Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Sandera


__ADS_3

Sementara Hary pergi mengambil darah, Rudi menghubungi seseorang dari Bank darah. Rudi memiliki jaringan pertemanan yang sangat luas.


Entah bagaimana dia juga memiliki seseorang yang bekerja di bank darah. Rudi segera menelpon orang itu dan mengabarkan jika dia menginginkan golongan darah ab+ dengan cepat.


Rudi bahkan mentransfer sejumlah uang agar darah itu diantar ke rumah sakit militer saat ini juga.


Dengan begini, Rudi bisa menghemat satu jam setengah waktu penantian.


Setelah berbicara di telepon beberapa menit, Rudi puas dengan hasil nya.Dia menutup telepon dan melirik Jhonatan dengan pandangan merendahkan.


Jonathan hanya bisa memandang Rudi yang melakukan segala hal hanya lewat telepon. Ketika pandangan mata mereka bertemu. Jhonatan menyadari jika Rudi memandangnya dengan tatapan jijik.


Sebagai seorang CEO muda yang memiliki banyak koneksi dari segala lini. Jhonatan seharusnya bisa berpikir bagaimana mencari darah hanya lewat telepon. Tapi ketika semua hal sudah berhubungan dengan mamanya ,pikiran jonathan jadi beku dan tidak lancar.


Gambaran tentang CEO muda bertalenta dan dihormati juga disegani oleh banyak pengusaha ini, langsung pudar di mata Rudi.


Rupanya kemampuan Jhonatan hanya segini.


Sebenarnya Rudi memiliki perusahaan yang tidak kalah besar seperti yang dimiliki oleh ginanjar grup di Amsterdam.


Tapi dia tidak mau duduk di posisi CEO seperti yang dilakukan oleh Jonathan saat ini.


Dia lebih suka menyelidiki keberadaan Yana dan membantu Liliana menjadi mata-mata di samping hary.


Kursi CEO bisa diambilnya kapanpun dia mau. Seperti saat ini, Rudi merasa apa yang menjadi tujuannya sudah tercapai . Jadi dia tidak perlu lagi tinggal di Ginanjar group.


Setelah menyesuaikan beberapa formalitas .Rudi akan berangkat ke Amsterdam untuk mengurusi perusahaan miliknya sendiri.


Perusahaan sebesar ini adalah perusahaan yang dia bangun dari nol. Tidak seperti Jonathan yang hanya mengambil alih tugas papanya tanpa perlu merintisnya dari bawah.


Apa yang bisa dibanggakan dengan itu.


Ini adalah perusahaan keluarga aldelis.Yang secara otomatis Jonathan bukanlah pemilik tunggal perusahaan ini .Dia perlu membaginya lagi dengan adik kecilnya.


Intinya Jonathan berbangga diri dengan hal yang sebenarnya tidak pantas dia banggakan.


Jonathan juga bisa merasakan bagaimana pandangan Rudi yang merendahkan dirinya. Dia ingin membantah tapi tidak tahu harus berkata apa. Kepintaran dalam menangani bisnis rupanya sangat berbeda dengan hubungan sosial.


Jonathan lebih sering sakit daripada sehat .Jadi lingkungan sosialnya tidak begitu banyak dan dia kerap kali hanya dikelilingi oleh keluarganya saja .Sebab itu dia mengalami ketergantungan pada keluarga besarnya dan menolak keberadaan orang asing.


Tapi Yana bukanlah orang asing kan.


jonathan mulai menyadari kesalahannya. Dia juga harus memulai membuka diri pada dunia luar. Tidak boleh terpaku di lingkungan keluarganya saja.


"Mama"panggil Jhonathan.


Kata-kata ini jelas ditujukan pada liliana. Bukan pada mamanya, ini bisa dilihat dengan postur nya yang berdiri lebih dekat pada mama Yana.


Awalnya liliana tidak berpikir panggilan itu ditujukan pada dirinya. Tapi dalam panggilan kedua dia mulai menyadari keanehan ini .Mata jonathan tertuju pada dirinya .Bukan pada mama kandungnya yang saat ini berdiri di belakang punggung jonathan.


"Ehh kamu menyapa ku anak muda?"Tanya liliana terkejut,apakah dia salah dengar.


" aku adalah suami yang aku secara otomatis mama adalah ibu mertua ku bukan?" kata Jhonatan yang mencoba menekan rasa gugupnya.


liliana segera mencibir melihat kedekatan jonathan yang agak terlambat ini .Jadi dia tertawa dan berkata" hahaha kesadaran mau begitu terlambat .Sesuai aturan memang aku adalah ibu mertua tapi akan segera menjadi mantan ibu mertua hahaha"


"Tapi...


" jangan berisik aku tidak mau bicara pada orang yang otaknya disegel"Liliana tidak bicara lagi.


Mama jonathan ingin merobek mulut liliana yang menurutnya begitu arogan dan tidak menghormati putranya sedikitpun.


Padahal jonathan sudah merendahkan diri dan menyapanya sebagai ibu mertua.


Mama jonathan ingin meledak lagi tapi Reno segera menariknya dan mengirim nya pulang saat itu juga.


Meskipun mama jonathan berteriak dan melompat .Bahkan sesekali mencubit Reno dengan kesal. Namun putra bungsu nya itu tidak bergeming sedikitpun.


Dengan perginya Reno dan mama jonathan. Suasana jadi hening kembali.


Sekarang hanya ada empat orang di ruang tunggu. Liliana, Rudi,jonathan berikut papanya.


Beberapa menit kemudian perawat masuk lagi dengan membawa satu kantong darah.Namun wajah hary tidak terlihat sama sekali.


Menurut perawat itu, hary harus beristirahat dulu karena darah nya yang baru diambil


Setelah perawat masuk , ruangan sunyi lagi.


Tak sampai setengah jam kemudian, Yana yang belum sadarkan diri di dorong keluar.


"Bagaimana Dok?" Tanya Liliana ketika melihat dokter yang menangani Yana keluar.


"Situasi sudah stabil, kondisi janin juga tidak lagi berbahaya. Saat ini pasien memerlukan ketenangan dan istirahat total"kata dokter.


Liliana berterima kasih pada dokter itu.Dia menangis haru, Yana sudah keluar dari krisis lagi.


Rudi sudah mengurus agar Yana menempati kamar VVIP lebih awal. Jadi Liliana didorong ke kamar itu. Jonathan dan papanya secara otomatis mengikuti langkah mereka.


Di kamar itu Yana sudah terbaring lemah.Ada kantong darah di atasnya.Darah Hary sedang membantu Yana untuk stabil.


Tapi satu kantung ini tidak akan cukup.Dia harus menunggu kantong darah yang lain.

__ADS_1


Mungkin akan tiba tidak lama lagi.


Sekarang hanya tinggal menunggu Yana sadar.


Di saat yang sama,di bandara internasional.Shi tiba lebih dulu dari pada Viktor cs.


Dia langsung pergi ke no yang di sebutkan.Seorang pria bertubuh besar mengenali Shi .Viktor sudah mengatakan jika shi akan pergi bersama.


"Nona Shain, saya sudah mengatur kamar untuk nona.Bos akan datang sebentar lagi"kata pria itu.


Shi di sebut Shain di mulut mereka.


Dia tidak menolak di panggil dengan nama itu.Karena itu memang nama aslinya.


Viktoria shain.


Shi mengangguk kan kepalanya sedikit.Dia menjaga wajahnya agar terlihat lebih bersemangat.Dia adalah anak seorang bos besar.


Shi di arah kan pergi ke kamar khusus.Ini adalah pesawat pribadi mewah yang di lengkapi dengan kamar tidur yang lebih mirip dengan suit kecil.


Shi merasa nyaman di sini.Tapi dia punya tujuan ke sini.


Shi tidak menyadari jika sebuah kamera lubang jarum di letakkan di setiap sudut termasuk lah kamar tidur yang dia tempati.


Pemburu ada di atas kepalanya tanpa dia sadari.Shi hanya bersenandung kecil seraya mengelus perut nya untuk sudah membuncit .Dia hamil sekitar dua puluh minggu sekarang.


Jantung bayi sudah terdengar,dia bahkan sudah tahu bayi nya berjenis kelamin laki-laki.


Viktor tiba tidak lama kemudian,dia langsung masuk ke dalam pesawat.Setelah memastikan Shi sudah datang,dia memerintahkan agar pesawat segera lepas landas.


"Bos ,ada masalah di terminal, pesawat tidak bisa lepas landas" kata sang pilot buru buru.


Viktor tiba tiba merasa kan firasat buruk.Dia bergegas ke jendala kaca.Di luar sudah ada beberapa mobil polisi yang berbaris rapi.


"Kita di kepung , cepat perbaiki mesin nya, kita berangkat secara manual" kata Viktor memberikan perintah kepada pria yang bertugas sebagai pilot.


Sekarang kondisi Viktor vs sangat tidak baik.Bagaimana cara nya pergi dari sini.


Mereka perlu sandera.


"Mana Viktoria?" tanya Viktor dengan menjerit keras.Sekarang hanya shi yang bisa menjadi tameng nya.


"Di dalam bos"


"Bawa dia kesini" kata Viktor menggertakan gigi nya.


Pria yang di arah kan segera pergi dan membuka paksa kamar Shi.Di dalam Shi tentu saja terkejut dengan kadatangan yang tiba tiba ini.


Tidak ada rasa hormat pada putri ketua.


shi tidak terima sama sekali dengan perlakuan seperti ini .Anak buah papanya tidak pernah diajari sopan santun sedikitpun.


Memikirkan seperti ini Shi langsung maju untuk menampar si pelaku. Namun pelaku ini adalah orang yang sudah terbiasa di dunia perkelahian.


Tangannya dengan lihai menahan tangan shi yang sudah terangkat.


Lalu tangan itu dipelintir ke belakang yang membuat shi menjerit karena rasa sakit yang dirasakannya


"Ada apa ini, siapa kamu ?apa kamu tidak tahu siapa saya ?lepaskan, lepaskan saya!!" kata shi menjerit.


Pria itu tidak menjawab tapi menarik nya dengan kekuatan terkuatnya .Ini adalah perintah dari viktor sendiri. Dia tidak sanggup mengabaikannya. Meskipun gadis ini jelas-jelas putri kandung dari bos sendiri.


Belum sampai sedetik shi ditarik dari kamarnya. Sebuah tembakan dengan peredam suara datang dari atas. Yang membuat pria ini langsung tumbang tidak bergerak lagi.


Shi tidak tahu apa yang terjadi tapi yang jelas hatinya merasa tidak nyaman dan dia tidak terbiasa dengan perasaan memacu adrenalin seperti ini.


Jadi shi bangun dan berlari keluar mencari sosok papa Victor.


Melihat Victor yang berdiri tidak jauh shi langsung berteriak ketakutan "papa.. papa tolongin shi"


Victor juga mendengar siana memanggil dirinya jadi dia melihat ke depan dan membulatkan matanya dengan terkejut di belakang si jelas sudah ada seorang pria dengan senjata lengkap.


Siapapun yang melihat bisa mengetahui siapakah pria ini.


"sialan mereka sudah masuk di dalam rupanya" pikir Victor.


Viktor tidak bisa mengambil resiko,dia langsung menarik dua senjata api dari balik pakaian nya.Senjata ini langsung di todong kan ke arah Shi.


Shi yang melihat itu langsung menjerit.Dia tidak menyangka sang papa bisa mengarahkan moncong senjata ke arahnya.


Dor...dor..dor..dor...


Desingan peluru melewati Shi dengan mulus.Rupanya peluru di arahkan ke pada orang di belakangnya.


Ketika Shi berpaling baru lah dia mengerti jika papa viktor tidak bermaksud untuk menembak nya.


Pria di belakang shi memakai pakaian anti peluru jadi dia tidak terluka.Tapi ketika peluru di muntah kan dia juga harus berlindung di balik kursi penumpang.


Pada saat ini lah kesempatan shi untuk kabur ke arah Viktor.Dia berlari secepat kilat.


Ketika itu Viktor langsung memeluk Shi dan menarik nya ke sudut pandang yang tidak terlihat.

__ADS_1


Anak buah viktor juga sangat aktiv dan senjata api tidak berhenti di muntah kan.


"Papa?"kata Shi


"Dengar Shi, kita terkepung.tidak ada jalan lain kau harus membantu papa agar kita bisa kabur dari sini"kata Viktor buru buru.


"Bantu papa, gimana?"Tanya Shi lagi. Suara desingan peluru membuat shi ketakutan .Dia juga tidak ingin mati sekarang. Setelah sekian tahun tidak melihat wajah papanya secara langsung seperti ini. Kenapa harus ada adegan baku tembak segala.


"papa perlu seorang sandera"kata Viktor.


Shi terkejut mendengar kata-kata papa Victor ,seorang sandera .Apakah papa Victor menunjuk dirinya sebagai tameng.


"Nggak pa , Shi nggak mau"kata Shi dengan penuh air mata.


"dengarkan papa shi,jika papa menggunakan mu sebagai tameng. Papa bisa kabur dari sini dengan aman. Pihak yang berwajib juga tidak akan mencurigaimu ada hubungan dengan kami" bujuk Viktor.


Shi merenung sejenak, dia pikir ada kebenaran pada kata-kata papanya Itu.Ini adalah papa kandung yang tidak akan pernah ingin melukai dirinya.


Dengan cara Ini papanya bisa kabur dan nama baiknya bisa dibersihkan. Hanya saja shi belum menemukan keberanian untuk mempertaruhkan nyawa.


"Tapi lah, Shi takut"kata Shi jujur.


Victor melirik shi dan dia tiba-tiba merasa jijik dengan putrinya ini. Shi jelas adalah anak seorang bos mafia namun darah berani yang penuh dengan ambisi sama sekali tidak dimilikinya.


"Bos peluru habis"kata seorang anak buah Viktor. Sebuah peluru sudah bersarang di bahunya sehingga lengannya tidak begitu kuat mengangkat senjata api.


Tapi hidup sedang dipertaruhkan. Pria ini mati-matian menahan rasa sakit dan masih saja melancarkan serangan demi serangan.


Bukan hanya dia, dua anak buah Victor juga sudah tidak bisa bergerak. Meskipun luka yang mereka alami tidak begitu fatal.


Jika mereka terus didesak seperti ini Victor tentu saja akan kalah telak. Walau bagaimanapun mereka harus bisa kabur meskipun itu sulit.


Mengabaikan penolakan yang dikatakan oleh shi ,Victor menarik Shi dan menodongkan senjata di pelipisnya seraya berbisik" jangan takut"


"Papa!!"


"Mundur"kata Viktor yang dia tujukan pada tim pemburu.


Tim pemburu sebenarnya tahu apa posisi shi di dalam kelompok Viktor. Namun saat ini shi adalah saksi kunci dan juga target misi kali ini.


Victor juga menyadari betapa pentingnya nyawa sih di tangan polisi inilah sebabnya dia harus menggunakan shi alih-alih warga yang tidak di kenal.


Jika shi jatuh ke tangan polisi maka semua kerja keras Victor selama bertahun-tahun akan terungkap.


Bahkan sebuah brankas di bank tertentu.Harus menggunakan retina mata shi untuk mengambil barang.


Banyak bukti-bukti yang terkait dengan transaksi dan nama-nama orang-orang penting di dalamnya.


Jika barang-barang ini sampai ke tangan interpol .Kemungkinan besar organisasi black magic terkena imbasnya.


Masalah ini sebenarnya adalah masalah pribadi jika organisasi terkena imbasnya maka Victor tidak akan pernah bisa selamat lagi walaupun dirinya baru usaha mengganti identitas atau sesuatu.


Jaringan organisasi ini sangat besar. Bos divisi seperti Victor juga akan sulit bersembunyi dari jaringan organisasi black magic jika mereka memburunya.


Apa yang dilakukan oleh Viktor segera berbuah manis. Tim pemburu mundur satu persatu.


Dor..dor..


Anak buah Victor menembak pintu pesawat. Pintu dikunci dari luar sehingga Viktor dan anak buahnya tidak bisa kabur.


Setelah dirusak dengan senjata api pintu sudah bisa terbuka. Tangga darurat masih terpasang di badan pesawat. Jadi Victor yang masih menyandera shi turun perlahan-lahan.


"Papa Shi takut"bisik Shi pelan.


Victor tidak lagi mengindahkan, apakah shi takut atau tidak.Dalam pikirannya dia harus pergi secepat mungkin dan menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan terlebih dahulu.


Tim pemburu mundur namun masih bersikap waspada dan berjaga-jaga.


Mereka tentu tidak mau saksi kunci terluka atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun mereka juga tidak ingin Victor bisa kabur.


Melihat shi sedang disandera, mereka tidak berani mendekati namun tetap mencari celah bagaimana caranya untuk melumpuhkan Victor.


Tim pemburu sudah menyelidiki, Viktoria shain bukan satu-satunya putri yang dia miliki saat ini.


Hubungan antar ayah dan anak ini tidak sekuat yang shi duga sebelumnya. Mereka hanya bertemu beberapa tahun sekali. Hubungan melalui telepon genggam juga bisa dihitung dengan jari.


Shi hanya diberikan sebuah credit card tanpa limit. Dia bisa menghabiskan uang itu berapapun yang dia mau. Namun dia tidak diperbolehkan menghubungi Viktor dengan santai.


Hanya jika ada sesuatu yang tidak bisa ditolerir barulah shi bisa menelpon papa Victor.


Jika pun shi pernah menelpon Viktor sebenarnya sambungan itu jarang mendapat respon.


Hanya karena Viktor mengendus keberadaan Liliana barulah dia mengudara.


Liliana adalah kata kunci untuk kehancuran Victor.


Karena itubanyak pertimbangan seperti itu .Victor lebih leluasa maju dan bergerak. Sementara tim pemburu tidak bisa leluasa seperti sebelumnya.


Jauh di sebuah gedung , dua prajurit dengan senjata sniper sudah dipersiapkan.


Hanya tinggal menunggu aba-aba.

__ADS_1


__ADS_2