yana antara terkejut dan senang kan.Dia punya mata mata gratis.Dia pura pura terkejut.
"Ohh begitu?a...aku pergi ya"
"Pergilah yang jauh..hus.. hus.."Winda memandang nya rendah.
Entah apa yang terjadi setelah itu.Yang jelas sekarang ada lebih satu gadis yang seperti winda di sekitarnya.
Jika Reno bertanya dengan para gadis di mana Yana,pasti jawabannya ke kiri sementara mereka tau dia ke kanan.
Setelah berhari hari barulah Yana sadar akan "bantuan"yang tidak di sengaja ini.Haruskah dia menangis atau tertawa.
Lain halnya dengan Reno and the gang.
Mereka gagal menemukan sosok Yana setelah sebulan berjalan.Yana bagaikan sosok misterius yang bisa hilang sebelum mereka tiba.
Tapi kebingungan ini tidak lama.Boy segera mendapatkan kabar tentang seratus juta itu.
Awalnya Reno akan marah tapi dia segera menekan nya biarkan Yana bahagia dengan seratus juta nya.
__ADS_1
Baginya itu uang kecil.Tapi bagi Yana yang kehilangan pekerjaan itu berarti banyak sekali.
Yang tidak habis pikir adalah shiyana.
Sejak pindah kuliah, tiga serangkai ini kerap main bareng.Dia baik hati dan murah senyum.Tidak ada indikasi yang mengatakan jika dia menyimpan minat pada Reno atau yang lain nya.
"Ku pikir shi ada pikiran sendiri kali ini.Kau ingat ,setau ku dia itu polos dan jujur meskipun agak sombong karena punya duit kan"
Reno dan Feky mengangguk setuju.
"Dia nggak ngerokok dan minum kan?"
Dua yang lain mengangguk lagi seperti orang bodoh.
"Kita di bodohi guys"
"Ehh ?"
"Hem tadi malam , aku nggak sengaja ketemu dia di bar Viven.itu bar yang nggak pernah kita pergi.Nggak nyangka aja dia di sana"
"Yang benar kamu Feky?" pantat eeno bergerak gerak tidak nyaman dari duduknya.Gadis baik seperti shi ke bar?woow..
"Ya iyalah,masak aku bohong sama hal ini.Untuk apa coba?"kata Feky lagi.
Kemaren malam dia lagi suntuk aja, ingin suasana baru di tempat yang baru.Jadi dia pergi ke sana.
Di sana dia melihat shi yang lagi nongkrong dengan orang yang tidak di kenal.
Awalnya Feky pikir dia sedikit kabur akibat alkohol.Tapi dia yakin setelah beberapa saat kemudian.Itu memang shi yang selalu ikut bersama kelompok mereka di saat saat tertentu.
Di sana dia terkejut besar, Shi minum minuman keras dan tidak terlihat seperti seseorang yang belum pernah minum sebelumnya.
Dia ahli dalam hal itu.
Selain minum dia juga ngerokok .Asap rokok membumbung tinggi dari hidungnya.
Feky tercengang tapi masih waras saat itu .Dia pergi bertanya dengan bartender yang bertugas.
"Hei. siapa itu?" Feky mengirimkan dua lembar uang kertas pada bartender yang tentu saja segera menghuni kantong nya.
"Shigin. namanya shigin.aku tidak tau nama lengkap nya"
"Shigin ya,dia sering kemari?" tanya nya lagi.
"Langganan bos , malah punya kamar pribadi di sini.Mau di kenalin kan bos?" kata bartender lagi dengan genit, siapa tau bos ini bengkok kan.
"Hah punya kamar pribadi?"
"Hem , biasa lah orang kaya hehehehe" katanya sebelum pergi meninggalkan Feky yang tercengang.
Memang terkadang ada kamar yang bisa di sewakan di klub malam.Tapi itu terkadang ada kasus khusus.
Ada hal hal gelap yang tidak bisa di bicarakan jadi mereka menyewa kamar.
Jatuhnya seperti kamar yang biasa memboking Yana.Tapi ini klub murah jadi tidak ada pertunjukan istimewa di sini.Palingan ini hanya karaoke dan utusan gitu gituan.
Tapi Shi adalah penyewa penuh yang membayar biaya bulanan yang besar .Jika dia gadis polos,apa yang dia lakukan di sana.Apa Shi hanya pengen tidur setelah puas minum semalaman.Ini sangat sangat di ragukan sekali.
"Hei ini bar guys, bukan penginapan biasa kan?" kata Feky ketika dua sahabat meragukan dirinya.
"Ini... tidak bohong kan?" Reno bertanya lagi.
"Ya ampun guys...apa untungnya sih gue boong?"
Menurut Feky lagi,wajah yang selama ini di tampilkan oleh shi di depan mereka adalah palsu belaka.Dia memiliki niat lain yang tidak di ketahui.
Selesai bercerita,dua yang lainnya masih tidak bisa bicara.Apa yang terjadi,apakah Feky jenis orang yang bisa menipu orang.Tapi mereka sudah berteman lama .Dia terkadang suka iseng ,itu saja.
Atau mereka yang salah dengar.
Shiyana Ginanjar sebenarnya bukan gadis polos baik hati yang mereka kenal sebelumnya.
__ADS_1