Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Viktor


__ADS_3

Tali yang mengikat mereka berdua, bersandar pada tiang besar.Lili mencoba menggerakkan tali pada sisi tajam tiang.


Dia berharap ketika melakukan ini kali itu akan putus perlahan-lahan. pekerjaan seperti ini membutuhkan sedikit kesabaran.


Tapi mereka tidak punya waktu banyak untuk menunggu lagi. Jangan sampai para penculik datang dan mereka belum terbebaskan.


Yana melihat gerakan yang dilakukan oleh mamanya. Dia pikir Mama juga aktif dan masih bisa diandalkan.


Tapi juga dia juga melakukan hal yang sama berharap. Apa yang dipikirkan oleh Mama lili berhasil.


Lily mengkhawatirkan Yana dia takut Diana semakin tertekan dan kandungannya akan terpengaruh karena kondisi ini .Apalagi dia sempat diberikan obat bius.


Ini jelas tidak bagus untuk kandungannya.


Apa yang Liliana tidak tahu, sebenarnya Yana tidak begitu gubuk dia sudah terlalu sering mengalami hal-hal yang mendengarkan seperti ini.


Sudah berapa lama dia tidak melakukannya.Mungkin sejak terakhir kali memutuskan hubungan pekerjaan dengan paman polisi.


Tapi pengajaran itu sudah sampai ke tulang jadi tidak mudah dilupakan.


Ketenangan adalah kunci keberhasilan.


Tanpa disadari hampir 10 menit mereka berdua melakukan tapi tali ini tidak putus juga. Meski begitu harapan tetap ada sepertinya sudah mulai kendor.


"sedikit lagi sayang ini hanya sedikit" kata Liliana agar yana tenang.


Rasa sakit mulai menyebar karena gesekan itu sesekali tangannya menjadi korban.


Tangan putih mulai memerah tapi mereka berdua tidak melihat hanya merasakan sedikit kesemutan saja.


Ini agak melelahkan.


Di sisi Yana tali mengikatnya benar-benar sudah kendor.Dia segera berdiri di bawah tatapan mata mama nya.


Lili tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Yana.Tapi dia ikut berdiri dengan terus menerus mengesek kan tali ke sudut tiang.


Grus


Grus


Grus.


Yana sekarang sedang konsentrasi penuh.Setelah siap secara mental, dia mulai.


Krak..


Enghh..


Yana dengan tega mematahkan jari tangan nya sendiri.Ini sakit ,tapi Yana tidak punya pilihan.


Karena tulang tangannya patah, dengan mudah tali yang memang sudah longgar, lolos dengan mudah.


Dalam sekejap dia segera membebaskan tubuh nya.Dia juga membebaskan mama lili.


Lili tidak melihat awalnya tapi ketika mata Lili jatuh pada tangan yang terlihat aneh, dia terkejut.


"Sayang??"


Liliana segera merasa ngilu sendiri.Yana hanya bisa tersenyum.


Dengan sekali klik ,tulang yang bergeser tadi kembali ke posisi semula.


Dari paman polisi, Yana mempelajari beberapa trik untuk melarikan diri. Hal yang dia lakukan bersama paman polisi sangatlah berbahaya. jadi Yana sangatlah rentan pada penangkapan. Karena itu lah dia sudah mempelajari sejak bertahun-tahun yang lalu.


Namun trik trik itu belum pernah dia lakukan sekalipun.Karena Yana tidak pernah tertangkap basah. Hanya sekarang pelajaran itu dia praktekkan.


Entah bagaimana Yana merasa bersyukur pernah mempelajari trik-trik seperti ini.


Mama Lili melihat dengan mata kepalanya sendiri .Bagaimana cara putrinya itu menggeser tulang yang terlihat seperti patah namun kembali ke posisi semula.


Hati yang Lili yang menggantung tiba-tiba jatuh ke tanah. Ingin sekali rasanya Lili bertanya .Bagaimana cara Yana melakukan itu. Namun sekarang bukanlah waktu yang tepat.


"Ayo pergi"


Mereka berlari ke pinggir tanpa dinding itu.Melihat ke bawah barulah mereka berdua sadar jika sekarang posisinya sedang berada di sebuah gedung tinggi. Entah di lantai berapa.


Ini sangat tinggi.


Walau bagaimanapun mereka berdua harus pergi dari tempat ini. Jadi mereka berlari lagi untuk menemukan tangga untuk turun.


Tidak mungkin juga mencari lift yang bahkan belum dibuat. Yana dan Liliana berlari cepat seperti orang gila. Mereka tentu tidak ingin bertemu lagi dengan para penculik.


lebih cepat pergi dari tempat ini itu lebih baik.


Tap..tap..tap..


Suara sepatu keduanya bergema cepat di gedung yang kosong. Yana mengerti jika dirinya sedang hamil. Tidak bagus untuk berlarian seperti ini. Tapi sekarang kondisinya mendesak dan dia tidak punya banyak pilihan.


Untuk meminimalisir kerugian, sesekali Yana dan Lili berhenti berlari untuk istirahat.


Liliana merasa kasihan dengan putrinya ini .Dia berlari seraya memegang perutnya agar tidak terlalu banyak bergoncang.


Apakah ini efektif atau tidak. Tapi Yana perlu untuk mempertahankan kandungannya yang masih dalam kondisi rentan.


Tepat ketika mereka berada di lantai dua.Sekelompok pria sudah menunggu di sana.


Sepertinya David dan Ronald sudah memperkirakan jika Yana dan Lili berhasil melepaskan diri dan berusaha untuk kabur.


Jadi mereka duduk santai menunggu di sini.


Lantai dua berbeda jauh dengan lantai yang di atas. kondisinya lebih hidup dengan lantai yang sudah di poles dan beberapa meja dan kursi juga.

__ADS_1


Pemandangannya seperti area perkantoran namun lebih gelap dan sangar.


Sekitar seratus meter di depan, ada meja besar .Di mana seseorang duduk di sana dengan wajah yang tidak begitu terlihat.


Liliana mencoba mengingat siapa orang itu .Tapi dia gagal mengidentifikasinya.


Apa yang dilakukan oleh orang ini. Pasti berdasarkan sesuatu yang berkaitan uang dan balas dendam.


Jika ini David dan Ronald . Liliana mungkin paham masalahnya. Tapi selain mereka berdua Liliana tidak punya masalah dengan orang lain.


Jadi semua kemarahannya dilemparkan pada dua orang itu.


"David!!"


"seperti yang diharapkan oleh seorang Liliana hahaha"Kata David tertawa.


"ini lebih cepat yang kami harapkan. kau semakin tua tapi semakin hebat ya Lili" kata Ronald tersenyum.


"anak-anak lihatlah legenda di masa lalu. Dia tidak banyak berubah dari saat kami muda. Masih tetap cantik dan mempunyai banyak trik . Sepertinya dia sudah melampaui skor kalian. Jadi kalian harus mempelajari bagaimana cara dia melakukan nya " sambung nya lagi.


Kata kata Ronald memicu ledakan tawa dari semua orang yang hadir.


Hahahaha


Hahahaha


Hahahaha


Yana melirik Lili, segera dia menyadari jika mama Lili dan orang-orang ini saling kenal.


Yana tidak mengerti apa yang terjadi tapi dia berusaha untuk tidak menyebabkan masalah lebih berlarut-larut. Jadi Yana tetap mempertahankan kondisi tenangnya


"Ada apa Ronald, David? Apa kalian ingin membalaskan dendam masa lalu.Ayo lampiaskan semua kemarahan kalian padaku. Tapi bebaskan anakku .Dia tidak ada sangkut pautnya dengan ini!!" kata liliana marah.


Walau bagaimanapun dia hanyalah wanita tua yang pura-pura tenang. Tapi semua orang tahu apa yang paling dia khawatirkan adalah Yana.


Jadi apa yang dia katakan tidak pernah dianggap di hati oleh para penjahat ini.


Mereka hanya tertawa dan tertawa saja .Seolah-olah ini adalah pentas komedi.


Yana juga melihat posisi mereka tidak bagus. Jadi dia menarik mamanya agar mundur ke belakang. Hanya tinggal dua lantai lagi. Jika mereka bersikeras ,mungkin akan ada kesempatan untuk kabur.


Apa yang tidak dipikirkan oleh Liliana dan Yana. Sebenarnya beberapa pria besar harus berdiri di anak tangga.


Keberadaan mereka di sana. Membuat pelarian ini tidak mungkin sama sekali.


Mereka berdua terjebak.


Beberapa pemuda segera menahan keduanya, sehingga mereka gagal bergerak.


"Lepaskan aku.." Liliana dan Yana mencoba memberontak tapi mereka tahu itu percuma.


Untung saja Yana masih aktif .Dia memutar tubuhnya sebelum benar-benar jatuh dengan perut di bawah.


Namun begitu bokongnya tidak bisa terhindari dari rasa sakit.


Lily yang melihat kondisi putrinya segera khawatir dan dia menyentuh Yana dan bertanya di mana yang sakit.


Yana hanya bisa tersenyum kecut dan menggeleng dengan lemah. Dia juga mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


Setelah merasa Yana tidak terluka begitu parah Liliana segera melirik meja besar itu.


Dia sangat ingin tahu kebencian apa yang sudah dia buat pada orang ini.


Awalnya mungkin karena jarak dan posisi wajah pria ini tidak begitu jelas .Namun sekarang mereka sudah tidak lagi.


Jadi wajah itu terlihat jelas di matanya .Yang membuat dia sangat terkejut dan tidak pernah menyangka sama sekali.


"Vik.. Viktor,kau masih hidup?"


"halo lili ,lama tidak bertemu tapi kau masih mengingatku dengan baik hahaha" kata Pria yang akrab disapa Viktor ini.


"jadi semua ini pekerjaanmu Victor pura-pura mati bahkan mengirim putrimu ke rumah kami .Betapa kotornya pikiranmu !" kata lili marah.


Viktor bangun dari kursi nya ,dia tertawa terbahak-bahak.


Saat ini Victor mungkin hampir berusia 50 tahun. Namun begitu wajahnya masih terawat dengan baik.Tidak akan ada yang pernah menyangka jika dia sudah tua itu.


"Mama,ini siapa?"Tanya Yana heran. Dia menyebut putri yang dikirim ke rumah siapakah itu.


Sebelum Liliana menjawab Victor yang berkata terlebih dahulu.


"18 tahun yang lalu aku mengirim putriku tersayang Victoria shain kerumah Hary. bukan Hary Itu rumahmu kan Liliana, hehehe"


"Victoria sain, apakah ini Shi?"tanya Yana terkejut.


Jika benar begitu ini adalah ayah kandung dari shi .Bukankah Shi adalah anak haram dari hary Ginanjar.


Apa ini.


"jadi apakah kau mengakui jika penculikan tahun itu adalah pekerjaanmu dan juga bunuh diri itu adalah kebohongan belaka?" tanya Liliana lagi.


Liliana mulai merasa ada sebuah konspirasi besar yang sudah dilakukan Victor pada tahun itu. Rumah tangganya hancur dan putrinya hilang.


Semua pasti ada campur tangan Victor di dalamnya. Jika tidak kenapa dia repot-repot memalsukan kematian dirinya sendiri.


"Binggo hahaha "kata Victor tanpa berniat untuk bersembunyi lagi.


"Viktor kau bajingan tengik. Hary menganggapmu teman bahkan rela menukarkan putri kami demi putrimu yang kurang ajar itu. Kenapa kau melakukannya Victor, kenapa?" tanya lili geram.


"haruskah aku katakan?"tanyanya pura-pura bodoh.

__ADS_1


"Bos jangan bertele-tele bos katakan saja lah. Dari semalam aku sudah menginginkan kecantikan kecil ini. Dia benar-benar mewarisi kecantikan Lili bahkan terlihat lebih cantik dari pada lili saat masih muda" kata David dengan wajah mesum.


Ronald juga tertawa dengan wajah yang sama mesumnya. Dia berkata"tidak dapat ibunya, putrinya pun lumayan hahaha"


"kalian anak-anak bersabarlah sebentar setelah ini semua selesai kalian bisa makan sepuasnya. jangan sampai tinggalkan tulang"kata Viktor lagi.Dia menatap Lili, ada sebuah kepuasan tersendiri setiap kali melihat wajah Lili yang garang.


Akhirnya dia melihat Liliana dalam keadaan tidak berdaya.


Mata Liliana memerah dia seperti induk harimau yang sedang melindungi anak nya.


Yang dilihat nya sekarang bukanlah manusia tapi iblis yang akan menelan putri nya hidup hidup.


Orang yang di sangka kan mati. Rupanya tidak pernah pergi dari dunia ini.


"Ada apa lili.Sudah sekian tahun kau masih begini panas hehehe" Kata Viktor geli.


"Aku tidak menyangka ini kau Viktor.Kau iblis kenapa tidak mati saja!!'pekik nya.


Kesabaran dan ketenangan Lili tiba tiba habis tanpa jejak.Jika ini David atau Ronald mungkin dia masih bisa berpikir jernih . Tapi dia Viktor.


Sahabat terbaik yang paling di percayai oleh Hary.


Astagfirullah.


Hary apa yang sudah kau lakukan. kau menghancurkan pernikahan dan putri kita hanya demi persahabatan yang palsu.


David dan Ronald mendekati Yana dengan niat yang tidak baik. Liliana segera panik dia tidak ingin putrinya kekurangan satu apapun.


Tapi jika David dan Ronaldo berniat mengotoriana maka mereka harus melewati mayatnya terlebih dahulu.


Yana juga berpikir hal yang sama seperti ibunya. Mereka pasti adalah seseorang yang menyimpan dendam pada orang tuanya. sehingga sanggup melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan.


Selama ini Yana berpikir jika hary adalah sosok yang sangat menjijikkan.Dia adalah orang yang menyebabkan dirinya jatuh dalam kubangan hitam dan tidak akan pernah bisa keluar lagi dari sana.


Namun siapa sangka ada sosok lain yang membuat segalanya menjadi mungkin.


Sosok ini adalah ayah kandung daripada Shiyana Ginanjar sendiri.Pastilah kebencian itu begitu dalam. Jika tidak kenapa mereka harus menempatkan tokoh sentral di dalam keluarga Ginanjar.


David dan Ronald.


Begitu juga dengan Victor.


Meski punya Yana tidak mengetahui seluk beluk cerita aslinya .Namun dari kata-kata yang dia tangkap.


Orang orang ini memiliki keinginan buruk pada dirinya.


Yana adalah seorang pelacur namun dia adalah sosok yang menjunjung tinggi sebuah kehormatan.


Daripada kehormatan direnggut oleh pria bajunya yang bahkan setua Hary Ginanjar ini.


Yana lebih lebih rela mati.


Namun jika hal ini benar-benar terjadi. Ada baiknya membawa dua atau tiga orang bersama sekaligus.


Jadi Yana memusatkan perhatiannya dalam mengumpul informasi dan membentuk beberapa rencana baru.


Yana tidak begitu pandai bertarung. Sayang sekali tahun-tahun itu. Paman polisi memang mengajarinya beberapa gerakan.


Namun Yana pikir,bela diri tidak begitu penting. Dia bahkan bukan seorang polisi. Jadi untuk apa mempelajarinya.


Sekarang barulah dia menyadari jika keputusannya itu adalah salah total. Untung saja beberapa gerakan mudah sudah dia praktekkan sebelumnya.


Meski tidak begitu percaya diri tapi Yana mau tidak mau harus melakukannya juga.


Dia sudah siap.


David dan Ronaldo sama-sama menarik Yana ke sisi mereka.Gadis yang baru saja hamil satu bulan ini. Sebenarnya masih cukup menarik dan menggairahkan.


Beberapa tahun yang lalu, mereka tidak pernah menyangka gadis kecil akan mati begitu saja. Namun sekarang dia tiba-tiba hidup kembali dan sudah menjadi begitu besar.


Yana memberontak sedikit .Pria yang disebut dengan Ronald itu berusaha mencium nya.


"Wangi vid,sayang sekali belum sampai waktunya untuk makan hehehe"kata Ronald ringan.


"tidak akan lama dan ini pasti menyenangkan" kata David yang juga melakukan hal yang sama.


Melihat perilaku dua orang yang tidak pantas ini .Liliana langsung berlari ke depan dia memukuli dua b*****ng yang menurutnya tidak tahu malu.


"lepaskan putriku, David lepaskan putriku"pekik nya garang.


Liliana bahkan menggigit lengan David tanpa ragu.Namun sayang sekali lengan David begitu keras mungkin dia selalu berolahraga.


Akibatnya David hanya tertawa geli.


"Liliana sabar saja sebentar lagi juga giliranmu hahaha"


"lepaskan David, tolong David lepaskan putriku" kali ini Liliana tidak berdaya lagi. Dia memohon dengan sangat, meskipun dirinya tahu orang-orang ini tidaklah memiliki hati nurani seperti manusia pada umumnya.


Tapi apa yang bisa dia lakukan selain daripada memohon.


"Apakah matahari sudah terbit dari barat? Aku tidak menyangka masih bisa hidup untuk melihat dirimu memohon seperti ini Liliana"kata Viktor.


Dia serius, Liliana adalah seorang gadis yang angkuh sejak muda. Memohon tidak ada dalam kamus hidup seorang Liliana.


Tapi sekarang dia melakukannya demi gadis kecil itu.


Alangkah bagusnya.


Dalam satu kali jentikkan beberapa orang segera menangkap ibu dan Putri itu. Keduanya diletakkan pada kursi dan diikat lebih ketat dari sebelumnya.


Ini belum waktunya.

__ADS_1


__ADS_2