Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
salah faham


__ADS_3

Di sebuah cafe di kota kecil.Yana duduk di sana sedang menunggu seseorang.Hari ini tidak memakai penampilan Yana si cupu.


Dia juga tidak memakai pesona seorang Gia.Bagi nya Gia sudah mati begitu uang itu di bayar.


Yana memakai terusan warna pink yang memiliki rok besar dengan ban pinggang yang indah.Dia juga melepaskan kacamata tebal dan bola mata nya yang berwarna biru itu terlihat setenang lautan.


Dia sengaja memakai lipstik warna nude. Tidak begitu mencolok tapi mampu membuat orang orang sadar jika dia masih muda.


Rambut panjang favoritnya di biarkan bebas sebebas dirinya saat ini. Sepatu hak tinggi yang dia pakai hanya menambah kan ilusi baru baginya.


Dengan pakaian lengan pendek seperti ini dia bisa membuat pesona nya sendiri.Kulit lengannya yang putih sangat bagus di tambah dengan jam limited edition di tangan kiri nya.


Yana tidak memakai banyak perhiasan hanya jam dan sebuah cincin kecil .Tapi dia bisa membuat banyak mata lupa dengan apa yang ingin di katakan sebelumnya.


Lihatlah seperti pelayan yang sedang menuangkan air pada pelanggan nya.Dia lupa.jika gelas sudah penuh.


Anda pasti tau akhirnya kan.


Tak lama kemudian seorang pria dengan kaos putih datang dan menyapa Yana dengan wajah kagum.Dia langsung mengulur kan tangan pada Yana dengan antusias.


"Halo ini hariyana Ginanjar?" sapanya.Yana langsung bangkit dan menyambut uluran tangan nya tanpa ragu sedikitpun.


"Oh halo saya Hariyana Ginanjar, tuan Fadli kan?" katanya lagi.


Yana bisa mengingat sosok ini dengan sekali pandang saja. Tapi orang iki yang disebut Fadli ini, tidak mungkin mengingatnya lagi. Karena dia sangat berbeda dengan Gia yang pernah tampil di pentas waktu itu.


Lagi pula kejadian nya sudah lama sekali, mungkin waktu itu dia baru lulus SMA.


"Ya itu saya.Maaf sudah menunggu lama"katanya tulus. Ketika dia berjabat tangan dengan Yana, tiba-tiba hatinya merasa gatal .Ada sentuhan aneh yang menjalar di jantungnya saat ini. Seperti ada ribuan semut yang bersarang di dadanya.


Mereka berdua duduk lagi dari berbincang santai tentang sesuatu yang tidak penting. sakitnya yana memasang secangkir kopi latte secangkir kopi hitam dan sepiring makanan ringan untuk mereka berdua.


" tidak kusangka ada kopi pahit yang terasa manis di kota kecil ini kan. Jika tahu sudah lama aku mampir dan singgah untuk minum" kata Fadli bercanda.


Dia memang menyukai kopi hitam yang pekat dengan sedikit pahit. Tapi dengan Yana di depannya. Kopi ini entah bagaimana tiba-tiba menjadi manis semanis madu.


" benarkah, jika begitu sering seringlah mampir"Kata Yana pura pura tidak mengerti.


Yana tidak bodoh dalam hal lelaki. Tapi dia tidak ada urusannya.


Sekarang mereka sedang membicarakan masalah bisnis yang penting.


" tidak ada gunanya sering-sering mampir jika tidak ada nona Yana yang mendampingi hahaha" kata Fadli lagi.


"Tuan Fadli bercanda saja, mengapa kita tidak bicara langsung ke inti nya saja?"tanya Yana.


Sepertinya pemuda ini akan lama bicara jika tidak diambil serius. Dia juga perlu waktu untuk memanjakan diri.


Beberapa waktu yang lalu broker sahamnya mengatakan . Jika informasi tentang Yana sudah bocor pada perusahaan terkait.


Harga saham naik gila-gilaan sejak anak ini yang memegang tampuk pimpinan nya. Sebab itu tanpa disadari Yana sekarang adalah pemegang terbesar perusahaan itu sebanyak 40%.


Setelah mendapatkan kepemilikan saham sebesar itu .Yana tidak berpikir ingin menambah lagi .Jadi dia stop sampai di sini dan menganggur menunggu bayaran bulanan dengan santai.


Sesantai-santai nya Yana sekarang. Ini berbanding terbalik dengan pria di depannya ini. Sebagai seorang pemegang saham terbesar di perusahaan yang sekarang sedang dia kelola. Yana memiliki hak untuk menjadi CEO jika dia mau.


Akan buruk jika Yana memang benar-benar berpikir demikian.


Perusahaan ini ada perusahaan milik keluarga yang sudah tiga generasi di belakang nya.


Dia tidak mungkin melepaskan perusahaan ini kepada orang asing dengan santai. Ketika perusahaan ini di bawah kendali kakaknya waktu itu.Perusaaan ini benar-benar hancur dan itu membuat keluarga kecewa.


Sebab itulah dia berani bertaruh dengan dukungan keluarga. Hanya saja beberapa saham sudah terlanjur tersebar ke beberapa orang yang tidak terkait.


Dengan bersusah payah dia mengumpulkan semua saham itu kembali.Bagaimanapun dia berusaha ,dia masih saja gagal menjadi pemilik saham terbesar.


Saat ini dianya mampu meraih 30 persen. Yang menjadikan Yana sebagai pemilik saham terbesar sebanyak 40 persen.


Kali ini dia datang untuk menegosiasi kan tentang hal saham ini .Dia akan membeli mahal saham-saham jika Yana berkenan menjual nya.


Dengan asumsi jika Yana sudah tau niat kedatangannya ini .Jadi dia tidak lagi bersembunyi.


" saya pribadi yakin jika nona Yana tau mengapa saya mengajak nona bertemu di sini. Terus terang saja saya ingin membeli saham nona dan siap mendengarkan berapa nilai yang nona inginkan"kata Fadli terus terang.

__ADS_1


Yana tampak santai dan meminum kopi latte nya sebelum dia berbicara.


" Sebutkan harga dari tuan fadil terlebih dahulu nanti saya akan pertimbangkan" kata Yana.


Fadli tentu datang dengan sejumlah persiapan dia tidak main-main dalam urusan ini jadi dia mengirimkan seberkas kertas dengan angka-angka di atasnya.


Yana tidak terkejut dengan angka sebesar ini . Uang apa yang tidak dia lihat sejak menggenggam dua ratus miliar di tangan.


Melihat Yana tidak tergerak dengan angka-angka itu. Dia segera mengganti kertas dan menambah angka lain di sana.


Akan tetapi reaksi Yana masih sama sepertinya dia tak tidak tergerak sama sekali.


" Jika nona tidak berkenan dengan angka yang saya berikan.Silahkan nona menambah kan sendiri angka yang nona mau " katanya lagi.


Cari wajahnya saja Yana sudah tahu jika pemuda ini sedang kesal dan dia tertawa sedikit.


Senyumnya Yana secerah mentari tapi suasana hati Fadli tidak berubah.Dia masih memikirkan masalah saham yang menjadi mimpi buruk nya semalam berbulan-bulan.


" Sebenarnya saya tidak begitu memikirkan masalah uang kecil ini Tapi jika tuan benar-benar menginginkannya. Saya bisa mengajukan persyaratan lain" kata Yana yang membuat Fadli sedikit nyaman.


Gadis ini sebenarnya memiliki sesuatu yang dia inginkan selain dari pada uang.Apakah dia menginginkan kan diri nya?


Wow.. hehehe.


" apa tuan Fadli tahu dengan perusahaan ginanjar grup?" tanya Yana yang mulai serius lagi.Dia sudah memikirkan kemungkinan ini beberapa malam sebelum nya.


Dia bisa menjadi pemegang saham terbesar pada perusahaan lain.Tapi di perusahaan Ginajar dia tidak bisa bergerak.Tidak ada kekurangan uang pada perusahaan itu yang memungkinkan Hari untuk melepas kan saham saham nya keluar.


"Ginanjar grup? seperti nya aku pernah dengar "kata Fadli yang sedikit kecewa.Dia pikir akan ada masa depan dengan Yana di masa depan.


"Saya sudah survei harga, perbandingan antara saham tuan Fadli dengan saham ginanjar adalah satu banding empat "kata Yana.


"Apa maksud nya ingin barter saham?"tanya Fadli heran.


Dia sebenarnya tau tentang Ginajar grup.Jika memang mau barter dia punya caranya sendiri.


Ada kolega nya yang memiliki beberapa persen saham ginanjar.Ini sangat mudah untuk melakukan.


Mengenai harga...


Satu persen saham perusahaan barter dengan empat persen saham Ginajar.


Dia harus mencari tau perbandingan harga nya dulu.Dia segera mengambil HP nya Segera dia berselancar di dunia maya.


Yana tidak bersuara dia tidak mau mengganggu Fadli.Sebenarnya satu banding empat itu agak keterlaluan.Tapi Fadli jelas sangat membutuhkan saham ini dari pada dia.Yana tidak akan memaksa, jika dia tidak mau Yana juga tidak terburu buru.


Ini hanya menyelam sambil minum air.


Sementara itu Yana tidak tau jika Jhonatan datang ke kota kecil untuk bertemu dengan seorang dokter yang dia katakan pada Reno sebelumnya.


Jhonatan tidak menyadari kehadiran Yana di sana.Dia masuk dan ingin memesan sesuatu .Tangan Jhonathan masih di udara ketika melihat Yana yang duduk di sana dengan seorang pria muda seusia Reno adik nya.


Terlihat jelas kedua nya bisa sangat serius.Sesekali Yana tersenyum ringan dan meyelipkan sedikit rambut di telinganya.Trik ini di anggap Jhonatan sebagai reaksi malu malu seorang gadis muda.


Ya Yana terlihat muda dan makin cantik saja.Jhonatan terpana melihat Yana dari jauh.Dia hanya sadar ketika pelayan datang .


Sekarang dia tidak bisa fokus dengan tujuan nya.Hatinya panas dan bertanya tentang siapa yang Yana temui ini.


Dia hanya melihat pergerakan Yana dari waktu ke waktu.


"Apa yang mereka bicarakan di sana.Huh dasar wanita penggoda.Dasar perayu lelaki"kata Jhonatan dalam hati nya.


Entah mengapa dia merasa tidak nyaman melihat Yana yang sedang berbicara dengan lelaki lain.Di pikiran nya Yana hanya sedang merayu pria demi sedikit uang jajan.


Yana adalah Gia sang perayu ulung.


Dia dengan.mudah menggaet satu pria ke pria yang lain.Mama benar dia sangat tidak cocok menjadi seorang istri apalagi seorang menantu perempuan untuk mama nya.


Nurida seribu kali lebih baik dari pada dia.


Jhonatan tanpa sadar mengutuk Yana dalam hatinya.Dia tidak berpikir jika Yana sama sekali tidak pernah memikirkan dia.


Yang Jhonathan pikirkan sama sekali tidak benar.Jika Yana tau apa yang Jhonatan pikir kan tentang dia.Yana pasti membenci hari di mana dia bertemu dengan Jhonatan.

__ADS_1


"Hai Jhon,apa kabarnya?"Kata seseorang tiba-tiba.Jhonatan terkejut .Dia pura pura tersenyum ramah dan mempersilahkan dia untuk duduk.


Dalam sekejap mereka berbicara tentang masalah Reno adiknya.Pria ini adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit . Kebetulan sekali aldelis grup adalah pemegang saham di rumah sakit ini.


Jika Jhonatan meminta sedikit bantuan pasti mereka akan melakukan nya dengan senang hati.


Mereka berbicara tentang banyak hal menyangkut Reno.Tapi mata dan hati Reno tidak di sana.Dia melirik Yana dari waktu ke waktu .


Yana yang di tatap sedemikian rupa tidak tau.Dia menunggu Fadli selesai melihat data di dunia maya.


Seperti yang di harapkan dati seorang profesional, Fadli selesai hanya dalam kurang dari sepuluh menit saja


"Nona Yana, setelah di tinjau,satu banding empat itu tidak wajar, bagiamana jika satu banding dua?"


"Tuan Fadli saya kira ini tidak berhasil .Jangan buang buang waktu berharga mu.Saya permisi "kata Yana sopan.


Dia segera bangkit dari tempat duduknya.Satu banding dua,huh.Makan tuh saham sendiri.


Dia punya banyak jalan untuk pergi ke Roma.


Fadli yang melihat Yana akan pergi dia menjadi gugup sendiri.Dari luar Yana adalah seseorang yang bisa di bujuk. Tapi Yana tidak bisa berlembut dia sebenarnya gadis yang tangguh.


Bagaimana mungkin Yana bisa memiliki saham terbesar di perusahaan jika dia tidak memiliki sedikit kemampuan.


Rupanya Fadli terlalu meremehkan Yana sebagai seorang wanita.


"Nona Yana Jangan marah dulu.Mari kita runding kan masalah ini, Oke"kata Fadli gugup.


Dia menarik tangan Yana meminta nya untuk duduk kembali.Yana tidak senang dia menolak dengan lembut.


"Tuan Fadli saya punya sesuatu yang harus di lakukan,maaf sudah membuang waktu anda yang berharga"


"Bukan begitu nona Yana,saya minta maaf.Ayo duduk pesan satu cangkir kopi latte lagi , Oke "kata Fadli yang memaksa kan Yana untuk duduk di kursi nya semula.


Yana duduk kembali dengan wajah yang cemberut.Dia tidak berpura pura ,dia memang sedikit kesal.


Fadli pasti tahu harga pasaran yang sebenarnya ketika dia berselancar di dunia maya tadi.Ketika dia menawar dengan harga begitu rendah dia mengungkapkan keserakahan nya.


Yana sudah mencari tau perbandingan yang pantas.Itu masih satu banding tiga.Yana pikir dengan mengatakan satu banding empat ini masih membuka celah untuk penawaran.


Tapi Fadli membuka mulutnya terlalu lebar.Yana hanya akan mengalami kerugian di sini.Jika Yana membiarkan.Saham ini dengan santai dia bisa memetik uang yang setara dengan satu persen saham untuk tiga bulan berjalan.


Ini lah sebabnya Yana marah.


Jika bukan karena Yana kesulitan untuk membeli saham Ginanjar,dia tidak akan mau menyerah kan saham ini dengan santai.


Mengenai saham Ginajar dia yakin akan ada waktunya Hari Ginajar melempar kan itu keluar.Dia hanya perlu menunggu sedikit waktu lagi.


Yana dan Fadli kembali berbicara tentang urusan mereka.Tapi bagi Jhonatan ini sangat berbeda sekali.


Di matanya Yana pasti sedang merajuk . Mungkin dia meminta sesuatu dan pria itu sepertinya agak keberatan.Jadi dia merajuk dan pria itu terjebak di tengah.


Melihat Yana yang di paksa duduk oleh pria itu, Jhonatan pikir Yana berhasil dalam metodenya.


Lihat saja wajah cemberut Yana .Dia terlihat cantik dan sekarang lebih cantik lagi dengan wajah cemberut nya


"Dasar perayu ulung"pikir Jhonathan kesal.


Lawan bicaranya mengerut kan dahi,dia tidak mengerti kenapa wajah Jhonatan terlihat masam.Mungkin dia tertekan karena masalah adik kecil nya.Jadi dia berinisiatif berbicara pada Jhonatan.


"Tuan Jhon jangan khawatir, masalah ini serahkan kepada saya.Rumah sakit akan bekerja sama dan ini akan selesai dalam beberapa jam setelah eksekusi"


"Terimakasih ,saya sedang memikirkan masalah kantor tadi "kata Jhonatan terkejut.


Dia tidak fokus sekarang.Jadi dia mengundurkan diri lebih awal dari Yana sendiri.


Jhonathan pikir suasana cafe ini tidak benar.Dia merasa gerah jika lama lama duduk di cafe seperti ini.Ketika dia keluar dari pintu dia melirik Yana sedikit..


Tidak mungkin Yana tidak melihat dia lewat kan.Gadis ini hanya berpura pura tidak melihat nya.


Dasar gadis nakal.


Yana yang tidak tau apa apa, akhirnya mendapatkan harga satu banding empat .Dia tidak mengira Fadli tidak menawar lagi setelah kejadian tadi.

__ADS_1


Mereka sepakat untuk bertemu lagi setelah Fadli memiliki sejumlah saham Ginajar grup di tangannya.


Saat ini Yana memiliki lima belas persen saham Ginajar.Jika Fadli bisa mendapatkan lima belas persen lagi , hanya menunggu waktu saja untuk dia naik ke kursi CEO.


__ADS_2