
Makan siang ini sangat istimewa sekali.Jhonatan sudah bisa bangun dan duduk di kursi roda lagi.Dia makan bersama mama dan papanya seperti biasa. Seolah olah tidak ada yang terjadi sebelum ini.Mereka bahkan bisa bercanda tentang sesuatu yang lucu di meja makan .
Dokter berpesan agar Jhonathan harus selalu membicarakan tentang perasaan nya pada seseorang.Ini baik untuk mentalnya yang rapuh.
Hal ini di tekankan benar oleh orang tua jhonatan sekarang.Mereka juga mengatakan nya kepada Jhonatan agar tidak menyembunyikan sesuatu dari mereka.
Tapi Mama dan papa menyikapi nya dengan menceritakan lelucon kecil
Seharusnya dia tidak lagi merahasiakan sesuatu di pikiran nya.Karena baru bangun mama dan papa Jhonathan tidak bertanya . Mungkin Jhonathan masih perlu sedikit waktu lagi untuk berbicara.
Mana tahu jika hal pertama yang dia katakan adalah pekerjaan nya. Dia ingin kembali ke kantor secepat nya.
"Sayang tinggal lah di sini beberapa hari lagi, urusan kantor ada orang yang menangani nya"Kata mama Jhonatan khawatir.
Dia baru saja sembuh, masih rentan sekali.Mengambil pekerjaannya pasti akan menimbulkan sedikit beban pikiran.Bukan kan ini tidak bagus.
"Aku sudah lama istirahat lagipula empat ratus milyar harus di ganti secepat mungkin.Perusahaan kehilangan banyak uang kali ini.Mama ini semua salah ku" Jhonathan tau tidak murah untuk menarik Yana ke villa.Ketika dia bertanya mama langsung melapor kan harga ini.
Memang banyak sekali jumlahnya tapi untuk Yana ini tidak berharga sama sekali.Dia bahkan pantas untuk mendapatkan lebih banyak dari pada itu.
"Jangan merasa bersalah sayang, jangan.Kau tau untuk mu mama dan papa akan merelakan semua harta benda . Yakin lah"kata Mama Jhonatan ketakutan.
"Ya Jhonatan,tidak perlu risau, semua uang pribadi bukan uang perusahaan.Papa tahu batasan nya"
Jhonathan tidak boleh merasa tertekan lagi sekarang.Tidak bisa sama sekali.
"Mama nggak izin kan kamu ke kantor secepat ini.Istirahat lagi untuk beberapa hari.Adik mu juga membantu di anak cabang.Ada baiknya di mulai belajar bagaimana mengurus perusahaan keluarga" kata Mama mengingatkan lagi.
"Tidak Mama, kupikir aku akan bosan di sini kan" Jhonatan tau apa yang mamanya pikir kan.Dia juga tidak ingin sakit seperti ini.
"Jika tidak pergi lah berlibur dulu,kamu jarang bersenang-senang kan?" kata papa Jhonathan.
Jhonatan selalu gila kerja.Dia memang lebih banyak ke kantor daripada di rumah.Belakangan dia memiliki apartemen sendiri,ini membuat kan orang tua dan anak jarang bertatap muka.
"Mengenai Gia pula,dia bisa pergi sekarang" sambung papa Jhonathan.
Dia tidak tau apa keterikatan antara Yana dan Jonathan.Dia pikir Gia adalah nama Yana yang Jhonatan setelah Jhonatan sembuh, tugas Yana selesai dan dia bisa pergi dengan bebas kapan saja .
"Gia, biar kan dia jadi urusan ku pah.Dan lagi namanya hariyana Ginanjar.Dia yang membuat aku hidup sampai sekarang" kata Jhonatan santai dia pikir tidak apa apa mengatakan hal ini pada orang tua nya .
"Dia, Gia itu.Kau yakin sayang?" tanya Mama Jhonathan curiga.Kapan mereka bertemu ,anaknya ini sangat hafal dengan nama aslinya
"Ada beberapa hal yang tidak bisa aku cerita kan dulu.Yang jelas jika hari itu dia tidak mencuri telepon dan melaporkan lokasi kami ke polisi .Pasti lah kalian tidak bisa menemukan aku dan anak anak lain" kata Jhonathan santai.
Sekarang dia sudah tidak punya beban lagi dalam pikirannya.Dia bisa mengatakan apa yang jadi pikiran ya dengan santai kepada keluarga .
Banyak yang dia ceritakan tentang kejadian itu.Tapi ada beberapa hal yang dia sembunyikan kan.
Daging manusia.
Dia juga mengatakan rasa bersalah Itu sebenarnya karena berita tentang kematian palsu Yana hari itu.Dia pikir Yana sudah tiada dan ini membuat dia berpikir jika dia tidak bisa menepati janjinya itu.
Sekarang Yana masih hidup tapi Jhonathan masih perlu melakukan banyak hal untuk menebus masa lalu Yana yang kelam .
Jika saja dia di temukan lebih awal apakah ada Gia sang penari telanjang ini.Sosok Gia adalah bukti buruk dari jejak masa lalu Jhonathan.
"Jhonathan apa kau menyukainya nya?" tanya mama ragu ragu.Kisah yang dia ceritakan oleh Jhonathan seperti kisah di film yang tidak nyata.Dia mengerti kenapa Jhonatan terikat erat dengan Yana yang sekarang.Merrak bisa membayar Yana dengan harga mahal.Tapi jia Jhonatan bilang dia mencintai Yana, Mama Jhonatan mungkin bisa pingsan di tempat.
"Mama ,itu hanya rasa bersalah bukan cinta.Percayalah mama" jawab Jhonathan tegas.Ini hanya masalah hutang budi tidak lebih dari itu.Dia sangat yakin dengan perasaan nya sendiri.
"Oke mama percaya kepadamu" kata mama lega.
Dia tidak percaya ada pengalaman mengerikan di balik hilangnya memori tersebut.
Awalnya Mama pikir Jhonathan jatuh cinta dengan Yana , untung tidak begitu.
Benar apa yang dia katakan oleh dokter khans , Jhonatan memiliki rasa bersalah yang teramat dalam dan Itu terkaitan dengan Yana.
Meskipun menjadi Gia bukan salah nya tapi ini masih saja kotor dan menjijikkan untuk di jadi kan sebagai menantu.
Ada berapa banyak pria yang pernah melihat tubuh nya di klub malam itu.Jika di ingat lagi Mama Jhonathan jadi merinding sendiri .
Walaupun Yana adalah penyelamat Jhonathan di masa lalu tapi dia juga enggan untuk mengambil nya sebagai seorang menantu.
Reputasi Keluarga akan jatuh dan perusahaan pasti akan kena imbas nya.
Adapun Yana yang sekarang, dia tidak tahu bagaimana pola pikir nya.Yang jelas dia akan hijau jika di hadapkan dengan rupiah.Mental orang miskin sudah mendarah daging di sini.
__ADS_1
Punya menantu juga tidak bisa sembarang orang.Tidak bisa asal pilih dan asal tunjuk.Harus tau bibit bebet dan bobot nya kan.
Yana yang sekarang sudah jelas tidak masuk kwalifikasi bagus sebagai calon menantu.Jadi singkirkan pemikiran ini sejak awal.
Jhonatan adalah pria normal dan pria yang sehat sekarang.Selalu ada banyak gadis-gadis cantik yang rela antri untuk nya.
Dengan begitu banyak pilihan lalu kenapa harus Yana.
Mereka bertiga masih berbicara banyak tentang apa yang akan di lakukan esok hari.Ada sedikit tawa di sana.
Papa dan mama Jhonathan juga lebih santai setelah berbicara dengan Jhonathan seperti ini.Duka beberapa minggu yang lalu pudar dengan cara ini.
Makan siang kali ini hanya ada tiga keluarga ini. Sedangkan untuk Yana dia ingin makan siang di kamar saja.
Jadi dia tidak tau apa yang mereka bicarakan di meja makan.
Sampai detik ini dia masih tertidur di ranjang nya yang empuk.
Tidak bangun juka tidak ada suara gaysha yang membangun kan nya.
Hapus kan lah ingatanku.... hapuskan tentang dia... hapus kan memori ku tentang nya...
Yana meraba raba nakas dengan malas.Dia masih memejamkan mata ketika telepon tersambung.
"Halo?" sapa Yana.
(" Gia..ohh sayang ku.Dari mana saja kau.Aku menelpon mu dari tadi malam kan.Apa kau punya jadwal khusus?')
Yana melirik HP menemukan ini adalah broker sahamnya.Jika dia menghubungi duluan,pastilah ada sesuatu yang penting telah terjadi.
Ini masalah uang.
Jadi Yana bangkit dengan semangat. Barulah dia sadar jika dia sedang tidak mengenakan apapun di balik selimut.
Agak terkejut tapi tidak masalah . Panggilan ini lebih penting lagi.
"Ada apa,ada masalah dengan saham nya?" tanya Yana dengan serius.
("Hem saham di perusahaan FG di tawar orang.Ada lebih dari sembilan digit,jual atau tidak?") kata orang di seberang telepon.
"Hem siapa yang menawar sebanyak itu ?" tanya Yana heran.
Dia membeli nya dengan harga sehelai kertas saat itu .Tapi sekarang di tawarin dengan harga sebongkah emas.Siapa yang tidak mau menjualnya.
Jika ini Yana satu bulan yang lalu. dia akan menjualnya detik ini juga.Tapi Yana yang sekarang tidak punya beban bahkan dia memiliki dana lebih di ujung minggu.
Dia wanita kecil yang kaya.
"Tidak ,aku mau mempertahankan nya sampai di sini.Jangan putar lagi.Aku mau duduk santai di rumah dengan fee.Bukan kah itu indah?"kata Yana santai.
("Tidak di jual juga tidak di putar.Lalu kau sampai di sini?") suaranya terdengar khawatir.Yana adalah pelanggan nya yang loyal.
Kantong uang nya selalu penuh jika berhubungan dengan dia.Jika Yana berhenti dia akan makan apa.
"Aku ingin membeli saham lain di masa depan, tenang aja .Masih banyak jalan menuju Roma" kata Yana.Dia tau apa yang paling di takuti patner sahamnya ini.Lagi pula Yana tidak bermaksud berhenti bermain saham.Terutama saham perusahaan Ginanjar.Dia lapar dengan saham saham itu.
Yang di seberang akhirnya bisa tersenyum lega.Mendengar Yana akan terus bermain saham dia sedikit rilex.
("oke hubungin aku jika ada saham menarik lainnnya")
"Baik "
Yana terkikik geli ketika hubungan telepon di putuskan.Dia Yakin Pria kecil itu lah yang menawar.
Dia pasti tidak rela jika ada orang lain yang memiliki saham besar di perusahaan keluarga.Dia harus mengambil nya kembali.Ini wajar di lakukan.
Seperti yang Yana duga, memang itu adalah pria yang sama.Yang Yana tidak tau ,saham 35% sebenarnya adalah saham terbesar di perusahaan itu.
Jika Yana mau dia bahkan bisa duduk di kursi panas.Sebab itulah banyak usaha di lakukan agar dia menjual saham nya kembali.
Beberapa waktu ini banyak orang bertanya siapa memiliki saham itu dan data yang ada hanyalah patner saham Yana.
Mereka sibuk melobi nya sepanjang hari.Dari sikap broker saham ini ,data asli Yana akan segera bocor ke publik.Tapi Yana tidak tahu itu.
Sekarang dia sedang sibuk mencari pakaian nya di lemari.Haran saja kapan dia pindah dari bathtub ke ranjang.Terlebih lagi dia dalam keadaan polos.
"Mungkin aku tidur sambil berjalan,apa penyakit Jhonathan berjangkit?"pikir Yana.
__ADS_1
Dia belum pernah mengalami masalah tidur dan berjalan ini.Mungkin dia terlalu capek dan mengantuk berat.
Terserah lah.
Yana tidak terlalu peduli tentang hal ini.Dia perlu keluar untuk mencari tau bagaimana kabar Jhonatan, sudah sembuh kah dia.
Yana memakai Kaos lengan panjang dan celana jins yang agak longgar.Dia makan siang yang terlambat sebelum keluar dari kamar nya.
Dia tidak menemukan siapa pun di ruang tengah.Merasa heran dia pergi ke kamar Jhonathan.
Jhonatan ada di ranjang nya dengan sebuah berkas di tangannya.Berkas ini adalah data tentang Yana yang di dapat kan oleh papanya kemaren.
Yana tidak tau itu.
"Mana paman dan bibi?" tanya nya canggung.
"Mereka sudah pulang ke rumah ada sesuatu yang harus di lakukan" jawab Jhonathan .
"Ooh maaf saya permisi" kata Yana kecewa.Dia ingin bertanya kapan dia bisa pergi dari villa.
Tapi pasangan Itu sudah kembali dan tidak menyapa nya tadi
Sekarang pada siapa di harus bertanya.
"Yana,uang mu akan di transfer nanti.Apa kau mau kerja di perusahaan kami setelah ini?" tanya Jhonathan serius.
Dia tau Yana pasti akan mencari pekerjaan setelah tamat sekolah nanti.Dari pada sulit mencari pekerjaan , kenapa tidak masuk ke perusahaan nya saja meskipun dari jalan belakang.
Lebih hemat waktu dan tenaga .
"Tuan honathan, saya perlu menamatkan sekolah nya terlebih dulu.Ini cita cita saya.Setelah ini saya pikir kita harus bertindak sebagai orang asing yang bertemu di jalan, Oke"Kata Yana.
"Tuan Jhonatan, kapan saya bisa pulang?"tanya Yana lagi.
"Saya akan ke kantor besok jadi kau bisa pulang besok juga"jawab Jhonathan.
Dia merasa detak tidak biasa di jantungnya ketika Yana mengatakan mereka adalah orang asing yang bertemu di jalan.
Orang asing yang bisa bikin dia menderita lebih dari sepuluh tahun.
Orang asing macam apa Itu.
Orang asing spesial.
Tapi Yana benar sekali, selain hari hari di dalam ruang gelap itu, mereka tidak punya hubungan lain lagi.
Sejujurnya mereka berdua benar-benar orang asing yang bertemu di jalan.
Yana yang mendengar jika dia bisa pergi besok merasa dunia ini indah.Senyum Yana makin merekah dan dia pergi dengan senang hati.
Jhonathan agak terpesona dengan senyum nya. Mata biru nya dan apa yang dia pakai sekarang.Yana kecil bisa di ganti kan dengan keindahan yang di luar nalar.
Apakah ini Yana yang sama .
Tapi Yana balik lagi ke kamar,dia pikir ingin mengajak Jhonathan makan malam. Jhonatan masih di posisi itu ketika dia masuk lagi.
"Tuan Jhonathan,kita akan berpisah besok jadi bagaimana jika kita makan bersama malam ini di teras.Aku akan pesan sesuatu nanti"
Yana pikir sangat wajar dia mentraktirnya nya dengan perayaan perpisahan. Dia juga sudah menyumbang banyak uang untuk Yana.
"Oke , tapi aku yang bayar, pesan saja apa yang kau mau" kata Jhonathan.
Yana tidak pelit seperti dulu,dia banyak uang sekarang.Tapi ini permintaan seorang pasien yang kebetulan punya banyak uang.
"Baik lah,kita akan makan makan di luar.Angin malam juga bagus hehee"
Yana pergi keluar dari kamar Jhonathan dengan cepat.Dia pikir Jhonathan pria berbahaya.Makan di luar jauh lebih selamat dari pada makan di dalam.
Lihatlah saja cara dia memeluk nya semalaman,dia tidak malu Meskipun ada orang tuanya di depan.Yana tidak percaya lelaki seperti Jhonathan itu tidak tertarik dengan wanita.
Dia bahkan sudah masuk dalam kategori ahli.Serigala yang memakai pakaian domba.
Apalagi di viila hanya ada mereka berdua, Jhonatan mungkin bisa menahan diri tapi Yana tidak percaya dengan diri sendiri.
Seharusnya dia tidak menawarkan makan malam.Yana memarahi diri untuk kebodohan ini.
Jhonatan di kamar, sempat tertawa melihat bagaimana cara nya Yana kabur.Ini mirip dengan kelinci yang melarikan diri dari pemburu liar.
__ADS_1
Gadis ini istimewa dan unik.Jarang jarang bisa bertemu dengan gadis seperti ini.
Orang asing yang spesial.