
Satu minggu sejak kejadian di kantin yang viral ,tiga sekawan tiba-tiba menjadi murid super rajin di kampus.Datang awal pulang paling telat.
Mereka juga rajin bersih bersih kelas dan membantu dosen tanpa di perintahkan.Tugas dari kampus pun di selesaikan tepat waktu.
Namun perilaku ini bisa di tebak dengan mudah.Ini menyangkut si cupu itu .
Perubahan itu juga di rasakan oleh Yana.Dia berusaha tidak mengambil hati dan bersikap biasa biasa saja.
Namun karena mereka makin kesini makin aneh akhirnya Yana buka mulut.
"Kalian ini kenapa sih,ada apa ?"
"Nggak ada apa.apa kok, senang aja bantuin nya hehehe"
"Ihh males akh..
"Hei yan kapan ke panti asuhan lagi,ujung minggu mau?" kata boy langsung bertanya begitu saja.Dia pikir ingin bepergian dengan yana berdua ke panti asuhan.Yang lain biasanya sibuk mengurusi showroom mobil di ujung minggu.
"Mau bareng?" Tanya Yana curiga.
"Ya kan hari minggu kita nya lagi nganggur jadi apa salah nya kan.Aku mau tau bagaimana usaha panti,sukses atau tidaknya " kata boy meyakinkan Yana dengan cepat.Yana agak berhati hati kebelakangan ini.Mungkin perilaku mereka yang tidak biasa jadi dia merasa curiga sedikit.
Boy melirik yana lagi,masih menunggu jawaban dari Yana
Yana agak bingung menjawabnya. Dia tidak akan ada di tempat setiap sabtu dan minggu. Tapi untuk memberikan alasan juga tidak mudah saat ini.
Mereka terlalu lengket.
" nggak pergi kok, aku ada urusan minggu besok " kata Yana langsung.
"Urusan?urusan apa sih cantik?" tanya Reno.
Diam diam Reno nguping apa yang Boy katakan tadi. Dia juga ingin pergi berdua dengan nya.
" Ada deh"jawab Yana simpel.
"Kalau malam minggu?" kata boy lagi, berharap ada satu celah yang bisa terjadi.Tapi....
" Aku nggak pernah keluar malam ya. jadi sori " kata Yana menanggapi kata-kata boy.
Dari gambar ini dia memikirkan sesuatu yang aneh. Apakah mereka memikirkan tentang hari itu.Apa mereka curiga.
" Yah sesekali kan bisa,ya nggak guys"Boy berkata begitu di sertai anggukan kepala dari dua yang lain.
"Nggak boleh di biasain,kata nenek di kampung,harus sekolah yang bener baru boleh neko neko" jawabnya Yana sekenanya.
Yana harus mikir ke mana-mana untuk menjawab pertanyaan mereka dan ini adalah pertanyaan yang berulang-ulang bikin darah tinggi.
"Kalau nggak aku mampir ya " Reno langsung minta izin untuk mampir . Ngajak jalan nggak bisa ,di apelin aja ke rumah.
"ih udah cantik baik lagi ngapain idaman sih" pikir Reno aldelis.
"Kita tu udah ketemu seharian di kampus, kalau ketemu lagi pas malam nya,bosan juga kan?"
kenapa sulit sih ngusir bocah bocah ini. Sialan banget.Mati aku kalau ketahuan.
"Yan..
" udah jangan berisik tahu, itu loh dosennya sudah sampai" kata Yana dengan cepat.
Tadi itu benar-benar dosen baru saja tiba. Mereka semua pura-pura fokus pada pelajaran yang dibawakan oleh dosen di depan.
Selagi belajar mereka bertiga memiliki pemikiran yang sama tentang Yana. Apa yang harus dilakukan agar gadis cupu itu mau merubah penampilannya seperti di toilet kemarin.
Yana memiliki rambut panjang yang indah tapi kenapa bisa dilipat dan dikuncir sebagai sedemikian rupa membentuk tampilan bak gadis desa. jika tidak melihat dengan benar mereka tidak tahu jika dia sebenarnya memiliki rambut panjang sepinggang.
Entah bagaimana cara dia melipat rambutnya saat ini. Rambutnya sekarang tidaklah terlihat sepanjang itu.
Dari ujung kaki sampai ke ujung rambut nya. Itu bisa disebut skala 9 dari sepuluh terbaik .Bodi nya mirip gitarnya.Sayang kaki nya nya tidak terlihat kala itu. Pasti bagus jika pakai rok kecil di atas paha.
Yang paling mengherankan adalah warna matanya .Kenapa mata itu bisa begitu indah seindah lautan. Apakah dia sedang memakai kontak lensa saat itu.
Apa jangan jangan mata mereka yang salah lihat.
Sekarang ketiga nya melamun berjamaah.Membayangkan bagaimana cantik nya Yana dengan pakaian seksi.
Menghabiskan waktu lebih dari satu jam di di depan dosen membuat waktu seperti bertahun-tahun lamanya.
Ketika kelas bubar mereka kabur berjalan di belakang Yana.Yana lagi lagi risih tidak tau berbuat apa.
__ADS_1
Di kantin masih ada mereka,agak sulit bergerak bebas sekarang.
Hapuskan lah ingatanku..... hapuskan tentang dia.... hapuskan memoriku tentangnya...
Ring tone HP bernyanyi , Yana mengangkat nya di depan mereka.Jika menghindar pasti mereka curiga akhirnya.Dia mengunakan handset agar tidak ada yang dengar .Itu dari mami yang biasanya menjadwalkan acara ujung minggu nya.
"Halo" yana sengaja tidak menyebutkan nama mami di kata katanya.
("bisa ambil job daftar hitam minggu ini nggak, bayaran nya gede . Jika mau mami ambil") mami tau resiko nya.Bila bobol juga orang itu sanggup kok bayar penuh.Uang yang jatuh dari langit.
"Siapa ?" tanya Yana bimbang.Jangan sampai itu dia .
("yang pelanggan kemaren,kamu nolak terus jadi dia ambil double,sayang kalau di tolak ")kata mami Ratu di seberang sana.Tapi pelanggan ini bermasalah.
Yana tiba tiba saja ingat dengan apa yang di minta oleh paman polisi kemaren.Dia adalah pelanggan yang dia maksud.Pekerjaannya beresiko tinggi tapi ini yang terakhir kata paman polisi.Haruskah di ambil.
("Gia, bagaimana?") tanya mami karena Yana lamban merespons.
"Oke tapi dua belas ya, bagaimana?"
("Dua belas bodyguard maksudnya") Mami Ratu mengerut kan dahi mendengar permintaan Yana yang tidak biasa ini.Dua belas orang bodyguard bisa menghabiskan banyak uang juga.
"Ya itu lah" katanya ringan.
("Oke lah, bayaran double penjagaan pun double ")
Yana menutup HP nya dengan ringan.Dia berpura pura tidak ada yang lanjut kan makan mie goreng dengan telur mata sapi nya .
"Siapa yan?"
"Nggak ada, hanya orang yang diminta nyari kerjaan hujung minggu"
"Hemm kamu lagi nyari kerja gitu, kenapa nggak kerja di tempat aku aja.Gaji lumayan lah makan di tanggung, kerja pakai ship lengkap dengan seragam nya.Dan ada kost gratis juga" kata Reno.
Dalam hati dia berharap Yana setuju dengan cepat.Seragam showroom sedikit seksi juga,hem.
"Nggak minat kerja menampilkan body gitu.Bahaya kata nenek.Aku lebih suka kerja seperti bersih bersih atau baby sitter gitu " kata yana santai.
"Nenek mu dari mana sih yan,ini nggak boleh itu nggak boleh.Apa yang boleh coba?" keluh boy.
Padahal dia mendukung ide baju seragam ini.Jangan bilang pekerjaan yang Yana suka menyangkut masalah pakaian juga.Kan sayang kulit selembut giok itu di sia siakan begitu saja .
Malam hari nya yana sedang menikmati makam santai di balik komputer kesayangan nya Ini adalah pekerjaan rutin nya Terkadang ada gosip gosip terbaru yang bisa mempengaruhi harga saham
Dia perlu mengawasi beberapa saham yang di perkirakan akan mengalami perubahan besar .Hanya dalam satu hari saja perubahan besar terkadang terjadi.
Ting tong...
Suara bel terdengar di depan.Yana tidak pernah mendapat kan tamu di malam hari.Jadi dia ragu untuk sementara.
Agak malas juga sih tapi dia harus kembali dengan Yana si cupu.Bergerak cepat menarik daster besar sekenanya.Bungus rambut dengan handuk mandi di kepala , pakai kaca mata besar yang paling penting.Selesai.
Ting tong...
Ketika pintu di buka yana terkejut melihat siapa yang datang.
"Reno?"
"Hai..nganggu ya hehe" kata Reno dengan suara rendah.Dia bawa bunga mawar ditangan nya dan juga coklat besar.
"Reno,apa yang kau lakukan?"
"Boleh aku masuk?" tanya Reno dengan berani.Jelas dia datang kerumah gadis, dan gelagat nya tidak mata Yana menyelidiki Reno dengan tajam.Pria memang begitu impulsif.
"Ow.maaf, silahkan masuk "
Reno masuk ke dalam rumah Yana dan melihat ke sekeliling nya. Rumah ini tidak begitu besar tapi ini rapi dan bisa membuat seseorang merasa nyaman di dalamnya.
Dia duduk di sofa tanpa di minta.
Yana sedikit kesal dengan Reno aldelis sekarang .Kenapa dia begitu tidak tahu malu nya . Mampir ke rumah gadis tanpa diundang .Apa memang dia aslinya begini atau dia memang sudah terbiasa melakukan hal ini sebelumnya. Menebar pesona dengan banyak gadis bermodalkan bunga dan coklat belaka.
Yana hanya berpikir demikian di dalam hatinya. Dia tidak mengatakannya di mulut nya.
"Tumben mampir ren?"
"Nggak ada teman malam ini, mampir sebentar nggak dilarang kan?"
"nggak juga sih, Eh mau minum apa?" tawar Yana dengan wajah ramah.Siapa yang mengira jika dia sedang mengutuk Reno aldelis di dalam hatinya sekarang.
__ADS_1
"Jangan repot repot ya, sebentar doang kok" kata Reno .
"oke.
Ting.. tong..
"Hem sebentar ya Reno, entah siapa yang datang lagi selarut ini" rungut Yana, padahal dia sangat berharap jika Reno tersinggung dan pergi dengan cepat. Tidak taunya pria itu hanya pura pura bodoh.
Yana yang sedang kesal berlari menuju pintu dan membuka nya.Sekali lagi dia membeku di tempat.
"Boy?" katanya tidak percaya.
"Halo yan,aku bawa camilan kecil untuk mu, ambillah" kata boy dengan senyum sumringah.Dia datang dengan keranjang parcel.Ada beberapa camilan luar negeri yang Yana kenal di sana . Tapi dia tidak tertarik sama sekali kita salatnya sudah meningkat dua kali lipat sekarang.Ayo, pasang lagi wajah penuh senyum dan antusias.
"Makasih boy,ayo masuk lah" dengan adanya boy di sini. Tidak perlu khawatir tentang Reno di dalam . Sekarang masalah ini sudah bisa dikonfirmasi . Keduanya menganggap dia sebagai seorang wanita alih alih sebagai seorang sahabat.
"Oke" boy masuk dengan percaya diri.Namun begitu sampai ke ruang tamu kecil dia ternganga lebar.
"Reno, ngapain kamu di sini ?" kata boy setengah berteriak.
Dia pikir dia adalah satu satu nya yang berpikir untuk datang ke kost nya Yana. Akhirnya tebakan nya salah besar.Sahabat terbaik nya sudah tiba duluan dari dia.
"Sengaja kok,lah kamu ngapain kesini?" jawab Reno tanpa dosa.Sesantai nya dia ,hanya dia yang tau jika sebenarnya dia agak kurang nyaman.
Boy yang di tanya juga menjawab dengan sama santai nya.
"Lagi bete di apartemen,cari Yana aja buat ngobrol hehehe" jawab Boy tanpa rasa bersalah .
mereka bertiga sudah kan saling kenal saja di ibukota jika ada masalah atau sesuatu tidak pernah sekalipun mereka menyembunyikannya tapi sekarang kenapa mereka berdua cepet kucing yang kedapatan sedang mencuri ika
Yana datang lagi dengan mampan berisikan jus jeruk untuk dua orang. Mereka berdua memang lah pria muda yang tidak tahu malu . Meskipun sedang kesal , Yana berusaha tersenyum agar tidak mengecewakan pelajaran yang dia pelajari dari muda.Senyum manis meski hati tertekan . Berpura-pura adalah keahliannya.
" Kalian sudah janjian ya dari rumah tadi .Kok aku nggak dikasih tahu sebelumnya.Ohh apa ini suprase Tapi hari ini bukan ulang tahunku kok" dengan santai yana pura-pura terkejut.
Main drama di sini, kalian masih bocah bau kencur.
Mereka berdua agak canggung mendengar kata-kata Yana itu. Sejujurnya mereka tidak pernah berjanji untuk datang bersama sama di tempat Yana .Malah keduanya menyembunyikan ini dari satu sama lain.
" Oh ya,tadikan gue ngajak lue main di klub .tapi lue bilang lagi nggak enak badan kan.Eh kok malahan kesini sih ?" tanya boy pada Reno.
Untungnya sebelum malam dia ada mengajak Reno untuk pergi ke klub tempat biasa mereka nongkrong.Jadi ini alasan yang bagus.
" itu benar ,gue merasa nggak enak badan tadi sore.Niatnya pergi ke apotik untuk membeli obat. Kebetulan sekali apotik nya nggak jauh dari sini. Jadi kenapa tidak sekalian mampir gitu" jawab reno enteng.Seolah-olah ini adalah masalah kecil.
Di sudut lain yana tersenyum mengejek tanpa mereka sadari.
Hanya orang bodoh yang tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan saat ini .Dan orang bodoh itu bukanlah Yana .
"kenapa kamu ke apotik sih ren, langsung aja ke dokter. Biasanya kan juga begitu "!kata boy.
Boy menyerang langsung ke intinya.Reno tersipu malu kebingungan mau jawab apa.
" Sakitnya nggak serius amat . Daripada merepotkan lebih baik ke apotik aja" kata Reno yang mulai berkeringat.Yana hanya melihat pertunjukan wayang orang ini secara gratis.Dia tidak akan memberi kan ulasan buruk untuk itu.lihat saja tanpa bergerak.
" benarkah" sanggah Boy.
"ya iyalah masak gue boong, emangnya lue " kata Reno seperti ketakutan. Dia merasa nggak enak karena sudah berbohong dengan sahabatnya ini .
Ting ..tong.
Tiba-tiba suara bel di berbunyi lagi dan Yana hampir tertawa karenanya. Dua orang di depannya ini memandang Yana bengong.
"Ada apa yan?" maksudnya siapa yang datang.
"jangan bilang kalau itu adalah feky ya. aneh aja kalau kalian datang nggak sekalian" kata Yana yang langsung pergi untuk mengkonfirmasi tebakan nya.
"Hah?"
Yana berlari lagi pergi ke depan untuk membuka pintu dan hasilnya bisa ketebak dengan mudah.
"Feky, kebetulan sekali mereka sudah sudah menunggumu dari tadi" kata Yana seraya tersenyum sinis.
"Apa? mereka di sini?" kata Feky terkejut.Dia membawa dua loyang pizza yang masih panas di tangan nya
"Tentu saja benar"Yana berpaling meninggalkan Feky yang masih berdiri di pintu dengan bengong.
Sayup sayup dia mendengar Yana tertawa terpingkal pingkal.
Hahahaha
__ADS_1