
Suasana aneh di bawah panggung di lihat dengan jelas oleh Reno.Reno tercengang melihat adegan kakak nya berguling guling di lantai.
Apakah ini kakak yang dia kenal selama ini.
Setau Reno, kakaknya Jhonatan adalah sosok yang tidak memiliki kedekatan dengan makhluk bernama wanita.Dia bahkan di curigai sebagai seorang Gay.
Reno tentu tidak akan percaya dengan gosip yang berhembus di luar.Dia juga berharap jika kakaknya normal dan menjadi lelaki seutuhnya.
Dia akan turut bahagia tapi kenapa lawan nya Yana sih.
Ini yang tidak bisa di terima oleh akal sehat Reno.
Kenapa Yana.
"Broo kakak lu ganas juga ternyata, siapa bilang dia gay,tidak punya mata!" dengus boy yang Ingin menangis melihat adegan di depan matanya.
Menangis di sini bukan sedih tapi pengen pergi mencari sarang di mana burung nya bisa singgah sebentar.
Tapi sedih nya pintu masih tertutup rapat.Ini menyiksa boy secara mental.
Feky dan Reno tidak bisa menjawab pertanyaan ini.Meraka tengelam dengan pemikiran mereka sendiri.
Siapa yang tidak berangan angan menjadi Jhonathan yang menindih bisa Yana di bawah tubuh nya.
Reno merasa dirinya akan melesak pergi hanya untuk menarik kakak nya Jhonatan agar menjauh dari tubuh sintal Yana.Tapi itu kakak nya sendiri dan yang pasti kakak tidak tau tentang kedekatan Reno dengan Yana.
Dia pasti tidak tau,ya kan.
Jika tahu apakah kakaknya jhonatan akan tega menggarap Yana dengan cara ini.
Kakak Jhonatan paling sayang sekali dengan Reno.Dia akan pergi membersihkan kekacauan yang di buat oleh Reno tanpa di minta dua kali.
Lihat saja kasus shi.
Ini adalah kakak terbaik di dunia.
Jadi dia tidak akan tega kan memakan Yana yang sudah
Reno intai beberapa minggu ini.
Sekarang kakak jelas terjerat berguling guling di lantai,ini pasti berdasarkan ketidaktahuan kan.
Jika tidak alasan apa lagi yang pantas.
Reno merasa hancur lebur drai dalam.Doa sendiri tidak tau harus berbuat apa di saat panas begini.
Apa dia harus menyapa.kakak dan biarkan dia tau jika Reno ada di sini.Apa bisa begitu kah.
Pusing.
Apapun yang mereka pikir kan yang jelas ketiga nya tidak bisa mengedip kan mata sedikitpun.Takut ada sedikit adegan yang akan terlewati.
Di bawah panggung,dua pemeran utama ini saling menatap mata masing-masing.Jhinatan mencium mata Yana yang basah.
Dengan bibirnya Jhonatan mencoba menghapus air mata ini.Segera air mata ini berubah menjadi jaringan listrik yang menembus lubuk hati Yana yang kering kerontang.
Dalam sekejap apa benih benih kecil yang tumbuh di sana.Benih benih ini sangat kecil tapi mampu membuat perubahan nyata pada tanah kering di hati Yana.
Yana secara tidak sadar menangis dan air mata itu tambah deras.
"Yana dia tidak layak untuk air mata mu.Dendam ini akan jadi dendam.ku juga, serah kan pada ku .Hary Ginanjar tidak layak,dia benar benar tidak layak"bisik Jhonatan lagi.
Yana mengiyakan dengan pelan.Hatinya ringan seperti dia sudah melepaskan beban yang selama ini dia pikul.
Dulu dia sendiri dalam hiruk-pikuk nya klub malam.Sekarang dia.bersama Jhonatan yang dulu dia panggil si gendut.Tapi sekarang dia sudah tidak gendut lagi.
Malah dia sangat tampan namun sedikit rapuh di dalamnya.Ini adalah Jhoni yang penakut itu.
Jhonatan memang Jhoni penakut dia masih takut sampai sekarang sehingga memerlukan bantuan hanya untuk bebas dari masa lalu.
Ini adalah jhoni nya.
Sosok yang dia.harap kan bisa datang untuk membantunya.Jhoni memang datang tapi sudah begitu lama sekali.
"Kenapa baru sekarang, Jhoni?"
"Maaf aku lupa, kenapa kau tidak datang untuk mengingatkan aku lebih awal hem?" kata Jhonatan dengan gemas, dia mengigit cuping telinga Yana sedikit sehingga Yana terkesan menikmati nya.
"Maaf Jhoni aku tidak tau"yana membiarkan Jhonatan mencium nya sesuka hati.
Awal nya.hanya telinga , sekitar mata dan...
Ciuman ini tidak berhenti , tapi berujung ke bibir merah Yana yang sedikit terbuka.
Jhonathan menyesap nya dengan lembut.Ini hangat dan menyenangkan.Paling tidak semua emosi yang terkumpul tadi , hilang seketika.
Jhonatan menyapu bersih bibir yana dan turun ke dagu,dia mengigit nya sedikit.Menimbulkan sensasi berantai yang unik.
Tindakan Jhonatan ini tidak berhenti sampai di sana.Setelah membuat tanda merah di rahang indah Yana, dia turun ke ceruk leher dan merambah ke pundak halus Yana.
__ADS_1
Lidah nya yang basah menyapu bolak balik dari leher sampai ke pundak Yana.
"jhoni..." panggil Yana dengan ******* yang tertahan.
"Henmm"Jhonathan lagi sibuk di mana dia bisa menjawab Yana.Jhinatan selalu bermimpi tentang ini , sekarang dia bisa meraih nya.Bagaimana dia bisa melepaskan ikan yang sudah akan masuk ke mulut nya ini.
Aroma tubuh Yana menyengat hidungnya semakin dalam.Reaksi alam bawah sadarnya membuat dia lupa jika ada banyak mata yang melihat ini.
"Jhoni...ahh.ahha Jhoni?"
Jhonatan berhenti sebentar hanya untuk melihat mata sayu itu.Yana menatap nya dengan pandangan memohon.Tapi Jhonathan tidak bisa berhenti.Tidak sekarang.
Jhonatan menggigit bibir Yana , memakan bibir nya dengan lembut. Jhonathan segera menyesap rasa manis dari bibir Yana.Dia pikir madu pun tidak akan semanis ini.
Tindakan Jhonatan ini segera membuat Yana mengalami serangan kejutan beruntun.Tubuh yana bergetar dengan sendirinya.
Sat bibir mereka menyatu ,Yana tiba-tiba melupakan segalanya di belakang.Dia juga lupa bertanya tentang hari itu.
Yang Yana tau, tubuh kecil nya berreaksi.Ketika Jhonathan mencium bibir nya dia menyambut nya dengan liar.
Semua rasa kesal ,marah sedih dan benci, terakumulasi di sini.Ini seperti orang marah dan menemukan samsak tinju secara tidak sengaja.
Kali ini Yana benar benar
menemukan karung tinju nya sendiri.Dia bergerak cepat, langsung berbalik arah dan duduk di atas tubuh Jhonatan hanya untuk menunduk dan berbisik.
"Nikahi aku besok Hem?"
Jhonathan terkejut sesaat, tapi dia mengiyakan dengan cepat.Inilah tujuan dia datang ke kota kecil.Yana bukan saja setuju malah dia yang mengusulkan.
Jhonatan bangkit dan mengendong Yana dalam pelukan nya.Dia duduk di kursi depan Hary.
Hary tidak bergerak sama sekali,dia sedikit bersyukur karena Jhonathan ambil alih.Bagaimana jika Jhonatan tidak datang.Tidak bisa di bayangkan apa jadinya.
Diam diam Hary memejamkan mata dengan sejuta perasaan yang tidak jelas.Jantung Hary berhenti lagi berdetak.
Hug...
Huf..huf..huf...
"Sakit nya...ya Allah,sakit"
Hary segera meraih obat di sisi dalam jas nya.Dia langsung menelan obat itu tanpa air. Rasa pahit tertinggal di ujung lidahnya.
Perlahan lahan rasa sakit itu berkurang banyak.
Hary tidak berhenti untuk menekan dadanya agar lebih rilex lagi.Namun dia tidak bisa melakukan itu,hal hal di depannya ini sungguh beracun.
Jhonathan dan Yana tidak tau jika Hary menelan obat.Yang Jhonatan pikir kan,dalam posisi ini hary tidak akan bisa melihat tubuh Yana yang polos meskipun Hary ingin mengintip.
Uuh ini bukan Hary karena Hary tidak mungkin ingin ngintip putri nya sedang bercinta kan.
Ini Reno dan kawan kawannya yang sedang menonton dengan mata melotot.
Yana tidak peduli dengan Hary,dia malah santai melepaskan bra nya di depan Jhonatan.Memang Hary tidak melihat Yana tapi sial nya Yana melemparkan benda itu di kaki Hary.
Tap..
Ehh
Hary terkejut dengan benda yang di lemparkan Yana ini . Kulit kepala Hary tiba tiba kesemutan.Seperti ada ribuan semut yang bersarang di otak nya saat ini.
Tentu saja orang bodoh pun tahu kondisi Yana sekarang.Hati Hary sakit lagi.Tapi dia baru makan obat nya tadi tidak mungkin makan lagi kan.
Jadi Hary terpaksa menahan nya saja tanpa bisa berbuat banyak.
Yana telah menyiksa Hary secara mental.
Saat ini adalah waktunya Jhonathan makan besar.Dua bakso daging menggantung indah di depan matanya.Ini seperti mengundang Jhonathan untuk menyantapnya.
Kebetulan sekali Jhonatan menyukai ini,dia menginginkan ini sejak lama.
Langsung saja Jhonathan menelan bakso daging Yana kedalam mulutnya.Mengigit ujungnya dengan gemas.
Daging putih bulat dengan ujung merah muda.Jhonatan menyedot mya seperti bayi besar yang lapar.
Dia masih haus tapi makin haus saja setelah menghisap nya berkali kali.
Tidak puas satu tangan menggosok bola daging yang lain.Yana tidak bisa menahan rasa yang mendobrak akan sehat nya ini.Dia tanpa sadar menekan wajah Jhonatan ke sana.
Membiarkan pria ini berbuat semuanya.
"Jhoni...!" panggil Yana pelan seraya mendesah nikmat.
"Sayang... panggil namaku "
"Jhoni...ahh stt Jhoni akhh"
Terlihat sekali kedua nya hanyut dalam serangan libido.Tiba tiba suara musik berhenti seluruhnya.
__ADS_1
Yana menyetel musik untuk berputar selama setengah jam.Arti nya setengah jam sudah berlalu.
Hary bisa pergi kapan saja.
Sesuai kesepakatan jika musik berhenti. Itu tandanya hary bisa pergi. Tentu saja hery tidak mau berlama-lama di dalam neraka ini. Dia akan bangun dan bergerak ke arah pintu keluar.Tapi dia menekan keinginan itu sebentar.
Hery masih belum bangun tadi karena dia memerlukan waktu beberapa menit hanya untuk membiarkan tiga sekawan itu kabur sebelum dirinya keluar.
Untuk itu dia harus terpaksa mendengar suara ambigu dari keduanya.
Tanpa musik suara Yana semakin jelas di telinga Hary.
Uhh..ahh Jhoni..ahh ..
Hemm ooo uu.ahh
Merasa tidak kuat, hary bangkit. Tidak peduli apakah tiga pria itu sudah keluar atau belum. Hary memang benar-benar tidak tahan lagi dengan polusi suara itu.
Tapi..
"Hary ingat tunggu aku besok kan,ini enak Daddy.. uuh.."panggil Yana yang masih merem melek karena bola daging nya di hisap Jhonatan.
Yana tidak pernah bisa menikmati ini dari pria lain.Hanya Jhonathan yang bisa membuat Yana lupa diri.
"Sialan kau ,dasar pelacur murahan kamu "pekik Hary kesal
"Ayolah Hary , Reno sudah pergi dan misi sukses.Kau harus menepati janji mua besok pagi.Sekarang aku tidak bisa.Jhonatan membuat aku basah Hary..uuh hary ini enak "pekik Yana yang tidak peduli Hary marah atau tidak.
"Hary... Hary aww ..Jhoni.Ahhh hemm..."
Hary langsung pergi meninggalkan ruangan neraka itu dengan marah. Meski begitu dia sama sekali tidak mengerti apa yang membuat dia marah begini.
Melakukan bisnis seperti itu memang adalah profesi seorang Gia. Dia mungkin sudah melakukannya ribuan kali dengan ratusan pria yang berbeda. Namun apa hubungan hary dengan itu.
Ini sama sekali bukan urusan hary ginanjar .Namun hary tidak bisa menipu hatinya sendiri. Ada sisi yang terluka di dalam sana .
Tapi apa itu.
Di dalam sana dia insan berbeda jenis . Masih tidak melepaskan keterikatan mereka masing-masing.
Senjata ampuh Jhonathan sudah dalam kondisi tegang dan dengan posisi ini dengan mudah burung terbang langsung menusuk ke sarang nya.Sayang sekali Yana masih memakai perisai terakhir nya.
Jadi tiang itu hanya mendorong keras kain kecil dengan paksa.
Tapi gesekan kain kecil di bawah nya. Malah membuat sensasi berantai yang lain pada Yana.Ini memicu ledakan keinginan yang kuat untuk di selesaikan oleh Jhonathan.
Mata yana sudah kabur ,dia sudah hilang akal sehatnya juga.Segera Yana bangun untuk melepas kan kain itu.
Dia tidak lagi peduli dengan apapun.Hampir saja dia menyerah kan ini pada Hary, Papa kandung nya.
jika Yana berakhir dengan Jhonatan.
ini adalah keberuntungan Jhonatan.
"Yan, jangan sekarang oke, aku menunggu waktu menikahimu besok" kata Jhonathan yang menghentikan Yana.
Yana terpana,dia malu pada diri nya sendiri.
Ini lah pertama kali nya Yana merasa malu sehingga pipinya bersemu merah.
Namun perasaan malu ini lebih di dominasi dengan rasa terharu pada Jhonathan.
Harus di akui Jhonatan mendapat kan nilai tambahan lagi.Kali ini Yana tidak ragu untuk menikah dengan Jhonatan.
Terlepas dari nikah siri atau nikah resmi.
Biarkan takdir yang berkata, apakah pernikahan ini langgeng atau tidak.Yana akan mencoba bersandar pada yang maha kuasa.
Dia akan mengikuti garis yang sudah di tentukan oleh Nya.
Jhonathan bangkit untuk mengambil pakaian Yana yang berserakan di lantai.Dengan sabar dia memakai kan nya pada tubuh Yana yang menggoda nya.
Hal pertama yang dia pakai kan tentu saja bra itu.Jhonatan meraih dan menarik nya agar pas di sana.
Yana hanya diam seraya menutup mata, meresapi setiap sentuhan Jhonathan.Dia yakin Jhonatan adalah jodoh yang di kirim Allah untuk nya.
Cup..
Bibir basah Jhonatan mengecup pelan bola kapas yang mengemas kan ini.Yana tersentak.
"Ini akan halal untuk ku besok, tapi biarkan aku mengambil bunga nya dulu "kata Jhonathan dengan pandangan gelap.
Yan tau Jhonatan sudah menahan diri untuk nya.Jadi dia kan kooperatif.
Dua bola kapas Yana yang sudah memakai pakaian dalamnya ini, di remas lagi oleh Jhonathan.
Setelah puas Jhonatan memakai kan atasan dan rok mini itu lagi.Yana memandang ini tanpa berkedip.
Dalam hati Yana bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apakah ini benar benar Jhoni si gemuk yang penakut itu?"