Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Penyesalan Hary


__ADS_3

Semua mata memandang ke arah ibu dan anak yang sedang berpelukan dengan haru.Pertemuan pertama sejak puluhan tahun yang lalu ini berubah menjadi genangan air mata.


Yana masih dalam kondisi pemulihan tiba tiba pingsan di tengah tangisan nya.Liliana terkejut segera memanggil dokter dengan gemetar.


"Dokter, dokter Rudi panggil dokter cepat" teriak nya.


Rudi bergegas pergi ke ruangan dokter untuk memanggil seseorang. Sementara itu Hary yang awalnya membeku, tiba-tiba mendapatkan kekuatan .Dia bergerak ingin membantu Yana untuk membawanya kembali ke kamar.


Tapi tindakannya ini segera dihentikan oleh Liliana dengan marah.


"Jangan pernah kau sentuh anakku Hary Ginanjar, tanganmu begitu kotor kau tidak layak sama sekali"katanya.


"Lili izinkan aku ,aku ingin membawanya ke kamar!"pinta Heri dengan penuh rasa bersalah.


"sudah kubilang jangan pernah pernah menyentuh anakku pergi kau b*****ng pergi kau dari sini!!" pekik Liliana dengan keras.


Awalnya Heri ingin mengatakan beberapa patah lagi tapi beberapa perawat buru-buru tiba bersama dengan Rudi.


segera saja Yana dibopong dan dibawa ke kamarnya segera mendapatkan perawatan intensif.


Yuliana mundur untuk memberikan waktu bagi perawat untuk melakukan pekerjaan mereka.


Tapi di sudut matanya dia melihat Hary Ginanjar dengan marah.air mata Liliyana tidak berhenti turun melihat putri yang sudah lama tidak dia lihat sebenarnya sedang berbaring lemah tidak sadarkan diri.


Dia sedang hamil anak seorang pria yang bahkan tidak layak untuknya.


Penderitaan yang diberikan tuhan pada Liliana seperti tidak ada habis-habisnya.Semua berawal dari papanya sendiri.


Tak lama kemudian para suster dan seorang dokter ,selesai melakukan observasi. Dia memandang Liliyana dengan tatapan bertanya.


"Anda saudaranya?"


"saya ibunya dokter ada apa dengan putri ku ?"tanya Liliyana.


"Putri anda sedang hamil hampir 4 Minggu sekarang. tapi kandungannya lemah dan dia membutuhkan istirahat selama beberapa minggu lagi agar kandungannya lebih stabil.dalam jangka waktu itu dia tidak boleh stres atau banyak pikiran.jadi saya usulkan hindari hal-hal seperti ini di masa depan"katanya panjang lebar.


Secara kasat mata dia bisa melihat jika pasien dan keluarganya mengalami masalah secara emosional. Yang membuat pasiennya drop dan pingsan.


Seharusnya mereka lebih teliti lagi dalam menangani hal seperti ini. apalagi ini menyangkut nyawa manusia.


"saya mengerti dokter saya akan lebih hati-hati di masa depan tapi bagaimana kondisi cucu saya sekarang?"tanya Liliyana yang tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan pelukan pada Yana.


Hary yang bimbang hanya bisa berdiri kaku di depan pintu kamar tanpa bisa bergerak untuk masuk ke dalam.


Meski begitu dia juga bisa mendengar apa yang dikatakan oleh dokter meski tidak begitu jelas.


Anak itu sedang hamil dan kondisinya sangat mengkhawatirkan


"untuk saat ini janin sudah stabil tapi masih memerlukan observasi jangka panjang.biarkan dia bersendirian dulu dan jangan mengganggunya dengan masalah emosional seperti tadi. panggil kami lagi jika dia sudah sadar"kata dokter.


"baik dokter saya mengerti "kata Liliana dengan frustasi.


Dokter segera pergi meninggalkan kamar, setelah memastikan Yana stabil.


Liliyana duduk di depan ranjang Yana dan mengusap air matanya yang tidak lelah keluar hari ini.


Dia hanya bisa menatap Yana berharap putrinya ini dalam kondisi baik-baik saja.


Hary yang masih berdiri di luar tidak bisa tetap di tempat dia masuk dan memberanikan diri untuk duduk di kursi lain.


"Lili aku..aku tidak tahu lili.Maaf "katanya lirih.


Seharusnya Hary menyadari ada yang tidak beres dengan perasaannya ketika mereka bertemu pertama kali.


Ada getaran tidak biasa yang dia rasakan saat itu. Dia bahkan tidak merasa jijik setiap kali gadis ini menyentuhnya.Meski Hary tahu niatnya adalah merayu.


Hary masih ingat saat itu, Yana bergelantungan dan berusaha mencium pipinya .saat itu hary hanya merasa gadis ini sedang merayunya. Tapi sekarang dia mengetahui, sebenarnya Yana sedang melakukan hal yang biasa dia lakukan di zaman kanak-kanak.


Saat Hary pulang kerja, hal pertama yang dilakukan Yana kecil .Adalah menjemputnya dengan riang .


Yana kecil langsung jatuh dalam pelukan Hary ,mencium pipinya dan bertanya apakah papa capek.


jika Hary bersikeras mengatakan dia capek . Yana akan menciumnya lagi, lagi dan lagi sampai hary mengatakan dia sudah sembuh.


Hary itu Yana jelas melakukan satu hal yang familiar tapi dia sama sekali tidak mengindahkannya.


Rasa familiar itu tertutupi oleh rasa jengkel karena shi yang sering kali mengeluh.


Sekarang dia menyesali nya.


Yana kecil tidak berubah,dia lah yang berubah.Tidak bisa mengenali anak sendiri sementara Liliyana hanya dengan melihat Vidio viral saja di sudah di yakin kan.


Papa macam dia.


"Lili?"panggil nya pelan.


Lily tidak bisa berkata banyak pada hary.Mereka berada tepat di depan Yana yang sedang pingsan.


Walau begitu Liliyana tetap saja berkata marah namun dengan nada lembut.


"lihat Hary, Yana ku memiliki warna mataku ,rambutku.Tapi bentuk wajahnya adalah milikmu bahkan hidungnya. Dia adalah perpaduan antara kau dan aku. Hanya dengan satu kali liat dia bisa mengenali aku Hary.aku... aku yang kau katakan pada dunia sudah meninggal. yana mengenali aku hanya dalam beberapa detik" dia membelai rambut Yana dan mencium pipinya dengan rasa kasih yang sangat besar.


Liliana menghapus air matanya agar tidak jatuh di pipi Yana. Setelah itu dia menatap tajam Hary dan berkata.


"tentu saja dia mengenali kau juga kan Hary. Betapa dia merindukan kau Hary. Setiap hari dia menunggu kau pulang. Yana selalu pergi ke belakang untuk mengatakan pada pembantu siapkan kopi untuk papa. Yana jarang sekali menangis dia selalu menghibur kita kan Hary. tapi sekarang kau adalah alasan terbesar untuk dia menangis seumur hidup"Liliyana menangis lelah hati.

__ADS_1


Dia tidak kuat lagi. Liliana bangun dari kursi dan pergi berdiri di jendela kaca.Dia menangis pelan di sana , Liliyana bahkan menutup mulut nya dengan kedua tangan.


"Huhuhuhu...


Melihat itu Hary juga bangkit dan pergi ke sisi Liliana tapi tidak bisa berbicara apapun.


"Lili..


"dia mengenali kau..Hiks..hiks.. Hary. Dia mengenali kau.. tapi kenapa kau tidak mengenalinya. hiks..hiks..ke mana hati nuranimu .Dia adalah darah dagingmu sendiri, teganya kau Hary teganya!" kata Liliana putus putus.


Hary menahan diri ,dia juga masih punya hati.Tapi saat itu sangat tidak masuk akal jika dia langsung menebak identitas nya secara acak kan.Lagi pula shi..


"Lili aku tahu aku salah lili tapi saat ini aku benar-benar tidak berpikir ke arah itu. Yana kita terlalu lembut dan baik hati tapi sosok ini adalah kebalikannya jadi...


"Yana ku masih ada di sana kaulah yang merubahnya sejauh ini.Dia jadi wanita rendah karena siapa hary. Apakah dia punya pilihan lain selain menerima kondisinya saat itu.dia masih anak-anak tapi kau sudah mendorongnya sampai sedalam ini.sekarang kau menyalahkan dia atas apa yang terjadi?"kata Liliana lagi.


Mata lili memerah akibat menangis.


"Di mana otak mu Hary. kau pasti sedang membandingkan putriku dengan anak angkat mu itu.Bukan anak angkat aku yakin dia mungkin anak haram mu kan " kata Liliana dengan sinis.


"Astagfirullah lili, kenapa kau berpikir begitu.Aku..tidak lili " bela nya.dari awal sampai akhir hanya lililah yang mengisi hatinya tidak ada wanita lain lagi.


Shi murni adalah anak kandung Victor sahabat nya. Bukan seperti yang dipikirkan oleh Liliana.


" aku mengerti Hary. kami tidak lebih berharga dari sahabatmu itu. Tapi aku katakan sekali lagi .Yana bukanlah putrimu. dia adalah putriku dari awal hingga akhir"


"lili kau salah ,aku sangat menyayangimu dan Yana.


Kalian berdua adalah orang penting dalam hidupku. Tidak ada yang lebih penting daripada kalian berdua.Kenapa kau selalu mencurigai aku dengan bertanya seperti itu berkali-kali.Sudah aku bilang, saat itu shi masih kecil dan dia tidak tahu apa-apa"


"aku juga tidak menyangka semuanya akan terjadi seperti ini. Jika aku tahu kenapa aku masih melakukannya .Lily percayalah padaku" Kata Hary yang mencoba menerangkan duduk persoalannya.


"tapi jika posisinya di balik apakah kau mau mengorbankan shi demi Yana?"tanya Liliyana serius.


"bagaimana mungkin itu lili bukankah itu Putri Victor bukan putriku!".


"jadi menjadi putrimu adalah suatu hal yang buruk bukan Hary. jangan salahkan lili jika satu hari dia berniat untuk membunuhmu.saat ini saja aku sangat ingin mencekikmu Heri membuka isi otakmu apa ada sampah di dalamnya!"


"Lili..


"pergilah dari hadapanku sekarang. memandangmu, aku muak dan ingin kau cepat mati" kata Liliana tegas.


"Lili kau kau..


"Ohh satu hal lagi sahamku di perusahaanmu akan aku tarik dan kuserahkan pada putriku. Setelah kau sembuh tinggalkan perusahaan Ginanjar detik itu juga"


"aku tidak mempermasalahkan saham .Aku juga akan menyerahkan sahamku padanya .Tapi biarkan aku tetap tinggal untuk memohon pengampunan pada putriku" kata Hary memohon dengan sangat.


"Tidak perlu ,kau tidak diperlukan sama sekali .Melihatmu hanya akan mendatangkan penyakit dan kesialan baginya" kata Liliana dengan sinis.


Hary merasa jantungnya semakin berdenyut setiap kali dia mendengar kata-kata dari mulut mantan istri. Tapi Liliana sepenuhnya adalah benar.


jika saja Yana bukanlah putrinya. Dia akan tidak pernah dikorbankan.Apa yang dia lakukan hari itu membuat perubahan besar pada sosok Yana kecil yang dulunya lembut dan tidak berdosa.


"aku akan pergi dan hari ini juga aku akan meminta Rudi mengalihkan semua sahamku atas nama Yana"


"tidak perlu serahkan saja saham itu pada putri angkat mu yang tercinta" kata Liliana.


Liliana memiliki banyak uang dan dia tidak membutuhkan Hary untuk mendukung putrinya seumur hidup.


"jika walaupun kalian menolak aku akan tetap melakukannya,tunggu saja"kata Hary serius.


Hari langsung keluar dari kamar itu. Sebelum keluar dia sempat melirik Yana yang masih dalam kondisi pingsan.


Liliana benar, tidak perlu melakukan tes DNA. Hary sudah melihat perbedaan nya ,dia bahkan merasakannya rasa itu sendiri.


Liliana tidak peduli apa yang dipikirkan oleh Hari .Dia sekarang hanya memikirkan kondisi putrinya saja.


Di sisi Hary pula dia bergegas mencari asisten nya Rudi yang masih duduk di kursi depan.


Untuk sesaat dia merasa Rudi ada hubungannya dengan Liliana. Mereka berbicara seolah-olah orang yang sudah sering melakukan nya.


Tapi ini bukan masalah besar.Dia segera memanggil Rudi.


"Rud, segera alihkan sahamku atas nama Yana sekarang juga. Begitu juga dengan semua hartaku tanpa terkecuali " kata Hary tanpa bercanda.


"Tuan serius?" tanya asisten Rudi.


Terakhir kali Hary juga mengatakan ingin mengeluarkan nama shi dari daftar penerima wasiat.Tapi di detik terakhir dia langsung membatalkannya lagi.


Apakah ini akan sama.


"aku serius dan tidak akan pernah berubah pikiran .Semua hartaku pada asalnya memanglah milik Yana jadi tidak salah melakukan ini" kata Hary Ginanjar lagi.


Semua hal yang terjadi pada Yana tidak akan bisa disembuhkan dengan uang sebanyak apapun.


Yana pun tidak akan pernah merasa bahagia meskipun dia melakukan hal ini.


Mungkin Yana tidak akan berterima kasih.Karena di matanya, Hary adalah puncak dari segala kesedihan yang dia derita selama ini.


Bahkan jika dia mati.


"tapi tuan, tidakkah tuan ingat pada shi.Apa yang akan tuan tinggalkan untuk?" kata asisten Rudi mengingat.


Jangan sampai Hary menyalahkan Yana karena shi tidak mendapat bagian.

__ADS_1


Dalam hati Rudi ,dia ingin mengatakan jika Yana sekarang tidak kekurangan uang.Jadi dia sama sekali tidak memerlukan sumbangsih yang sedikit ini dari Hary.


Pakai saja untuk putri angkat mu yang tercinta.


Hary juga melihat kilatan rasa jijik dari mata asistennya itu. Dia mengerti apa yang terjadi hari ini membuat pemikiran asistennya berubah drastis.


Mau tidak mau Hary menarik nafas panjang.


Tidak bisakah dia dimaafkan.


"aku tidak akan berubah pikiran Rudi percayalah. Untuk shi aku sudah melakukan banyak hal .Jadi aku tidak berhutang apapun padanya. Mengenai masa depannya ,setelah tamat kuliah dia bisa bekerja di perusahaan.Mungkin gaji nya tidak besar tapi masih bisa menghidupinya secara layak" kata Hary putus putus.


Jika shi mengetahui ini ,pasti dia akan marah-marah.Untuk pertama kalinya Hary tidak memperdulikan shi.


Masih lekat dalam memori ,saat dia kembali dari kantor. Shi berlari menemuinya dan mengadukan jika Yana tidak memberikan dia sebuah boneka dalam lemari kaca.


Hary sangat tahu jika boneka tersebut adalah boneka kesayangan Yana.dia hanya mengeluarkannya sekali-sekali dari dalam lemari kaca.


Seringkali yana hanya menatapnya melalui lemari dan memujinya dalam beberapa kata.


Yana kecil bilang sesuatu yang indah harus dilindungi seperti ini.


Jadi anak kecil hanya mengeluarkannya untuk membersihkannya dari debu yang menempel.


Tapi hari itu Hary tidak mengerti kenapa dia marah mendengar laporan dari shi.


Shi adalah anak yang sedang dalam kondisi tertekan dengan lingkungan yang baru. Dia kerap saja menangis dan merindukan papanya.


Hary sebenarnya sudah menasehati Yana untuk bisa berteman baik dengan shi .Tapi siapa sangka Yana keras hati dan menolak untuk melakukannya.


Hary yang mendengar laporan itu. Langsung kesal dengan Yana yang dia pikir sangat arogan dan tidak mau berlembut.


Akibatnya boneka dari dalam kaca langsung diambil dan diserahkan pada pangkuan shi yang tertawa setelah itu.


Namun tidak berapa lama Yana kecil datang dan marah lagi mengambil secara paksa boneka tersebut dari tangan shi.


Shi yang baru saja mendapatkan boneka tentu saja menolak memberikannya dan dia lagi-lagi menangis.


Hal ini membuat Hary tidak bisa berpikir panjang.Untuk pertama kali sejak Yana lahir dia mendapatkan tamparan keras dari papanya.


Pipi kecilnya memerah dengan cepat.


Yana yang mendapatkan tambahan itu menangis dan lari mencari ibunya.


Tentu saja Hary merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan.Dengan lembut Hary membujuk shi untuk mengembalikan boneka itu pada tempatnya semula.


Sore itu juga Hary membawa shi pergi membeli mainan baru. Akibatnya begitu dia kembali pertengkaran pertama sejak pernikahan terjadi antara dia dan Liliana.


Heri tidak mengerti kenapa mereka marah tapi sekarang dia sangat mengerti apa yang terjadi.


Tidak seharusnya Hary menyerahkan barang kesayangan Yana untuk shi.Yang bahkan Yana sendiri tidak mau menyentuhnya secara santai.


Baru sekarang hary menyadari jika kedatangan shi ke rumah mereka , adalah awal dari malapetaka.


"Rudi aku mengerti aku mengerti jika kau marah dulu aku tidak paham tapi sekarang aku mengetahui sebenarnya aku memang telah melakukan kesalahan paling besar yang tidak termaafkan"


"meskipun semua harta di serahkan padanya .Dia tidak akan pernah mau memaafkan aku"


"Tuan...


"jangan kau bujuk aku Rudi.aku sudah membesarkan anak orang lain dalam cinta dan kasih sayang. Tapi putri kandungku hidup dalam gelimang dosa dan penuh hinaan. Yang penting aku melakukannya dengan tanganku sendiri tanpa aku sadari " kata Hary.


Shi bahkan tidak layak untuk dibandingkan dengan Yana sekarang.


Mereka berdua sama-sama sedang hamil.Namun yang satu hamil tanpa ayah dan satu lagi hamil dengan ayah.


Yana memang benar.


Hary tidak pernah berpikir begitu tapi sekarang pemikirannya seperti terbuka lebar.


Yana yang dihadapkan dengan kehidupan malam . Kondisi di mana orang sangat mudah kehilangan jati diri. Masih bisa hidup dengan baik. Yana tidak ragu untuk berteriak dengan lantang saat dia menikah.


"aku menikah dalam kondisi perawan bagaimana dengan putri tersayangmu itu ,dia hamil tanpa ayah"


Hary marah dan geram melihat pernyataan seperti itu .Tapi sekarang dia sangat menyadari perbedaannya.


Yana hidup dalam kondisi rentan tapi masih bisa mempertahankan garis terakhir kepolosannya .


Tapi lihatlah bagaimana shi yang sudah dia jaga seperti intan permata.


Malah sudah melepaskannya saat masih berada di bangku sekolah menengah pertama.


Perbedaan ini sangatlah besar.


"pergilah Rudi selesaikan hari ini juga aku tidak tahu apa aku masih hidup untuk hari esok"


Rudi mengerti dan pergi tanpa disuruh dua kali.


Hary memiliki penyakit jantung yang sangat menghawatirkan. dia bisa saja memiliki waktu yang tidak terduga.


Setelah Rudi pergi ,Hary kembali ke kamarnya. Tapi sebelum itu dia sempat melirik ke pintu kaca di mana Yana masih saja belum sadar.


Liliana masih duduk di tempatnya semula tanpa bergerak.


pemandangan ini membuat Harry tidak kuasa menahan air matanya. dia benar-benar merasa salah dalam melangkah.

__ADS_1


"Maafkan papa Yana".


__ADS_2