
Jhonatan menerima satu suntikan di pagi hari.Dia kembali tertidur pulas setelah nya.
Mama Jhonathan merasa terharu melihat kondisi Jhonathan seperti ini.
Mereka pernah menggunakan metode yang sama di jepang kala itu. Hasilnya tidak begitu memuaskan .Malahan kondisi jonathan kembali terpuruk dan dia dirawat ulang .Dia juga terpaksa berada di rumah sakit hampir satu tahun lamanya.
Sekarang mereka melakukan metode yang sama tetapi jonathan tidak mengalami gangguan yang signifikan.
Ini merupakan tanda-tanda yang bagus untuk kesembuhan untuk suntikan ke dua Mama Jhonatan sendiri lah yang menangani nya.
Setelah menerima suntikan kedua, itu artinya Yana sudah bisa lepas dari Jhonathan. Tuhan sajalah yang tau betapa inginnya dia pergi ke kamar mandi.
"Terimakasih Yan, Tante tidak tau bagaimana cara membalas mu" kata Mama Jhonatan.Yana menyeringai tapi dia menjawabnya di dalam hati.
"Dua ratus milyar Tante, hehehe "
"Izin ke kamar mandi dulu tan" kata Yana sopan.
Tidak menunggu jawaban dari Mama Jhonatan,dia pergi ke kamar nya sendiri kali ini .Tuhan sajalah yang tau bagaimana dia menahan sesuatu di bawah sana.
Pasangan suami istri ini tidak terkejut dengan apa yang Yana lakukan.Merekabtau Yana sudah menahan kebutuhan satu itu sejak tadi malam.
Biarkan saja dia pergi, yang penting sekarang adalah Jhonathan.
Mama dan papa Jhonathan menatap putra mereka dan tersenyum lega.Kali ini hanya perlu menunggu dia bangun saja.
"Tadi malam itu,membuat mama khawatir pah.Jhonatan menangis sepanjang malam.Apa artinya ini?" kata mama.
Mereka berdua ada di dalam kamar tapi pintu tidak di kunci sama sekali.Jadi kejadian tadi malam mereka lihat dengan jelas.
Biasanya jika Jhonathan kambuh dia kerap kali mengamuk dan cenderung melukai diri sendiri dan orang lain.
Tapi malam ini, Jhonathan hanya menangis seperti anak kecil seraya memanggil nama Yana ,Yana dan Yana.
Dia tidak menangis sebelum ini.
"Rasa bersalah pasti kan,kata dokter khans juga begitu" kata papa Jhonathan.
"Pada siapa? pada Yana? bukan kah mereka baru bertemu beberapa waktu ini?" tanya Mama tidak mengerti .
__ADS_1
"Siapa tau, yang pasti jhonatan akan sembuh setelah ini.Mungkin dia sudah melepaskan simpul di hatinya sekarang" kata papa Jhonathan lagi.
Jika tidak sakit, Jhonatan adalah anak yang menjanjikan sekali.Dia bisa memikul tanggung jawab perusahaan meskipun dalam keadaan begini.Bagaimana pula jika dia dalam keadaan sehat.
"Mudah mudahan ya pah" Kata Mama Jhonatan berharap.Mereka berdoa di dalam hati agar mendengar kabar baik hari ini.
Tidak lama kemudian dokter khans datang dengan asisten kecilnya.Dia memeriksa lagi kondisi Jhonathan dan tersenyum lega.
"Sudah berakhir tuan , selamat " kata nya tersenyum senang. Penyakit Jhonatan ini menyita banyak waktu nya.Sementara dia sendiri tidak memiliki penyakit fisik.Hanya dia sendiri lah yang bisa menolong diri nya sendiri.Obat obatan hanya pendorong nya saja.Jika pasiennya sendiri yang menolak untuk sembuh, kadang kala obat obatan juga tidak akan berkerja.
"Maksudnya dia sembuh dok?" tanya Mama Jhonatan yang tidak percaya.
"Ya seperti nya dia sudah melepaskan semua beban itu.Dia mau membuka memori nya dan itu membuat Jhonathan sembuh.Tapi dia masih perlu mengkonsumsi beberapa obat-obatan lagi.Jangan takut tidak ada efek samping " sambung dokter lagi.
Karena Jhonathan sudah bangun , suntikan terakhir di berikan.Setelah memberikan suntikan dokter khans pergi karena dia memiliki banyak jadwal dengan pasien lain.
Di saat yang sama Yana pergi berendam di bathtub.Dia tidak tidur semalaman.Ini di sebab kan Jhonatan yang menangis setiap kali dia bangun.
Ada banyak memar di lengan dan bahu Yana.Jhunatan memeluk nya begitu kuat .Terkadang dia memegang tangan Yana dengan keras.kulit Yana yang putih terlihat lebam mengerikan karena nya.
Yang jadi pertanyaan nya, kenapa dia menyebutkan namanya setiap kali.
Apakah mereka saling kenal di masa lalu.Yana mencoba mengingat tapi dia tidak bisa mengingat nya.
Yana terlalu lelah dengan kejadian ini,dia tidak sadar jika dia tertidur di dalam bathtub.
Tiba tiba ada Jhonathan yang masuk ke kamar Yana.Dia tidak melihat Yana di mana mana ketika bangun tidur .
Menyadari ini dia agak gugup dan pergi mencari dari kamar satu ke kamar lainnya.
Ketika dia membuka pintu kamar mandi,dia melihat pemandangan ini.Yana yang terlelap di dalam bathtub penuh dengan air hangat.
Jhonatan datang diam diam.
Lama dia memandang Yana dengan cara ini.Tangan Jhonathan bergetar.Dia mencoba merapikan rambut panjang yana yang mencoba menutupi wajah cantiknya.
"Yana kau masih hidup"gumam Jhonathan pelan.
Takut Yana sakit, dengan pelan dia membopong nya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Yana begitu capek dia tidak bangun sama sekali ketika Jhonathan memeluknya ala bridal style.Sementara dirinya tidak mengenakan satu lapis kain pun di tubuhnya.
Tubuh indah Yana di letakkan hati hati di ranjang.Dia segera menutupi dengan selimut hangat.Ketika itu lah kaki putih yana menyembul dari balik selimut.
Jhonatan menunduk untuk melihat kaki indah itu.Dia tidak tertarik dengan keindahan nya tapi pada bekas luka di kaki yang seperti nya sisa dari kejadian itu.
luka Itu masih ada membuktikan jika inilah hariyana Ginanjar yang dia cari.
"Yana,apa masih sakit sekarang?"tanya nya pelan.
Dia ingat dengan kejadian itu,di mana Yana kecil tertembak di kaki.q sementara semua orang berlari ke sama kemari demi kehidupan.
Yana memandang nya dan berteriak keras untuk meminta pertolongannya pada nya.
Dia tertembak di kaki dan Itu berubah semua yang mereka susun menjadi kacau balau.
Sekarang meskipun kejadian nya sudah begitu lama berlangsung.Bekas luka Itu masih ada di sini.
Yana pandai menghabiskan uang demi perawatan dirinya.Jadi ketika, orang melihat nya dengan sekilas
Semua orang tidak akan menyadari nya jika tidak melihat nya dari dekat.
"Kaki seindah ini ,sayang sekali di sembunyi seperti ini"Gumam nya pelan.
Jhonatan memandang wajah Yana yang sedang tidur pulas.Dia masih secantik yang dia ingat.
Ketika dia seseksi.sadar,dia sudah mendengar jika Yana sedang mengumpulkan uang demi saham hari Ginanjar ini.
"Hati Ginanjar ya,hem . bukan kah semua Itu adalah milik mu sejak awal lagi.Aku akan memastikan Jika kau lah pemilik aslinya nanti" Suara Jhonathan agak kasar tapi dia berbicara pelan sekali.Takut ada yang mau melanggar peraturan Yana.
Jhonatan diam diam memijat bekas luka Itu dengan sayang.Luka inilah yang menjadi tanda pengenal Yana kecil nya.
Siapapun bisa menyamar menjadi hariyana Ginanjar tapi bekas luka ini yang paling menentukan sekali.
Tapi ini luka Yana Yang harus bisa di simpan sejak lama.
Jadi inilah dia..
Hariyana Ginanjar
__ADS_1