
Kinerja Rudi sebagai seorang asisten selama bertahun-tahun memang bisa diacungi dengan jempol. Hanya lebih kurang dua jam. Semua masalah nama pada saham dan harta Hary Ginanjar ,sudah berpindah tangan.
Hanya perlu beberapa langkah saja lagi.
Sebenarnya ini sudah selesai tapi ada sedikit masalah dari dalam. Rudi mendapati ada mata-mata yang sedang mengintai di perusahaan.
Nama Hariyana Ginanjar sebagai nama pemilik baru belum bisa terungkap saat ini. Jadi Rudi menghabiskan beberapa waktu lagi untuk membuat beberapa kamuflase.
Namun begitu ,ini tidak akan kuat jika dalang dibalik ini lebih gigih. Mereka pasti menemukan celah tapi ini sudah cukup untuk memberikan waktu bagi Yana.
Jadi Rudi hanya bilang prosedur hampir selesai.
Hary yang mendapatkan laporan tersebut langsung mengelus dadanya yang terasa lega.
Andai pun dia harus dipanggil oleh Yang maha esa hari ini , Hary juga tidak akan mengeluh.
Hary tidak punya wajah lagi untuk menatap putri dan mantan istri.Dalam kurun waktu itu Yana masih belum sadarkan diri. Mungkin efek dari obat penenang yang dia terima.
Liliana tidak puas dengan pelayanan di rumah sakit ini. Dia berniat untuk membawa Yana pergi ke negara lain untuk berobat lebih intensif.
Rudi segera diperintahkan untuk menyewa sebuah pesawat pribadi. Mereka akan segera berangkat begitu yana sadar.
Kali ini Liliana kesal dengan diri sendiri,andai saja dia membeli pesawat pribadinya sendiri maka saat ini juga putrinya sudah bisa dibawa meskipun dalam kondisi tidak sadar.
Membeli sebuah pesawat pribadi. Hanya seperti membeli goreng pisang di jalanan bagi Liliana.
Liliana menolak karena merasa tidak memerlukan sebuah pesawat pribadi karena dia jarang bepergian.
Tapi sekarang dia hanya bisa menyesalinya saja.
"Yana sayang,ayo ikut Mama . Tinggalkan negara ini tinggalkan kenangan buruk"kata Liliana pada Yana yang masih tidur.
Yana nya masih secantik dulu dia masih imut dan masih menggemaskan.
Liliana lirik perut yana yang masih datar.dengan penuh rasa kasih sayang dielusnya perut itu dan berkata"kau adalah harapan untuk nenek dan ibumu. jadi bertahanlah di sana nenek akan menunggumu di sini"
Anak adalah harapan.
Liliana merasakan sakit yang amat sangat ketika dia kehilangan dia Yana kecil.Rasanya begitu pahit seolah-olah dunia runtuh detik itu juga.
Liliana tentu tidak ingin Yana mengalami perasaan seperti itu.Dengan itu Liliana bertekad untuk melindungi baik Yana maupun calon anaknya.
Salah satu caranya, mereka hanya bisa pergi sejauh mungkin dari hadapan orang-orang yang tidak relevan.
Setitik air mata menetes dari sudut mata Yana. Meskipun dalam kondisi tidak sadarkan diri kemungkinan besar Yana masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya.
"Sayang !!"panggil liliana sedih.
Berapa besar rasa sakit dan penderita yang diberikan oleh Hary pada putrinya ini.
"sayangku kau sudah menderita tapi tidak akan ada penderitaan lagi di masa depan"
Hari itu asisten Rudi adalah orang yang paling sibuk mengurus beberapa hal sekaligus.
Dia harus mengurus masalah perusahaan Ginanjar group. Sekaligus mengurus beberapa hal berkaitan dengan Liliana.
Namun begitu Rudi tidak punya keluhan malah melakukannya dengan gembira.
Jarang sekali Liliana memerlukan bantuannya. Sejak mereka bertemu beberapa tahun yang lalu.
Sementara itu ada pihak yang segera terbakar mendengar berita pengalihan pemilik ini.
Mereka sudah menunggu lama untuk hal seperti ini. Tapi di detik-detik terakhir, terjadi perubahan bagaimana mereka tidak marah besar setelah semua hal yang dilakukan.
Setelah pengalihan nama tersebut. Shi langsung mendapat telepon dari seseorang.
Tentu saja sebagai seseorang yang digadang-gadangkan sebagai pewaris tunggal dari Ginanjar group. Shi merasa dikhianati dan terluka.
Seperti yang dikatakan oleh Rudi sebelum nya.Saat ini shi sedang berada di puncak.
Ketika di telepon ,shi sedang tertidur lelap. Sejak hamil dia memang merasa lebih mengantuk dan sering lelah.
Terlebih lagi kandungan nya sudah memasuki usia empat bulan sekarang.
Meskipun tahu kondisinya belum stabil ,shi masih tetap melakukan kebiasaannya tidur larut.Dia baru berkembali dari klub malam sekitar jam 02.00 pagi.
Meskipun tidak bisa minum-minum tapi masih bisa menari dengan gembira. Bertemu dengan orang-orang yang memujanya.
Inilah sebabnya kenapa shi tidak bisa bangun pagi. Dia harus mengganti waktu tidur malamnya di pagi hari.
Awalnya shi marah karena ditelepon pada saat yang tidak tepat .Tapi begitu mendengar apa yang disampaikan oleh si penelpon .Dia langsung mencak-mencak dan menutup telepon secara sepihak.
"Apa kau serius? tidak bohong kan?"Tanya nya lagi tidak percaya.
hari merubah wasiatnya dengan memberikan semua harta bendanya tanpa terkecuali untuk seseorang yang tidak di kenal.
"Ya ini bahkan sudah dikonfirmasi oleh pengacara. Hanya perlu tanda tangan dari tuan Hary saja dan sudah bisa berkuat kuasa hari ini" kata si penelpon itu
"Siapa orangnya?" tanya Shi gugup.Selama ini shi selalu sombong di hadapan orang-orang karena nama yang dia sandang.
Pewaris tunggal Ginanjar group.
Tapi sekarang semuanya terancam gagal total. Itupun atas nama seseorang yang tidak diketahui asal-usulnya.
"untuk sementara namanya disegel dan tidak diketahui tapi kami akan mencari tahu lebih lanjut"
"berapa besar kasus ini bisa dibatalkan?" tanya nya. Akan gawat jika Hary sudah menandatangani berkas-berkas itu. Dia tidak akan punya kesempatan lagi.
Tapi semua masalah memiliki celah nya sendiri.
"jika Hary mau,dia bisa merubah nya lagi" jawab orang yang di seberang yang dan itu bisa membuat shi jadi lega.Dia masih memiliki satu kemungkinan lain.
Buat hary membatalkan kesepakatan itu.
Shi tidak berpikir panjang dia terus menelepon Hary sang pelaku. Hanya saja dia tidak memiliki nomor papanya tersebut.
__ADS_1
Tidak ada pilihan, dia beralih pada asisten Rudi yang tentu saja berada dekat dengan Hary kan.
Tapi siapa sangka asisten Rudi pun tidak mengangkat telepon darinya.
Entah apa yang diragukan oleh pria itu sekarang.Mereka tidak mungkin sedang mengadakan rapat sementara Hary sebenarnya berada di rumah sakit.
Berkali-kali shi mengutuk dan memaki siapapun yang dia ingat. masalah seperti ini seharusnya dia sendiri bisa menjernihkan. Tapi siapa sangka shi tidak bisa menelepon siapapun untuk bertanya mengenai hal ini.
Tidak ada pilihan lain dia langsung menelpon lagi ke nomor khusus.Setiap kali dia menelpon nomor ini, pada dering pertama. Ada seseorang yang menjawabnya.Shi sudah sangat familiar dengan rutinitas ini.
Tapi kali ini tidak ada perantara orang yang dipanggil langsung menjawabnya dengan suaranya yang khas.
"Sayang,kau sudah dapat kabar?" tanya nya langsung.
"aku baru saja mendapatkan kabar ini papa gimana ceritanya kenapa bisa berubah?" tanya shi dengan cemas.
"ada apa denganmu ?sudah kah papa bilang baik-baikin si Hary.lihat apa yang terjadi sekarang dia sudah mengubah namanya untuk gadis yang tidak dikenal!!"suara orang di seberang itu jelas marah pada shi. menurutnya tidak sesuai yang diperintahkan.
jika shi tidak besar kepala kemungkinan ini tidak akan terjadi.
"tapi papa ,aku tuh udah benci banget sama si Hary itu pah .Dia itu bodoh ,nggak kompeten sama sekali. Gimana bisa aku baik-baikin pah .Sementara hatiku itu nggak nyaman lihat dia" kata shi membela diri.
Bertahun-tahun shi sudah menempel pada hary .Agar Hary lebih menyayangi dan memprioritasnya dalam segala hal.
Sudah seharusnya hanya shi yang ada pikirannya setelah tenggang waktu tersebut.
Tapi kenapa hanya beberapa hari Semua menjadi berubah secara total.
Meskipun masalah ini sudah dikonfirmasi. Namun nama pemilik baru belum diketahui masih samar-samar.
Ini yang membuat shi tambah marah. Andai dia tahu siapa orangnya, mungkin dia bisa bergerak sesuai situasi.
Tapi tidak,dia tidak tahu siapa itu.
"papa kan sudah bilang. Ini nggak bakalan lama, si Hary itu sakit jantung dan dia bisa pergi kapan saja.Tapi kenapa kamu itu keras kepala dan malah bikin papa pusing. Hem?" kata yang di seberang sana.
Dari nada suara nya di jelas marah kali ini.
"rencana ini sudah dipikirkan matang-matang sejak lama tapi pada detik-detik terakhir kita terancam gagal Dan ini semua gara-gara kamu shi!!"tambah nya lagi.
"Jadi papa nyalahin shi? marah sama shi?uh papa, shi itu udah lakuin apa yang papa minta. Tapi kenapa shi masih dimarahin kayak gini ,sih nggak terima loh pah?"
Mungkin karena pengaruh kehamilannya shi jadi sensitif dan dia benar-benar menangis sekarang.
Bertahun-tahun dia sudah berkorban tapi apa yang dia terima.
Kerja kerasnya tidak dihargai sama sekali.
"bukan gitu sayang papa bukan nyalahin kamu tapi kejadiannya udah kayak gini jadi mau gimana lagi shi?"
Mendengar shi menangis, orang di sebelah langsung melembut dan berusaha membujuknya dengan nada penuh kasih sayang seperti sebelumnya.
"ini bukan masalah shi lagi ya pa. Papa tu harus cari tahu siapa orangnya dan bagaimana kita mengatasinya. Jangan biarkan kerja keras sih selama bertahun-tahun ini sia-sia" kata shi dengan tersedu sedu.
"serahkan pada papa masalah ini. Tapi sayang juga harus membantu. Coba hubungi Hary dan bertanya secara baik-baik. Ambil hatinya dan biarkan dia melembut oke" katanya lagi.
"oke papa ngerti, bentar papa minta seseorang cari dan mengirimi kamu nomornya. Kali ini jangan keras kepala lagi ya" bujuknya lagi
"Oke pah" kata shi.
Karena tidak ada lagi hal yang perlu dikatakan. Mereka segera memutuskan hubungan telepon.
Beberapa menit kemudian orang tadi mengirimkan sebuah nomor yang dipikir sebagai nomor Hary.
Shi tidak menunggu lama dia langsung memutar nomor tersebut dan terhubung.
Agak kesel juga karena di pihak sana telat ngangkatnya .Tapi ini masih bisa bekerja.
"Halo?"
"halo papa ini Shi pah!"kata Shi yang melembut kan nada suara nya sementara dia ingin muntah mendengar suara Hary.
"Shi ,papa udah sakit berhari-hari kamu baru menelpon sekarang gimana sih nak?"
"aduh papa ,papa kan udah tahu aku tuh nggak sehat.lagi bedrest di rumah demi kandungan ku ini.Shi juga nggak mau papa itu bertambah sakit karena masalah shi. jadi shi hanya bisa berdiam diri di rumah menunggu papa sembuh" katanya lagi.
Hary terharu mendengar kata-kata dari shi. Sudah berapa lama dia tidak bertutur kata selembut ini.
Terkadang dia merindukan yana kecil melalui sosoknya.Tapi semakin dewasa shi tidak menjadi sosok yang diharapkan.
Walaupun demikian hary tidak bisa menyangkal hubungan yang sudah dia pupuk bertahun-tahun.
jika tidak ada kasih sayang di antara mereka, itu bohong.
Semakin ke sini semakin jelas perbedaan antara Yana dan shi. Yana seperti batu giok yang belum diasah.
Dia akan tetap bersinar terang meskipun berada di dalam kegelapan sekalipun.
Sementara shi lebih.mirip bunga plastik yang dipoles sedemikian rupa agar jadi cantik namun tidak alami.
Yana memiliki seorang ibu yang berbudi luhur dan cantik luar dalam.
Sementara ibu shi adalah mantan kupu-kupu malam yang tidak diketahui siapakah dia.
Victor tidak pernah mengatakan Siapa nama ibu shi ketika dia masih hidup.
Yang jelas mereka melakukan one night stand. Yang mengakibatkan kehadiran sosok shi.
Mungkin perbedaan asuhan seorang ibu.Juga bisa membuat perubahan karakter pada anak-anak.
Walau bagaimanapun hary berusaha. Shi tetaplah menjalani kehidupan yang tidak pantas sama seperti ibunya dulu.
Ataukah dia salah dalam mendidik.
"Ya papa ngerti nak, papa akan pulang hari ini apa kamu lagi di rumah?"tanya Hary.
__ADS_1
Hary tahu jawabannya ,tapi dia tetap ingin bertanya secara langsung.
"kalau nggak di rumah aku di mana lagi sih pa" kata shi membela diri.
Hary hanya bisa memejamkan matanya dengan raut wajah kecewa. Shi berbohong.
"tapi pak tadi aku dapat telepon katanya papa merubah nama pemilik saham benarkah itu?" tanya shi .
Hary terkejut dia tidak mengerti dari mana shi mendapatkan info ini. Padahal assisten Rudi sendiri belum mengirimkan kabar apakah masalah ini sudah selesai atau belum.
Tapi Shi sudah tau duluan.
Yang lebih menyedihkan lagi.Shi meneleponnya hanya untuk masalah ini ,bukan menanyakan situasi kesehatannya.
lagi-lagi Hary harus menelan pil pahit.
"Dari mana kamu tahu shi?" tanyanya.
"papa nggak perlu tahu dari mana sih dapat kabar ini yang jelas si ingin tanya ada apa pa? apa papa mendapat ancaman dari seseorang untuk memaksa papa melakukan ini?" kata Shi di seberang sana.
"tidak ada yang memaksa papa pikir ini masalah yang benar tapi ada baiknya masalah ini tidak dibicarakan di telepon tunggu papa kembali oke"kata Hary yang mulai gerah.
Shi memang kerap kali berperilaku seperti ini padanya.Tapi kali ini Hary benar-benar tidak nyaman karenanya.
Hary merasa shi tidak jujur bahkan menyimpan sesuatu di hati nya.
"kapan papa pulang?"Tanya shi serius.Walau bagaimanapun dia harus kembali duluan sebelum Hary tiba di rumah besar.
"tunggu semua prosedur selesai dan papa akan kembali secepatnya"kata Hary lemah.
Dalam banyak kata ,tidak satupun shi bertanya apakah dia sudah sembuh atau belum. Apakah dia tidak ada di hati Shi.
Atau tidak pernah sama sekali.
Anehnya kenapa dia baru tahu sekarang.Bahkan asistennya sendiri pernah berkata jika shi adalah sosok yang tidak jujur dan hanya menyukai uang bukan dirinya.
Saat itu hary tidak mendengarkan kata-kata itu .Hanya berpikir asistennya tidak begitu menyukai Shi.
Di tawari untuk menikahi putri satu-satunya .Asisten Rudi menolak dengan halus .Bukankah itu sudah bukti jika dia tidak menyukai sosok shi.
Tapi setelah bertemu dengan Liliana sang mantan istri. Cara pandangnya berubah dan Hary juga membenarkan pemikiran asistennya itu tanpa dia sadari.
Shi hanya menganggap nya sebagai ATM berjalan.
"Oke pah, Shi tunggu ya" kata Shi dengan nada manis.
Hary hanya bisa menarik nafas panjang ketika panggilan telepon itu diputuskan. Sebenarnya Hary hanya menunggu Yana bangun sebelum kembali ke rumah besar.
Dia benar-benar ingin berbicara pada anak itu. Memohon pengampunannya dengan amat sangat.
Semakin dipikirkan semakin hary merasa bersalah.Haryselalu memikirkan tentang kata-kata yang dilontarkan oleh Yana saat itu.
Tapi waktu itu Hary tidak terpikir sedetik pun.Jika Yana memang mengatakan hal itu dari dalam hatinya sendiri.
Dia jelas mengatakan dengan rasa marah yang membuncah.
"aku jadi begini karena siapa"
"aku jadi kotor karena siapa"
Setelah semuanya barulah hari menyadari arti dari kata-kata tersebut.
"Yana kotor karena Hary"
jika dibalik lagi itulah artinya.Yana menyalahkannya dan tidak akan pernah memaafkannya sama sekali.
Sejak usia 5 tahun ,Yana sudah pergi dari rumah dan mengalami penderitaan sampai dia berusia 23 tahun sekarang.
Kenangan manis apa yang dimiliki oleh anak berusia 5 tahun.
Sejak saat itu dalam pikiran Yana. Hanya ada kebencian dan balas dendam pada sosok yang membuat dia terjerumus dalam lubang neraka.
Sosok itu adalah hari Ginanjar, dirinya sendiri.
"Tuan"panggil asisten Rudi pelan.
Entah kapan sang asisten ini masuk ke dalam ruangan. Hary tidak menyadari nya sama sekali. Karena dia sedang melamun.
"Rud, bagaimana?" tanya nya lesu.
"semua sudah selesai sesuai prosedur tuan" jawab Rudi patuh.Dia mengirimkan berkas-berkas penting yang perlu ditandatangani oleh hary.
"Bagus lah, urus prosedur pemulangan.Aku akan keluar hari ini" kata Hary.
"Baik"asisten Rudi segera ingin keluar dari kamar itu setelah semua berkas ditandatangani oleh Hary.
"Rudi?"
"Ya tuan?"
"aku pernah memintamu untuk menikahi Shi tapi kau sudah menolaknya. Tapi jika aku menawari hal yang sama pada Yana bagaimana?" tanya Hary menerawang jauh. setelah kejadian ini dia tampak tua 10 tahun.
Tidak ada lagi wajah tampan dari seorang usahawan sukses.Ada tiga lipatan kerutan baru yang terlihat dengan jelas di bawah matanya.
Asisten Rudi tahu apa yang ingin didengar oleh tuannya ini.Dia hanya ingin mendengar perbandingan skala antara Yana dan shi.
Jadi dia menjawab "jika itu nona Yana aku akan bersedia 100%. tapi sayang sekali dia sudah menikah dan malah sedang hamil. Anggap saja aku tidak beruntung hahaha"
Hary tersenyum kecut mendengarnya. Seburuk itukah shi kenapa dia tidak tahu.
"Kenapa beda?"
"aku ingin menikahi seseorang yang bisa berbagi suka dan duka.Bukan seseorang yang hanya berbagi suka tapi akan pergi saat aku mendapatkan luka" jawab asisten Rudi dengan senyum tipis.
"Apa kau pikir Shi tidak akan?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Tidak disangka pendapat asisten Rudi begitu buruk pada shi yang dia besarkan sendiri.
"Dia tidak akan tuan"