
Di apartemen Reno aldelis
Reno baru saja mendapatkan telepon dari Yana yang mengatakan jika dia tidak bisa datang untuk mengantar kan tiga sekawan ke bandara.
Padahal dia sudah menyiapkan hadiah kecil agar yana mengingat dirinya di liburan ini.Ada sedikit rasa kecewa di hatinya.
Di group, Reno mengatakan hal ini pada dua yang lain.Merka juga agak kecewa tapi mungkin Yana sedang mencari pekerjaan sampingan di masa liburan.
Yana dan mereka tentu saja tidak sama.Yana harus berlari ke sana kemari dengan bisa hidup bulan selanjutnya.
Reno sedang mengepak barang bawaan nya ketika papa nya memanggil lewat telepon.Dia langsung mengangkat telepon dari papa nya itu.
"Papa,besok Reno pulang pah, jangan khawatir"kata Reno langsung.Dia tidak menunggu papa bicara, paling paling hanya mendesak untuk cepat pulang.
("Ren sebaiknya kau langsung ke Bandung saja, Jhonatan kambuh lagi dia tidak bisa mengurus masalah di sana, papa pikir kau pegang dulu sementara waktu.Lagi pula kau sedang libur kan ") kata papa dari seberang jawaban ini membuat Reno terkejut.
"Kakak kambuh lagi pah,apa parah?" cecer nya.Merrka hanya dua bersaudara.Jika ada apa apa dengan smag kakak pasti dia
("Seperti nya harus di bawa ke Jepang, tapi masih di usaha kan di sini dulu ")
"Kapan kambuh nya pah, tidak.aku akan pulang melihat kakak dulu "
("Tidak perlu,kau bantu urusan perusahaan saja,papa akan bantu drai sini jika kau tidak mengerti ")
"Tapi pah, kakak...
("Dokter sedang mencoba metode baru,mari berdoa metode ini berhasil, jika tidak kami akan langsung ke Jepang saja")
"Jadi aku langsung ke Bandung saja?"
("Ya tapi pasti akan sibuk juga, ada beberapa berkas yang harus di teliti, Handle dulu itu.Kalau bisa selesai kan sebelum kuliah di mulai lagi")
"Oke pah, kalau begitu aku bandung saja, jagain kakak ya.Jika ada sesuatu kabar kan cepat,oke"kata Reno.
("baik, sudah papa mau berbicara dengan dokter dulu ") papa Jhonathan segera menutup telponnya .
Di ujung sana,dia menarik nafas lega . Meminta Reno pergi ke Bandung hanya akal akalan nya saja .
__ADS_1
Setiap kali Jhonatan kambuh ada manajer khusus yang akan menanganinya masalah perusahaan yang di awasi oleh papa secara langsung.
Jadi sebenarnya tidak ada masalah besar di sini.Hanya saja sekarang Reno tidak perlu tampil dulu untuk sementara waktu ini.
Posisi Yana atau Gia belum di tentukan sepenuhnya.Jika dia tinggal akan ada perubahan rencana yang lebih merepotkan nantinya.
Ada beberapa jam lagi untuk Yana tiba di bandara.Sebelum itu Jhonatan di pindahkan ke villa keluarga terlebih dahulu.
Yana di dalam pesawat bersenandung kecil,ini adalah mimpi nya sejak dulu sekali.Di tangannya ada buku kecil dengan sebuah pena yang menari di atas kertas.
Yana menulis kan hak hal yang akan dia lakukan nanti jika dia berhasil.Dia harus membeli banyak barang untuk panti asuhan.Anak anak pasti suka mainan besar.
Mobil remote besar yang bisa di naiki.Ada lebih dari Lima puluh anak di sana, bagaimana jika beli dua puluhan.
"Hei. nina minta pakaian Putri untuk ulang tahun nya kali ini,hem Ohh Adit bagaimana, sebaiknya ku hubungin aja bunda " pikirnya.
Yana berdandan lepas saat ini.Dia memakai pakaian tertutup namun wajahnya sudah di poles tipis dengan makeup.Rambut dan lensa kontak juga di lepas.
Ini adalah gaya dua dunia.
Ada Yana yang tampil seadanya tapi juga Gia yang cantik dan seksi.
Mama menarik kursi roda untuk nya, berjalan jalan di bawah sinar matahari yang mulai menghilang.Jauh di lubuk hati, orang tua mana yang berharap anak mereka menjadi pesakitan seperti ini .
Ada banyak harapan yang di semat kan kepada nya.Namun kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan itu .
"Jhonathan,Yana akan datang .Apa ku senang nak?"kata mama yang mendorong kursi roda .Dia tidak tau satu kata ajaib yang sebenarnya memicu reaksi alam bawah sadar Jhonathan.
Yana.
Sudut mulut jhonatan berkedut beberapa kali.Tangan nya berkeringat dingin seketika.Dia bergumam pelan sekali.Sangking pelan nya ,mama nya pun tidak mendengar kata kata itu.
Yana.... Yana..
Setelah berjalan jalan mereka kembali ke viila lagi.Malam itu satu keluarga tidur di kamar yang sama.
Satu jam kemudian Jhonathan kambuh lagi ,untung mama dan papanya sudah siap dengan suntik penenang .
__ADS_1
Ketika Jhonathan kembali terlelap mama menangis lagi .Tidak tau apa yang terjadi besok.
"Pa mari ke Jepang besok, pesan tiket sekarang juga" mama tidak tahan untuk menunggu lagi.Anak harus di obati sesegera mungkin.
"Mari kita tunggu sebentar lagi,dia hampir tiba" kata papa yang pusing dengan ini selama bertahun-tahun.Dia sudah menarik Jhonathan keliling dunia hanya untuk berobat.Penyakit mungkin dapat ditekan untuk sementara tapi tidak bisa di musnahkan.
"Aku tidak percaya jika ini akan berhasil, kita tidak bisa mencoba sesuatu yang belum tentu benar.Ayo lah pa,ku mohon " mama masih tidak bisa melepaskan Jhonatan pada tangan yang lagipula ini masalah kesehatan.Jangan tunggu sampai semua nya terlambat.
"Baik lah, aku pesan dulu ,oke" kata Papa yang memencet beberapa angka.
Dia memesan penerbang pagi ke Jepang.
Jam sembilan malam Yana tiba di bandara.Dia sudah di tunggu oleh supir yang langsung membawa nya ke area viila.
Jam sepuluh lebih yana tiba di viila di mana orang tua Jhonatan sudah menunggunya di sofa.
"Tuan... nyonya.." sapa Yana sopan.
"Ini kah dia pah, cantik sih" kata Mama pelan.Dia cantik pada foto itu tapi yang asli lebih bagus dari itu.Masih memakai pakaian yang sopan , tau menyapa orang tua.
Lumayan.
Kesan mama kepada Yana tiba tiba naik lima poin.
"khm.. panggil Gia atau Yana?"
"Hariyana Ginanjar nyonya" Yana memperkenalkan dirinya pada pasangan tua ini.Meskipun orang tidak tau tapi di dalam hatinya dia masih Yana.Ini adalah identitas aslinya sejak lahir.Jangan ambil hal itu dari ku.
"Baiknya panggil Tante aja dan ini paman mu " kata mama Jhonathan yang di barengi dengan anggukan kepala dari papa Jhonathan.
"Istirahat saja dikamar dulu, besok baru ketemu sana Jhonatan.D8a baru saja tertidur pulas " kaya Mama Jhonatan lagi.Dia langsung membawa Yana ke kamar yang di maksud.
"Makasih Tante,saya permisi " kata Yana lagi.
Mama Jhonatan pergi meninggalkan Yana dengan punggung yang kesepian.
Malam ini mama dan papa Jhonathan tidak bisa tidur lagi.Untuk mengusir waktu papa mengambil laptop dan bekerja keras di balik layar .
__ADS_1
Mereka akan mencoba n6a besok pagi.