
Pagi hari di Amsterdam sebenarnya adalah siang hari di Indonesia.Saat itu Yana berpikir untuk menelpon Reno sebagai tindak balas atas permintaannya.
Hubungan dia dan Jonathan harus dijelaskan agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.
Tapi Yana tidak ingin menipu diri sendiri. Jauh di dalam hati iana merasakan sedikit kekhawatiran meskipun tidak sekuat dulu.
Dia juga ingin tahu ,ada apa dengan Jonathan .Apa yang terjadi sehingga dia bisa kambuh.
Saat memencet nomor telepon Reno, panggilan itu langsung diangkat. Ini menunjukkan jika Reno memang sedang menunggu panggilan darinya.
"Yana ini kamu?"tanya Reno yang langsung menyerocos tidak menunggu Yana berbicara.
"Ya ini aku Reno ada apa?"
"Alhamdulillah kalau mau menelpon aku Yana aku khawatir kau akan menghindar selamanya. sekarang aku sedang membutuhkanmu .Tidak tahu berguna atau enggak, yang penting kamu mau aja melakukan video call dengan kakak, ya" Kata Reno yang terdengar seperti memohon.
"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan Ren jangan tersinggung ya tapi tidak enak rasanya jika kakak ipar nih tahu, jika aku bisa berbicara dengan Jonathan aku juga butuh izin darinya"
"astaghfirullahaladzim aku lupa menyampaikannya ya maaf ya, kupikir aku tidak perlu merahasiakan dirimu, sebenarnya gini"
Langsung saja Reno menceritakan kisah yang terjadi berkaitan dengan Sarah ayu dan kakaknya Jhonatan.
Yana terkejut sekali mendengar nya.Dia sempat berpikir Sarah Ayu wanita seperti itu tapi tidak menduga jika dia berani berbohong tentang status anak yang sedang di kandung nya.
" Yana aku tahu keluarga kami sudah menyakitimu begitu dalam, tapi aku memohon dengan sangat Yana. Aku memohon pada mu, berbicaralah dengan kakakku"
"sebenarnya kami akan membawanya ke Amsterdam berapa hari lagi ,syukur-syukur bisa bertemu sama. tentu saja kami berusaha lewat medis namun kata dokter dia juga perlu mengobati dirinya sendiri dengan tekadnya. saat ini dia sedang down tidak mau bangkit dari keterpurukan dan rasa bersalah"
"Kau tahu Yan, dia kerap menangis mengatakan bayi itu menjijikkan dengan darah yang membusuk. Kupikir dia membayangkan tentang bayi yang dikandung Sarah. jika aku jelaskan bagaimana kondisinya sekarang, itu akan memakan waktu lama. Jadi pada dasarnya aku meminta dengan sangat untuk bantuanmu, gimana Yan?" tanya Reno dengan berharap.
Yana tidak langsung menjawab dia hanya sedang berpikir apakah sebaiknya dia berbicara dengan Jonathan atau tidak.
Jonathan yang dulu pernah mengisi hatinya. Jonathan juga adalah sosok ayah dari anak-anaknya. Sekarang membutuhkan Yana tapi dia tidak akan pernah bisa berada di sisinya lagi.
Meskipun pahit namun benih cinta yang pernah ada, telah membuahkan hadiah dari Allah berupa bayi kembar yang akan lahir tidak lama lagi.
"Oke tapi aku tidak bisa berlama-lama ya Ren.Kau tau kan kondisi aku"
"Nggak apa apa yan, Oke tunggu dulu ya.Aku akan mempersiapkan segalanya"kata Reno.
Yana m mengangguk pelan meskipun anggukannya ini tidak dilihat oleh Reno.
Di sisi lain Reno langsung berlari menemui dokter dan mengatakan kabar baik. Mereka segera mempersiapkan Jonathan terlebih dahulu.
Pembicaraan nanti akan direkam untuk bahan observasi lebih lanjut. Dokter juga baru mengawasi perubahan mimik wajah saat percakapan itu dilangsungkan.
Mama dan papa Jonathan juga dihadirkan di sana namun mereka duduk di area yang dilapisi kaca sementara Jonathan dibiarkan bersendirian di sana.
Sebuah loudspeaker besar dipasang di kamar itu agar Jonathan mendengar kata-kata Yana lebih jelas.
"Gimana Pah, apa ini akan berhasil pah ?"tanya Mama Jonathan.
"tidak tahu juga tapi kita harus melakukan segalanya untuk Jonathan. Mari berharap ini akan berhasil "
"Ya pah,mama juga begitu "kata mama Jhonatan.
Saat mendengar jika Yana bersedia berbicara dengan Jonathan mama Jonathan langsung sujud syukur.
sekarang barulah dirinya merasa bersalah dan Allah menjawab langsung hukuman bagi dirinya.
Tapi kesadaran ini sudah terlalu lambat.Hal ini begitu merusak diri putranya.
Dia ingin sekali berbicara dengan Yana dan meminta maaf secara langsung namun prioritas sekarang adalah Jonathan.
Tadi malam apa yang dikhawatirkan terjadi juga. Jonathan mulai melukai dirinya sendiri. Karena itu Jonathan menerima suntikan penenang dengan dosis lain.
MamaJonathan merasa kembali ke masa lalu di mana Jonathan baru saja mendapat serangan.
Putra kecilnya menderita saat itu dan dia tidak tega melihatnya secara langsung.
Setelah Jonathan disembuhkan, dia malah melupakan rasa sakit nya. Terlalu sombong berkata pada dunia jika dia memiliki uang. Dia bisa membeli apapun termasuk kesehatan Jonathan.
Sekarang Allah mengembalikan semuanya di tempat semula dan itu semua berkat kesombongan dirinya sendiri.
Sekarang Mama Jonathan hanya bisa menatap Jhonatan dari balik kaca.Sekarang Jhonatan sudah tidak dalam pengaruh obat-obatan lagi.
Dokter sengaja membiarkan pembicaraan ini tanpa pengaruh obat-obatan. Mereka akan mempelajari mimik wajah Jonathan pada saat kejadian. Sebab itulah pembicaraan ini perlu direkam dan dia dibiarkan bersendirian di dalam kamar kosong itu.
Agar Jonathan tidak melukai dirinya sendiri semua hal-hal yang bersifat berbahaya sudah disingkirkan.
Andai pun ada kecelakaan di tengah mereka bisa langsung datang dan menyuntikkan obat lagi.
Di sisi Yana pula, dia bisa melihat pergerakan Jonathan dari sini. pada saat ini dia sudah terhubung dan bisa melihat Jonathan yang meringkuk di sudut.
Jonathan yang dulunya kuat berbadan besar sekarang menjadi kurus kering dengan tubuh yang menggigil. Sangat menyedihkan dan bahkan membuat Yana menitikkan air mata.
"Jhonatan?"sapa Yana.
__ADS_1
Suara yana bergema di seluruh ruangan tapi Jonathan masih tidak bergerak jadi Yana memanggilnya lagi.
"Jhonatan?"
jauh di alam bawah sadar Jonathan sebenarnya mendengar sapaan itu tapi dia begitu takut dengan sosok Sarah yang akan datang setiap kali dia mengingat Diana.
tapi setelah panggilan kedua tidak ada Sarah yang datang. dua anak yang selalu ada di samping juga menghilang.
lagi-lagi Jonathan di buat bingung dengan kondisi ini dua anak yang selalu menemaninya di dalam kesunyian sebenarnya membuat dia sedikit tenang tapi sekarang anak-anak juga menghilang dia ditinggal sendirian di tempat yang menakutkan.
"Jhonathan?"panggil Yana lagi.
"Yana kau di mana Yan kau di mana aku takut kata Jonathan buru-buru.
nyatanya reaksi Jonathan berubah pada panggilan ketiga. matanya mulai bergerak-gerak Dan dia bahkan berdiri untuk mencari di mana asal suara itu.
"Pah Jhonathan merespon ya pah, Alhamdulillah ya Allah"kata mama Jhonatan dengan mengucap kan syukur.
Sudah lebih 1 bulan baru sekarang Jonathan bereaksi itu pun hanya mendengar kata-kata Yana dari jauh.
Dokter khans juga mengatakan ini adalah hal yang bagus. Reno dan papa Jonathan mau tidak mau menitikkan air mata dengan rasa haru.
Jhonathan sebenarnya merespon balik Yana.
"Yana kau di mana Yana, aku takut. bayi itu sangat menjijikkan, buang dia Yan, buang" kata Jhonathan pelan tapi karena loudspeaker suaranya jelas sekali di kamar kaca.
"Jhonatan?"
"Yana di mana kau Yana?"
Duk..duk..duk..duk..
Tubuh Jonathan menegang tidak tahu apa yang dia dengar yang jelas dia merasa aneh dan menggigil di saat bersamaan tapi juga ada pria kebahagiaan di sana.
suara itu terdengar berkali-kali tapi entah kenapa Jonathan jadi tenang sama seperti ketenangan yang dia dapatkan saat menerima suntikan obat penenang dari dokter.
dia masih duduk di sudut namun postur tubuhnya tidak lagi meringkuk seperti orang ketakutan tapi ada senyum tipis di sana.
"Jonathan, kau dengar , ini putra kita.Dengarkan detak jantungnya Jhonatan, apakah ini indah?" tanya Yana dengan linangan air mata.
Sedangkan di sana Rudi tidak bergerak hanya menatap Yana yang menangis.
Ada yang tahu jika Rudi sebenarnya menangis di dalam hati air matanya tidak keluar tapi hatinya justru berdarah paling banyak di sini.
Pada akhirnya Rudi yang ambisius merasakan indahnya jatuh cinta. t6api segera perasaan itu dipatahkan karena cinta itu sudah ada pemiliknya. Dia tidak punya kesempatan sama sekali.
Di sisi Jonathan dia tersenyum pertama kalinya sejak dia sakit. Mama Jonathan yang angkuh dan sombong juga menangis mendengar suara detak jantung itu.
Dibanding dengan bayi yang dikandung oleh Sarah, suara detak jantung ini adalah cucu asli dan darah dagingnya sendiri.
kenapa waktu itu dirinya tidak bersyukur sudah dianugerahi dengan kesembuhan Jonathan dan bahkan memiliki kesempatan untuk menimbang cucu.
Tapi dia melewatkannya dan bahkan mengingkarinya. Sekarang dia berkesempatan mendengarkan detak jantung cucu. Harapannya menjadi egois lagi dia sangat menginginkan kesempatan untuk bisa memeluk mereka saat mereka lahir.
Mama Jonathan menangis di bahu suaminya. Penyesalan ini sudah begitu terlambat jika Yana tidak mengizinkan dia juga harus mengerti.
di alam bawah sadar Jonathan 2 bayi yang sempat menghilang datang lagi namun sekarang mereka tertawa dan memanggilnya dengan sebutan papa.
Inilah yang membuat Jonatan tersenyum. Mereka adalah dua bayi gemuk yang imut bahkan tidak sekotor dan sejelek bayi dari Sarah.
Sebutan Papa membuat Jonathan bangkit entah bagaimana dia mampu mendobrak Jeruji besi yang mengurungnya.
Tapi begitu ingin dipeluk dua anak menghilang lagi dan Jonathan kembali bingung.
"Yan anak anak ku , kembalikan Yan, kembalikan"
Hilangnya dua bayi dalam pandangannya membuat Jonatan murka dan dia mulai melampiaskan kemarahannya pada apa yang bisa dia pegang.
"Dok apa yang terjadi?"
"kami juga belum tahu tapi Mari kita lihat dulu situasinya jika masih tidak terkendali mungkin kami terpaksa menyuntiknya lagi" kata dokter khans.
Otak manusia adalah sebuah misteri yang sampai sekarang belum terpatahkan. Jadi yang mereka lakukan hanyalah meraba-raba dan menduga.
"Jonathan "panggil Yana lagi
Tapi kali ini respon Jonathan malah membuat khawatir dia tidak lagi mendengar khianat tapi berbicara tentang dua anak yang hilang.
Kembali suara detak jantung itu diperdengarkan dan ini membuat Jonathan kembali tenang dan rileks.
Yana mendapati Jonathan akan gugup jika tidak mendengar suara detak jantung ini. jadi dia tidak akan membiarkan suara ini menghilang di telinga Jonathan.
di sela-sela detak jantung itulah Yana berkata "apa kau ingin bertemu dengan mereka Jonathan?"
"Ya anak-anak, aku mau anak-anak ku " pekik Jhonatan marah tapi tubuh nya sudah rileks lagi.
"mungkin titik sakitnya adalah kehilangan anak-anak itu "kata dokter.
__ADS_1
Papa dan Mama Jonathan Mak menyetujui inilah duduk persoalannya. Sarah mempersembahkan anak yang membuat Jonatan jijik. tapi di sisi lain bayi yang sebenarnya tidak bisa dia jangkau.
Mama Jonathan menangis lagi dan dia kembali menyerahkan dirinya. jika tidak mendengar bujuk rayu Dari mamanya sendiri mungkin Jonathan sekarang sedang berbahagia sambil mengelus perut buncit Yana.
Menunggu kedua bayi lahir ke dunia.
Tapi..
"bangunlah Jonathan bangunlah dan keluarlah dari kegelapan itu mereka menunggumu di sini"kata Yana.
"katakan sendiri pada mereka berdua jika kau adalah Papa baik yang bisa mereka banggakan. papa yang paling baik di dunia"
"Jhonathan,apa kau mau bertemu dengan mereka?"
"Hem , anak anak ku hehehe "
"Ya ini anak anak mu, mereka merindukanmu Jonathan jadi kenapa kau tidak datang?"
"Yan...
" Jhonatan kau dengar, mereka merindukanmu dan menunggumu Jonathan keluarlah dari kegelapan. anak-anak tidak suka gelap"kata Yana.
Dia juga pernah mendengar Jonathan masalah kamar gelap yang selalu ada jika dia dalam kondisi kambuh.
Dari sini Yana bisa menebak Jonathan sudah kembali ke ruangan yang sama. Ruang gelap yang menakutkan itu.
Tebakan Yana itu memang benar sekali. Tapi ini bukan ruangan gelap yang sama tapi sebuah penjara dengan bau amis yang menyesakkan dada.
Jonathan begitu takut dengan Aura yang dihasilkan di ruangan ini. dekat dua anak yang menemaninya sepanjang waktu dia bisa bertahan. tapi anak-anak terkadang menghilang dan terkadang datang tanpa diduga.
Sekarang Yana mengatakan anak-anak menunggunya di luar karena mereka tidak menyukai tempat gelap.
Benarkah
"Mama tidak suka mama tidak suka mama marah"Kata Jhonatan lagi. meskipun dia sangat ingin keluar tapi Jonathan tahu mamanya tidak menginginkan anak-anak itu tapi menyukai anak-anak dari Sarah.
Mendengar kata itu Mama Jonathan hampir pingsan lagi. Seburuk itukah perlakuannya pada Jonathan sehingga Jonathan merekamnya menjadi wanita tua yang pemarah.
"Pah huhuhu"
Papa Jonathan tidak mau menunjuk istrinya biarkan dia tahu jika dia adalah puncak segalanya.
"Jonathan mama tidak suka putra kita tapi apakah kau tidak menyukainya juga?"
Duk..duk.. Duk..
suara detak jantung itu membuat Jonathan seperti sedang memilih antara mama dan putranya.
"Jhonathan anak-anak masih kecil mereka memerlukan kau untuk melindunginya untuk memberikan kehangatan seorang papa, apa kau tega Jonathan?"
"Tapi mama marah ...
"jika kau tidak suka aku akan mencarikan Papa baru untuk mereka, Papa yang bisa melindungi dan memberikan kasih sayang .Dia yang akan menggantikanmu. kau tidak menginginkan mereka tapi akan ada orang lain yang menginginkannya ,bagaimana dengan itu"Kata Yana yang sebenarnya sedang menatap Rudi.
Bisakah Rudi menjadi sosok pengganti Papa bagi dua anak yang akan dia. sepertinya keluarga Aldelis memang tidak cocok dengannya.
"Tidak anak-anak ku, tidak jangan pergi Jangan"Pekik Jhonatan.
di alam bawah sadarnya Jonathan benar-benar menyaksikan dua anak itu anak-anak yang baru saja memanggil dirinya Papa menunduk dengan mata basah.
Mereka berjalan pelan menuju ke satu cahaya dan menghilang di sana.
Sebelum menghilang ada sosok lain yang menyambut mereka .Sosok itu juga dipanggil dengan sebutan papa oleh keduanya.
bagaimana mungkin dia tidak marah dengan kondisi ini Jonathan tidak lagi berjalan tapi berlari menuju cahaya.
Itu adalah anak nya, darah dagingnya kenapa bisa pergi pada Papa yang lain.
Yana terus saja berkata tentang mencari Papa baru lagi dan lagi. Ini membuat dorongan kecil di hati Jonathan tapi implikasinya dia pingsan dan tidak sadarkan diri tiba-tiba.
Beberapa dokter yang sudah bersiap di balik pintu, segera datang dan memeriksa kondisi Jonathan lagi.
Semua orang masuk ke dalam untuk melihat Jonathan. Jonathan langsung di rebahkan di ranjang.
Yana melihat kondisi Jonathan dan dia tidak kuasa untuk menutup telepon. Tidak tahu apa yang terjadi kemudian tapi Yana hanya berharap semuanya menuju ke arah yang baik.
Rudi mengambil tissue dan menyerah kan nya pada Yana.
Setelah itu Rudi pergi ke luar, dia pikir Yana memerlukan privasi saat ini.
Kepergian Rudi membuat tangisan Yana pecah di sana. hal yang paling tidak diharapkan adalah Jonathan yang.
sekarang hal itu tidak bisa dihindari tapi apa daya mereka sudah berpisah.
Rudi sebenarnya tidak pergi dia hanya berdiri di pintu mendengar tangisan Yana dari luar .
Ingin rasanya Rudi datang untuk memeluk Yana tapi apa daya, dia bukanlah siapa-siapa.
__ADS_1