
Suasana hingar bingar di dalam klub malam semakin larut semakin panas.Shiyana seperti seorang bintang yang jatuh dari langit.
Di lantai dansa,dia menari di kelilingi dua pria sekaligus.Dia sama sekali tidak risih dengan pria yang mendekati nya dengan gerakan ambigu.
Dia di kepung dua pria namun Shi tampak tersenyum genit. Goyangan nya makin menjadi layaknya ular yang meliukkan tubuhnya dengan ganas.
Satu pria mencoba meletakkan tangan besarnya ke pinggul yang terus menerus bergerak.
Drumm tak tak.dum..
Irama musik yang memekakkan telinga membuat beberapa insan makin hanyut dalam kenikmatan dunia.
Sekarang Shi benar benar di tempel tanpa ada jarak sedikit pun.Dia di peluk dua lelaki sekaligus.Dengan posisi itu mereka masih terus bergerak tanpa ada niat untuk berhenti.
Shi sangat menyukai di incar banyak pria.Dia tidak takut malah menikmati gerakan dengan mata membiarkan pria didepan nya mengendus lehernya dengan keras.
Shi memakai pakaian serba hitam yang sangat kontras dengan kulit putih nya.Di area dansa dia adalah sosok yang paling menonjol sekali.
Dia tidak peduli dengan banyaknya mata mata aneh yang melihat perilakunya yang ambigu ini.Hanya menikmati setiap sentuhan pria itu di kulitnya yang sensitif.
Pemandangan ini sangat biasa di klub . Yang tidak biasa adalah tiga orang yang melihat kejadian itu secara langsung.Itu adalah tiga serangkai yang sengaja ke klub ini.
Mereka tidak pernah menjejakkan kaki nya di klub murahan ini,tapi karena informasi dari Feky mereka menjadi penasaran dan ingin melihat langsung situasi nya.
Ketika mereka tiba mereka benar-benar melihat Shiyana dan Lisa yang sedang mabuk.
Mereka begitu terkejut melihat Shiyana yang aktiv di lantai dansa.Dia bukan Shiyana yang sama yang mereka kenal.
"Apa kata ku,aku nggak bohong kan?" kata Feky santai.Mereka menyewa jasa gadis penghibur yang sekarang berada di pelukan masing-masing.
"Ihh nggak nyangka ya kelakuan asli nya seperti ini, ternyata kita dibohongi selama bertahun-tahun" kata boy dengan jijiknya.
Shiyana sangat pintar menyembunyikan jejak nya dengan bersembunyi di klub murahan.Tapi sepandai-pandainya tupai melompat pada akhirnya akan jatuh ke tanah juga.
"Kenapa, jijik? jangan lupa kita juga sama kan.Menghabiskan waktu di tempat seperti ini setiap malam" kata Feky ,dia membayar gadis di sebelah jadi jangan di anggurin juga.
Dia bermain dengan dua tangan nya pada gadis di pelukannya.Gadis itu sendiri tidak menolak malah makin mendekat mengigit ujung telinga Feky.Mana bisa Feky masuk ke dalam pembicaraan dia sahabat.
"Tapi kita kan lelaki,dia perempuan.Itu beda jauh.Wanita itu haruslah lembut,baik hati dan tidak seperti ini.Keluyuran ,mabuk dan mudah seperti itu" Kata boy yangmelirik gadis di sampingnya.Dia tidak peduli jika gadis ini tersinggung. Mereka menjajakan diri demi uang tidak perlu memikirkan perasaan mereka, cukup nikmati layanan dan beri segepok uang.
"Zaman sekarang mana ada wanita yang seperti itu.Jika ada pun itu hanya karena dia belum tau dunia" Kata Feky di sela sela kesibukan nya itu.
"Mungkin anak pak haji atau santri di pesantren.Masih ada kalau mau" kata boy sinis.Gini gini juga dia punya kakak perempuan yang jujur dan setia.Ini adalah contoh hidup jika tidak semua wanita itu buruk.
" Ada satu di kampus kok, hariyana Ginanjar.Jelek tapi hatinya baik banget kan.Apa kau mau mempertimbangkan nya ren?" Feky bangun ketika dia membicarakan tentang Yana. Si cupu yang galak dan banyak akal itu.
Gadis yang barusan di kerjain mengap mengap seperti ikan tanpa air. Feky baru saja memakan hidangan pembuka nya.Bibirnya sedikit kebas dan agak bengkak.Dia menyukai nya jadi dia agak kesal di tinggal kan.
"Harus aku akui,dia baik hati.Tapi kita juga perlu wajah.Bagaimana bisa Reno aldelis mengandeng wanita jelek ke mana mana .Kan nggak lucu " kata Reno yang mulai on.Ada siaran langsung yang membuat dia tegang.Tangan nakal nya langsung masuk ke balik rok gadis bayarannya.
Dasar anak anak nakal,di saat seperti ini masih bisa membicarakan hal tentang Yana si cupu yang buruk rupa itu.
Padahal gadis gadis itu sudah mendesah tidak karuan di bawah sentuhan kecil dari mereka.
"Menurut ku penampilan bisa di ganti.Tinggal permak aja di salon.Beliin pakaian dan sepatu bagus,bereskan" kata Feky.
"Itu bukan ide buruk, tapi kalian nyadar nggak sih.Tubuhnya tuh sangat bagus.Dia tinggi berkulit putih . Yang paling penting pinggang nya kecil tapi dadanya besar .Sayang sekali dia menutup nya dengan pakaian kebesaran" Feky memejamkan mata nya untuk membayangkan si cupu merubah penampilan nya.
" Bayangkan saja dia membuka rambut dan kacamata tebal nya itu.Pasti ada bidadari di balik itu" katanya lagi.
Reno terinfeksi dengan cepat.Dia seperti bisa membayangkan apa yang di katakan oleh Feky tadi.
Gadis di depannya ini, memakai pakaian ketat dengan rok super mini.Garis lehernya begitu rendah sehingga dua bola kapas bisa di lihat tanpa di sembunyikan sama sekali.
Sekarang bagaimana jika si cupu yang memakai nya.
__ADS_1
Tiba-tiba irama musik yang menghentak berubah menjadi irama dansa yang romantis .
Gadis di depan berubah total menjadi sosok Yana dengan kacamata dan rambut nya yang di ikat.
"Yana" tiba tiba berdiri dan membuang kacamata nya.Entah kenapa mata itu seperti bisa menghipnotis orang.
Reno menelan ludah.
"Yana" juga membuka ikatan rambut yang meluncur indah di bahunya yang terbuka.Dia melempar ciuman jarak jauh dari di udara membuat Reno gemetar.
Belum pernah dia merasa gemetar melihat wanita cantik.Yana seperti memiliki aura tersembunyi dan sekarang aura itu dikeluarkan dari cangkang nya.Aura itulah yang membuat Reno tergugu di tempat.
Cara dia berdiri itu sangat menonjol sosok yang selalu dia sembunyikan dengan baju kebesaran nya.Di balik pakaian yang ketat itu,body nya seperti gitar spanyol.Dadanya besar dan itu..agak..waw.
Hariyana Ginanjar.Jantung Reno berdetak kencang lagi dan lagi.Dia menjadi sesak dan sulit bernafas.Segera dia mendekati "Yana " dan datang untuk menekan bibir merahnya.Menyesap.rasa manis yang datang dari tabrakan antara dua bibir.Reno menyukai nya, dia menatap ke arah Yana yang tampil nakal,Tapi...
Ding..
Sosok di depannya berubah lagi dan Itu masih gadis bayarannya. Gadis itu memerah karena malu yang di buat buat.Gadis ini tergolong cantik.Tapi di banding kan dengan kecantikan Yana tadi dia menjadi sampah di mata Reno.Jadi Reno terkejut dengan perubahan ini.
"Sialan "
Pekik Reno terkejut.Dua sahabat yang sedang sibuk, jadi terganggu.Feky menampar bahunya dan bertanya.
"Apasih, ngagetin aja?" mata Feky seperti menembus pemikiran Reno.Reno jadi gugup sendiri. Apa temannya ini bisa membaca pikiran orang.
"Hah enggak hehehe ngga ada , teruskan.Pergi boking kamar sana.Ngerusak pemandangan aja" kata Reno pura pura kesal.
"Yap ditinggal sebentar ya guys.Daaah " Feky dan boy segera berlalu menarik gadis gadis bayaran mereka masing masing.
Di tinggal dua temannya, Reno tidak bersemangat lagi.Dia melempar kan beberapo lembar uang pada gadis nya.
"Mas...
"Nggak pergilah" dia melambai kan tangan nya dan keluar dari klub tanpa memberitahu kan dua sahabat nya.
"Hebat juga dia " pikir Reno sendirian.Hanya dengan memikirkan nya saja dia On lagi.Catat,hanya membayangkan nya saja.
Dalam benaknya, apa yang di katakan sahabatnya tadi masuk Yana itu nggak jelek jelek amat kok
Hanya dia tidak pandai merawat diri nya saja.
Bagaimana jika apa yang dia pikirkan tadi jadi kenyataan.Si cupu bisa di permak sedemikian rupa.
Reno gugup sekali,dia mengemudi kan mobil nya dan bergerak tanpa sadar ke arah area kost yang Yana sewa.
Tiba di depan rumah kost, barulah Reno sadar apa yang dia lakukan.Dia mengutuk dirinya sendiri,menganggap dirinya sudah hilang akal.
"Ada apa dengan ku?"Tanya nya.
Reno meremas ujung rambutnya membuat rambut nya berantakan seketika.Dia menatap nlagi El arah pintu rumah kost Yana.
Ada harapan kecil di sana,jika Yana bisa keluar meski hanya untuk membuang sampahnya.
Tapi setelah menunggu selama setengah jam dia tidak melihat pergerakan apapun dari rumah kost Itu.
"Aa.aku sudah gila ya?"Rutuk nya.
Dengan marah dia memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.Ada yang tidak beres dengan otaknya.
Tut...Tut..Tut...
Di dashboard mobil HP nya bergetar.Dia mengambilnya dengan sebelah tangan.Itu panggilan dari boy.Reno segera menjawab nya.
"Apa?"katanya kesal.
__ADS_1
(Loe di mana,pas keluar loe nggak ada ,pergi ke masih bro?") kata boy dari seberang.
Sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.Di mana Reno pulang sendiri dan nggak pakai bilang bilang lagi.
"Tiba-tiba aja gue pusing,maaf ya guys?"nkata Reno beralasan .Dia juga tidak bohong dia memang sedang pusing memikirkan bayang bayang itu.dia agak sulit memisahkan antara mimpi dan kenyataan. Seperti nya dia harus pergi ke psikiater khusus.
("Nggak apa apa,lain kali kalau mau pulang tuh, kabarin.jangan main pergi kek gini.Siapa tau loe di culik orang,kan jadi masalah besar")
"Hehehe siapa yang tega nyulik gue,gue makan banyak,bisa tekor tu penculik hehehe' kata Reno terkekeh kekeh.dia bukan anak kecil atau wanita yang lemah sampai bisa di culik dengan mudah nya.
("Ya sudah lah kalau loe baik baik aja,kami mau lanjut oke,baru satu putaran soalnya ") sahut Feky dari jauh.Mereka pikir kuntilanak mana yang menggondol sahabat nya ini.Mereka sempat khawatir tadi tapi sekarang sepertinya hanya alarm palsu.
"Sialan kalian,dasar teman nggak ada akhlak.Pergi sana , puas puasin sampai pagi" hardik Reno,dia sedang kesal dua teman malah ngeledekin.Keselnya naik level dua.
("oke bos,kata katamu adalah perintah bagi hamba ") kata boy merendah, siapa pun tau jika itu hanyalah bercanda basi tiga sahabat.Tidak ada yang memasukkannya ke dalam hati.
"Teman teman gila,dah..
Reno melempar kan begitu saja hp nya ke dasboard.jika terus terusan begini,bukan tidak mungkin dia jadi gila beneran.
Tak lama kemudian dia tiba di apartemen nya.Dia langsung menyeret tubuh nya atas ranjang tanpa mengganti pakaian nya.
Niat hati ingin tidur tapi dia masih tidak bisa mengusir bayang bayang itu dari benak nya.
Reno dengan malas pergi ke kamar mandi.Berendam di dalam bak tanpa membuka pakaian.Akibatnya bayang bayang itu hadir lagi jika dia menutup mata.
Reno kesal sendiri dengan ini.Dia pikir dia sedang di guna gunai oleh si cupu itu.Jika tidak bagaimana dia bisa menjelaskan fenomena ini.Ini tidak wajar.
Sebelumnya dia tidak pernah memikirkan tentang dia Hanya sejak dia tidak bisa di temukan di sudut sudut kampus ,dia merasakan hal yang aneh di hatinya.
Dia kedinginan.
"Cupu..kau main dukun ya pada ku?awas aja kalau ketahuan oleh ku,kau akan mati tanpa bisa di kubur,cupuu akkkhh" pekik Reno di dalam kamar mandi nya.
Malam itu Reno di takdir kan tidak bisa tidur.Dia hanya bisa berguling guling tanpa bisa terlelap sedikit pun.
Reno Hanya bisa tidur setelah mengkonsumsi obat tidur dengan dosis rendah.
Keesokan harinya dia pergi ke kampus dengan mata panda.Dia sahabat ingin bertanya tapi Reno menatap mereka dengan mata pembunuh.
"Sialan bro,kesembet loe?" Feky terkejut dengan penampilan Reno hari ini.Tidak seperti biasanya dia datang ke kampus dengan wajah kusut seperti orang yang sedang di kejar kejar hutang.
Reno adalah seorang yang memperhatikan penampilan luarnya.Dia juga orang yang mementingkan kebersihan tapi sekarang dia datang seperti orang yang belum mandi seminggu.
"Ada apa bro,kok kusut amat sih? yang tadi malam nggak enak ya,Hem?" tanya Feky heran.
"Hei gue tau,tadi malam Loe mboking bencong kan.Udah bosan sama cewek ya hahahaha" Kata kata boy membuat keningnya berkerut tidak puas.
dua sahabat malah ketawa lebar seraya memegang perut masing-masing
"hei bro ,apa rasanya bencong? jangan bilang loe ketagihan kan?" Feky bertanya dengan serius sekaligus bercanda juga.Yang jelas ini adalah topik baru yang bisa di goreng selama seminggu penuh.
Dua sahabat Reno masih tertawa kecil,takut ada yang mendengar dan mengira hal ini nyata.Mereka berdua masih tertawa terus tanpa henti.
Hahahaha..
"Bang jangan bengkok bang,adek takuet hahahaha"
Wajah Reno menghitam seperti pantat kuali.Dia tidak tau mau berkata apa.Yang dia tau dia sedang marah karena kurang tidur.
"Sialan kalian berdua,sahabat laknut"
plok.
Kepala boy di toyor pelan.Dia malas meladeni kegilaan kedua nya.Dalam hati Reno mengutuk Feky.
__ADS_1
Gara gara dia lah yang membuat Reno jadi membayang hal yang tidak tidak.Sekarang dia tidak tau siapa yang harus di salah kan di sini.
Tapi.. tunggu sebentar..