Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Yana sakit


__ADS_3

Pada hari kejadian, Yana sedang-sedang terbang di langit menuju ibukota.Dia ada penampilan khusus malam ini.


Bayarannya tiga kali lipat, tapi harus tampil di klub lain.Tiga kali lipat plus tips, angka ini mengiurkan untuk nya.


Setiap penampilan, biasanya di patok selama dua jam,jika ada kelebihan waktu,maka biaya tambahan akan di kenakan lagi.


Jadi Yana perlu pandai merayu agar pelanggan bisa lupa waktu dan meraup tips yang lumayan.


Yana sedang tidur di dalam pesawat dengan kacamata tidur.Ketika itulah jantung nya sakit dengan tiba tiba.


Bukan sakit yang menusuk nusuk tapi lebih seperti sakit hati yang akan membuat orang menangis.


Yana menekan dadanya dengan lembut,dia begitu sedih tanpa sebab.Ingin menangis tapi tak tau mengapa.Hanya ingin saja.


Rasa itu benar benar menekan keras jantung nya.Dia tidak berdebar tapi sesak nafas karena nya


"Ada apa ini?"


Sesak nafas, ingin menangis begitu keras.Yana tidak tahan,dia pergi ke toilet .


Di sana dia menatap wajahnya lagi.Masih wajah Gia yang di salut dengan kosmetik import.


Seharusnya ini adalah wajah wajah penuh senyum yang bisa menghipnotis orang.Taoindi cermin hanya ada seorang gadis cantik dengan beberapa tetes air mata.


"Kenapa aku jadi sedih begini,ini..sakit..Huk!"Yana menepuk nepuk nepuk dadanya sendiri.Seolah olah dengan begitu rasa sesak itu bisa pergi .


Tapi dia salah,sesak yang menghimpit dadanya tidak pergi malah semakin menyiksa dirinya.


"Akhh..sakit nya "Yana menjerit kesakitan.Rasa sakit nya sangat menyiksa dan tidak hilang.


Yana pikir dia memiliki penyakit jantung yang tersembunyi.Dia rutin memeriksakan diri ke dokter secara teratur.Dia bahkan tidak pernah alpa satu kali pun dalam urusan ini.Apa lagi memeriksa diri sangat di anjurkan oleh mami ratu. Semua anak didik nya di haruskan memegang sertifikasi kesehatan yang akurat secara berkala.


Tidak di temukan penyakit berbahaya di dalam tubuhnya.Dia bersih luar dalam.Tapi sepertinya dia harus pergi cek ulang.


Rasa sakit seperti ini tidak pernah terjadi kecuali..?


Kecuali saat saat yang mematahkan semangat hidup nya.Dia masih ingat dengan jelas bahkan sampai sekarang.Kejadian itu seperti baru terjadi kemaren.


Itu saat di mana mamanya, orang yang telah melahirkan nya kedunia, meninggal.


Ketika itu dia masih begitu muda,dia sakit seperti ini.Sesak nafas dengan dada seperti di tekan.Rasa ingin menangis tak tau kenapa.Dia hanya merasa sangat sedih sehingga dia tidak bisa menahan diri.


Mami ratu sempat mengira dia masih bermasalah dengan masa lalu.Banyak anak anak yang menangis di tengah malam.Beberapa malah merengek minta pulang ke rumah orang tua nya.


Jadi tidak ada yang peduli dengan gadis kecil yang tiba-tiba saja menangis di sini


Saat itu dia masih polos dan kekanak-kanakan.Ada dorongan untuk menangis jadi dia menangis tanpa di tahan.


Setelah menangis dalam dua tiga jam, barulah dia bisa tenang.Kabar kematian mama baru keluar di televisi esok hari nya.


Yana kecil menangis lagi di depan televisi waktu itu.barulah dia tau kenapa dia sedih sampai ingin menangis sehari sebelumnya.


Mereka jauh tapi ikatan batin antara ibu dan anak mengikat mereka seumur hidup.


Ikatan batin?


Yana tergugu,jika benar begitu,ini arti nya, hari Ginanjar sedang sekarat?


Sekarat?apakah si pecundang itu mau mati? benar kah ?


Yana terduduk di kloset dengan gugup.Dia meraba hatinya dan bertanya pada dirinya sendiri.


Sedih kah Yana? apakah dia bisa berduka karena hari Ginajar.


Setelah terdiam beberapa waktu dia akhirnya menemukan jawaban yang dia cari.Jawaban adalah iya.


Dia sedih jadi Yana benar benar menangis di dalam toilet pesawat.Yana menangis dengan menutup mulutnya rapat-rapat.


Duduk di kloset dengan iba nya.


"Hari Ginanjar, jangan mati ,jangan mati dulu hari, jangan mati hiks ..hiks..hiks"


Yana berucap sendiri dan meraung-raung pelan,dia ingin mengeluarkan apa yang dia simpan selama ini.Dia takut hari Ginanjar akan mati sebelum dia sukses.


"Tunggu aku datang untuk menunjukkan bahwa kau salah hari, Kau salah besar hari Ginanjar ,A Anak yang kau buang ..a..akan merampok kekayaan mu seluruhnya .Jadi

__ADS_1


Hari ..hiks..hiks..jangan mati..aku...mohon..hiks..hiks.."


"Aku ingin kau melihat dengan mata kepala mu sendiri hari...kau harus berlutut di kaki ku dan meminta maaf kan.Hiks..kau belum meminta maaf pada ku hari Ginanjar,kau belum meminta maaf.Kau dengar hari,kau belum meminta maaf jadi . Hiks..hiks..jadi jangan mati sebelum aku datang "


Yana meraung-raung di dalam toilet dengan suara rendah.Dia menangis di sana sampai dia merasa lega dan dadanya tidak lagi terasa terhimpit batu besar .


Yana berdiri di depan cermin toilet ,menatap matanya yang memerah dan hidung nya juga merah seperti badut sirkus.


Dia mencuci wajahnya dengan sabun dari yang kecil yang dia bawa.Menyesuaikan ulang kosmetik nya lagi.


Setelah beberapa sapuan halus ,dia bisa menutupi warna merah di hidung nya.Untuk mata dia memakai kacamata hitam yang berani.


Di tatap nya lagi wajah cantiknya di cermin.Jika di lihat lagi dengan cermat,ada jejak yang mirip dengan hari Ginanjar pada alis dan sudut matanya.


Kata mama dulu,mata Yana adalah bentuk yang paling mirip dengan si pecundang itu.


Pernah juga Yana berniat untuk melakukan operasi plastik untuk menghilangkan jejak ini.Tapi dia mundur, dengan mata yang mirip ini dia membuat hatinya cukup kuat untuk membenci nya.


Mengutuk nya setiap hari tidak cukup, suatu hari dia harus bisa tampil di depan nya dan berkata dengan percaya diri.


"Akulah putri yang kau buang dulu.Akulah anak yang tidak di inginkan oleh mu.Akulah yang menghancurkan usahamu seumur hidup,aku lah orang nya hari Ginanjar,Aku..Aku ..aku.."


Pada saat kata kata itu di ucapkan, hari harus di pasti kan makan dari tempat sampah. Putri tersayang nya harus menjadi pelacur murahan di klub seperti diri nya.


Alangkah baiknya jika dia di pekerja kan di klub sebagai bodyguard shiyana di sana.Biarkan dia melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana putri tersayang nya di cabik cabik oleh pria yang cabul.


Harus begitu..


"Oleh karena itu , jangan mati dulu hari,jangan mati.Hidup lah untuk ku sampai aku puas menginjak injak kalian berdua.Jangan mati ,oke" kata Yana di cermin toilet.Dia menyeringai seperti kemasukan setan toilet.


Tertawa dengan puas tapi menangis lagi sesudah nya.


Dia berbicara dengan cermin lagi "Yana ,kau kejam kan,itu kan papa mu sendiri .Maafkan saja ya.maafkan saja ,oke"


Di cermin toilet dia melihat bayangan mas lalu di mana dia selalu di gendong dengan sayang oleh papanya itu


Mereka tertawa bersama mama yang melihat dari jauh.Mama juga tersenyum lebar dan menyapa mereka dengan membawa setumpuk makanan.


Betapa bahagianya mereka saat itu.Seperti dunia milik mereka saja.Pergi bertiga ke taman hiburan.


Mereka adalah keluarga bahagia saat itu tapi kenapa sekarang semua nya berubah jadi begini.


Ini di mulai dari datang nya shiyana di rumah mereka.Dia lah dalang nya.Jika dia tidak datang ke rumah,akan kah papa berubah arah.


Akan kah dia di pisah kan ?


Akan kah Maman mati lebih awal?


Tidak ,itu semua karena shiyana . Pencuri kecil yang hina.Dia dengan licik nya mencuri posisi nya di rumah.


Mencuri mainan nya,mencuri papanya ,dia pencuri .. pencuri besar.


Bayang bayang Shiyana kecil tiba tiba jelas dan itu lebih seperti mengejek nya tanpa sengaja.


"Shiyana Ginanjar,kau akan membayar apa yang kau lakukan kepada ku,kau akan membayar ku dengan penuh tanpa di kurangi sedikit pun " Kata Yana pada cermin yang terus menerus menampilkan wajah tertawa shiyana .Wajah orang yang menyebabkan keluarga bahagia mereka hancur lebur.


Yana duduk lagi di kloset,dia bisa gila jika terus menerus begini.Aa yang tidak beres dengan dirinya sekarang.


Sudah setahun Yana mengalami ilusi bodoh sebegini . Tidak ada yang tau derita nya .Dia hanya mengatakan ini pada paman polisi nya saja.


Suatu waktu paman polisi membawanya ke psikiater.Di sana dia mendapatkan perawatan yang intensif.


Hasilnya dia harus mengkonsumsi beberapa obat-obatan untuk menekan pemikiran gila itu.


Dia berhasil sejauh ini,Yana menikmati hati hari nya menjadi mahasiswa di universitas .


Tapi sejak pertemuan nya dengan hari di toilet,kegilaannya meningkat dengan cepat Dia lebih mudah emosi yang sulit dia tahan.


Shiyana tidak bisa memicu kemarahan nya dengan mudah.Tapi hari Ginanjar....


Hanya dengan pandangan kosong nya saja,dia memicu bom di jantung Yana dengan mudah nya.


Dia kembali konsultasi dengan dokter nya minggu kemaren.


Hasilnya dia harus kembali minum obat jika tidak ingin menjadi gula benaran.

__ADS_1


Hari Ginanjar memang hebat.


Dia harus di berikan tepuk tangan dengan meriah atas kinerja nya merusak usaha Yana selama bertahun-tahun.


Bravo tuan hari, bravo.


Selamat ,kau bisa menghancurkan mental Yana sekali lagi ,selamat.


Yana segera keluar dari kamar kecil dan langsung duduk di tempat nya lagi.


Dia melambai pramugari untuk meminta segelas air putih.Dia perlu minum obat nya agar menjadi waras .


Begitu dia mendapatkan segelas air,dia langsung menelan tiga butir obat yang memang dia bawa di tas kecil.


Mungkin efek dari obat yang dia minum,Yana merasa mengantuk dan tidur dengan mata tertutup rapat.


Dia tidak bangun sampai lah pesawat tiba di ibu kota.


Yana turun dari pesawat dengan linglung.Dia masih merasakan efek minum obat.


"Mami, aku nggak enak badan mam.Batalkan saja pesanan siang ini"


("Kau sakit?apa perlu ke dokter?") mami ratu seperti benar benar peduli dengan kesehatan nya.Padahal yana sendiri tau apa yang paling di khawatir mami ratu sebenarnya.


"Nggak perlu mam,aku baru aja minum obat,jadi sedikit mengantuk.Istirahat sebentar untuk sesi malam "


(" oke mami batal kan,tapi jam sepuluh masih kan?") menurut pendapat nya sangat sayang job ini di lewatkan.ada Tiga kali lipat uang dengan satu kali usaha.


"Yang itu masih bisa mami, Jangan ambil yang lain oke?" dia benar-benar tidak bisa bergerak apa lagi jika di minta untuk menari.Kepala masih pusing tujuh keliling.


("Oke mami perlu konfirmasi dulu dengan bodyguard kan,jaga diri ya ,cepat sembuh Hem!") kata mami dari seberang sana.


"Oke mami,aku mau langsung ke rumah dulu,mau tidur"


("Hem istirahat lah,mami lagi di Paris jadi nggak bisa ngerawat kamu") mami ratu merasa menyesal pergi saat anak didik nya sakit.Ini adalah angsanya yang bertelur emas.


Seorang Yana masih sebanding dengan sepuluh anak didik nya yang lain.Ini di hitung dalam pemasukan saja, bukan yang lain.


"Nggak apa apa mam,aku udah gede kok"


("ya udah mami ada urusan lain,mami pergi ya")


"Baik mami "


Hubungan telepon di putus sepihak,Yana masih pusing jadi dia kembali ke rumah mami ratu di mana dia di besarkan.


Dia harus istirahat untuk tampil nanti malam.Taksi yang dia panggil sudah tiba.Dengan alamat yang dia berikan, satu jam kemudian di tiba di rumah.


"Halo neng Gia, nginap neng?" kata satpam tua yang setia duduk di pos depan .


"Ya bang,kantuk berat nih,nanti malam ada kerjaan juga. Abang apa kabar nya,lama nggak ketemu?" kata Yana ramah.


Satpam di depan gerbang rumah mami masih orang yang sama setelah setelah menjadi mahasiswa dia jarang kembali ke sini.Tapi satpam tua ini masih mengingat wajahnya.


Di sini anak didik mami ratu berjumlah ratusan.Hanya beberapa yang benar benar tinggal di sini setelah mereka louncing perdana


Yana masih di sukai oleh pembantu disini.Dia loyal dan tidak pelit dengan mereka.Yana berbeda dengan anak anak mami yang lain.


Sangat sopan dengan yang lebih tua,tidak sombong dan suka berbagi.Terlebih lagi Yana masih mampu menjaga dirinya tetap bersih sampai sekarang.


Semua orang di rumah tau jika Yana memegang sertifikasi itu sebagai tameng nya.


Beberapa dari mereka merasa sayang jika Yana masih di lingkungan ini. tapi harga penebusan nya membuat mereka mundur secara teratur.Hanya bisa bantu dengan doa agar suatu hari ada pria baik yang menebus nya keluar dari kubangan dosa.


Mereka tidak tau jika Yana sebenarnya sangat menghormati orang orang yang mencari nafkah dengan cara halal.Dia tidak berpikir untuk meminta bantuan mereka demi penebusan diri. Dia punya caranya sendiri untuk bisa pergi.


"Baik neng Gia hehe"


Yana melempar kan selembar kertas merah padanya sebelum pergi, Satpam tua itu hanya tersenyum dengan menggenggam uang merah d tangannya.Menggumam kan sekalung doa untuk Yana. Berharap gadis baik itu bisa di tebus dalam waktu dekat .


Tidak menunggu waktu,Yana langsung pergi ke kamarnya, lebih tepatnya kamar lama nya.


Dia benar benar ingin tidur,jika bisa tidur untuk selamanya.Dunia ini sangat menjijikkan .


Hanya saja hari Ginajar masih hidup bagaimana dia bisa mati.

__ADS_1


__ADS_2