
Suara raungan ambulance yang berlari terdengar keras.Yana yang tidak sadarkan diri,langsung di tangani secara darurat.
Posisi yang terkena timah panas ada di punggung.Sedangkan Yana tidak bisa tengkurap.Jadi untuk sementara dia hanya bisa di tangani dengan infus dan suntikan.
Berharap agar darah berhenti keluar.
Hary tidak bisa tidak , dia menangis meninggalkan citra nya sebagai seorang pria.
Sekarang dia hanya lah seorang ayah yang kalah.
Putri yang sudah di abai kan selama bertahun-tahun.Masih mencintai nya begitu dalam.Sampai rela menjadi perisai hidup untuk ayah yang tidak berguna ini.
"Sayang maaf kan papa nak.Papa salah huhuhuhuh"kata Hary dengan sedih.
Dia memegang tangan yana dan mencium nya berkali kali.Hary berharap yana bisa bangun dengan ciuman ini.
Ini adalah putrinya yang paling mengerti dia.Yana kecil yang sudah mengalami banyak hal karena kebodohannya yang tidak bisa di tolerir.
Yana yang sayang nya tidak beruntung lahir dari Hary Ginanjar.
"Yana papa sayang kamu nak.Ayo bangun sayang.Papa akan beliin kamu eskrim rasa coklat dengan banyak chip.Yana...uhh yana suka kan eskrim coklat,hem?"rayu Hary.
Perawat yang sedang mendampingi anak memutar matanya dia berpikir "es krim macam apa yang disukai oleh wanita tua yang sedang hamil ini. Apa bapak ini otak nya miring?"
"Mau boneka Barbie nak,papa akna beliin yang paling besar nanti, tapi Yana bangun dulu ya sayang.Huhuhu papa...papa ingin dengar Yana panggil papa lagi"
"Bangun nak bangun,
papa..huhu.papa akan lakuin apa pun yang Yana minta . Tapi..tapi Yana bangun dulu ya!" kata Hary yang terdengar seperti orang yang putus asa.
Hary juga aneh, di matanya yana dewasa tiba tiba berubah menjadi yana kecil lagi.
Gadis kecil yang berusia 5 tahun. Sekarang terbaring lemah dengan infus di tangannya.Wajah nya pucat tanpa ada kesan darah sedikit pun. Dia menutup matanya rapat-rapat seolah-olah tidak ingin lagi melihat dunia.
Dalam hati tentu saja hary masa takut dengan kondisi ini .Dia tidak ingin Yana kecilnya pergi lagi.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan papa nak" pikir Hary.
Terbayang lagi di kilasan memori masa lalu. Di mana Yana kecil selalu tertawa terbahak-bahak, tersenyum dan tidak pernah menangis.
Tapi sekarang senyuman itu sudah hilang. Seakan-akan senyuman itu hanyalah bayangan saja. Kilas itu timbal balik , antara Yana kecil yang mencintai nya dengan amarah Yana yang selalu mengancam nya dengan mata merah.
"Aku kotor karena siapa?"
"Papa, papa capek,mau kopi?"
"Aku benci ku Hary!!"
"Yana sayang papa,muuuah hhihihi "
"Mati saja ku Hary!!!"
"Papa bobo dulu jika papa capek,oke?"
"Hary!!"
"Papa?"
"Hary?"
"Papa??"
"Yana sayang,Maaf kan papa nak.Papa hanya bodoh huhuhu,papa bodoh "
Tidak ada yang menghentikan fantasy hary. Hanya saja perilakunya sedikit tidak wajar saat ini. Ini membuat perawat yang tadinya memandang dengan aneh. Mencoba membangunkan nya dari lamunan.
"Tuan, Tuan?"
Berkali-kali dia mencoba memanggil hary namun gagal.Hary sudah berumur tapi menangis histeris. Bisa anda bayangkan bagaimana jadinya itu.
Tut... Tut... Tut...
Suara dering telepon membiarkan lamunan hary. Akhirnya hari menyadari jika dia berperilaku aneh sebentar tadi.
Yana kecilnya sekarang menjadi sosok dewasa yang masih tidak sadarkan diri di depannya.
Panggilan ini dari Rudi sang asisten.
"Halo Rudi,kamu di mana?" tanya Hary sesegukan.
Saat ini Rudi sedang duduk di sebuah cafe. Sejak kemarin keluarga aldelis membordirnya dengan berbagai pertanyaan.
Dia mana Yana.
Rudi beralasan jika dirinya tidak mengetahui di mana Yana sekarang. Namun Reno dan jonathan tidak puas hati dengan jawaban ini.
mereka yakin rudi mengetahui sesuatu. Dunia tidak mengetahui kebenaran jika Yana adalah putri kandung dari hary ginanjar. Namun keluarga aldelis sudah mengetahui hal ini sejak lama.
Masalah sudah sejauh ini, tidak mungkin jika hary ginanjar tidak menyelidiki siapa Yana.
Untuk bertanya kepada Hary Ginanjar.Mereka tidak mengetahui di mana dia.Namun menemukan Rudi hanya masalah sepele.
__ADS_1
Bosan dengan pertanyaan yang diajukan oleh dua saudara ini. Akhirnya Rudi mengalah juga.Dia berniat untuk menelpon hary secara langsung.
Ini dalam pikiran Rudi saat ini .liliana dan Yana sudah berada jauh di negeri orang. Dia juga akan pergi meninggalkan negara ini menyusul mereka berdua.
Ada baiknya masalah ini diserahkan pada hary lebih awal. Walau bagaimanapun jonathan adalah menantu sah dari hary ginanjar sendiri.
Tapi Rudi tidak berniat untuk memberitahukan di mana posisi asli dari ibu dan anak itu.
Biarkan jonathan dan Hary bertarung untuk seseorang yang sudah menghilang.
Jadi Rudi menghubungi hary dengan asumsi seperti ini .Dia tidak ragu memakai sistem pengeras suara.
"Halo Rudi,kamu di mana?" suara hari terdengar aneh di telinga Rudi. Ini membuat dia sedikit heran jadi rudi bertanya.
" ada masalah apa tuan?"
"Yana rud, Yana tertembak dia sekarang sedang pingsan" kata Hary di seberang.Dia tersedak dengan tangisannya sendiri.
Kesedihan nya tergambar jelas dari nada suara nya yang tidak di buat buat.
Kata-kata Hary itu terdengar jelas di telinga Reno dan Jonathan yang sedang mendengarkan.
Mereka langsung terkejut mendengarnya dan berteriak untuk bertanya ada apa.
" kenapa Yana bisa tertembak, di mana kalian sekarang?" tanya Jhonathan khawatir. Bukankah Yana sedang hamil tapi dia malah tertembak saat ini.Apa yang terjadi.
Hary sedang bingung di seberang sana. Dia tidak memikirkan siapa yang bertanya di seberang ,jadi dia menjawab" datang ke rumah sakit militer sekarang juga"
Kata-kata itu ditujukan untuk Rudi. Namun jonathan dan Reno sama-sama bergegas keluar dari Cafe.
Mereka berdua datang dengan satu mobil .Jadi tidak perlu repot langsung bergerak ke rumah sakit militer.
Begitu juga dengan Rudi, dia yakin hary tidak akan berbohong tentang yana .Yana adalah sosok penting bagi liliana.Jika Yana mengalami musibah, apa kabar dengan liliana.
Bukankah mereka berdua saat ini sudah ada di amsterdam seperti yang dijadwalkan sebelumnya.
Tapi kenapa mereka masih ada di sini, malahan terkena musibah lagi.
Rudi jadi menyalahkan dirinya sendiri.Seandainya dia pergi bersama mereka . Apakah hal ini masih bisa terjadi.
Dia tidak berpikir seseorang akan bertindak melewati batas.Setelah lama terpendam kenapa baru sekarang sang dalang berniat untuk kembali.
Siapa dia.
Rudi sedang mencari Siapa dalang dibalik kejadian ini namun sampai sekarang dia menemukan jalan buntu. Tidak ada jejak bahkan tidak ada bukti.
Terkadang dia sendiri tidak yakin. Apakah memang ada dalang atau hal ini murni kebetulan saja.
Tapi tertembak luka tembak bukanlah sebuah kecelakaan. ada seseorang yang melakukannya.
Dia tidak bergerak dari rumahnya sejak kemarin.Jadi tidak mungkin shi mengarahkan seseorang untuk melakukannya. Sementara mereka memantaunya dari segala arah termasuk dengan telepon genggam Shi.
Ataukah ada seseorang yang lebih mahir daripada peretas yang dia sewa.
Rudi segera menyimpulkan beberapa hal dari cara pandangnya. Namun sampai sekarang dia tidak bisa menebak siapa pelaku dibalik ini.
Sekarang bukan waktunya untuk berpikir lebih banyak. Dia harus bergerak cepat ke rumah sakit militer. Baru setelah itu mereka.bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
Sementara itu Jonathan mengemudi dengan cepat ke arah yang sama. Reno yang duduk di sampingnya berinisiatif untuk menelepon papa.
Mereka juga berhak tahu di mana Yana dan apa kabarnya sekarang.
"ya Reno, ketemu?"pada panggilan pertama,papa Jhonatan langsung mengangkat telepon dari Reno.
papa Jonathan benar-benar merasa khawatir dan menunggu kabar dari siapapun.dia juga tidak tinggal diam membayar sejumlah detektif untuk menyelidiki di mana Yana.
Namun entah bagaimana jejak Yana menghilang seperti ditelan bumi.
Papa Jonathan sendiri tidak akan pernah berpikir jika jejak digital Yana sudah dihapus sebelumnya oleh anak buah Victor.
"sekarang kakak ipar berada di rumah sakit militer kondisinya kritis. aku dan kakak sedang berangkat ke sana"kata Reno.
"Apa, kritis?" tentu saja papa Jonathan tidak mengharapkan. Jika menantu yang sedang hamil cucu pertama nya ini. Sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
"ya pah, kami juga tidak tahu apa yang terjadi" kata Reno.Dia melirik kakaknya. kakaknya ini tidak memiliki emosi apapun di wajahnya saat ini.Dia lebih mirip seperti sebuah patung lilin.
Entah apa yang dipikirkan oleh Jonathan, Reno pun tidak mengerti.
"baik papa akan menyusul ke sana, tunggu sampai papa datang" kata papa Jhonatan.
"Oke pah"
Reno tidak tahu sekarang papanya sedang berada di sebuah kantor detektif swasta yang kerap menangani masalahnya.
Dia baru saja tiba di tempat itu tapi setelah menerima kabar dari Reno. Dia langsung berangkat tanpa berbicara banyak dengan detektif yang semula akan dia minta untuk mencari Yana.
di dalam mobil papa Jonathan segera menelpon istrinya dan mengabari kejadian ini. Tentu saja Mama Jonathan juga terkejut mendengar kabar yang tidak enak dari Yana.
Jadi Mama Jonathan pun bergegas pergi ke rumah sakit militer dengan supir keluarga.
Jauh di dalam hati Mama Jonathan berdoa agar calon cucunya baik-baik saja.Ini adalah cucu pertama mereka,banyak harapan yang disematkan oleh cabang bayi ini.
__ADS_1
Rasa bersalah tentu saja ada. Namun tidak sebanyak rasa takut kehilangan calon cucu.
Aldelis memiliki uang yang tidak sedikit. Jika rumah sakit militer tidak bisa menanganinya .Maka Yana bisa mereka pindahkan ke rumah sakit milik keluarga aldelis saja.
Merawat Yana di rumah sakit sendiri lebih nyaman.
Ya pindah kan saja.
.....
Di sisi Hary, ambulance sudah tiba di rumah sakit militer.Beberapa orang bergegas membantu menurunkan Yana dan liliyana yang sama-sama dalam kondisi pingsan.
Kondisi liliana tidak serius dia hanya mengalami stres ringan. Namun Yana memiliki peluru yang bersarang di punggungnya .Jadi dia diprioritaskan untuk dimasukkan ruang bedah.
Hary juga berlari mengikuti berangkat kesakitan yang membawa Yana. Berkali-kali dia memberikan kata-kata penguatan bagi putri satu-satunya itu.
Hary yakin Yana bisa mendengar apa yang dia katakan saat ini. Setelah tiba di ruang bedah ,hary tidak bisa masuk .Dia hanya bisa menunggu di luar dengan perasaan yang tidak menentu.
Tapi dia masih menghawatirkan liliana yang juga memerlukan perhatiannya.
Lili hanya dirawat di ruang UGD sebentar. Dengan serangkaian obat-obatan beberapa menit kemudian liliana akhirnya sadar.
Pertama kali sadar liliana langsung mencari-cari di manakah yana. Yang dilihatnya hanyalah hary ginanjar yang menatapnya dengan mata yang sendu.
"Hary mana Yana,mana putri ku?" tanya Liliana yang tidak bisa melihat di mana Yana.
"Yana sedang di operasi, kata dokter dia kan baik-baik saja jangan khawatir" jawab Hary pelan
" Baik kentutmu, dia baru saja pulih dari stres dan kandungannya sedang rentan. Sekarang dia mengalami masalah penculikan. Apa kau pikir dia akan baik-baik saja?" tanya liliana marah.
"Aku..aku tidak tau Lili,maaf"kata Hary merendah.
" sampai mati pun kau tidak akan pernah aku maafkan hary ginanjar. semua ini gara-gara kau ,gara-gara kau!!"kata liliana tidak terima.
"Lili aku ..
" jangan kau sentuh aku hary ,aku jijik" hary berusaha menggapai tangan lili .Namun di tepis dengan kasar olehnya.
"Minggir....
"Lili aku tahu aku salah dan tidak layak kau maafkan.Tapi Yana sedang di meja operasi sekarang. Kita hanya bisa berdoa agar operasinya lancar" kata Hary memelas.
" tidak perlu di katakan ,aku tahu itu. Kau pikir aku bodoh seperti kau?"pekik nya.
Hary jadi malu sendiri,dia tidak dapat melawan perkataan Liliana sama sekali.Dia memang bodoh kan.
Liliana yang baru saja sadar tidak peduli dengan infus yang terpasang di lengannya.Dia ingin berdiri di ruang bedah menunggu yana keluar dari sana.
Ketika Yana sadar nanti, lili ingin wajahnya yang dilihat Yana pertama kali dia membuka mata.
Sebagai seorang ibu dia kan mendampingi Yana pada saat-saat kritis seperti ini.
Karena baru saja sadar ,kondisi liliana tidak begitu bagus ketika dia berjalan.Apalagi dia berjalan seraya menarik botol infus di tangannya.
Hary tidak mau liliana marah lagi .
Dia pergi mengambil kursi roda yang tidak jauh dari posisi mereka sekarang.
Namun liliana dengan tegas menolak kebaikan hary. Hary tidak berdaya tapi dia tetap memaksakan liliana untuk duduk di atas kursi roda. Sementara dia mendorong liliana dengan tenang dari belakang.
Awalnya liliana masih saja memaki dan mengumpat.Namun pada akhirnya ini adalah sebuah rumah sakit yang tidak diperbolehkan membuat keributan.
Apalagi dirinya memang merasa sedikit pusing. Mau tidak mau dia akhirnya duduk dengan patuh di kursi roda.
Tidak lama kemudian keduanya tiba pintu depan ruang operasi. Lampu merah terpancar di atasnya. Yang mengabarkan jika sedang berlangsung sebuah operasi di dalam ruangan.
Tidak ada yang bisa dilakukan saat ini selain dengan menunggu seraya berdoa.
Tidak sampai setengah jam kemudian. Rudi tiba di ikuti oleh dua saudara kandung di belakangnya.
Reno aldelis dan jonathan aldelis.
Jhonathan tidak kuasa menahan rasa malu di depan mama Yana.Dia tau kesalahan nya sangat fatal.Tapi sekarang dia juga peduli dengan istrinya yang sedang di operasi di dalam.
Jadi Jhonatan hanya bisa menebal kan muka dengan tersenyum manis.
"Halo saya Reno aldelis,bisa tahu ini dengan siapa?"yang bertanya adalah Reno adik nya
Lili tidak nyaman bertemu dengan Jhonatan. Tapi dia menekan rasa jijik nya mengingat ini adalah keluarga yang di nikahi oleh Yana sendiri.
"Aku adalah mama Yana yang tidak beruntung. Putriku sudah menderita sejak kecil dan sekarang dia juga menikahi pria pecundang seperti kakakmu. Jangan harap aku akan memaafkan apa yang kalian lakukan pada putriku, dia masih punya mama"
"Bibi ,ini"
"Sudah lah Lili, tidak ada gunanya berdebat di sini" kata Hary menengahi.
"Ya kau dan Jhonatan sama saja.Aku tidak yakin jika Yana bahagia mendapatkan suami seperti ini. hanya luka yang akan diberikan Jonathan pada putriku"
"Lili"
"Apa?"
__ADS_1
Seorang perawat datang meminta agar tidak berisik.Tiba tiba suasana menjadi sunyi lagi.
Hanya desah nafas saja yang terdengar lamat lamat.