Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
perubahan


__ADS_3

Ini adalah hari kedua di mana presiden direktur Ginanjar grup harus dirawat di rumah sakit swasta.


Hari masih harus di rawat beberapa waktu lagi untuk pemulihan nya.Meski begitu, asisten akan membawa beberapa berkas yang perlu di tinjau atau sekedar menandatangani beberapa kontrak .


Sama seperti sekarang, asisten muda sedang bergegas rumah sakit.Ada berkas penting yang harus di tandatangani oleh presdir.


Tut...Tut...Tut...


Dia melirik hp nya dan menyadari itu panggilan dari nona Shi .Ada jejek kebencian dari sudut mata sang asisten.


Hari Ginanjar adalah sosok yang dia idola kan.Dia maish muda dan belum berpengalaman tapi hari dengan ramah mau menerima nya dengan tangan terbuka.


Tidak pernah marah jika dia membuat kesalahan.Presdir adalah sosok yang baik.Tapi kenapa putrinya berperilaku buruk.Putri yang hanya tau meminta uang setiap hari nya.


Ini hari kedua Presdir di larikan ke rumah sakit tapi dia baru hari ini menghubunginya.Benar benar Putri yang buruk.


Asisten muda mengutuk beberapa kali di dalam hatinya. Tapi dia tetap menjawab panggilan dengan kata kata baik.


"halo nona Shi?'


("bagaimana kabat papa?")


"Beliau sudah agak mendingan sekarang.Tapi masih perlu di rawat beberapa hari lagi.Apa nona akan pulang ?"


(" Tidak aku banyak urusan di sini.Bilang sama papa,jaga kesehatan setelah ini.Aku sibuk jadi nggak bisa ngejenguk,oke")


"Baik nona Shi tapi ada baiknya jika di sampaikan sendiri ke no beliau"


(" susah bilangin nya, nanti papa ngomel lagi.bilang aja seperti yang aku sebut kan tadi, oke")


"Baik nona Shi"


Tidak menunggu asisten itu mengucapkan salam dari telepon diputuskan secara sepihak dari sana.


Asisten muda itu tidak bisa mengatakan apa-apa pun tapi dia sedikit kesal dengan perilaku yang tidak sopan ini.


Asisten Hari sangat di sibuk dengan urusan kantor dan urusan rumah sakit.Karena Presdir sedang di rawat dia adalah orang yang paling di sibukkan di ini adalah hari kedua Presdir hari Ginanjar harus dirawat di rumah sakit.


Untung saja kondisi presdir sudah lebih baik dari sebelumnya.Dia sudah merespon pembicaraan asisten nya dengan baik.


Meskipun wajahnya masih pucat ,dia tidak khawatir lagi terkena serangan jantung.


"Terimakasih Sat,untung aja ada kamu di sana kalau tidak entah apa yang terjadi" kata hari,dia sudah tidak muda lagi tapi kerutan di wajah nya semakin terlihat sejak dia jatuh sakit.


"Ini sudah tugas saya pak.Tadi nona Shi menanyakan kabar bapak" kata asisten nya.


"Tadi?apa kau baru memberi tau nya tadi?" dia sudah di sini dua hari tapi kenapa asistennya ini terlambat mengabari masalah kesehatannya kepada putri satu-satunya .


Bagaimana jika ada kejadian yang tidak di inginkan terjadi. Pasti shi akan merasa tertekan karenanya. Dia adalah orang terakhirnya mengetahui masalah sebesar itu.


" Nona Shi sudah dikabari sebelum bapak masuk ke rumah sakit . Dia tidak mengatakan apa-apa pak .Baru sebentar tadi dia menelpon kembali untuk menanyakan apakah bapak baik-baik saja"kata asisten nya lagi.


" Mungkin dia terlalu sibuk dengan kegiatan kuliahnya jadi dia tidak punya waktu untuk menelpon kembali " kata hari yang berusaha membujuk hatinya sendiri.


Di dalam lubuk hatinya, hari ginanjar benar-benar meragukan apa yang dia katakan tadi . Dia juga pernah mengenyam dunia pendidikan jadi dia tahu bahwa kuliah tidak sesibuk itu sampai tidak bisa menelpon kembali dalam dua hari.


Putrinya ini juga sempat berbicara panjang lebar kemaren ketika mengeluh kan masalahnya. Lalu kenapa dia tidak punya waktu setelah itu.


Apalagi masalah ini adalah makanan antara hidup dan mati.


Deg


Jantung hari tiba-tiba berdetak kencang lagi tapi tidak sakit hanya berdebar memikirkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.


"Satria, apa pendapatmu mengenai putriku ?" tanyanya kepada sang asisten


Asisten muda ini memandangnya tidak mengerti.


" aku bertanya tentang perilakunya sehari-hari bukan berniat lain, katakan padaku sejujurnya tanpa disembunyikan aku tidak akan marah " kata heri tersenyum pahit.


" Menurutku nona Shi adalah gadis muda yang belum tau buruknya dunia. Jika dibilang dia bersikap polos itu juga tidak benar karena lingkungan pertemanannya. Di sisi lain aku melihat jika dia memiliki rasa jijik pada golongan orang-orang kalangan bawah" kata asisten ini dengan jujur.

__ADS_1


Deg


Hari memegang dadanya dengan tidak sadar.Dia takut dengan satu hal .


"Satria, jika suatu hari dia dihadapkan dengan pertimbangan antara aku dan harta ku ,kira kira dia kan memilih yang mana ?" tanya nya dengan lirih.


"Tuan ini...


" jawab saja pertanyaanku dengan pemikiran aslimu jangan dengan kebohongan"katanya lagi


" Menurutku nona Shi adalah jenis orang yang akan memilih nomor dua" katanya lagi.


Dia tidak akan dipecat hanya dengan komentar ini kan pikir sang asisten.


" Benarkah menurutmu begitu ?"


"maaf tuan Presdir tapi menurutku memang begitu adanya "jawab asistennya lagi.


"Hahahaha seharusnya aku tau ini sejak lama "hari tertawa dengan getir.Seharusnya dia menyadari hal ini tapi kenapa dia buta setelah begitu lama.


Ini adalah karma.


Istrinya di langit pastilah sedang mengutuk nya dari atas sana. Dia tidak akan pernah membiarkan dirinya hidup dengan tenang.


Hari Ginanjar adalah seorang pecundang.


Dosa.. inilah balasannya.


" bagaimana tentang penyelidikan mu"


" Apakah itu tentang nona hariyana ginanjar?" sang presdir mengangguk lemah.


" pada kenyataannya dia adalah seorang penari telanjang di klub ternama di ibukota . Hariyana ginanjar adalah identitas palsu yang dia terima beberapa tahun yang lalu"


"Identitas palsu, untuk apa?"


" dia menggunakan identitas ini untuk pergi sekolah formal. Dengan identitas ini pula dia menjadi mahasiswa di universitas yang sama dengan nona Shi "


"informasi ini asli dan akurat. Nama aslinya adalah Gia putri, ibunya adalah seorang germo jadi dia sudah bekerja di klub malam ketika masih belasan tahun"


Dari mulut asistennya ini segeralah mengalir cerita seputar Yana. Tentang sepak terjang nya selama ini di dunia hiburan malam.Gia Putri yang biaya boking nya saja bikin mata terbelalak.Meski begitu dia berhasil dalam sekolah nya.Dia sangat menonjol di manapun dia pergi.


Dia adalah gadis dari kubangan lumpur tapi berjuang untuk hidup yang lebih untuk itu dia pergi sekolah meskipun dengan identitas palsu.Hebat nya lagi, nilai akademik nya di atas rata-rata.


Penampilan nya yang buruk rupa pun hanya kamuflase yang bagus untuk menutupi kenyataan yang sebaliknya.Dia jelas tidak berniat untuk meraih Reno aldelis seperti yang di bicarakan oleh shi kemaren.


Jika dia mau,dia selalu bisa merayunya dengan penampilan seorang Gia.Tapi dia justru menampilkan Yana yang palsu.Artinya dia sama sekali tidak tertarik dengan Reno aldelis.


Jika itu benar,maka yang berbohong di sini adalah putri nya sendiri.Dia membohongi papanya dengan seratus juta rupiah.


Shiyana Ginanjar tidak sebaik Gia sang penari telanjang.Hariyana Ginanjar....


Setelah mendapatkan informasi ini. Ada rasa kecewa di hati Hari ginanjar .Dia memikirkan sesuatu yang mustahil terjadi sebelumnya tapi sekarang sudah jelas dan itu bukanlah orang yang dipikirkan.


Pikiran hari kembali ke hari itu,di mana dia mengorbankan seorang gadis kecil yang tidak bersalah demi gadis kecil yang lainnya.


Dia mengorbankan hariyana Ginanjar nya dengan Shiyana Ginanjar.


Deg...deg.. deg.


Dia benar-benar ingin melupakan hal ini sejak lama.Bagaimana dia begitu teganya melakukan hal itu sampai istri nya marah besar dan kecewa padanya.


Gadis kecil yang besar di telapak tangannya sendiri.Gadis yang berlari menuju ke arah nya ketika dia pulang dari kantor.Dia yang selalu memanggil papa dengan senyum di bibirnya yang kecil.


Siapa bilang dia tidak sayang dengan putri nya ini.Ini tidak benar sama sekali.Dia sangat menyayangi nya malah . Setelah dia pergi dunia nya langsung runtuh.Tidak ada lagi kebahagiaan yang sama seperti sebelumnya.


Ada Dhiyana tapi tidak pernah sama dengan Hariyana.


Jika Hari pulang dari kantor,hal pertama yang di lakukan hariyana adalah memeluk nya dan mengambil tas dengan gembira.Dia bahkan bertanya apakah papa nya capek hari ini.


"Jika yana sudah besar,papa duduk aja di rumah oke.Yana akan gantiin papa ke kantor hehehe" katanya kala itu.Anak baik yang manis sekali.

__ADS_1


Jika di gantikan dengan shiyana.Dia akan menatap nya dengan mata menyelidik dan berkata.


"Mana mainan yang aku minta pah,lelet amat beli nya.Shi capek nunggu seharian ini " kata Shi kecil.


Dari sini Hari baru menyadari perbedaan besar antara Hariyana dan Shiyana. Kenapa dia tidak menyadari sebelumnya.


Shi bukan sebaik yang dia kira sebelumnya.Dia tidak akan pernah bisa seperti Yana kecil.


Hari menangis di dalam hati.Dia menyesali sekarang.Kenapa dulu dia melakukan hal yang bodoh itu.Dia mengabaikan larangan dari istrinya hari itu .Dia mengabaikan nya dan dia menyesali setelah itu.


Istrinya pergi, Putri nya pergi gara gara kebodohan nya semata mata.Dia sempat menyesalinya waktu itu, berbalik mencari Yana kecil.


Tapi dia hanya menemukan jasad kecilnya hanyut di sungai setelah satu minggu berjalan.Jasad ini tidak bisa dikenali lagi, hanya pakaian nya saja lah yang bisa di jadikan bukti jika itu adalah dia.


Putri kecil yang memanggilnya papa itu tidak ada lagi.Pergi dengan kecewa di ikuti oleh mamanya setahun kemudian.


Kematian Yana kecil membuat hubungan suami istri mereka menjadi duri dalam daging.Istrinya tidak sama lagi.Tidak ada cinta di matanya hanya tersisa kebencian yang dia bawa sampai mati.


Hanya sebuah kebencian yang Hari dapatkan setelah pengorbanan itu.Hanya kebencian plus rasa bersalah.


Terkadang dia bertanya apakah dia salah dalam hal ini.Jawabannya adalah salah..dan itu salah besar.


Kesalahan yang tidak bisa dia bayar seumur hidup.Dia ingin melupakan semuanya dengan berpikir ada shiyana sebagai ganti


Tapi shiyana hanyalah dia .Dia tidak akan pernah bisa menjadi hariyana Ginanjar.Tidak dulu atau pun sekarang.


Penyesalan yang datang terlambat tapi dia selalu berusaha berpikir positif. Dia memanjakan Shi dari kecil sampai sekarang.Dia sangat bodoh hingga berpikir shiyana adalah dunia nya .


Dia meletakkan hati dan pikirannya di sini.Berpikir jika suatu hari Shiyana akan lebih baik dari Yana sendiri.


Namun kejadian hari ini membuat perbedaan yang besar. Jaraknya terlalu lebar.Dia mulai meragukan hati polosnya.


Putri yang hanya datang untuk meminta sesuatu dari nya.Dia akan tersenyum jika mendapatkan apa yang dia inginkan tapi sebaliknya dia akan terus menerus menangis.


Setelah apa yang dia inginkan itu terkabul, dia bahkan tidak menanyakan apa pun tentang papanya ini


Kenapa baru sekarang dia menyadari nya.Shi hanya manja tanpa pernah bertanya apakah papa nya sehat atau sakit.Rupanya di mata shiyana ,dia hanya sebuah ATM berjalan. Betapa ironisnya itu


"Satria panggilkan pengacara ku, katakan padanya aku akan mengubah surat wasiat "


Asisten yang tidak mengerti itu hanya mengangguk dan pergi untuk mengurus beberapa hal lagi.


Kejadian hari itu membuat hari ginanjar berubah pemikiran. Dia tidak akan meletakkan seluruh hartanya di pundak shiyana ginanjar


Secara tak terduga hari mendirikan badan amal khusus untuk anak yatim piatu. Di dalam wasiat juga dia menuliskan jika seluruh hartanya akan diletakkan dalam badan amal itu.


Jika dia meninggal nanti,perusahaan akan dijalankan oleh pihak lain .Sementara harta dan saham-saham yang dia miliki akan di serahkan kepada badan amal sepenuhnya.Shiyana ginanjar hanya mendapatkan lima persen kepemilikan saham nanti nya.


ini adalah keputusan yang dibuat secara tergesa-gesa dan tidak ada orang yang mengetahui isi dari wasiat itu selain dari pengacara dan asisten pribadinya.


Sementara jauh di sana shiyana ginanjar tidak tahu.Jika dia bahkan tidak berhak memiliki rumah besar itu nanti bahkan setelah sang papa meninggal.


Di dalam pemikirannya dia adalah putri satu-satunya maka dia berhak memiliki apapun harta yang dimiliki oleh heri ginanjar saat ini.


Memikirkan hal itu maka dia tidak akan pernah menghawatirkan bagaimana hidupnya di masa depan.


Jadi saat ini dia masih sama seperti sebelumnya. Bersenang-senang dengan para sahabat di klub malam untuk menghambur hamburkan uang yang dia dapatkan dengan cara merayu sang papah.


"Shi katanya papa mu lagi down,nggak pulang ngejenguk?" kata Lisa di tengah hingar bingar nya suara musik di klub malam.


"enggak ah Papa sakit mah itu biasa belum mau mati soalnya "


"apa-apaan berkataan mu itu .Masa papa sendiri didoain mati sih !"kata Lisa yang tidak senang dengan perkataan shiyana itu.


" papa mau mati kek mau hidup, itu bukan urusan loh yang pentingnya duit terus mengalir" katanya tertawa ,Shi menyesap gelas alkohol nya lagi Rupanya dia sedang mabuk.


Mendapatkan jawaban yang tidak bertanggung jawab itu ,Lisa tidak bisa berbuat apa-apa .Toh itu bukan Ayah nya.Dia di sini hanya ingin bersenang-senang bersama shiyana saja.


Jika lagi punya uang shiyana selalu bermurah hati mentraktirnya dengan berbagai barang mahal. Andai shiyana tidak memiliki uang,lusa ogah untuk berteman dengannya.


Siapa mau berteman dengan nya,papa sendiri pun tega di anggurin apalagi sahabat.

__ADS_1


Shiyana menari di klub malam dengan gembira tanpa tau jika nasibnya di ujung tanduk.


__ADS_2