
Sudah tiga minggu Yana kembali ke kotanya.Minggu depan dia seharusnya menjalani rutinitas sebagai seorang pelajar lagi.
Tapi ketika Yana kembali ke kota itu,dia pergi dengan hati Jhonatan.
Sejak kepergian Yana, Jhonatan merasa kehilangan kecil di hatinya.Awalnya dia pikir, apa yang dia rasakan hanya lah sebuah penyesalan di masa lalu.
Jhonathan berusaha menepis segala nya .Dia mengingat momen di mana dia dan yana berdua di villa itu.
Yana yang sedang makan di teras.Bahkan bayangan Yana yang menarik kopernya pergi dari villa.
Jhonathan tidak pernah bisa nyaman untuk pergi tidur.Dia memimpikan nya setiap malam.
Bau tubuh Yana yang berusaha dia cari di sekitar villa menjadi bukti bahwa perasaan itu nyata adanya.
Namun bodohnya Jhonatan, dia pikir ini bukan cinta.Melainkan ketertarikan antara pria dan wanita.Apa lagi Yana memang piawai dalam merayu laki laki.Hanya itu yang bisa menjelaskan tentang ini.
Jadi dia mengusir rasa ini agak tidak berkembang ke arah lain yang bernama cinta.
Jhonathan sekarang sedang bertemu dengan seorang wanita berhijab .Papa mengatur pertemuan ini.
Namanya Nurida.
Kata papa,dia anak dari kenalan nya.Orangnya cukup manis.Usia dua puluh enam tahun.Masih satu tahun di bawah Jhonatan.
Jhonathan datang ke restoran besar di dalam kamar khusus.
Jangan pikir Jhonathan dan Nur bertemu berdua saja. Masing-masing di dampingi oleh keluarga mereka.
Nur membawa kakak lelaki nya dan Jhonatan bersama papanya.
Jhonathan dan papanya tiba di lokasi dan duduk memesan makanan .
Sebenarnya Jhonatan belum tergerak untuk bertemu wanita.Tapi mama mendesak Jhonatan untuk mencari teman hidup.
Mama pikir Yana berkata benar hari itu.Jhonatan adalah pria tulen.Di sini mama Jhonatan pikir ,memiliki pasangan akan meringankan beban pikiran putra nya ke tingkat tertentu.
Putra nya sudah pulih tapi masih ada sisa penyakit yang tidak bisa di picu lagi.
Dia perlu mengubur memori buruk dengan menciptakan memori indah yang membahagiakan nya.Jadi menikah adalah memori bagus yang harus dia rekam selanjutnya.
Pilihan pada Nurida jatuh karena dia berlatar belakang agama yang bagus.Dia mungkin bisa membimbing jiwa Jhonatan yang rapuh ke arah yang lebih baik.
Nurida sendiri tidak menolak .Di usia ini dia belum mendapatkan pasangan yang di inginkan nya.Dia memiliki standar tersendiri sebagai calon suami.
Salah satunya tampan.
Tentu saja Nurida sendiri tidak mengatakan ini kepada keluarga aldelis.Ada beberapa calon yang ayah nya anggap layak untuk diperkenalkan kepada nya.
Ketika foto Jhonatan di serahkan kepada nya dia langsung mengangguk.Gadis mana yang tidak mau suami yang tampan.
Nurida tidak memandang harta yang banyak dari keluarga Aldelis.Dia selalu berpikir jika rezeki di tangan Allah.Ada juga rezeki yang datang dari istri dan anak anak.
Ada juga ilmu agama.
Dia bisa membantu Jhonatan mempelajarinya perlahan lahan ketika mereka menikah kelak.Di era teknologi ini mempelajari sesuatu hanya kah soal niat semata.
Selagi ada niat,apa pun bisa di lakukan.
Dengan prinsip inilah Nurida mau bertemu dengan Jhonathan.
Baru setengah jam kemudian ,dua orang yang di janjikan tiba di restoran.
Seorang pria muda berkulit putih dengan peci .Dia tiba bersama seorang gadis memakai hijab berwana pastel.Di perkiraan inilah Nurida.
Papa Jhonathan segera pergi menyambut calon menantu masa depan nya.Dia belum pernah melihat Nurida sekalipun.Tapi setelah bertemu di sini,papa Jhonathan puas dengan penampilan Nurida yang sopan.
"Assalamualaikum"kata pria itu.
"Waalaikumsalam"jawab papa Jhonathan seraya bersalaman dengan pria yang datang.
"Sudah lama pak wira?"katanya ramah pada papa Jhonathan.
"Belum lama kok,gimana kabarnya ayah mu?"kata papa klise.Dia dan kemal sudah saling kenal tapi belun. lama juga.Hanya ayah kemal yang dia selalu temui setiap kali ada pengajian.
"Baik , beliau titip salam" jawan kemal lagi
"Waalaikumsalam,ayo silahkan duduk" mereka pergi ke meja di mana Jhonathan duduk.
"Makasih pak wira,eh ini ..
"Eh lihat aku, ini putra ku Jhonatan aldelis.Jhon kenalkan ini namanya kemal.Dan ini adik perempuan nya Nurida " kata papa Jhonathan.
__ADS_1
Jhonathan berdiri dan mengulur kan tangannya pada kemal.Dia pria yang hangat.
"Jhonatan "kata Jhonathan memperkenalkan diri.
Mereka duduk di meja yang sama dan canggung di menit berikutnya. mereka berdua berbicara tentang hal hal sepele sementara Jhonatan dan Nurida hanya diam seribu bahasa.
"Hem kita sama sama tau tujuan kita datang.Jadi Nuri dan Jhonatan pergi ke meja itu.Berbicara saja dengan santai,jika cocok kita lanjutkan.Jika tidak jangan putus kan hubungan silaturahmi ,oke" kata kemal tanpa bersembunyi lagi.
Jhonathan mengerti dan dia pergi ke meja yang di tunjuk.Di ikuti oleh Nurida dari belakang.
Meja nya sekitar tiga meter jauhnya dari meja Papa Jhonathan.Masih bisa di lihat tapi apa yang di bicarakan oleh ke duanya bisa di blokir dengan cara ini.
Setelah duduk , Jhonatan yang terbiasa berhadapan dengan para kolega nya tetap tenang.Di sisi lain Nurida gugup dan ingin pingsan di tempat.
Jhonathan ini lebih tampan dari pada di dalam foto.Jantung Nuri mau copot ,wajah nya memerah seperti tomat matang.Untuk beberapa waktu Jhonatan tidak mau membuka pembicaraan jadi Nurida berinisiatif memulainya.
"Assalamualaikum kakak"sapa Nurida pelan.
"Waalaikumsalam"jawab Jhonathan.Jhonatan hanya meneliti tentang Nurida yang duduk di depannya dengan gugup.Ini lebih seperti wawancara kerja dari pada pertemuan cari jodoh.
"Nuri udah kerja kah?" tanya Jhonathan.Dia pikir gadis ini cukup bagus dari segi penampilan nya.Menantu idaman untuk papa dan mama.
"Belum kak, hanya bantu bantu paman di pasantren." jawab Nurida jujur.Dia mengambil beberapa mata pelajaran di pasantren untuk anak anak pasantren di mana paman nya duduk di jajaran pemilik pasantren itu
Jadi guru sementara di sana.
"Ohh tamatan apa?" tanya Jhonathan lagi
"Hanya S1 informatika,kak.Lulusan lama"Jawab Nurida.Dia melirik Jhonathan dengan wajah malu malu
"Kenapa tidak cari kerja saja,aku bisa bantu juka Nuri mau" kata Jhonathan,S1 tapi pengganguran.
Sayangkan kuliah lama lama tapi tidak di gunakan.
"Ayah bilang perempuan tidak bisa punya ambisi besar. Belajar soal agama aja agar bisa membentuk rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah" Kata Nuri lagi..
Dia di besarkan dalam pemikiran seperti ini.Suami yang bertugas cari uang di luar dan istri yang bertugas mengelola rumah.Semua hal sudah di atur Allah pada porosnya.
ibarat kata pepetah,jika sudah rezeki tidak akan lari kemana.Jhonatan tidak sependapat tapi mari hargai pendapat orang lain.
"Itu pemikiran kamu atau ayah mu?" tanya nya.
Nurida belajar dan kuliah hanya untuk menjadi guru pertama anak-anaknya kelak dalam rumah tangga nya nanti.Seorang ibu yang berkualitas bisa melahirkan anak-anak yang berkualitas juga.
Kwalitas calon ibu dan calon ayah terkadang sangat mempengaruhi jiwa anak anak mereka.
Dari pemikiran ini dia ingin menemukan pasangan yang tampan.Selain bisa menyejukkan hati setiap kali memandang nya .Dia juga akan bisa melahirkan anak anka yang tidak kalah tampan nya nanti.
Jhonatan terlalu sempurna untuk jadi suami masa depan dan ayah bagi anak anak masa depannya.jadi pilihan pertama di jatuhkan pada Jhonatan aldelis ini.
"Iya sih,tapi punya ambisi juga tidak buruk.Banyak juga wanita sukses dalam karir tapi masih bisa sukses dalam rumah tangga kan" jelas Jhonathan lagi, wanita sukses dalam karir dan rumah tangga contoh nya Ana sang sekretaris .
"Benar kak tapi tidak semua orang bisa sukses di dua tempat. Nuri pikir sebaik nya wanita fokus pada satu titik yang di ridoi oleh Allah.
Insyaallah jika kita ikhlas rezeki dunia akhirat akan menyusul kan?" jawab Nurida lagi.
Seperti nya ilmu agama Nurida cukup bagus.Wanita seperti ini pasti di sukai oleh mamanya.
Sementara Jhonatan dan Nurida berbicara di sudut sana, papa dan kemal sedang berbincang tentang pasantren yang sedang butuh beberapa dana segar.
Papa Jhonathan adalah salah satu donatur tetap pasantren ini.
Banyak guru guru perlu di bayar dan beberapa fasilitas juga perlu dana tambahan.Anak anak pasantren masih membayar.
"Nak kemal aku dapat informasi ,ada sebuah panti asuhan di kota kecil yang bisa berdiri secara mandiri.Meski pun donatur masih di perlukan tapi mereka membuka usaha kecil sendiri dan anak anak panti asuhan juga ikut membantu.
Sepertinya jika ide ini di terapkan pasantren bisa surplus kan" kata Papa Jhonathan.
Yang paling di kagumi olehnya dari Yana adalah ini.Dia bisa memimpin panti asuhan untuk mandiri meski pun Itu masih ada campur tangan putra bungsunya.
Sejak saat itu Papa Jhonathan masih memantau pergerakan Yana.Ini soal Reno yang memiliki hubungan dengan Yana.
Yana anak yang baik tapi untuk jadi seorang menantu justru tidak di anjurkan sama sekali.
Dia memantau Yana tapi dia tidak melakukan nya pada Reno. Dia pikir Reno adalah lelaki yang bisa menjaga diri sendiri.Dia juga sudah dewasa yang tau membedakan baik dan buruk nya.Mengenai pacar yang gonta ganti itu sangat wajar bagi orang muda.Tidak perlu di besar besarkan.
Sampai sekarang papa Jhonathan masih tidak tau jika Reno bergaul dengan orang-orang di klub.
Sekarang dia malah terjerat cinta satu malam dengan Shi.
Sungguh ironis.
__ADS_1
"Saya kira ini ide bagus tapi takutnya nanti dikira eksploitasi anak anak pak, jadi lebih sulit kan"kata kemal lagi.
"Mungkin benar tapi jika ini di landas kan pada usaha kecil yang bisa dibilang untuk mengajar kan ilmu agar anak anak bisa mandiri setelah keluar dari pasantren .Saya kita akan lebih banyak untungnya dari pada kerugian nya" kata papa Jhonathan lagi.
Kemudian mereka saling menuangkan pemikiran lagi tentang pengalaman panti asuhan yang di akui oleh papa Jhonathan.
Mereka berbicara banyak sebelum Jhonathan dan Nurida duduk di kursinya kembali.
Jhonathan terlihat tertarik dengan kondisi Nurida. Tapi dia bilang perlu beberapa waktu lagi untuk memutuskan hal besar ini.
Setelah itu mereka berpisah dengan berjanji untuk pertemuan kedua .
Di rumah mama Jhonathan sudah menunggu berita baik.Begitu Jhonathan kembali bersama papanya dia bergegas pergi untuk bertanya tentang kesan Jhonathan pada Nurida tadi.
"Orang nya bagus, cocok untuk jadi menantu idaman mama dan papa"kata Jhonatan pelan.
Ketika dia menjawab dia sendiri bertanya kepada hatinya.Apa dia menyukai karakter Nurida ini.
Nurida bagus dari segi penampilan dan segi agama nya.Dia punya semua kriteria yang mama dan papa inginkan.Tapi hatinya tidak bergerak sedikit pun.
Tifaknada detak jantung yang berpacu, tidak ada keinginan untuk bertemu lagi.Ini seperti minum kopi hitam tanpa pemanis nya.
Pahit dan pahit.Tidak ada manis manis nya .
"Jhonatan,mama bertanya apakah dia cocok untuk jadi istrimu,bukan untuk jadi menantu mama"
"Apa bedanya ma,kan mama memang ingin menantu perempuan kan?" tanya papa Jhonathan tidak mengerti.Menantu mereka dan istri Jhonatan apa bedanya kan.
Pikiran seorang wanita memang sedikit sulit di tebak.
"Beda pah, beda.Jhonatan harus menikah untuk bahagia bukan untuk membahagiakan kita.Jelas aja ini beda pah"kata mama menjelaskan kepada papa Jhonathan.
Setelah mendengar kan kata kata mama,papa memandang Jhonathan yang sedang menutup matanya .Dia terlihat kelelahan sekali.
Melihat kondisi Jhonathan papa mengerti apa yang di maksudkan oleh istrinya ini.Dia lupa bertanya kepada Jhonatan apakah dia menyukai Nurida atau tidak.
Tapi papa tidak bertanya pada Jhonatan lagi.Dia pergi beristirahat seperti biasanya.
Semua berlangsung normal saja.Tapi setelah makan malam oapa mengajak Jhonathan duduk di belakang rumah. Tidak ada mama Jhonathan di sana.Ada sesuatu yang perlu di bicarakan antar lelaki.
"Jhonathan, katakan pada papa.Apa yang kau rasakan saat bertemu Nuri?"tanya Papa pelan.
Anaknya sakit dan papa tidak mau Jhonatan sakit lagi.Jangan terlalu di paksa kan.
Jhonathan hanya tersenyum pada papanya dan menjawab "Dia bagus".
"Papa tanya tentang perasaan Jhonathan bukan karakter nya.Apa kau merasakan perbedaan antara dia dan gadis gadis lain?"
"Maksudnya pah?"
"Maksud papa, ya berbeda saja.Seperti Jantung berdebar dan sebagainya" kata papa hati hati.
Jhonatan mengerti apa yang ingin di tanyakan papa nya.Dia jelas tidak merasakan pada Nurida.Jadi dia menggeleng saja.
"Apa dia sama seperti gadis gadis yang lain?"
"Ya itu sama"
"Jhonatan papa selalu ingin tau,apa kau pernah merasakan hal itu oada seorang gadis.Perasaan yang tidak pernah kau rasakan dengan gadis lain?" tanya Papa Jhonathan serius.
Jhonathan diam,dia mencoba menggali memori nya.Tidak satupun gadis yang bisa membuat jantungnya berdebar lebih kencang.
Ada satu dan itu tidak di hitung sama sekali.Dia bukan gadis biasa.
Jadi Jhonatan menggeleng lemah.Tapi papa tidak percaya ini Jhonatan sakit dia tidak bisa menekan perasaan nya lagi jika tidak mau penyakit nya kembali.
"Jawab papa Jhonathan, papa ingin mengerti kamu.Jangan sembunyi apapun dari papa.ingat?" kata papa Jhonathan yang gugup entah kenapa.
Apa anak nya ini benar benar normal atau dia bengkok,astaghfirullah, Jhonatan.
" Ada satu pah tapi dia kasus khusus"kata Jhonatan pelan.Dia merasa tidak nyaman untuk mengatakan rasa hati nya
"Siapa itu?"Tanya papa gugup.Jangan bilang namanya ujang ,Ijong atau sejenisnya.
"Hariyana Ginanjar" kata Jhonatan pelan.
"Syukur lah ini nama wanita, hariyana Ginanjar masih bagus.Apa, hariyana?apa itu Yana kah?" tanya Papa terkejut.
"Ya hanya Yana yang bisa membuat jantung mu berdebar, hanya dia yang bisa membuat aku menginginkan kehangatan seorang wanita.Hanya Yana "
Papa...😱
__ADS_1