Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
Hariyana dan Shiyana


__ADS_3

Pagi ini Yana bangun lebih cepat dari biasanya.Dia sangat bersemangat mengingat hari ini dia akan lepas dari jeratan masa lalu.


Tidak ada lagi yang namanya,


Gia Putri ,sang penari telanjang.


Hanya ada hariyana Ginanjar saja sekarang.Hariyana seorang pelajar wanita di sebuah universitas negeri. Inilah identitas nya dari dalam kandungan.


Yana memesan penerbang jam sepuluh pagi.Masih ada beberapa jam lagi.Tapi Yana begitu tidak sabar ingin pergi dari ibu kota.


Di sini ada banyak orang yang mengenal Gia.Untung saja ketika tampil ,lampu tidak menyala terang.Dan Yana juga memakai makeup tebal untuk menyamar kan wajah nya.


Walaupun begitu dia merasa tidak aman di ibukota.Dia harus kembali ke kota kecil.


Setelah berpakaian rapi yana keluar dari kamarnya.Tuan rumah akan pergi dari viila.Sebaiknya dia pergi sebelum tuan rumah keluar.


Jam menunjukkan pukul 06.40 menit.Jhonatan sudah rapi dengan jas kerja nya.Denag. jas ini bayangan Jhonatan yang sedang sakit pudar seketika.


Dia dan Jhonathan ini seperti orang yang berbeda.Yana sedikit canggung dengan pria baru di depan nya sekarang.


"Mau pergi?" tanya nya tenang.


"Ya ,penerbang jam sepuluh tapi aku ada sedikit urusan jadi yah, begitulah "kata Yana yang sedang menarik kopernya.


"Mari sarapan dulu "tawar Jhonatan.


"Makasih aku agak telat, nanti bisa cari sarapan di luar " tolak Yana dengan halus.


Jhonatan diam lagi seraya mencerna makanan nya.Tapi ini di luar saja, di dalam hati dia masih ingat dengan jagung bakar yang mengandung racun tadi malam


Gara gara jagung bakar dia harus bermain sabun di malam hari.


"Oke selamat tinggal tuan Jhonatan, semoga tidak kambuh lagi ya" kata Yana yang berjalan pergi.Dia pikir lebih baik dia menunggu taksi online di pos satpam saja.


"Hem"


Mendapatkan jawaban singkat ini Yana sedikit puas.Mereka tidak akan bertemu lagi dan ini lebih baik untuk dua dunia.


Yana pergi ke pos satpam dan duduk di sana . Sementara Jhonatan hanya melirik nya dengan sudut mata nya saja.Melihat Yana pergi dia merasa sedikit kehilangan.


Pertanyaan mama nya terngiang di telinga nya berkali kali.Apakah Jhonatan jatuh cinta dengan Yana.


Pertanyaan klise yang dia jawab dengan santainya.Dia memang berpikir begitu sebelumnya tapi setelah mengalami reaksi aneh tadi malam . Jhonatan menyadari hal ini , tidak semudah yang dia pikirkan.


Yana memang sangat terlatih dalam hal menggoda pria.Mungkin setelah melalui jalan yang panjang, Yana yang dulu tidak ada lagi.


Dia sepenuhnya menjadi Gia secara tidak sadar.Cara dia menggodanya tadi malam jelas jelas menampilkan citra seorang perayu ulung.


Dua ratus milyar ini sudah cukup untuk membayar budi Yana di masa lalu.Sekarang Jhonatan aldelis tidak lagi ada hubungannya dengan hariyana Ginanjar .


Wanita yang memandangnya uang dan ketenaran belaka. Reno harus di jauh kan dengan wanita seperti ini.Jika dia saja bisa tergoda begitu mudahnya ,apa ceritanya dengan Reno,adik kecil yang baru belajar tentang dunia.


Dunia berputar kan


Jhonathan menetapkan pikiran ini sebagai pembenaran nya sendiri.Dia tidak berpikir bahwa dia salah besar.


Jhonathan hanya mencoba menghindar dari Yana dengan cara ini tapi Yana mungkin akan bersyukur jika dia tahu.


Yana yang tidak tau jika dia sedang di rendah kan.Pergi dengan taksi online yang baru saja tiba.Satpam di pos akhirnya bisa bernafas lega setelah dia pergi.


Benar kata orang wanita cantik adalah racun dunia.CkCkCk.


Yana pergi ke bandara langsung.Di sana dia masuk ke restoran kecil.Menunggu waktu keberangkatan nya tiba.


Tiba-tiba dia ingat dengan panti asuhan.Yana sudah bernazar untuk membuat pesta kecil untuk anak anak di panti.Setelah mendapatkan transferan dari Jhonatan tadi malam dia jadi lupa dengan nazar nya sendiri.Selagi ingat mari telepon ibu panti terlebih dahulu.


Pada panggilan pertama telepon segera tersambung.Yana berteriak pada ibu panti dengan gembira yang tidak di sembunyikan lagi.


"Halo bunda"


("Halo sayang,ada apa") kata ibu panti d8 seberang sana.

__ADS_1


"Bunda aku akhirnya sudah bisa membayar uang itu,bun" kata Yana gembira.Ingin rasanya dia menjerit di sini tapi agak malu dengan keramaian.


("Yang benar nak?") tanya ibu panti yang terkejut.Masalah Yana selalu menjadi buah pikir nya selama ini.Sekarang ada kabar baik.Bukan kah dia akan ikut bergembira juga.


"Ya Bun masak aku bohong ,aku akan tiba di sana mungkin sekitar jam tiga gitu Bun.Ayo buat pesta kecil untuk ku oke " kata Yana lagi.


("Hahaha bunda ikut senang mendengar nya, mau pesan apa hah,kue ulangtahun yang besar ") kata ibu panti yang menggoda nya.


"Bunda.. aku bukan sedang ulang tahun kan.Tapi atur sajalah Bun.nanti aku transfer uang nya ,oke " kata Yana dengan nada yang sedikit centil.Katrna punya banyak uang dia harus lebih boros untuk anak anak.Hitung hitung sebagai amal.


("Oke lah,bunda tunggu lho")


"Ya Bun hehehehe " Yana tertawa seperti bunga di musim semi.Sangat indah di pandang mata.Beberapa pemuda melirik Yana dan bertanya penerbang mana Yana pergi.


Yana hanya menjawab sekenanya saja.Ini juga kerena dia sedang dalam kondisi hati yang sedang bagus .


Untuk menghabiskan waktu Yana pergi ke konter makanan ringan .Membeli beberapa camilan yang di bawa ke pesawat nanti.


Dai berkeliling area dan tidak sadar jika telah berbelanja lebih banyak dari yang seharusnya.


Yana tidak peduli dengan uang kecil ini.Dia bahagia dan kaya sekarang.Hanya beli,beli dan beli.


Yana bahagia tapi Shiyana mengalami mimpi buruk pagi ini.


Ketika bangun tidur dia merasa sedikit pusing.Dia memesan sarapan online berupa nasi goreng dengan ayam goreng bumbu kacang.


Seharusnya dia makan dengan lahap, tapi dia muntah hanya dengan satu gigitan saja.Shi pikir dia minum begitu banyak tadi malam.Wajar juka dia sedikit pusing begini.Tapi muntah dan mual di pagi hari, seperti nya ada yang tidak beres.


Shiyana berlari ke kalender di sudut kamarnya.Dia biasa membuat ceklis jika sedang haid.Membaca tanda itu shiyana terduduk di ranjang nya lagi.


Dia sudah telat satu minggu.


"Apa aku hamil, tidak mungkin kan.Aku selalu minum obat setiap malam.Apalagi dua gay itu, mereka tidak mungkin bisa buat anak kan?"pikir Shi lagi.


Dia duduk di ranjang nya dengan gugup.Memandang perut nya yang rata.


"Aku harus bagaimana ini,aku masih muda tidak mungkin jadi ibu secepat ini kan?"pikir Shiyana lagi.


Setelah di pikir lagi Shiyana belum pasti tentang kehamilan dadakan ini.Dia segera mengambil kunci mobil dan bergegas ke rumah sakit swasta.


Di sana kerahasiaan data pasien lebih terjamin.Dia segera mendaftar di jalur ginekologi ibu dan anak.


Tidak banyak pasien pagi ini, mungkin karena ini rumah sakit swasta yang biaya nya lebih mahal dari rumah sakit negeri.


Hanya orang-orang berduit saja yang pergi ke rumah sakit swasta.Tapi agar lebih aman shiyana memakai pakaian olahraga yang batu saja di beli nya di jalan.


Dia juga memakai masker wajah untuk menyamarkan nya lagi.Tidak.ada yang aneh dengan masker di era pandemi ini .Jadi tidak ada yang memandang shiyana secara berlebihan.


Shiyana menunggu beberapa waktu sebelum namanya di panggil.Dia menulis nama palsu ketika mendaftar tadi.


Pihak rumah sakit terkadang tidak begitu peduli tentang identitas pasien nya selagi si pasien bisa membayarnya.


Shiyana bangun dan masuk bertemu dokter wanita separuh baya yang masih menarik di usianya ini.


Dokter ini bertanya beberapa hal mendasar seperti kapan waktu terakhir haid dan sebagainya.


Shiyana di beri sebungkus testpack yang perlu di pakai di dalam toilet.Tentu saja dia dengan patuh melakukan nya di balik pintu.


Seperti yang shi perkiraan jam sebelum nya,ada di garis merah di atas testpack ini.


Dia menemukan dokter yang bertanggung jawab dan menerima kata selamat yang paling di bencinya.


Saat itulah dia berkata dengan pelan.


"Dokter bisakah bayi ini di gugur kan saja,saya masih muda.Punya anak di saat ini hanya akan mengakhiri cita cita saya.Jnagan khawatir saya akan tutup mulut dan membayar banyak untuk anda"


Shiyana tahu jika dokter di depannya ini kerap melayani aborsi.Dia menemukan kabarnya di lingkungan klub malam . Sekalipun shiyana tidak berpikir jika dia kan pergi menemukan dokter ini sekarang.


Tapi dokter seperti ini masih lumayan bagus untuk uang.Jangan sampai berita kehamilan ini bocor.Masa depannya bisa hancur berkeping keping


Ayah yang pelit pasti marah dan penyakit jantungnya bisa kambuh kapan saja.Mending jika dia bisa terus mati,jika masih hidup takut nya warisan tidak akan pergi ke tangan nya dengan mudah.

__ADS_1


Dokter itu mengerti arah pembicaraan ini. Dia sudah biasa bekerja di balik layar.Gadis gadis seperti shiyana sudah banyak dia temui.


Terkadang dia menjadi ngeri dengan cara pergaulan bebas anak muda zaman sekarang.Mereka tidak takut dengan akibat dari perilaku tidak terpuji ini .


Tapi dia juga di sini untuk menghasilkan pundi-pundi serahkan saja resikonya pada yang punya badan.


Dengan semangat dokter wanita melakukan serangkaian tes pada Shi. Shiyana merasa dirinya akan di selamatkan dengan cara ini.


Dai tidak begitu khawatir gagal karena usia kandungan belum begitu tua.


Setelah serangkaian tes di lakukan Shiyana menunggu di luar ruangan.Ada ibu ibu lain yang menunggu panggilan dari dokter tadi.


Dokter tadi memiliki asisten sendiri untuk menemukan hasil tesnya.Shiyana sejauh ini terlihat santai dan bermain main dengan HP nya selagi menunggu.


Dia masuk ke dalam grup WA.


Seharusnya dia pergi bertemu teman teman malam ini.Karena urusan bayi dia perlu waktu lama untuk absen.Shiyana pikir dia perlu istirahat sejenak untuk memperkuat tubuh nya lagi setelah menjalani aborsi nanti.


Sedikit pun dia tidak khawatir tentang kesehatan yang akan dia alami setelah menjalani aborsi ini.Dia masih muda ada anak anka lain yang akan dia lahir kan dalam pernikahan yang sah.


Calon ayah bayi di masa depan ,juga sudah di identifikasi.Orang nya tampan dari keluarga kaya di ibu kota.


Reno aldelis,bukan kah ini indah.


Jam sepuluh baru lah hasil uji laboratorium nya keluar.Shiyana di panggil lagi kedalam.Kebetulan sekali tidak ada pasien lagi setelah dia.


Shiyana duduk dengan percaya diri seolah-olah yang akan aborsi bukanlah dirinya.


"Dokter kapan operasi bisa di lakukan?"tanya nya tanpa beban sedikit pun.


Dokter wanita ini hanya memandang nya dengan raut wajah merendahkan .Tapi shi sama sekali tidak akrab dengan wajah seperti ini.Jadi dia tidak tau sama sekali.


"Nona Rina,begini.Operasi bisa dilakukan kapan saja jika nona mau" katanya .Dia belum selesai bicara tapi shiyana sudah memotongnya dengan semangat.


"Oke saya siap sekarang.Berhubung dokter tidak memiliki pasien lagi di luar "


"Ya kami tidak memiliki masalah tapi harap dengarkan dulu kata kata saya sampai selesai , Oke " katanya agak kasar.


"Oke dokter maaf saya hanya bersemangat saja hehehehe " kata shiyana tersipu sipu.


"Begini,usia janin baru lima minggu ini hal baik untuk melakukan aborsi.Tapi setelah melakukan beberapa tes tadi saya menemukan sedikit masalah pada rahim nona "


Sampai di sini semangat Shi langsung jatuh . Dia pikir tubuh nya baik baik saja.Dia juga jarang sakit .


Jadi penyakit apa yang dia punya.


"Kami mendeteksi rahim anda kering.Biasa nya hal ini terjadi akibat mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan obat obatan terlarang.Terkadang jika di kombinasikan dengan obat perencana kehamilan akan berakibat fatal.Bisa hamil ini saja bisa di katakan sebuah keajaiban untuk nona.Jika anda nekat untuk melakukan aborsi anda diperkirakan tidak akan ada kehamilan yang lain " kata dokter dengan panjang lebar.


Shiyana shock setelah mendengar nya.Dia tidak mungkin hamil lagi di masa depan.Ini adalah anak satu-satunya yang akan dia miliki dalam hidup ini.


Apa apaan ini.


"Dokter bercanda kan,iya kan dok?" tanya Shi yang tidak percaya begitu saja dengan perkataan dokter ini.


Dokter ini pastilah menginginkan uang lebih dari hanya.Dasar dokter gadungan.


"Maaf saya tidak bercanda tapi juka anda tidak percaya, pergilah ke rumah sakit lain" kata dokter tidak senang ,dia bisa melihat wajah tidak enak Shi yang menuduh nya curang.


Jika.dia mau dia bisa saja melakukan aborsi tanpa melihat sumber masalah nya.Tapi dia masih memiliki hati dan perasaan.


Akan buruk bagi gadis ini melakukan aborsi .Jadi dia mengatakan nya dengan jujur.Siapa tau kejujuran ini menjadi bumerang untuk dirinya sendiri .


Shiyana panik mendengar nada dokter yang percaya diri dengan hasil diagnosa nya.Taoi dia tidak percaya begitu saja.


Kekuatan uang ada di sini


Masih banyak dokter lagi di kota besar.Jika pun dia benar-benar memiliki penyakit tersembunyi seperti yang dokter katakan.Dia pasti kan menemukan obat nya dengan jalan uang.


Shiyana bangkit drai kursinya dan pergi keluar dari rumah sakit dengan perasaan kecewa.


Di sana Yana sedang tertawa , di sini shiyana malah sedang menangis.

__ADS_1


__ADS_2