Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Hary sang tersangka


__ADS_3

Dalam kegelapan yang panjang , Yana melihat sumber cahaya di satu titik.


Dia enggan pergi, kegelapan ini lebih baik dari pada yang lain.Dia nyaman sendiri, hanya sendiri.


Tidak ada masalah yang perlu dipikirkan olehnya.Hanya sendirian saja, Yana ingin terus begini jika di tidak mendengar satu suara yang familiar.


"Sayang,mama sayang Yana"


Kepala Yana menengadah mencari sumber suara itu.Sayang sekali suara ini hilang begitu saja.


"Sayangku ini mama nak, mari ikut Mama pergi.Mama tidak akan membiarkan kau menangis lagi sayang.Ayo ikut Mama" panggil suara itu lagi


"Mama?mama di mana ma?" Yana menangis dan berkeliling mencari asal suara.


Dia tidak menemukan nya.


"Mama,Mama mama di mana?Yana takut ma huhuhu" pekik Yana.


"Yana ikut Mama sayang, ayo nak"


"Mama,Yana ikut ya.Mama Yana kangen"Yana tidak melihat apapun di sekitarnya hanya ada kegelapan dan setitik cahaya yang tidak dikenal.


Dia mencoba memberanikan diri dan pergi ke arah sumber cahaya tersebut. Apakah mama ada di balik cahaya ini.


Takut dan khawatir iana masih tetap memberanikan diri untuk melangkah menuju cahaya.


Tidak tahu apa yang terjadi, cahaya itu begitu menyilaukan .Membuat matanya menutup secara otomatis.


Ketika Yana membuka matanya lagi, dia melihat dengan jelas sosok yang sangat dia rindukan selama bertahun-tahun.


Sosok yang dia pikir sudah pergi meninggalkan dunia ini. Sosok yang sudah pergi meninggalkan dirinya di dalam kesengsaraan yang tidak berujung.


Air mata Yana langsung menetes tidak terkendali tapi tubuhnya begitu lemah jadi hanya menangis yang bisa dia lakukan.


"Sayang,kau sudah sadar nak?"panggil liliana dengan suka cita.Dia langsung berdiri dan memencet tombol untuk memanggil dokter datang.


"Mama, ini benar mama kan?"kata Yana tidak percaya .Mungkinkah


dia sedang berhalusinasi.


Liliana duduk lagi, dia mencium pipi Yana yang sedang menangis .Lalu dia berkata"Jangan menangis sayang selagi mama ada kamu tidak diperbolehkan menangis"


"Mama, kenapa baru datang sekarang , Yana capek mama.Dia jahat ma.Hary jahat"kata Yana terbata bata.


"Mama tau, biarkan saja.Lupakan semua ini.Jangan di pikir kan lagi, kasihan cucu mama"


"Mama bayi ku?"


"Hem, jadi jangan banyak pikiran.Serahkan semua nya pada mama oke?"


"Hem"


"sekarang mama udah ada di samping Yana lagi jadi jangan banyak berpikir"


"Hem"


"Anak baik"


"Mama, kenapa Hary bilang mama meninggal?"tanya Yana ingin tau.


"Mama memang sudah meninggal untuk Hary .Mama tidak ingin hidup sebagai istrinya, mengerti kan sayang?" Yana mengerti maksud Mama nya.


Sama seperti dirinya yang membenci hary.Tentu saja mama juga membencinya .Bagaimana orang yang saling membenci hidup seatap.


Yana sudah sadar, dokter juga berdatangan ke kamarnya dan langsung melakukan beberapa tes sederhana.


"semua sudah stabil diharapkan nona Yana tidak banyak bergerak dan tidak banyak berpikir juga"katanya.


Liliana segera berkonsultasi tentang kondisi kehamilan Yana.Apakah ada sesuatu yang tidak boleh dikonsumsi atau bagaimana.


dokter menjawabnya secara aktif dan mereka berbicara beberapa menit lagi.


Saat itu Yana merasa terharu melihatnya. sungguh berbeda antara seseorang yang memiliki mama dan tidak memiliki mama.


Sejak masuk ke rumah sakit .Yana harus menangani masalah rumah sakit sendirian. Termasuk prosedur administrasi.


Padahal dia adalah pasiennya.


Setelah ada mama ,tentu saja hal-hal tersebut tidak perlu dia lakukan sendiri cukup berbaring dan menggangguk dengan patuh.


Itu saja.


Di sisi Hary pula, dia tentu saja melihat dokter masuk ke kamar Yana . Dia mengerti jika yana sudah sadar.


Jadi Hary berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar. Hary sama sekali tidak enak untuk masuk begitu saja.


Dia juga mendengar apa yang dibicarakan oleh mantan istri dan dokter tersebut.


Sebagai seorang ayah, hatinya begitu lega mendengar kondisi Yana dan calon cucu sudah stabil.


Setelah dokter dan asistennya keluar dari kamar rawat inap.Hary memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.


tok.. tok.. tok..


Liliana jelas tidak menginginkan Harry bertemu dengan Yana. Tapi Yana yang ingin hary masuk. Hanya untuk melihat bagaimana raut wajahnya saat ini.


Hary tidak punya wajah angkuh yang dia tampilkan pada pertemuan hari itu.


Kali ini dia datang dengan wajah lesu dan penuh dengan rasa bersalah.


Walaupun bisa masuk dan bisa menatap dua orang yang pernah mengisi hatinya ini .Hary tidak bisa berkata satu apapun. Bibirnya tiba-tiba kaku dan suaranya tidak bisa keluar.


"Apa kabar Daddy?"tanya Yana tenang.

__ADS_1


Biasanya setiap kali dia berhadapan dengan hary. Hati yana tidak tenang dan gelombang marah kesal dan semuanya bercampur aduk.


Tapi saat ini perasaan itu tiba-tiba lenyap dan ketenangan menggantikannya.


Mungkin karena mama sedang berada di sisinya dan akan mendukung setiap apa yang dia lakukan setelah ini.


"Daddy?kenapa kau memanggilnya seperti itu sayang?" tanya Liliana tidak mengerti.


"setelah bertahun-tahun berpisah pertama kali aku bertemu dia.Dia adalah papa dari shiyana Ginanjar. Mama tahu bagaimana perilaku Shiyana di kampus?" Yana menyandarkan tubuhnya pada Mama yang membuat dia kembali pada situasi dia masih anak-anak.


Kehangatan tubuh Liliana membuat dia aman dan merasa nyaman di detik yang sama.


Kali ini Yana ingin mencurahkan semua perasaan yang dia simpan bertahun-tahun untuk hary Ginanjar yang notabene adalah papa kandungnya sendiri.


Hary yang mendengar kata-kata Daddy itu bergidik ngeri.Perasaan yang dia miliki sekarang. Sama seperti seorang penjahat yang sedang diadili oleh hakim.


Menunggu waktu untuk dijatuhi hukuman.


"di kampus sih bertindak arogan dan membayar semua garis-gadis di sana untuk membully aku. beberapa hal tidak perlu aku sebutkan bagaimana cara dia membully. Yang jelas secara gamblang dia melakukannya atas nama hari Ginanjar yang terhormat.siapapun yang mau melakukan apa yang dia katakan akan mendapat sejumlah uang dan barang secara gratis. aku hanya salah satu contoh dari banyak korbannya"


"benarkah begitu sayang apakah dia memukulmu?" Liliana merasa geram.Betapa hina nya hidup putri nya.dia sudah berjuang bahkan merubah penampilannya hanya untuk hidup lebih baik dan itu pun atas keringatnya sendiri tanpa bantuan siapapun juga.


Meski begitu dia tetap saja diperlakukan tidak baik oleh putri angkat mantan suaminya yang kurang ajar ini.


Yana secara gamblang menceritakan apa saja yang dilakukan oleh konco-konco shiyana di kampus padanya.


Jika ini satu minggu yang lalu tentu saja hary tidak akan percaya begitu saja.


Tapi sekarang pemikirannya sudah jelas. Hary tiba tiba mengerti kenapa shi begitu marah. Ketika mengetahui jika Reno pada akhirnya jatuh cinta pada gadis lain.


Itupun dengan Yana gadis cupu yang awalnya rendah di mata nya.


Liliana membelai rambut Yana agar anaknya itu tidak frustasi. Dia membiarkannya melakukan mengeluarkan semua uneg uneg yang dia miliki.


Yana tidak lupa menunjukkan tas yang dia bawa ketika datang ke rumah sakit.


di sana ada setumpuk obat-obatan dari dokter.Yana tidak malu mengatakan jika dia mengalami masalah dengan mentalnya.


Hal itu didorong perlakuan tidak baik dari shi yang membuat dia semakin hilang akal. Penyakit ini sebenarnya sudah stabil.Tapi sering kambuh setiap kali shi mengatakan pada orang lain bagaimana sayang nya hary ginanjar pada dirinya.


"Mama aku tidak ingin jadi gila jadi aku berobat dan berusaha untuk tetap waras. Tapi siapa sangka Heri tiba-tiba datang ke kota kecil dan mengintimidasi aku" Yana tidak kuasa mengenangkan hal itu lagi.


Hary yang mendengarnya langsung tidak enak hati. Dia ingin kabur detik ini juga. Tapi mau bagaimana lagi kakinya seperti di paku di lantai.


Kakinya melemah tapi tidak mau mendengarkan perintahnya sedikitpun.


"Mama tahu apa yang dikatakannya padaku mah ?dia mengucapkan kata-kata kotor padaku, menghinaku, menghujatku mama.Semua orang di dunia ini boleh mengatakannya tapi dia tidak berhak sedikitpun" kata Yana .


Yana tanpa menyembunyikan, langsung mengatakan jika malam itu dia berniat menyerahkan diri pada papa kandungnya ini.


Dia ingin suatu hari,sang papa menyesali perbuatannya karena sudah memakan putrinya mentah-mentah.


Liliana langsung marah dan melempar kursi pada hary yang tidak mengelak.


Dia bahkan menyebutnya papa .Tapi pada detik terakhir,Yana hanya mengubahnya dengan kata Daddy karena sakit hati yang teramat sangat.


"Hary kau kurang ajar ,ini..ahh Hary!!!" pekik Liliana dengan keras.


Kenapa hinaan itu datang dari mulutnya sendiri sehingga Yana gelap mata dan melakukan hal yang tidak terpuji.


Yana memiliki sakit secara psikologis tapi hary bukankah waras.


"Lili aku...


"Jangan pernah kau buka mulutmu yang bau itu di depanku hari Ginanjar.Jangan pernah"


"aku tidak tahu Lily.Waktu itu aku hilang akal karena shi,Yana percayalah nak. jika papa tahu ini adalah kau papa tidak akan pernah melakukan itu sayang.papa sayang sama Yana" kaya Hary yang akhirnya bisa buka suara.


"tidak tahu apa tidak mau tahu. Saat aku diculik dulu para penculik pernah menelpon dan itu terjadi tepat di depan mata ku"


Yana menceritakan kisah itu kembali langsung di depan hary yang menggeleng lemah.


Penculik menelpon Hary tapi Hary tidak mengakui jika putrinya di culik.Hary malah mengatakan jika putrinya saat ini sedang baik-baik saja dan berada di rumah dalam kondisi aman.


" Yana mendengar sendiri dengan telinga Yana mah. Hary bilang ,bunuh saja aku tidak peduli".


kata Yana geram


Liliana terkejut mendengarnya.Setau nya hary tidak dihubungi atau menghubungi pihak penculik saat itu.


Ataupun kejadian yang di mulut Yana ini terjadi di belakangnya.


Apakah ini artinya penculikan itu dan perginya Yana dari rumah mereka.Adalah sebuah konspirasi dari hary Ginanjar sendiri.


Dia memang menginginkan putrinya pergi dari rumah dan membiarkan sinar yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Bertahta di rumah seperti seorang ratu.


"Yana papa tidak pernah menghubungi penculik itu .Kenapa papa menghubunginya sementara papa sangat mencintaimu nak?"bela Hary.


Dia memang tidak pernah melakukan hal itu.Saat itu Victor bilang dia akan mengatasinya sendiri mungkinkah Victor yang menelpon pihak penculik.


Tapi itu tidak mungkin juga.Victor berjanji hal itu akan terselesaikan dalam tiga hari meski kenyataannya tidak benar.


Victor adalah sahabat terbaik hary Ginanjar .Sejak mereka masih berada di kampus sampailah Viktor mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.


Victor tidak mungkin melakukan hal ini bukan.


"sayang mungkin kau salah dengar saat itu papa tidak pernah menghubungi atau dihubungi oleh penculik . Papa mu yang bodoh ini menyerahkan semua masalah itu pada Victor" kata Liliana serius.


bukannya Liliana berniat untuk membela hari di depan Yana tapi dia juga berada di sisi hari dan dia sama tiap kali tidak mengetahui jika hari melakukan tindakan seperti itu.


Mengatakan hal seperti itu. Bukankah itu sama saja dengan mendorong para penculik untuk menjualnya ke luar negeri atau membunuhnya di tempat.


"Yana masih anak-anak saat itu .Tapi Yana masih mengingatnya sampai sekarang mah. Setiap detil yang mereka lakukan tidak akan pernah Yana lupakan seumur hidup" kata Yana yang berusaha meyakinkan mamanya.

__ADS_1


Hary bisa saja dan menyangkal kenyataan itu tapi dia adalah korban yang sekaligus saksi kejadian itu.


Yana menceritakan kisah penculikan itu tanpa menyembunyikan setiap detailnya.


Dari kisah ini maka proses pertengkaran yang mengakibatkan pakaian dirampok dan dipakai oleh mayat sudah teridentifikasi.


Tapi kenapa pihak polisi tidak merilis nama satu korban lagi yang namanya tidak disebutkan pada khalayak umum.


Yana masih ingat saat itu dia berhasil bersembunyi. Tapi sempat ditemukan oleh penculik yang kabur.


Dalam kondisi pingsan inilah Yana di bawa pergi dan sampai ke kota kecil.


Dari sini para penculik berniat untuk kabur menggunakan identitas palsu. Mereka akan terbang ke luar negeri bersama Yana korban satu-satunya yang bisa mereka bawa.


Yana yang mendengarkan rencana para penculik langsung bergerak cepat. Dia tidak ingin pergi ke luar negeri bersama mereka.


Dengan dalih ingin membuang air besar yana diperbolehkan pergi ke toilet umum di bandara.


Di toilet Yana kecil mengintip keluar,menunggu para penculik lengah . Melihat kesempatan, Yana kecil akhirnya kabur dari pandangan mereka.


Lima menit sudah cukup untuk Yana kecil menghindari pencarian para penculik.


Waktu penerbangan sudah dekat dan para penculik tidak mungkin tinggal di satu tempat dalam waktu yang lama hanya untuk menarik satu korban yang tidak berharga.


Para penculik tidak mau tertangkap basah. Mereka langsung berangkat dan terbang ke luar negeri tanpa membawa Yana bersama.


Tapi di bandara yana kecil ditahan pihak petugas dengan alasan anak hilang.


Yana berusia 5 tahun saat itu tapi dia sudah mengerti dan cukup pintar untuk mengatakan rincian kejadian pada pihak yang berwenang di bandara.


saat itu Yana sudah terpukul dengan kenyataan jika dirinya ditolak oleh papa sendiri. jadi perilakunya berubah dari anak periang jadi pendiam.


Meski begitu dia masih patuh menceritakan kisah penculikan pada pihak yang berwajib.


Karena kasusnya ini begitu berbahaya. Pihak bandara menghubungi kantor polisi dan saat itulah dia mengenal dengan paman polisi.


Oleh Paman polisi ,Yana dibawa ke panti asuhan dan tinggal di sana beberapa waktu. Sebelum pada akhirnya dia diculik lagi dan dijual ke mucikari mami ratu.


"penculik yang terakhir juga mengatakan jika papa yang mengirimkan mereka .Ini sama seperti waktu itu.Tapi mereka diperintahkan untuk membunuh dan membuang jasad yana ke kali" Yana bercerita panjang lebar yang membuat mama sekaligus hary merasa tercengang.


Mereka sama sekali tidak menyangka cerita itu begitu panjang dan perjalanannya begitu.


Liliana langsung melirik hary dengan geram.


"dua kali penculikan dan dua kali kau melakukannya apa alasanmu sekarang b**j**ng?"pekik Liliana garang.


"aku ..aku tidak melakukannya lili.aku tidak tahu ada apa ini sebenarnya? aku tidak melakukannya lili. Tidak Yana,papa tidak melakukannya nak.


ini tidak benar"sanggah hary bingung.


Dia sama sekali tidak merasa pernah memerintahkan seseorang untuk melakukan hal sekeji itu pada putri kandungnya sendiri.


Ini bukan dia.


dalam kurun waktu itu dia dan Liliana sibuk bertengkar dan mereka tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain selain Yana.


Bagaimana bisa Hary tega kepada putrinya dan memerintahkan seseorang untuk melakukan pembunuhan.


"Oke anggap saja aku salah dengar saat itu hary.Tapi apa alasannya para penculik itu mengatakannya padaku. Untung saja mereka berubah pikiran di saat saat genting. Menjual aku pada mucikari sama artinya mereka mendapatkan uang double.Itu yang mereka katakan.


Jadi apa alasannya mereka lakukan itu jika tidak karena dibayar olehmu hari Ginanjar yang terhormat?" kata Yana berapi api.


"Hary, Yana benar-benar putrimu yang lahir dari rahim ku sendiri. Kenapa kau melakukannya ini hary apakah karena dia lahir rahimku?"


"jika kau tidak suka ceraikan maka aku bisa pergi lebih awal bersama Yana.Sekarang aku bisa yakin jika sinar itu memang benar-benar putri harammu. Jangan kau beri alasan lagi Harry kau benar-benar binatang"pekik Liliana tidak terima.


Yana sudah jelas-jelas sudah selamat dan tinggal di panti asuhan tanpa khawatir.


Entah bagaimana Hary mendapat tahu dan mengirim pembunuh baru.Hary bahkan tidak pernah mengatakan sedikitpun pada nya. Jika dia sudah mendapatkan kabar dari putri mereka saat itu.


Dia bukan saja tidak mengatakannya tapi melakukan hal yang lebih keji daripada itu.


Mengirim pembunuh langsung ke sarang.


Liliana tidak mengerti kenapa dia bisa jatuh cinta pada pria yang busuk ini.Apa yang dia pikirkan tentang putrinya.


"Yana ,Ini hanya salah paham nak.


Papa tidak tahu apa-apa dan papa tidak tahu kenapa kau mengatakannya juga. Apakah kau salah dengar?"


"Ya aku salah ,aku salah dengar dan aku salah menuduhmu. Kau adalah orang yang paling baik dan paling mulia di dalam dunia ini kan Hary. Sedangkan aku adalah anak yang terkutuk dan tidak diinginkan olehmu jadi aku disingkirkan begitu saja"


Hary lemas dan mundur beberapa langkah. Dia menyandarkan tubuhnya di dinding putih.


Bagaimana caranya untuk mengatakan pada Liliana dan putrinya ini. Jika dia memang tidak melakukan hal itu.


Hary sama sekali tidak pernah menghubungi dan dihubungi oleh penculik saat penculikan pertama.


Hary juga tidak mendapat kabar jika Yana berada di kota kecil , tepat nya di sebuah panti asuhan.Dia juga tidak mengirimkan pembunuh bayaran untuk menyingkirkannya.


Ada apa ini.


Tidak menaruh rasa simpati, Liliana mendorong Hary untuk keluar dari pintu.Hary juga tidak mempunyai sanggahan lagi dia pasrah didorong pergi dari kamar Yana.


Hary yang merasakan dadanya sakit menahan rasa perih itu.dia belum bisa mati sebelum masalah ini terselesaikan.


Yana hanya salah paham dan dia harus mengerti jika Hary tidak ada sangkut pautnya dengan peristiwa penculikan pertama .Apalagi dengan peristiwa penculikan kedua.


Dia sama sekali tidak tahu


Sementara itu Liliana tiba-tiba merasa jijik pada Hary.Tangan yang mendorong hary tiba-tiba merasa kotor, sekotor kotornya.


Liliana bergegas mencuci tangannya dengan sabun. Namun seberapa sering pun Liliana mencucinya dia merasa tidak bisa membersihkan kotoran itu.

__ADS_1


Ini bukan kotor lagi tapi najis.


__ADS_2