Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Pergi


__ADS_3

Dengan hati yang dipenuh perasaan kecewa. Reno memutuskan untuk kembali ke kota kecil.Banyak hal yang dia pikirkan setelah kejadian ini.


Keluarga yang awalnya dia pikirkan adalah keluarga terbaik di dunia Ini. Sebenarnya penuh dengan lubang di sana-sini.


Sebagai seorang pria, Reno pikir tidak pantas untuk selalu bergantung pada aldelis grup.


Keluarga ini satu hari bisa saja runtuh dan dia tidak bisa menunggu saat-saat itu terjadi.


"aku masih muda masih banyak waktu untuk berkembang .Mulai saat ini aku akan membangun perusahaanku sendiri meskipun sulit tapi tidak apa-apa" pikir Reno.


Dia menarik tas nya dan turun ke bawah.Saat itu orang tuanya masih di bawah bersama sang kakak yang tentu saja sedang memikirkan , langkah selanjutnya untuk hak asuh anak.


"Ren, mau kemana kamu?"Tanya mama Jhonathan melihat Reno yang keluar dengan tas nya.


"Pulang mah,mau kemana lagi kan" jawab nya ketus.


"Ren tinggal dulu napa,ini urusan kakak mu belum kelar lho.


Keponakan mau di bawa kabur malah diam aja, gimana sih kamu?" kata Mama nya kesal.


Sudah bertahun-tahun dia menunggu, seharusnya yang lain juga bertindak bersama nya mempertahankan hak asuh.


Tapi Reno seperti nya tidak mendukung rencana ini.Sihir apa yang di pakai oleh Yana sialan itu. Hingga Reno udah jadi anak yang pembangkang begini.


"Mama bukan aku pengen jadi anak yang durhaka tapi coba pikirkan dulu anak itu masih di perut mah belum juga lahir ngapain dipikir pikirkan dulu menantu Mama yang pengen cerai. ditahan kek dibujuk kek, kadang aku itu nggak ...nggak tahu lagi gimana jalan pikiran kalian"kata Reno susah payah.


"Reno mentang-mentang kamu tuh ya ,udah sekolah tinggi jadi kamu pikir bisa membentak Mama kayak gini. Kamu pikir Mama ini bodoh!!" teriak mamanya lagi


"Reno perhatikan kata-katamu, ya. Tidak pantas kamu bicara gitu dengan mama dan papa. Lagi pula mamamu ini benar, seorang ayah berhak kepada anak-anaknya kenapa yana, bicara seolah-olah kita tidak memiliki hak?" kata Papa Jhonathan pusing.


Dia juga mengerti jika Jonathan sudah salah dalam pernikahan ini. Tapi anak-anak tidak bisa ditarik untuk menjadi milik satu pihak.


"aku tuh nggak ngasarin mama ya tapi aku cuma bilangin kalau Mama nggak mau ngerti ya udah apa aku nggak bisa ngomong di sini?"


"jika masalah ini dibalik dengan mama. Mama baru menikah sama papa lagi hamil juga. Mertua nggak suka, papa juga nggak belain Papa Mama apa yang Mama rasakan saat itu?"


"tentu saja Mama akan menghargai kandungan Mama kan anak yang Mama sayang anak yang Mama tunggu tunggu. pas gitu Papa nggak ngakuin jika anak itu aku ini anak papa. aku pikir Mama juga akan marah jika Papa melakukan hal itu kan. Oke lah kalau nggak masalah untuk mama jika Papa meragukan kesetiaan Mama. tapi apa yang Mama rasakan jika anak dalam kandungan mama akan dibawa pergi bahkan sebelum mereka sempat lahir. apa yang Mama rasakan.Hah apa yang Mama pikirkan sebagai seorang wanita ?" kata Reno yang berusaha menekan nadanya agar Mama tidak tersinggung namun walau bagaimanapun dia bersuara rendah kata-kata ini memang akan menyinggung mamanya dan dia tidak akan menyangkal itu.


Ini hanya usaha terakhir agar mamanya mengerti.Namun jika tidak itu di luar tanggung jawabnya lagi.


"Apa ren, anak Mama berani menyamakan diri Mama dengan seorang pelacur, astaghfirullahaladzim astaghfirullahaladzim. Papa tolongin Mama Pah, darah tinggi mama mungkin naik nih" tiba-tiba Mama Jonathan pucat sepertinya darah tingginya mulai kumat.


Jonathan yang marah mamanya dikatain seperti itu .langsung meninju perut Reno dengan keras. Sejak kecil Jonathan tidak pernah memukul adiknya ini tapi sekarang ini adalah gerak reflek.


"Jhonatan Reno ,sudah lah"lerai Papa nya


Rena juga terkejut menerima bogem mentah dari kakak yang dia sanjung dan dia puja.


Yana benar asalkan masalah itu berdasarkan pada mamanya ini tidak akan pernah selesai.


"sebagai seorang adik aku tidak berhak untuk menilai perilaku kakakku Jonathan yang baik hati dan pintar ini. Tapi sebagai seorang laki-laki sejati, aku ingin menasehati kakakku tersayang. jika Yana ingin bercerai denganmu itu sudah pantas"


"untuk Yana sahabatku"


Plok..plok..plok..


Reno memberikan tepuk tangan meriah yang ditujukan untuk Yana artinya dia setuju dengan sangat jika Yana bercerai dengan kakaknya ini.


Pada akhirnya Reno juga ingin keluarga mereka baik-baik saja. Dia akan pergi ke kota kecil dan tidak tahu akan kembali kapan.


"Kakak, selamanya kau akan menjadi kakakku. Kakak yang terbaik di dunia tapi sayang kau bukan suami yang baik ,kakak ,aku sayang kakak dan itu tidak kan pernah berubah"kata Reno sambil memeluk Jonathan dengan erat seperti mereka di masa lalu.


Jhonatan membeku. ini adalah sekian kalinya dia mendengar seseorang berkata. Jika dia bukan seorang suami dan ayah yang baik.


Tapi di balik itu Reno masih lah adik nya


Yang dikatakan oleh Reno sebenarnya, tidak ada yang bisa mempengaruhi hubungan mereka berdua meskipun Reno marah tapi hubungan ini akan tetap kuat.


Reno adalah pria b******ng yang selalu berkeliaran di dunia malam tapi dia masih anak baik yang tetap merindukan surga.


Walaupun mamanya sedang marah yang dikatakan darah tingginya sedang kumat. Reno tetap datang dan mencium mamanya seraya meminta maaf.

__ADS_1


Dia juga berkata jika dia tidak ingin menjadi anak durhaka .Tapi dia hanya menyampaikan isi pemikirannya saja.Reno juga menyalami papanya dan berkata dengan lembut " adil lah Pah"


Setelah melakukan semua itu Reno memanggil sopir keluarga untuk mengirimnya ke bandara. Rumah ini sudah tidak hangat seperti dulu lagi tapi sepanas api neraka baginya.


Reno memandangi rumah di mana dia di besar kan dengan sejuta rasa.


"Apakah Mama juga akan memperlakukan istri dan anak-anakku dengan cara seperti ini di masa depan?" tanya Reno di dalam hati.


Reno menyesali hari di mana dia memberikan Restu pada kakaknya untuk menikahi Yana.Seandainya hari itu dia bersikeras untuk menghalangi mereka menikah,mungkin kejadian tidak akan separah ini.


Tapi nasi sudah menjadi bubur.


Yana kenapa penderitaanmu tidak ada habis-habisnya kenapa juga keluargaku jadi salah satu dari orang-orang yang menyakitimu.


Kau tidak salah ,Yana. Kau tidak salah tapi takdir yang sudah membuat ini semua terjadi.


Maaf kan aku dan keluargaku.


Reno mulai berpikir tentang masa lalu bagaimana dia mulai mengagumi seorang Yana. Dari mulai rasa penasaran sehingga rasa kagum . Yang membuat dia berpikir jika Yana adalah cinta sejati.


Sejujurnya Yana adalah gadis terbaik yang pernah dia temukan di dalam hidup ini.


Tapi nasib baik, tidak selalu berpihak padanya.


Setengah jam kemudian Reno tiba di bandara. Dia segera turun dan menarik tasnya lagi. Tas ini tidak begitu besar karena dia tidak membawa banyak pakaian ganti.


Setelah menurunkan Reno sopir keluarga ,kembali ke rumah besar.Reno menarik nafas sejenak.


Ketika kembali ke ibukota, Reno pikir akan ada waktu untuk reuni dan bersenang-senang. Tidak tahunya akan kembali secepat ini dengan memori buruk yang tidak akan terlupakan.


Baru dua langkah Reno tiba-tiba melihat seseorang yang dia kenal. Orang yang di sakiti oleh keluarganya.


"Yan, Yana"panggil nya.


Yana yang saat itu saat ini sedang duduk di roda memalingkan wajah dan melihat Reno yang datang. Lily yang mendorong Diana juga mengenali Reno secara sekilas.


Dia tidak mengenali Reno dengan baik tapi dia juga bisa melihat jika sikap Reno lebih baik daripada Jonathan.


"Reno,kamu akan ke kota kecil?"Tanya Yana. Wajah Yana tidak menunjukkan perilaku penolakan untuk Reno. Reno juga berpikir ini adalah hal yang bagus.


"aku pergi Ren tapi kupikir tidak baik menyebutkan alamatnya pada mu" kata Yana jujur.


sayang kau kalian berbicaralah dulu tapi jangan bergerak oke mama akan mengurusi beberapa hal bersama Rudi "kata Liliana yang memberitahu waktu untuk mereka berdua berbicara .


Rudi mengerti apa yang dimaksudkan oleh Liliana. Dia juga perlu pergi untuk mengurusi beberapa hal. Liliana sebenarnya tidak pergi jauh ,hanya duduk di kursi lain yang berjarak beberapa meter saja.


"Yan , aku tahu kau kecewa dengan keluargaku. Tapi demi keponakanku bisakah perceraian ini ditunda dulu?" kata Reno yang masih berharap.


Reno pikir mamanya Yana lebih toleran dari mama nya. Lihat saja mereka memberikan dia waktu untuk berbicara dengan Yana. Padahal saat ini mama Yana masih memiliki konflik dengan keluarga Aldelis.


Sekarang dia sangat berharap agar Yana melupakan masalah perceraian.


Akan sangat disayangkan jika perceraian ini benar-benar terjadi tidak ada yang bahagia jika adanya perceraian. Jika masih bisa dipertahankan lalu kenapa tidak.


"Ren aku tidak heran jika kau memihak pada keluargamu. Tapi aku juga akan mengatakan hal yang sama padamu Reno. Keputusan ini sudah final tidak bisa diganggu gugat lagi"


" aku mengerti Yana. Aku sempat berpikir betapa bodohnya aku menyerahkanmu pada kakak saat itu. Jika saja aku bersikeras mempertahankanmu di sisiku pasti semua ini tidak akan terjadi kan" keluh Reno yang datang dari lubuk hati nya.


Dia menyesal.


"Reno kau orang yang pintar tapi tidak kusangka kau masih begitu naif. Apakah ada perbedaan jika aku menikahimu alih-alih menikahi Jonathan?" tanya Yana balik.


"Hahaha kau benar Yana, aku naif hahaha "kata Reno sakit.


"Bagaimana dengan sekolahmu yan,kan sayang"


"Hem aku akan pindah sekolah juga jangan khawatir mendapatkan ijazah adalah cita-citaku sejak lama tidak peduli apa masalahnya hal ini harus dibereskan"


"Jadi kapan kau pulang ke sini lagi?"


"Pulang? pulang ke mana Reno?"

__ADS_1


"Hem?"


"seharusnya kau mengerti definisi dari kata pulang. tempat pulang adalah tempat di mana ada seseorang yang menunggumu kembali. Tapi siapa yang menunggu aku di sini?"


Reno dibuat malu lagi dengan kata-kata ini .Dia bahkan tidak bisa menyangkalnya. Rasa sakit yang dirasakan oleh Yana seberat itu. Sehingga berpikir tidak ada orang yang menginginkan dirinya lagi.


"Yana apa kita masih teman?" tanya Reno lagi.Teman macam apa mereka, dia juga punya andil di dalam nya secara tidak langsung.Tapi dia berharap Yana tidak menyalah kan nya sedalam itu sehingga kata teman pun tidak layak.


"Tentu saja " jawab Yana dengan wajah biasa.Tapi kata kata ini sudah membuat Reno lega.


"Apa kita bisa bertemu lagi?" tanya Reno lagi.Mereka masih teman,bagus juga.Tapi untuk bertemu lagi tanpa rasa canggung ini yang sulit.


"Hem begitu lah,anak anak masih perlu paman nya kan"


Reno tertawa kecil ,dia entah bagaimana melupakan keponakan yang belum lahir.Hah maaf kan Paman ya, pikir Reno yang mulai santai.


"Yan?"


"Hem ada apa Reno,katakan saja" kata Yana yang sejak awal melihat Reno ragu ragu.Dia seperti ingin bicara tapi tidak nyaman.


Apa dia takut yana akan membencinya.Tidak, Reno tidak salah apa apa di dalam masalah nya dan Jhonathan.


Jhonathan juga tidak salah, tapi Jodoh mereka yang hanya sampai di sini.


"Hem tidak ada, Oke waktu penerbangan ku sudah dekat aku pergi dulu ya yan, Jaga diri mu oke" kata Reno lagi.


Dia ingin berbicara banyak dengan Yana paling tidak untuk menenangkan dirinya agar dia berpikir masih ada orang yang peduli . Tapi di saat yang sama Reno tidak tahu harus berkata apa


"Hem ren, jangan ganti nomormu buru-buru ya. Aku akan menghubungi dengan nomor itu andai ada waktu"


"Hem baik lah "


"Ren sampaikan salamku pada Feky dan boy. Mereka adalah teman yang baik aku tidak akan pernah melupakan ini sayang mereka tidak ada di sini sekarang"


Yana menyesal tidak bisa mengatakan kata-kata terakhir pada feky dan boy. Mereka sama pentingnya dengan Reno sahabat-sahabat terbaik yang pernah dia punya.


Tiga sahabat Ini sebenarnya sudah memberikan warna baru dalam hidup Yana. Yang awalnya hanya hitam dan abu-abu.


"Hem akan aku sampai kan,hati hati oke " mata Reno melambaikan tangan nya dan mengucap kan selamat tinggal.


"Oke "


Reno berpaling dan pergi dengan tas nya.Dia meninggal kan setitik kekecewaan pada pertemuan ini.


Entah kapan dia bertemu Yana lagi.


Persahabatan ini akan di ingat tapi luka yang ada juga tidak terlupakan.


Melihat Reno yang sudah pergi. Liliana datang lagi dan mendorong putrinya ke arah pesawat yang sudah mereka pesan sebelumnya.


Di dalam pesawat sudah ada Rudi dan beberapa kru yang akan melayani Yana sepanjang perjalanan ke Amsterdam.


Di depan pintu pesawat ,ada Hary yang menunggu mereka datang untuk mengucapkan selamat jalan.


Tuhan saja yang tahu bagaimana inginnya Hary menahan mereka tetap di sini. Namun semua cerita luka itu terjadi di kota ini .


Tinggal di sini hanya memberikan bayang-bayang buruk bagi Yana dan itu akan mempengaruhi dengan kesehatan bayinya.


hari mengambil kursi roda Yana dan membantunya naik ke dalam pesawat. Dia tanpa bicara menggendong Yana seolah-olah Yana masihlah anak kecil.


Yana juga tidak menolak digendong oleh Hary untuk masuk ke dalam kamar .Dia berbaring di ranjang yang empuk.


"Sayang,papa...


"Aku selalu sayang papa "Kata Yana. kali ini dia mengucapkan kata-kata itu dengan perasaan lapang dan tidak ada tekanan dari segi apapun.


Sekeras apapun dirinya membenci Hary. Tapi tidak ada yang bisa melampaui rasa sayangnya pada pria ini.


Hary mendengar kata-kata itu dan dia tidak bisa menahan titik air mata yang jatuh di pipinya.


Sekarang dia adalah pria tua yang ditinggal pergi oleh keluarganya. tidak ada yang memalukan Jika dia menangis.

__ADS_1


Pada akhirnya Hary tidak bisa terus tinggal di kamar itu. Dia melangkahkan kaki untuk turun dari badan pesawat.


Kata-kata selamat jalan tidak pernah bisa dia ucapkan.Apakah masih ada kesempatan.


__ADS_2