Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Melahirkan


__ADS_3

Berangkat dari reaksi Jonathan setelah berbicara dengan Yana tadi. Pada akhirnya dokter Khans dan timnya menyimpulkan sesuatu metode untuk menyembuhkan dia.


Sebagai bahan penelitian suara detak jantung calon bayi direkam dan diputar ulang beberapa jam sekali.


Dua atau tiga hari sekali Jonathan juga diharuskan mengikuti hipnoterapi yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan mentalnya.


Dengan obat yang tepat dan penanganan yang tepat berikut dengan simpul mental yang sudah terurai .Membuat pengobatan Jonathan menemukan titik temu.


Meskipun belum bisa kembali ke kantor. Tapi Jonathan sudah dipulangkan ke rumah hanya dalam tiga minggu setelah kejadian.


Dulu saat pertama dia mendapat serangan perlu 3 tahun untuk mencapai kemajuan seperti ini.


Mungkin efek pernah sembuh maka mental Jonathan bisa lebih kuat dari sebelumnya.


keinginan kuat untuk sembuh berasal dari dalam hati itulah yang membuat Jonathan bisa seperti ini.Dia sendiri yang berusaha melawan penyakitnya dari dalam.


Jadi progres nya lebih cepat.


Di sisi lain Yana sudah berangkat kerumah sakit kemaren sore.Tanggal kelahiran yang di atur dokter sudah tepat.


Karena kehamilan anak kembar Yana dan ibunya mendiskusikan rencana melahirkan dengan dokter kandungan.Di sini mereka merencanakan kelahiran langsung di rumah sakit.


Karena itu tanggal kelahiran sudah diatur langsung oleh dokter dengan beberapa perkirakan.


Yana jauh-jauh hari sudah berpikir tentang proses kelahiran secara normal . Karena sudah beristirahat lama, dia sudah memenuhi syarat-syarat tentang kelahiran normal tersebut.


Di saat seperti ini Rudi bersikeras untuk menemani Yana ke dalamnya.Awalnya Yana menolak Ide ini tapi karena Rudi memaksa , Yana akhirnya menyerah juga.


Rudi yang bukan siapa-siapa sekarang mendampinginya di saat-saat dia tampil paling jelek dam memalukan.


Apa lagi dalam agama,hal ini juga tidak di benarkan.Tapi Rudi tidak menyerah .Dia pikir melahirkan adalah sebuah perjuangan antara hidup dan mati.


Dia nekad melakukan itu untuk mengatakan pada Yana jika dia ada di sana agar Yana kuat menjalani proses yang melelahkan ini.


Mama Yana tidak menolaknya jadi bagaimana bisa Yana mencegah Rudi untuk masuk.


Saat masuk ke ruangan melahirkan, dokter asing langsung memasang kan alat monitor pada perut Yana untuk memantau kondisi bayi-bayi.


Kemudian mereka menunggu beberapa saat sebelum ketuban pecah .Saat menunggu ini penyiksaan Yana baru saja di mulai.


Lebih dari satu jam menunggu baru lah ketuban pecah. Dokter asing dengan cepat memasangkan fetal scalp clip pada kepala bayi pertama untuk memantau aktivitas jantungnya.


Yana masih berkeringat dingin dengan rasa sakit yang amat sangat.Dia menjerit keras karena rasa sakit itu.


Rudi juga tidak kalah gugup nya dengan Yana.Dia tidak sabar untuk mengambil rasa sakit itu dan mengalihkan nya pada dirinya sendiri.


Tapi ini adalah proses kehidupan yang perlu di jalani oleh setiap wanita.


Dia melihat bagaimana dokter memasang alat alat itu di area bawah.


Rudi sama sekali tidak khawatir dengan proses ini. Dia sudah berbicara dengan para dokter sebelumnya jika alat ini aman untuk digunakan Yana dan bayinya selama proses melahirkan bayi kembar.


Yana memang merasa kesakitan yang luar biasa dalam proses ini namun dia tetap bertahan dan berusaha dengan gigih.

__ADS_1


Dalam perjuangan itu Rudi memberinya dukungan secara moral. Dengan perilaku seperti ini para dokter bahkan menganggap Rudi sebagai suami Yana yang tentu saja wajar merasa khawatir dengan kondisinya.


lebih dari setengah jam kemudian bayi pertama berhasil dilahirkan. Saat mendengar suara tangisnya Yana sudah merasa bahagia dan ingin menangis.


"Rudi?"


"Ist oke mam, you have a little boy"kata perawat yang tersenyum.


Memang sudah di perkirakan jika ini dua pria kecil tapi terkadang teknologi juga bisa salah.Sekarang baru saja di konfirmasi jenis kelaminnya jadi itu adalah putra kecil.


Tapi perjuangannya belum tuntas masih ada satu yang menunggu untuk dilahirkan.


Perawat lain segera melarikan bayi yang baru lahir itu untuk dibersihkan


Sementara dokter fokus dengan kelahiran bayi yang lain.


Setelah kelahiran bayi pertama Yana bisa istirahat sebentar sementara dokter memeriksa posisi bayi kedua.


Tidak lama kemudian leher rahim Yana membuka lagi dan memberi jalan bagi bayi berikutnya. Karena tidak ada kelainan posisi pada bayi kedua jadi kelahiran ini lancar tanpa ada kendala apapun.


Dengan begitu bayi kedua lahir 10 menit kemudian.Rudi dan Yana sama sama menarik nafas lega.


Seorang perawat segera menyelamatkan plasenta dan proses melahirkan selesai.


Yang tidak terduga bagi Yana adalah Rudi mengambil bayi pertama yang sudah dibersihkan. Tanpa canggung dia membisikkan adzan di telinga kiri bayi.


Air mata Yana menetes di sini.


Apa yang dilakukan oleh Rudi seharusnya dilakukan oleh Jonathan. Menemani dia sepanjang kehamilan bahkan menemaninya saat-saat melahirkan seperti ini.


Saat anak kedua sudah dibersihkan, Rudi juga melafazkan adzan seperti tadi. Dia sama sekali tidak melihat raut wajah Yana yang berubah saat dia melakukan itu.


Baginya dua anak ini lahir berkat perjuangan yana.Apalagi ini memang di sunah kan dalam Islam.


Di sekitar rumah sakit Amsterdam ini,akan sulit untuk menemukan seseorang untuk mengazani anak.


Jadi dia melakukan tanpa niat apapun.


Setelah semua proses dilakukan Yana segera ditarik ke kamar VIP yang sudah dibayar.


Sementara dua anak dibawa ke kamar lain untuk observasi selanjutnya.


Dia begitu lelah jadi Yana tertidur sebentar.


"Rudi, makasih ya sudah mendampingi yana, Tante sempat gugup tadi"kata liliana jujur.


Walaupun sudah bersiap secara mental .Namun pada hari H sebenarnya Liliana gugup dan tidak bisa melakukan apa yang dia pikirkan sebelumnya.


Pikirannya tiba-tiba kosong dan tidak ingat apa yang harus dilakukan.Untungnya ada Rudi jadi rudilah yang melakukan segala hal. Sekarang sudah sewajarnya dia berterima kasih.


"Nggak apa-apa Tante ,oh ya Tante,apa sebaiknya keluarga aldelis di kabari?" tanya Rudi.


Di dalam hati Rudi merasa enggan tapi walau bagaimanapun Jonathan berhak tahu tentang kelahiran anaknya sendiri.

__ADS_1


Dia tidak boleh egois.


" Kita harus mau bagaimana lagi kan"


"Oke "


Rudi langsung mendokumentasikan kan kejadian hari ini dengan merekam nya.Rekaman dikirim ke Reno dan tugas Rudi untuk keluarga aldelis sudah selesai.


Dengan teknologi sekarang, Vidio itu di terima Reno dalam hitungan menit.


Dia menangis dan juga tertawa karena nya.Dua keponakan kecil nya sudah lahir ke dunia.


Kabar gembira di sampai kan lagi ke Papa Jonathan yang kemudian di ketahui oleh mamanya.


Mama Jonathan langsung sujud syukur.Dia bahagia sekaligus merasa sedih di saat yang sama.


Cucu sudah lahir tapi dia tidak memiliki kesempatan untuk menggendong mereka.


Takdir apa yang sedang dia jalani.


"Pah tidak taukah papa alamat mereka di Amsterdam sana Ayo lah kita kunjungi.Mama mau memeluk cucu pah "kata Mama Jonathan dengan nata basahi.


Sampai saat ini Yana masih saja tidak memberikan alamat lengkap nya di Amsterdam.


Setelah hari itu , Yana kembali sulit di hubungi.Sekarang hanya bisa mendapatkan kabar tentang kelahiran bayi nya saja.


Menyesal juga tidak berguna.


Bukannya papa Jonathan tidak mau berusaha namun dia tidak mau memperkeruhkan suasana lagi. Sudah baik Yana mau berbicara dengan Jonathan saat itu.


"Jangan mah,jika Yana mau dia tidak akan merahasiakan ini kan"


"Tapi pah, cucu mama huhuhu"


"Papa tau "


Di sisi Jhonatan pula,dia tidak lagi merasa tertekan seperti sebelumnya.


Dia bahagia seperti ayah lain saat mendapatkan kabar ini pertama kalinya. khususnya untuk hari ini dia belum bisa bertemu dengan anak-anak.


Jonathan bertekad untuk menjadi sosok yang pantas di kagumi oleh anak-anak di masa depan. Untuk itu dia harus benar-benar sembuh dan tidak akan pernah kambuh lagi seperti kemarin.


sebelum benar-benar yakin Jonathan tidak berniat untuk bertemu dengan anak-anak. Saat ini mereka diasuh ibu kandungnya. Tentu ini akan lebih baik daripada dirinya sendiri dengan kondisi mental yang tidak normal.


Jadi berdiri di depan anak-anak dalam kondisi bangga dan situasi mental yang lebih baik adalah hal yang lebih mendesak. Daripada bertemu dengan mereka secara tergesa gesa.


Walaupun demikian tidak dipungkiri ada rasa kehilangan di hatinya. Dia bukanlah sosok yang mendampingi anak pada saat-saat itu. Dia juga tidak bisa menyambut kelahiran bayi di tangan sendiri.


Sekarang Jhonatan lebih fokus dengan kesehatan dirinya pribadi. Satu hari dia akan berdiri dengan anak-anak dan berkata "aku adalah papamu".


Saat itu dia dengan berani akan melamar Yana lagi . Agar mereka bisa kembali merajut pernikahan yang lebih harmonis . Apalagi sekarang hubungan ini sudah direstui oleh keluarga.


Dia dan Yana bersama dua anak berkumpul lagi sebagai sebuah keluarga seperti yang seharusnya.

__ADS_1


Hariyana Ginanjar, tunggu aku.


__ADS_2