
Reno yang berpakaian jas hitam merasa senang karena tujuan hari ini sudah tercapai.
Dia mengirim satu persatu kolega nya itu dengan senyum di wajahnya.Setelah semua nya pergi dia belum berniat untuk pergi dari klub ini
Jarang jarang bisa bersantai di Bogor.Belum lama di melepaskan mitra terakhirnya, seorang pramusaji datang .
"Tuan silahkan cicipi produk baru kami.Gratis untuk malam ini tuan"katanya seraya meletakkan segelas minuman beralkohol di meja.
Reno sudah biasa mendapatkan perawatan seperti ini di klub lain.Jadi dia tidak curiga sedikit pun.
Banyak nya produk minuman keras yang berpromosi seperti ini .Ini layanan yang sangat biasa .
Setelah meletakkan gelas beralkohol itu pramusaji segera pergi dengan senyuman di bibirnya.Misi nya sudah sukses besar.
Reno yang tidak waspada, bergoyang sedikit mengikuti irama musik.Setelah beberapa menit kemudian dia menenggak minuman keras itu dan menelannya dalam sekali jalan.
Shi melihat langkah pertama nya sudah selesai.Dia siap dengan langkah ke dua.
"Sayang,kau akan punya ayah yang hebat kan, hahaha"kata shi pada perut nya yang rata.
Dengan penuh percaya diri Shiyana berjalan menuju ke arah Reno aldelis yang sedang duduk sendiri di pojokan.
"Hai .. Reno?kau di sini?" sapa shiyana yang pura-pura terkejut.
Mendengar namanya disebut , Reno berpaling dan melihat siapa yang ada di depannya ini. Dia tidak mengira jika bisa bertemu dengan Shiyana di bogor.
"Shi,apa yang kau lakukan d sini?"
"Ohh ada teman-teman di kamar sebelah .Maukah kau bergabung bersama kami. Daripada kau sendirian di sini" kata Shi berbohong.
Shi sudah meminta kepada pramusaji tadi untuk menyediakan satu kamar khusus untuk dia pakai malam ini.
Hanya dengan sedikit uang saja , pramusaji itu sudah seperti anjing yang mengibas kan ekornya kemana pun dia tinggal suruh segera di lakukan.
Mengenai teman-teman yang disebutkan tadi tentu saja itu adalah bohong besar.
"Tidak usah, aku tidak begitu kenal dengan teman-temanmu. lagi pula aku akan pergi sebentar lagi "tolak Reno.
" Ayolah ren, hanya sebentar saja kok. lagi pula kami juga akan pulang sebentar lagi. Tidak baik untuk berlama-lama di luar kan" bujuk Shi.
Dia sengaja menarik tangan Reno dengan halus. Dia pikir obat yang tadi diberikan ke dalam minuman itu sudah mulai bekerja.
Reno yang tidak tahu apa yang terjadi. Tentu saja merasakan gejala aneh di tubuh nya. Hanya dengan satu sentuhan kecil dari Shi.
Reno merasa mulai gerah tapi menurut perkiraan nya ini mungkin karena dia sudah minum beberapa gelas .
Tapi Reno sudah biasa minum dan dia belum pernah merasakan efek seperti ini. Apakah minuman promosi yang tadi di minumnya adalah minuman khusus.
Meskipun merasa sedikit aneh tapi dia juga tidak kuasa untuk menolak ajakan Shi untuk pergi ke kamar khusus.
Dengan satu kode dari shi , pramusaji tadi langsung mengerti. Dia mengarahkan shi dan Reno pada sebuah kamar.
"silahkan tuan "kata pramusaji dengan sopan . Shi tersenyum dan mengulurkan beberapa helai kertas merah lagi kepadanya. Membuat senyumnya semakin lebar saja.
Ketika pintu di buka, tidak ada seorang pun di dalam kamar.Reno tidak bergerak di depan pintu.
Pramusaji segera berkata lembut.
"Orang lain sudah pergi duluan.
Katanya akan datang sebentar lagi.Nona di harap menunggu di sini"
Reno di dorong oleh shi dengan lembut ke dalam kamar.Pintu juga di tutup dengan cepat.
"Ayolah Reno, mari tunggu sebentar lagi,oke" kata Shi yang mulai bertingkah genit.
Reno mulai gerah sendiri dia menarik dasinya ke bawah . Obat yang di minum nya tadi sudah mulai bereaksi.
Shi berpura-pura tidak tau.Dia bercerita tentang hal hal di sekolah.
Pakaian yang dia pakai agak minim. jadi dia hanya perlu duduk di depan Reno yang sudah payah menahan rasa yang mulai naik.
"Shi aku pulang dulu, enggak enak badan nih"katanya.
"Oke tapi kau mabuk,mau aku antar?"tawar Shi.
"Tidak perlu, hanya lima menit dari sini kok" kata Reno yang berusaha bangkit dati duduk nya.Shi melihat Reno ingin bangkit dia pura pura menopang tubuh Reno yang sempoyongan.
Shiyana melingkar kan tangan Reno ke bahunya yang tipis.Dengan begini tubuh mereka berdua menempel erat.Aroma wanita tercium oleh hidung Reno.
__ADS_1
Apalagi dua bola kapas milik Shi tidak sengaja bersenggolan dengan lengannya .Reno gelap mata dan tidak berpikir secara rasional lagi.
Dia menarik Shi dan merobek pakaian nya yang memang sudah tipis itu.
"Reno,apa apaan ini?"jerit Shi yang pura pura marah.Hanya dia yang tau bagaimana senang nya dia ketika trik ini berhasil.
"Shiyana.. shiyana bantu aku, oke.pliss"kata Reno yang meminta izin dulu pada Shi.
Sejahat jahat nya Reno aldelis dia tidak pernah memaksakan kehendak nya kepada seorang wanita.Apa lagi shi masih di hitung sebagai kenalan nya.
Shi yang bahagia terlihat seperti berpikir beberapa detik sebelum dia tersenyum manis.Bibirnya segera di tempel kan pada bibit Reno yang berbau alkohol itu.
Reno menganggapnya sebagai tanda setuju.Dia sudah di butakan oleh nafsu sesaat.Dia tidak sabar untuk berpatroli di atas tubuh Shi yang sudah polos.
"Reno...uhhkk..stt
Ahkkkk hem..
Dalam sekejap keduanya larut dalam kenikmatan dunia.Tidak ada yang mencari tau, mereka bebas dan Shi berteriak keras menahan kegembiraan yang dia dapatkan malam ini.
Ketika serangan utama di lancarkan, Shi berteriak lagi.Reno sangat pandai memanjakan wanita.Dia bergerak lebih cepat dan cepat membuat Shi puas.
Reno masih sadar sedikit tapi dia enggan menolak tubuh sebagus ini.Shi tidak segan-segan merawat tubuh nya agar lebih kencang luar dan dalam.Dia juga tau apa yang paling di sukai oleh pria seperti Reno ini.
Mereka seperti bertemu dengan lawan tangguh.Tidak ada yang mau berhenti untuk saling memuaskan satu sama lain.
Dia dan Reno tidak tidur , hanya melakukan olahraga sepanjang malam.
Ketika jam sudah menunjuk jam sepuluh pagi , Reno bangun dengan tubuh tanpa pakaian.Dia sedikit bingung .
"Shi?"
Reno terkejut melihat Shiyana tidur di samping nya dalam keadaan yang sama seperti dia.
"Shiyana, Shiyana!"Panggil nya
Shi akhirnya bangun juga setelah di dorong beberapa kali oleh Reno.Dia membuka mata dan tersenyum manis.
"Halo Reno, selamat pagi"
"Shiyana ,apa yang terjadi, kenapa kita begini?" tanya Reno bingung.
"Oh Reno jangan bilang kau lupa jika kau memaksa ku semalam, Hem?" katanya pura pura terkejut.
"Ak..aku memaksa mu?'tanya Reno ragu ragu.Dia tidak pernah memaksa, oke.Wanita yang mau antri untuk nya bisa sepanjang lima kilometer lho.
"Tidak memaksa sih tapi minta tolong gitu hahaha" kata Shiyana lagi.
Umpan nya sudah di makan ikan, dia hanya perlu menarik kail nya sedikit lagi, hehehe.
"Serius lah sedikit "bentak Reno geram.
"Reno sayang,aku udah lama menyukai kamu.Sekarang aku lagi jomblo kok.Jadi tidak apa apa lah.kita resmi jadian kan?" Shi yang masih polos berdiri untuk mengambil ********** yang berserakan di lantai.
Memakai nya di depan Reno tanpa malu.
"Hah ja..jadian?" Reno gagal fokus dengan pemandangan di depannya ini tapi dia tidak hilang akal.
Dia dan Shi jadian,huh gila kali.
"Kau yang bilang tadi malam kan.Sekarang nggak mau ngaku?"dengus Shi.
"Lihat ini, pakaian ku robek oleh mu. Ketika aku menolak kau bilang.Kau akan menjadikan aku sebagai pacar mu.Setelah kau mendapat apa yang kau inginkan tadi malam .Setelah kau puas dengan tubuhku .Kau mau menghindarinya ,inikah sifat asli Reno aldelis?" kata Shi pura pura marah.
Reno mencoba mengingat kejadian tadi malam.Dia belum ingat sepenuhnya tapi ada gambar samar samar di sana.
Dia yang meminta Shi melayaninya tadi malam.
Tapi kenapa.
"Aku tidak tahu, Oke.Aku bingung" kata Reno dengan kesal.
"Yah aku tidak buru buru kok.Mari pikir kan lagi .Aku memberi mu waktu satu bulan.Kebetulan sekali aku merekam hal kita tadi malam.Jika mangkir jangan. salah kan aku meng-upload nya , oke " kata Shi lagi.
Pakaian nya sudah tidak layak pakai.Lalu bagaimana dia bisa pergi dengan pakaian seperti ini.
"Reno ayo cari kam aku pakaian yang layak pakai ,aku mau pergi dari sini"kata Shi pada Reno.
Dia terlihat gugup melihat pakaian robek itu . Sungguh dia tidak menyangka jika dia bisa seganas ini pada Shi.
__ADS_1
"Tunggu di sini sebentar.Ada pakaian ganti di mobil ku" kaya Reno yang segera berpakaian juga.
Meski pun tidak enak hati tapi dia tidak bisa meninggalkan Shi dalam keadaan memalukan seperti ini.
Dia pergi ke mobil nya yang masih di tempat parkir.
Reno selalu membawa baju ganti di mobil.
Kemudian dia kembali ke tempat Shi lagi.Untungnya shi tidak menolak nya.pakaian ini terlihat kebesaran tapi masih bisalah di pakai.
Reno ingin mengantar kan Shi kembali ke villa nya.Shi malah senang dengan begitu.
"Sayang,ayo bermalam di villa.Kita bisa bersenang-senang seperti tadi malam kan?"
"Tidak usah,aku di sini kerja bukan main-main" bentak Reno keras.Dia tidak suka dengan Shi lagi.Tapi gadis ini selalu punya ya.cara untuk itu.
"Hemm mengerti kok.Siang kerja di kantor tapi malam kerjain aku, gimana?" kata Shi genit.Aroma pria segera memenuhi udara di dalam mobil.Dia ingin segera mencicipi buah terlarang lagi.Sayang sekali mereka sedang ada di dalam mobil.Jika tidak...
"Shiyana.. Ginanjar.Kau tidak tau malu ya!" bentak Reno. Teriakan Reno membuat Shi jadi gugup lagi.
Melihat tingkah laku shiyana , Reno ingin mati saja. Kenapa shi terlalu bersemangat begini.Dia tidak seperti Yana yang pemalu dan imut imut. Shiyana lebih berterus terang dengan apa yang dipikirkan oleh dia. Contoh adalah sekarang.
"Malu apa sama kamu ren, kau bahkan sudah melihat semuanya.Malu dari Hongkong?" kata Shi santai.
"Setidaknya perhatikan dirimu seorang wanita " kata Reno memerah.Shiyana adalah wanita berkulit tebal.
"Ya aku wanita bukan waria, puas?"jawab Shi arogan.
"Shiyana...
"Oh satu lagi Reno aldelis yang baik. Aku memberimu waktu satu bulan untuk memikirkan tentang hubungan kita. Sementara itu aku akan merawat diri untuk di persembahkan kepada mu lagi.Ingatlah, hanya satu bulan saja" kata shi tenang.
Untuk satu bulan dia kan jadi wanita baik baik di mata Reno.Tapi setelah satu bulan Reno aldelis akan menjadi miliknya sendiri.Hahahaha.
Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Baru kali ini dia bertemu wanita yang memberi nya ultimatum
"Kau juga bukan gadis bersih .Berapa banyak teman pria yang kau ajak gituan hah, jangan pikir aku tidak tahu ini , Shi "
"Oke aku akui itu tapi Reno, menjadi pacar mu adalah keinginan mu sejak lama.Ayo pacaran , tiga bulan ,hen tidak dua bulan saja bagaimana?" tawar Shi lagi.
Dia perlu berada di sekitar Reno sejak sekarang.Reno harus yakin dia tidak punya pria lain.Jangan sampai dia meragu nya hari itu.
"Apa sih yang kau mau?kau punya uang kan.Jadi apa?" kata Reno.
Kebanyakan dari gadis yang dia kencani mengharapkan imbalan seperti tas dan sepatu unlimited edition secara gratis. Yang jelas Shi adalah orang yang tidak perlu dia untuk memberikannya. Shi bisa membeli barang-barang itu secara pribadi kapanpun dia mau.
Jadi apa yang dia mau.
" aku tidak menginginkan barang-barang apapun darimu Reno. Aku bisa membelinya sendiri kan.Kau pikir bagaimana kaya nya papaku itu. Tapi Reno aku tulus padamu,ren. Pertama kali bertemu denganmu aku sudah jatuh hati tapi aku tidak seagresif wanita-wanita lain seperti barisan mantan mu itu. Aku tidak merasa cemburu melihat kau berkencan dengan mereka . Di hatiku kau adalah suami masa depan ku. Jadi biarkan kau berpuas diri sebelum kau menjadi milikku seutuhnya" kata Shi percaya diri.
Reno tersedak air liur nya sendiri.Apa kata nya tadi.Suami masa depan.
Shiyana Ginanjar memang sudah gila.
"Kau.. gila Shi"
"Ya aku tergila-gila sama kamu " jawab nya ringan. Shi hanya mengatakan sejujurnya saja. Apa yang dipikirkan nya tentang Reno selama ini.
Shi tidak sedang berbohong.
Malas melayani shi untuk berdebat . Reno akhirnya tutup mulut.
Dia tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh shi selanjutnya. Tak lama kemudian mereka sampai di villa di mana shi menyewa.
Shi turun dari mobil Reno.Dia mengabaikan wajah tidak enak Reno kepada nya .
"Masuk yuk,aku bikin teh hangat"tawarnya serius.
"Nggak usah ,abisin gula aja" kata Reno geram.Shiyana segera bersenandung kecil dan beralih pergi.
Reno akan berangkat lagi sebelum Shi membuka pintu.
"Reno,aku masih pengen,ayo lah turun sebentar" kata shi dengan terus terang. Reno semakin marah mendengar apa yang dia katakan tadi.
Sekarang Reno tidak ingin ada di sini lebih lama lagi.
Reno segera menginjak gas dan berlari dengan cepat . Shi tertawa geli melihatnya ..
"Calon suamiku kenapa imut sekali sih!??"
__ADS_1