Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Terlalu cantik


__ADS_3

Suasana makin suram saja setelah Reno menerima Vidio dari kakaknya.Tidak bisa di sangkal lagi jika Shi adalah penipu besar.


Orang yang paling terluka adalah boy yang membela Shi mati matian.Dia hampir saja putus sahabat untuk Shi.


Sekarang setelah dia tau jika Shi berbohong, siapa bilang hati Boy tidak ketar ketir.Jika saja dia gelap mata...


"Shi sudah gila beneran,gue pikir semua wanita adalah lemah dan mereka harus di lindungi.Tapi gue salah besar.Ren maaf kan gue Reno . Gue hanya tertipu dengan Shi "kata boy pada Reno dengan tulus.


"Gue juga tertipu pada awalnya.


Singkat nya kita semua tertipu bukan?" kata Reno.


Dia bahagia tapi dia juga kesal dengan ini.Bisa bisanya dia , seorang pria dewasa bisa di tipu mentah mentah oleh gadis seperti Shi.Bodoh.


"Heh bukan Shi doang, Yana juga menipu kita kan.Kita adalah tiga idiot"Kata Feky lesu.


Sejak awal mereka sudah menduga bagaimana penampilan Yana jika dia memakai pakaian seksi .Tapi mereka tidak menyangka ternyata akan melebihi angan nagan ke tiga nya.Hanya saja mengapa dia menyembunyikan keindahan itu di balik pakaian jadul dan riasan cupu yang merugikan diri nya sendiri.


Apa maksudnya coba.


"Gue rasa ada baiknya kita menanyakan nya pada Yana besok pagi ,kalau tidak hari senin nanti" dia lupa jika besok ada hari minggu. Jadi jika ingin bertanya pun terpaksa menunggu hari senin ketika jadwal kuliah.


" Apa lo lupa kemana Yana biasanya pergi di hari minggu .Gue pikir mari kita lihat dia besok . Apakah dia ada pantai asuhan atau tidak " kata boy.


" Gue pikir rajinnya Yana pergi ke panti asuhan juga hanya kedok.Siapa tahu dia hanya berpura-pura saja di depan kita, ya ngak" kata Feky curiga.


Karena pengaruh Shi, bagi tiga sekawan .Semua gadis itu adalah penipu termasuk dengan yana yang sudah menipu mereka secara terang-terangan


Entah apa motif Yana melakukan ini. Yang pastinya ini bukanlah hal bagus.


" kenapa kita tidak mengikutinya secara diam-diam saja. Jika kita bertanya terang-terangan mungkin dia tidak akan pernah jujur" kata Reno yang datang dengan sebuah ide yang menurut nya bagus.


" apa ini akan berhasil ?"tanya boy


" Entahlah tapi kita harus mencobanya dari pada kita bertanya-tanya sendirian tanpa tahu jawabannya benar kan?" kata Reno lagi.


Di hari-hari biasa ketiganya tidak memiliki banyak waktu . Jika ingin menyelidiki Yana,ada baiknya menghabiskan sedikit uang dan menyerahkan kepada seseorang yang profesional dalam menangani masalah seperti ini.


"Oke, sebaiknya kita memakai mobil lain besok. Jangan sampai Yana mengenali mobil kita. Palingan dia hanya memakai taksi untuk kemana-mana .Cukup mudah cari saja seseorang yang menyamar sebagai taksi di pihak kita, bagaimana?" kata Reno.


Jika gadis-gadis ini bisa menipu seseorang. Mereka pasti memiliki skill yang bagus. Jadi beberapa peralatan diperlukan agar tidak menimbulkan rasa curiga.


"Ide bagus, gue bisa mencari orang itu"usul boy serius.


Dia tidak mau tertipu lagi oleh Yana setelah shi melakukannya.Jadi dia harus mencari tau sendiri apakah Yana juga penipu atau tidak.


" Gue memiliki teman yang mempunyai beberapa peralatan bagus .Gue akan menghubunginya sekarang apa kita bisa memakainya besok" kata Feky.


" Nanti bila kita mau pergi mengikuti Yana besok pagi. Bagaimana ceritanya dengan shi di rumah sakit. Bukankah dia perlu kembali besok apartemennya? tanya boy.


Mereka bertiga sibuk merencanakan sesuatu untuk Yana tapi bagaimana dengan kondisi shi saat ini .Dia masih dalam keadaan tidur di bawah pengaruh obat bius tapi dia akan sadar begitu matahari terbit.


Pasti shi bingung jika dia bangun tapi tidak melihat seseorang yang dia kenal. Bagaimanapun wanita hamil itu memang lemah dan perlu didampingi oleh seorang pria.


"Astaga gue lupa dengan Shi, jadi ?"


Ketiganya diam lagi karena terbentur dengan masalah shi, mereka bisa pergi besok sementara shi juga perlu diingatkan ketika dia bangun nanti. Bahwa Reno sudah mengetahui sifat aslinya sehingga dia tidak mungkin menikahi nya di masa depan.


Carilah ayah kandung bayi itu sesegera mungkin.


" Bagaimana jika hanya gue dan boy saja yang melakukan tugas ini.


Sementara kamu Reno, tunggulah shi bangun dan selesai kan masalah kalian dengan cepat"kata feky bijak.


Hanya itu saja solusi yang bisa mereka pikirkan sekarang.Jadi ketiga nya tidak membicarakan nya lagi setelah itu.


Selesai makan malam, masih ada sedikit waktu sebelum waktu yang di katakan oleh dokter.Mereka bertiga memutus kan untuk pergi ke kafe.


Reno dan yang lain sangat jarang ke kafe.Tapi masalah shi membuat bayangan psikologi tersendiri bagi ketiga nya.Karena Itulah kafe menjadi tujuan mereka sekarang.


Entah kebetulan atau kesengajaan.Yang pasti ada Yana di cafe yang sama.Dia duduk membelakangi pintu cafe sehingga dia tidak bisa melihat orang-orang yang masuk.

__ADS_1


Tapi tiga sekawan yang tidak bisa melupakan sosok nya yang cantik,bisa mengenali nya walau pun hanya dari belakang nya saja.


Boy yang pertama menyadari,dia langsung menarik Reno dan Feky ke sudut ruangan di mana di sana cahaya lampu sedikit redup.


"Boy apa apaan sih, kita ingin santai kok di sudut gini?"keluh Feky.


"Jangan keras-keras,lihat ke sana"bisik Boy.Reno dan Feky berpaling ke arah yang di tunjukkan oleh Boy.


Begitu mata mereka jatuh pada sosok Yana mata mereka melotot seperti akan keluar dari soket nya


"Yana?" pekik mereka tertahan.


Yana di sana berbicara dengan seorang pria seumuran dengan peci di kepalanya.Sangat tidak cocok dengan Yana yang memakai atasan longgar dengan celana jeans hitam ketat di atas paha ala anak muda jaman sekarang.


Ukuran pakaian atas dengan celana jeans mini nya hampir sama hanya beda lima centi.Dengan begitu seseorang yang berpikiran mesum pasti kah memikirkan Yana tidak memakai celana pendek sama sekali.


Rambut panjang hanya di kuncir setengah yang masih memamerkan kilauan tengkuknya yang putih bersih.


Di depan pria Itu Yana terlihat nyaman berbicara dan dia tidak malu malu seperti gadis gadis pada umumnya.Dia bahkan tersenyum lebar sekali.


Yana yang tersenyum manis dengan suara tawanya mampu membius banyak mata.Tapi bagi ke tiganya ini adalah senyum munafik.Ini adalah Yana yang sama sekali tidak mereka kenal.


Mungkin kan Yana sedang merayu pria yang lebih mirip dari seorang santri yang baru keluar dari mesjid.


Ckckck.


Apakah itu cocok.


Yana yang baru mereka pikirkan ini sebenarnya sedang berbicara dengan mantan alumni panti asuhan yang sekarang ingin mengambil bagian dari proyek yang sedang dikerjakan oleh Yana.


Pria ini bernama Beni, usianya 26 thn,masih lajang tapi bekerja di Surabaya.Dia berprofesi sebagai petugas kebersihan jalanan di Surabaya .


Yana tidak mengetahui seluk beluk pekerjaan Beni tapi dia sangat mengenal anak ini sejak muda.


Yana dan Beni telah tinggal di panti asuhan lebih kurang 1 tahun bersama-sama sebelum Yana dibawa kabur oleh penculik lagi dan dijual pada mami Ratu.


Bukan berarti mereka putus hubungan begitu saja. Setelah Yana bisa menghubungi panti asuhan lagi. Yana kembali menjalin hubungan persahabatan dengan anak-anak panti lainnya .Termasuk lah dengan Beni.


Dengan sedikit keberuntungan setelah keluar dari pantai asuhan. Beni langsung mendapat pekerjaan di surabaya.


Tujuannya agar mantan anak-anak panti bisa berkembang dan berkontribusi kembali ke pantai asuhan sebagai donator tetap.


Bukan hanya Beni saja yang dihubungi oleh panti asuhan tapi beberapa orang juga dikabari. Namun hanya segelintir yang menginginkan kerjasama itu.


Alasan nya mereka takut tidak berbakat bisnis yang mengakibatkan Yana tidak balik modal.


Tapi Beni tidak berpikiran sama, selagi dia jujur dan tulus menjalankan usaha ini. Kemungkinan untung akan lebih besar daripada rugi nya


Namun karena dia tinggal di surabaya sekarang.Dia bertanya apakah ada kemungkinan Yana membuka cabang ke surabaya.


Tentu saja Yana setuju dengan ide ini. Jika ide ini diterapkan maka dia langsung menggenggam tiga kota sekaligus.


Ketika Reno dan teman-temannya masuk ke cafe, Yana kebetulan sudah selesai membicarakan masalah pekerjaan. Jadi dia dan Beni sedang mengulang kembali memori lama ,bagaimana lucunya masa kecil itu.


Dulu Beni sangat cengeng dan selalu mengalami flu sehingga di terlihat jorok di mata Yana kecil.


Tentu saja Yana tertawa geli dan Beni terlihat cemberut .Itu lah yang di lihat oleh Reno dan teman-temannya saat ini.


Pertama kali Beni menghubungi Yana. Yana kebetulan sedang keluar mencari makanan ringan. Tentu saja Yana tidak menolak untuk bertemu dengan Beni. lagi pula dia sedang tidak di rumah mengapa tidak bertemu di cafe.


Alasan kenapa cafe ini dipilih .Bisa di bilang ada kebetulan yang lucu lagi.Beni sebenarnya baru selesai sholat isya di sebuah masjid yang tidak jauh dari cafe.


Salah satu mantan alumni panti asuhan tinggal tidak jauh dari lokasi cafe. Beni juga menyewa penginapan di sini untuk temu janji.


Semua ini sebenarnya hanyalah sebuah kebetulan semata. Ada begitu banyak kebetulan dan kebetulan yang anehnya.


Kembali jatuh pada Reno dan teman-temannya.


Terlanjur bertemu di cafe tentu saja beberapa mantan alumni yang ada di sekitar lokasi datang untuk sekedar reuni kecil.


Jadi Yana sedang menunggu mereka tiba.

__ADS_1


Tak lama kemudian lima orang masuk silih berganti.Mereka saling menyapa satu sama lainnya dengan hangat.


"Yana,kau semakin cantik ya,udah ada calon?"tanya seorang wanita dengan lugas.


"Eh Masih kulihat buk, sorry ya"kata Yana tersenyum.


Ketika Yana masih di lilit hutang, dia sama sekali tidak pernah mau mencoba menghubungi mantan alumni panti asuhan yang lain. Yana merasa rendah diri dan merasa hina jika bersama dengan mereka semua.


Namun sekarang dia adalah orang bebas yang bahkan memiliki lebih banyak uang daripada teman teman seangkatan yang lain .Apa salahnya mencoba membantu mereka sekaligus membantu panti asuhan disaat yang sama.


Di depan semua alumni panti asuhan dia tidak perlu bersembunyi. Semua orang tahu bagaimana raut wajah asli yana yang sesungguhnya. Jadi dia tidak malu bertemu mereka dengan pakaian seperti ini.


namun tidak satupun dari menikah yang mengetahui identitas seseorang Gia. Yang mereka tahu Yana adalah seorang mahasiswa di universitas terdekat.


Hanya ibu panti saja yang mengetahui identitas Gia ini.


"Hei Ben, Jadi ustadz lu?"kata seorang pria yang baru tiba.Dia berkaca mata dengan mengendong anak di lengan nya.


Beberapa saat kemudian orang-orang yang berkumpul di sekeliling Yana adalah orang-orang yang sepertinya berprofesi berbeda.


Ini aneh.


Reno dan dua teman nya yang penasaran belum tau jika orang orang yang baru tiba sebenarnya adalah para alumni panti asuhan.


Seperti kata orang rasa penasaran bisa membunuh kucing.


Ada seorang wanita yang lebih tua dari yana pergi ke toilet .Reno mengambil kesempatan ini untuk mengorek informasi.


Dia mengikuti nya dari belakang.


Dengan pura pura menabrak wanita ini yang baru keluar dari toilet umum.


"Ups maaf tidak sengaja"kata Reno


"Tidak masalah"jawab nya singkat.Dia langsung pergi tanpa menunggu tapi Reno menahan dengan menarik tangan nya sebentar.


"Kakak maaf sebelumnya aku hanya ini bertanya sedikit" kata Reno dengan malu.


" oke , silahkan.Mau bertanya apa?" kata wanita ini .


"aku sepertinya mengenal gadis berbaju kaos putih. Apa itu hariyana ginanjar?" tanya Reno jujur.


"Ohh kau kenal dia?ya dia hariyana Ginajar.Kenal dari mana?"tanya nya heran.


"Dari universitas xxx.Tapi seperti nya penampilan nya tidak begini 'kata Reno lagi.


" oh teman kampus Yana ya. Sebenarnya tidak cocok untuk saya mengatakan ini.Yana itu terlalu cantik sejak dari kecil. Tidak mudah untuk dia bergaul dengan orang-orang yang berpikiran lurus karena penampilan cantiknya itu. Nah untuk meminimalisir masalah dia memilih penampilan cupu daripada penampilan aslinya"jelas nya lagi.


" ah aku keceplosan ,tolong jangan katakan daripada dari siapa kamu mendengar cerita ini ya .Nanti yana bisa marah pada ku" kata nya yang tiba tiba ingat jika dia kelewat batas.


Ini adalah rahasia kecil Yana dia tidak bisa masuk campur. Mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur mengatakannya secara tidak sengaja.


Pria muda yang bertanya ini terlalu tampan membuat dia lupa dengan situasi. Awalnya dia berpikir pria muda ini akan meminta nomor hp atau sesuatu. Tapi dia hanya ingin bertanya tentang Yana jadi dia keceplosan deh.


Sorry yana.


Setelah mengatakan itu wanita tadi langsung kabur dengan cepat.Dia tentu tidak mau keceplosan lebih banyak lagi nantinya.Hanya gara-gara wajah yang tampan itu .


Di sisi lain dari Reno seperti linglung dan lupa diri. Jadi dia berjalan seperti robot tidak bernyawa ke arah meja yang sedang diduduki oleh dua sahabatnya.


Tentu saja boy dan Feky tahu tujuan dari Reno pergi ke toilet tadi. Mereka juga melihat ke arah wanita tadi yang pergi ke toilet dan Reno yang buru-buru mengejarnya.


Melihat perubahan wajah Reno. Tentu saja mereka berdua khawatir apakah berita yang didapatkan nya dari wanita tadi adalah sesuatu yang berbahaya .


"Ren ,lu oke?"tanya Feky khawatir.


Setelah mendengar pertanyaan Feky barulah Reno sadar. Namun dia masih memandang kearah di mana Yana sedang bernostalgia dengan teman-teman seangkatan nya di panti asuhan tadi.


" Aku baik baik saja kok .Tidak ada yang terjadi" kata Reno dengan pura pura santai.


" jadi apa informasi yang kau dapat kan tadi?" tanya Feky tidak sabar menunggu.

__ADS_1


"Dia bilang Yana sengaja berpenampilan cupu karena terlalu cantik "kata Reno pelan.


Feky dan Boy ????


__ADS_2