
Jauh di dalam bawah sadarnya , entah bagaimana Jhonathan tiba tiba mendapatkan kekuatan tambahan.
Ada aroma Yana adi mana mana.Sesekali ada suara suara yang meminta nya bertahan dan keluar dari pintu itu.
Jhonatan agak ragu untuk memulai lagi.Dia rasa takut dengan suara suara pisau dan tangisan anak anak dari luar sana.
Ada sedikit dorongan kecil memintanya untuk terus maju dan maju lagi. Akhirnya jonathan bertanya pada dirinya harus kah dia memulainya lagi dari awal.
Ketika dia membuka pintu itu kemarin dia merasa tidak nyaman.Sebab itulah dia kembali ke sudut sana.
Sekarang dorongan itu pertama besar dan memberikan dia kekuatan yang aneh.
Pada akhirnya jonathan berusaha berdiri dan membuka pintu dengan hati-hati. ketakutan yang dia rasakan jelas datang lagi tapi segera ditemukannya dan segera memberanikan diri.
Dia berbicara dengan hatinya sendiri jika dia bisa melakukan itu.
Maju dan lihat apa yang ada di sana.
Di depannya ada lebih dari sepuluh anak seusianya yang menangis ketakutan.Salah satunya adalah dia
Jhonatan kecil.
Seketika Jhonathan seperti di tarik paksa dan masuk ke dalam tubuh kecil nya yang sangat gemuk.
Selagi menangis tiba tiba dia memiliki ingatan tentang hari ulangtahun nya .
Papa dan Mama akan merayakan nya di sebuah hotel berbintang.Dia sangat senang sekali hari itu.
Satu kali dia harus mengganti pakaian khusus untuk ulang tahun yang mama beli untuk nya.Dia menunggu di kamar yang di pesan orang tua nya.
Tapi entah apanya terjadi,dia merasa kan kantuk yang luar biasa.Ketika bangun dari pingsan nya dia sudah ada di sini.
Entah di mana yang jelas banyak anak anak di sini.Semuanya sedang menangis meminta pulang seperti hal nya dengan dirinya.
Jonathan kecil tidak tahu apa-apa tapi jonathan besar yang sekarang ada di tubuhnya tahu apa yang terjadi.
Dia telah diculik.
Jhonathan kecil terus menerus menangis . Meskipun Jhonathan dewasa ingin menghentikan nya tapi dia tidak bisa.Dia sama sekali tidak bisa mengontrol tubuh kecilnya sendiri.
Saat itulah dia baru mengerti jika ini adalah memori nya yang hilang itu.
Beberapa penculik datang satau persatu, tidak ada satupun yang Jhonatan kenal.
Mereka terkadang memberinya makan terkadang tidak.
Satu hari Jhonathan mendengar telepon yang di terima oleh salah satu penculik.Dia seperti sedang menawar harga untuk seorang anak kecil.
Hariyana Ginanjar namanya.
Di sana dia mendengar orang di seberang tidak mengakui jika hariyana Ginanjar adalah putri nya jadi dia menolak membayar kan.
Dalam keadaan marah Itulah,sang penculik menyebut nama orang yang di seberang telepon.
Hari Ginajar.
Jhonatan tidak percaya ada ayah yang tega tidak mengakui putri sendiri.Dia sangat tertekan dengan hariyana itu
Namun Jhonathan kecil hanya tau menangis saja sepanjang hari.Dia selalu banyak makan tapi sekarang hanya ada sekali makan saja setiap hari nya.Perut nya tidak tahan ,itulah sebabnya dia menangis setiap waktu.
Satu pagi seorang anak perempuan di bawa pergi.Dia seharusnya bisa selamat karena orang tua nya mau membayar mahal tapi kenyataannya berbanding terbalik dengan yang terjadi.
Anak itu di bawa ke kamar sebelah,
ada suara pisau di asah di sana.Anak itu menjerit jerit kesakitan yang pada akhirnya diam tidak bersuara lagi untuk selamanya.
Jhonathan dan anak anak yang lainnya berhenti menangis karena suara itu.mereka mencoba mengintip dari lubang kecil di dinding.
Jhonatan melihat banyak darah di sana .Anak kecil tadi berbaring dengan tubuh terbuka di sana.Ada begitu banyak darah yang jatuh ke lantai membuat bau amis yang membuatmu ingin muntah.
Di sana beberapa orang dalam pakaian serba putih berkerja cepat.
Orang orang itu mengambil hati bahkan ginjal nya untuk kemudian di masukkan ke wadah khusus.
Ketika selesai anak itu bahkan tidak memiliki bola mata lagi.
Tubuh yang sudah tidak memiliki apapun lagi, di masukkan ke dalam tempat pembakaran mayat yang memiliki cerobong besar di atasnya.
Ada bau gosong yang jelas di sana.
Hanya dalam beberapa jam ,anak yang tadi ada di kamar yang sama dengan Jhonathan sekarang telah menjadi abu yang tidak bisa lagi di kenali.
Jhonathan kecil menangis tapi dia tidak berani menangis dengan keras.Ulang tahun nya sebentar lagi akan menjadi tanggal dia mati.
Sebanyak anak anak di sana hanya satu yang tidak menangis dan itu adalah hariyana Ginanjar.
Dia membujuk anak anak agar tidak membuat jengkel penculik jika tidak ingin berakhir sama dengan anak tadi.
Tanpa Yana tau penculik melihat gerakan yana kecil dan itu merubah pikiran nya untuk mengambil ginjal yana hari itu.
__ADS_1
Mereka pikir dengan adanya Yana di sana anak anak tidak akan berisik lagi.
Itulah yang terjadi sehingga Yana tidak lagi menjadi sasaran berikutnya meskipun sang ayah menolak membayar kan uang nya.
Jhonathan kecil entah bagaimana menjadi lengket pada hariyana Ginanjar ini .Dia masih begitu muda tapi sangat pintar.
Satu kali dia mencuri kawat kecil dari penjaga.Dengan kawat ini dia bisa menyelinap keluar untuk mencuri makanan.
Jonathan kecil tunduk pada nya karena makanan ini .
Meskipun begitu ,dia masih terlalu muda sekali.Satu persatu anak anak di tarik ke kamar sebelah.Ketika anak anak itu tau apa yang ada di kamar sebelah, mereka menjerit keras ketika di bawa ke sana.
Satu hari Jhonathan mencuri dengar jika papa akan menebus nya dengan begitu banyak uang.
Seharusnya dia bahagia kan tapi tidak.Abak anak- akan selalu di bawa ke kamar sebelah .Entah itu di bayar atau tidak sama sekali.
Para penculik ini tidak bodoh,anak anak sudah melihat bagaimana wajah mereka semua.Tidak mungkin melepaskan saksi yang bisa membunuh mu.
Jhonathan dewasa merasa tertekan dengan ini.Yang terjadi selanjutnya adalah hal yang paling penting yang dia sembunyikan selama ini.
Dia hanya melihat apa yang terjadi selanjutnya.
"Jo.. jangan takut , Yana di sini jo" kata Yana kecil membujuk Jhonathan agar diam.
Tapi Jhonathan tidak percaya lagi dengan Yana kecil.Dia sudah memberi tau yang lain seperti ini.Tapi ini tidak menghentikan mereka untuk tidak di bawa ke sebelah.
Pada siapa Jhonathan harus marah,dia melampiaskan nya pada seseorang yang dia bisa.
Plak..
Plak
"Kau bohong kau penipu besar,kau mungkin bagian dari mereka kan.Berapa anak usia dibawa ke sebelah tapi kenapa bukan kau Yana kenapa?itu karena kau adalah sama dengan mereka kan?" teriak Jhonatan keras.
Dia memarahi Yana kecil untuk sekedar melampiaskan apa yang dia rasakan. Namun dia tidak menyangka apa yang dikatakan nya ini menyulut api kemarahan anak-anak yang lain. Mereka ikut-ikutan memukuli Yana kecil di tempat.
"Sialan kau, rupanya kau bagian dari mereka, pantas saja"
"Pukul dia..aku tidak mau mati , huwaaaa kau jahat ,kau jahat "
buk .buk..buk..
Tidak ada yang membela Yana saat itu. Yang jelas karena beberapa pemukulan itu dia pingsan di tengah-tengah kejadian.
Jhonatan dewasa merasakan sakit yang sama di sekujur tubuh nya.Anak anak sekecil ini,apa yang mereka tau.
Pelakunya adalah Jhonatan kecil.
"Apa yang aku lakukan, Yana maaf Yana, aku tidak tau ..Yana"Jhonatan dewasa terlihat prustasi karena Yana kecil tidak bangun setelah beberapa waktu.
Jhonatan kecil juga beringsut ke sudut karena takut .
Tidak ada yang berkata lagi setelah itu .
Saat pintu terbuka lagi,ada penculik yang tertawa geli melihat semua anak terlihat ketakutan.
Dia bukan tidak melihat ada pertengkaran yang terjadi tadi.Dia hanya berpikir ini adalah adegan seru untuk di nikmati.
Setelah banyak tertawa dia menarik satu anak perempuan untuk di bawa pergi ke sebelah.
Anak ini sudah di bayar ayah nya pagi tadi yang artinya dia kan di eksekusi sore nya.
Tidak ada yang bisa menutup mata nya ketika suara berisik Itu terdengar.Aneh saja jika suara itu lebih keras dari sebelumnya.
Tidak satupun anak yang mau mengintip kali ini.Semuanya menangis dalam diam.
Hari ini anak itu, besok giliran siapa.
Salah satu anak kecil merangkak ke arah Yana kecil.Dengan paksa dia melepaskannya pakaian bahkan sepatu dan anting-anting Yana .
"Kau tidak pantas memakai ini,aku akan membayar penculik itu dengan perhiasan ini" kata anak kecil Itu.
Dia tidak kasihan melihat Yana yang hanya memakai baju kaos dan celana pendek saja.
Dia pasti mengira jika para penculik akan tertarik dengan perhiasan Yana.
Jhonatan kecil merasa bersalah pada Yana kecil.Dia merangkak ke arah Yana yang masih pingsan itu.
Tubuh gemuk nya memiliki banyak lapisan pakaian.Dia melepaskan jeket tipis nya pada Yana .Takut Yana kecil akan kedinginan dan sakit karena dia.
Pada jam makan malam , biasa mereka tidak di beri makanan lagi.Tapi makam ini beda,ada daging panggang di piring masing-masing anak.
Karena lapar tidak ada yang berkomentar, mereka hanya makan dan makan dengan puas.
Tapi satu kata dari penjaga membuat semua nya muntah di tempat.
"Enak?itu daging teman kalian,ini hadiah karena bertengkar tadi.Silahkan nikmati" dia pergi dan tertawa terbahak bahak di luar.
Jhonathan kecil muntah lagi dan mendorong piring agar menjauh.Dia menangis lagi begitu juga dengan anak anak yang lainnya.
__ADS_1
Saat Yana bangun dia mendapati pakaian nya di curi.Tapi dia tidak marah dengan ini.Terima kasih pada Jhonatan kecil yang memberikan jeket nya.
"Jo..
"Maafkan aku Yana,aku hanya takut.Mungkin besok giliran ku hiks..hisk..hiks.."
"Jo tetap lah bertahan sampai akhir, apapun bisa terjadi.Jangan menyerah dulu oke" Yana kecil tau akan buruk jika anak anak histeris.Dia juga takut seperti yang lain. Tapi takut tidak akan menyelesaikan masalah.
Dia dan Jhonathan saling berpelukan untuk mengurangi rasa takut di hati masing-masing .
Malam itu Yana kecil menyelinap lagi.Kali ini Jhonathan berani mengintip dari lubang kunci.
Di balik pintu, Yana melihat telepon genggam yang jatuh .Tak mau lama Yana segera memanggil polisi untuk minta bantuan nya
Perlu lima menit untuk Yana selesai menelpon.Dia bergegas meletakkan lagi telepon genggam di tempat semula.
Takut ketahuan Yana masuk lagi ke kamar gelap tanpa membawa hasil.
Anak anak lain tidak berani berulah , daging di piring menjadi pelajaran bagus untuk mereka semua.
Jhonathan kecil bergegas menarik Yana ke sudut.Dia berbisik-bisik agar tidak ada yang tau .
Jhonatan dewasa mengagumi kepintaran Yana yang baru berusia enam tahun saat itu .
Dia bisa berpikir jernih di tengah tengah adegan berdarah ini .
"Jo.. ingat lah satu hal,namaku hariyana Ginanjar.Berjanjilah jo,juka kau selamat duluan bantu kami.Begitu juga jika akau selamat akau tidak akan melupakan kalian terlebih lagi dengan kau jo."
"Yana ,jika polisi datang kita semua akan selamat kan?"
"Ya tapi untuk jaga-jaga saja, ingatlah nama ku hariyana Ginanjar, oke?" kata Yana kecil yang tersenyum pada Jhonathan.
"Oke,aku berjanji Yana,aku berjanji " kata Jhonathan kecil.
Malam itu Yana dan Jhonatan masih terjaga, mereka menunggu sampai matahari mulai naik.
Saat itulah ada suara tembakan dari luar.Anak anak histeris lagi.Yang terjadi selanjutnya sangat tidak manusiawi sekali.
Pintu di buka dan para penculik buru buru menarik beberapa anak ke kamar sebelah.
Mereka memasukkan anak nak langsung kedalam tunggu pembakaran hidup hidup.
Di luar itu karena pintu di buka, semua nya berlari keluar ruangan.Di bawah itu banyak anak yang terkena peluru nyasar
Salah satunya Yana.
Dia terkena di kaki, akibatnya dia tidak bisa berdiri.Dia memanggil Jhonathan berkali kaki.
"Jo..jo tolong aku Jo" pekik Yana yang tidak bisa bangun .
Para polisi masih sibuk dengan baku tembak.Mereka tidak bisa melihat Yana kecil yang meminta bantuan.
Sementara itu Jhonatan di tarik oleh seorang polisi yang tidak di kenal.
Banyak anak anak yang selamat di kumpulkan di satu tempat yang sama.Menunggu waktu agak tenang.
Jhonathan kecil ketakutan lagi,dia lupa dengan Yana dan hanya menangis sampai pingsan di tempat.
Ketika itu Jhonatan kecil bangun lagi para polisi sudah mengumpulkan mayat anak anak di satu tempat.
Mereka menyebut satu persatu nama anak anak yang tewas di tempat.
Salah satu nya, hariyana Ginanjar.
Mendengar nama itu di sebut Jhonathan kecil pingsan di tempat.Inilah di mana dia di bawa di rumah sakit dan hilang ingatan.
Jhonatan dewasa tidak kalah histeris kala nama itu di sebut.Dia marah sedih dan kecewa sekaligus.
Yana kecil sudah mati.
Tiba Tiba jhonatan merasa kenyamanan yang aneh.Dia ingat pada Yana yang dia temui pertama kali nya.
Gia sang penari telanjang.
Entah bagaimana mengetahui Yana kecil masih hidup dia jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Dia mengantuk dan tidur lagi.
Ketika Jhonathan membuka mata,hal pertama yang dia lihat adalah Yana dewasa yang memeluk nya dengan erat
Sekarang dia tau dari mana sumber dari ketenangan tadi.
"Yana sekarang giliran ku menjaga mu, tidur lah" gumam Jhonathan yang tersenyum tipis.Jhonathan memeluk Yana lebih erat lagi.
Hari Ginanjar.
Tunggu giliran mu.
-
__ADS_1