Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
gara gara jagung bakar


__ADS_3

Seperti yang telah di janjikan, Yana duduk di teras villa dengan makanan cepat saji yang tiba lebih awal.


Dia menyiapkan beberapa piring piring dan gelas.


Menunya sederhana sekali.


Ayam penyet dan lalapan nya.


Yana juga memesan jagung bakar dan kacang rebus di persimpangan.


Yana minta satpam di depan untuk pergi membelinya.


Sekarang di villa hanya ada dia dan Jhonathan saja.


Yana tidak takut dengan Jhonatan tapi dia takut dengan dirinya sendiri.Jadi dia pikir di teras lebih aman daripada di dalam rumah.


Malam ini Yana memakai baju kaos biru dengan rok suspender selutut.Jika di pikir ini agak biasa biasa saja tapi dengan Yana ini menjadi luar biasa.


Meskipun kerah baju kaos tidak rendah tapi baju seperti ini malah membentuk sosok nya jadi lebih baik.


Rambut nya di kuncir tinggi seperti gaya sailor moon, membuat leher jenjang nya terlihat nyata dan indah di pandang.


Adapun suspender selutut memang tidak bisa menutupi bokong nya yang membulat dan lebih montok.Bahkan Jika pun ini menutup paha indah nya , tapi keindahan kaki nya tidak bisa di tutup dengan sempurna lagi.


Jika Yana pikir pakaian ini sederhana tidak begitu bagi yang melihatnya.Satpam yang menerima pesanan tadi jadi mimisan sendiri karenanya.


Sepanjang jalan dia mengutuk nasibnya karena jauh dari istri nya malam malam begini.Dia tidak bisa melupakan sosok sempurna yang di di miliki oleh Yana.


Jhonathan keluar dari dalam rumah dengan baju santai nya. Dia duduk di depan Yana yang langsung menawarkan menu makan malam kali ini .


Menu yang merakyat memang tapi Yana lebih suka ini dari pada makanan seperti spaghetti atau steik daging di restoran mahal itu .


Dia cinta Indonesia.


Jhonatan tidak menolak nya dia pikir Yana memang seperti ini.Tidak rewel dengan makanan juga.


Lagipula dia juga lebih suka dengan menu seperti ini.Pizza dan sejenisnya tidak bisa membuat perut nya kenyang.


Mereka berdua makan dalam diam,hanya suara sendok beradu yang terdengar.


Agak canggung memang tidak apa apa, Toh Yana tidak berpikir mereka akan berbicara banyak malam ini.


Setelah selesai makan yana membereskan semua nya dan membawa piring kotor ke belakang.


Setelah itu dia duduk lagi dan kondisi nya makin canggung saja.


"Neng,ini pesanannya neng" kata satpam yang baru saja tiba,dia mengulurkan sekantong plastik berisikan jagung bakar yang masih panas Itu.


Yana segera bangkit dan mengambil kantong plastik seraya berterima kasih.


"Makasih ya bang, kembalian nya ambil aja bang"Kata Yana santai.


"Oh makasih neng,neng mah udah cantik baik lagi"Kata satpam malu malu, dikit dikit ngintip kan masih oke.Hehehe


" Ah abang bisa aja,tuh bini di rumah bisa marah nanti bang"


Tapi neng nya emang cantik kok,jujur "sampai di sini dia pikir dia telah menikah dengan orang yang salah.Tapi sudah lah daripada jadi perjaka nggak laku kayak si bos.


Ganteng ganteng nggak laku laku.


Jhonatan tidak tau jika dia di ejek satpam di dalam hatinya.Jika dia tau pastilah satpam ini dipecat detik ini juga.


Liat yang bening dikit jadi lupa siapa bos siapa bawahan.


Jhonathan saat ini sedang terpana dengan pemandangan indah di depan nya saat ini.


Yana yang sedang berbincang santai dengan si satpam sebenarnya membelakanginya.


Dampak nya di rasakan oleh Jhonathan saat itu juga.Bokong bulat dengan kulit seputih porselen cina sangat kontras dengan warna rok yang dia pakai.


Entah wewangian apa yang Yana pakai.Yang jelas aroma nya lebih lembut menampar hidung Jhonatan yang membuat jantungnya berdebar kencang.


Sesekali suara Yana yang sedang bercanda dengan si satpam terdengar agak centil di telinga nya.Pada hal Yana bicara sopan pada satpam itu.


Tidak tau kenapa Jhonatan jadi panas di malam yang berangin ini.


"kehm..khem.."


Yana tersentak mendengar suara batuk Jhonatan.Dia sama sekali tidak berpikir Jhonathan pura pura.


Yana buru buru melambai pada satpam dan menuangkan segelas air putih untuk Jhonathan.


"Ayo minum,lihatlah wajah mu agak merah,kau kurang enak badan?mau masuk?" tanya Yana gugup.


Gimana jika Jhonathan kambuh dan dia gagal pulang esok hari.


Merasa malu jhonatan menerima gelas nya dan menegak nya dalam sekali teguk.


"Aku tidak apa apa kok" jawab Jhonathan setelah itu.Tapi Yana sudah terlanjur gugup dia memaksakan Jhonathan untuk masuk kedalam .

__ADS_1


Mereka akan duduk di ruang tamu untuk menghabiskan jagung bakar ini .


Tidak mau malu jhonatan berdiri dan pergi ke ruang tamu seperti yang di minta Yana.Dia sengaja menghidupkan televisi di ruang tamu dengan suara rendah.


Yana duduk di kursi tunggal ,dia tidak lupa menyerah kan jagung bakar nya kepada Jhonatan.


Kebetulan sekali nada film orang asing di tampilkan di sana.Agar suasana tidak secanggung tadi Jhonathan pura pura tertarik dengan isi filmnya.


Mereka berdua menonton film dengan jujur seraya makan jagung bakar panas.


Jhonatan melihat sedikit pada Yana yang menggerogoti jagung dengan nikmatnya.Ada sisa bakaran di sudut bibirnya.


"Khem....khem"


"Masih batuk kah?" tanya Yana.


"Tidak apa apa,ini biasa kok.Ganya batuk sedikit" kata Jhonathan.Jhinatan ingin bilang tentang noda itu tapi dia tidak enak.


Jangan sampai Yana berpikir dia Pria tua yang mesum nanti.Jadi biarkan lah.


Sejujurnya Jhonathan agak iri dengan jagung bakar.Dia menikmati indah bibir merah Yana.


Jika saja dia bisa berganti posisi dengan jagung bakar itu..dia akan..eh..


Jhonatan tidak mengira dia kan berpikir kotor tentang Yana.Dia dan Yana adalah orang asing.Tapi dia tahu Yana adalah wanita yang menjaga situs kehormatan mya dengan baik.


Dia bukan wanita malam asli.


Tapi bibir Yana memang manis seperti buah ceri matang.Jhonatan masih ingat tentang rasanya di klub malam itu.


Jhonatan tanpa sadar menutup matanya agar memori tentang malam itu dilihat nya kembali.


Betapa liarnya Gia putri malam itu.Bibir nya dan lehernya membuat Jhonathan rapuh dan jatuh dalam pesona seorang wanita . Bola kapas yang lembut dan bulat padat,itu...


Ehh


Gluk.


"Jhonathan,kamu kenapa?" tanya Yana takut takut.Di matanya Jhonathan terlihat agak aneh malam ini.


Dia menutup matanya selagi menggigit jagung bakar.Apa jagung bakar ini begitu enaknya.


"Ehh tidak ada apa-apa,jagung bakar nya enak sekali.Baru pertama kalinya aku makan jagung bakar soalnya hehehe" kata Jhonatan gugup.Dia melempar kan kesalahan ini pada jagung bakar yang tidak tau apa apa


"Oh kalau kamu mau,ayo makna lagi.Masih banyak kok"kata Yana polos.


"Ini aja belum abis " jawab Jhonathan lagi.Satu batang jagung belum habis setengah nya.Entah mengapa dia menganggap tongkol jagung bakar seperti bibir seksi Yana.Baru setelah Yana berkata begitu, Jhonatan sadar jika ini adalah tongkol jagung.


"Kamu sih makan nya gitu,sini aku ajarkan makan jagung bakar yang benar" kata Yana bak guru sekolah.


"Pertama tama, lihat ini jagungnya agak berminyak kan.Ini sebenarnya adalah mentega.Kalau aku biasanya di hapus dulu sedikit.Selain menghapus minyak kita juga bisa membersihkan sisa bakaran nya kan"Kata Yana serius.


Dia mempraktekkan nya sedikit agar Jhonathan mengerti.Setelah membersihkan noda pada jagung dengan tisu, Yana menggigit tongkol jagung dan berkata "emm " dengan ringan.


Sialnya bagi Jhonathan, Indra nya menipu dia tanpa di duga.Di telinga nya nada Itu seperti nada ambigu yang tiba-tiba membuat celana Jhonatan penuh.


Ups...


"Yana apa seenak itu?"


"Hem ini enak, cuba deh " jawab Yana yang tidak tau maksud Jhonatan sama sekali.


"Tiba-tiba aku kenyang kau saja yang makan "kata Jhonatan berkeringat dingin. Dia sedikit pusing sekarang, apa darah tinggi nya lagi kambuh.


"Kenapa rumah ini jadi panas begini,apa AC nya rusak" pikir Jhonathan.


Yana heran juga kok tadi suka sekarang jadi enggak.Tapi masa bodo,rezeki jangan di tolak kata orang tua , tapi musuh jangan di cari.


Dia makan jagung bakar tanpa melihat ke arah Jhonatan. Baginya Jhonatan sedang fokus dengan film di televisi.


Entah film aoa yang di lihatnya.Apa filmnya masih seenak jagung bakar ini.


Sementara Jhonatan sendiri dia pikir dia akan membenci jagung bakar ini seumur hidup nya.Suruh Satpam buang jagung bakar seperti ini jauh jauh nanti.Dia sekarang alergi jagung bakar.


Bencinya.


Bagaimana bisa benda jelek ini mendapat kan anugrah bermain main bibir Yana yang imut.


Lihat saja cara Yana membuka dan menutup mulut nya untuk tongkol jagung yang jelek.


Mungkin karena esensial minyak jagung nya ,Yana menjilat nya sekali.Dia juga mengulurkan suara suara ambigu yang membuat Jhonathan semakin gerah saja.


Slup..slup


"Hemm ..ahh Hemmm"


Jhonathan tidak bisa terus berada di tempat yang sama dengan Yana kalau begini.Tapi untuk bangkit dia juga setengah hati.


Sudut mata Jhonatan jatuh pada dua buah bola kapas yang terbungkus rapi.Meski tertutup Jhonatan hafal sekali bagaimana bentuk nya,itu bulat seperti apel matang yang ranum.

__ADS_1


"Yan aku minta no telp mu,jika ada perlu kan jadi nyaman gitu"kata Jhonatan mengalihkan perhatian nya sedikit.


"oke "Yana tidak menolak ini.Siapa tau bos besar ini masih perlu jasa nya di masa depan.


Bayarannya lumayan bagus.


Tapi setelah ini Yana bisa menghasilkan uang halal tanpa khawatir.Jadi dia pikir pikir dulu lah


"Udah beli tiketnya?" tanya Jhonathan.


"Belum tapi setelah ini beli secara online aja"


"Hem bagaimana pertemanan kamu sama Reno?" tanya Jhonathan serius.Mengingat pertemanan kedua nya dia tidak begitu menyukai nya.


"Reno?ah ya, Tuan Jhonatan aku sebenarnya agak risih sih.Ingin menghindar salah diterima juga salah kan.Takut dia tau siapa aku


Tapi berhubungan aku sudah bebas sekarang jadi tidak ada beban untuk berteman dengan dia"kata Yana asal asalan.dia menyapu minyak di jagung bakar.Bersiap siap untuk makan jagung yang lainnya lagi.


Cara dia mengusap jagung membuat Jhonathan tidak berkedip.Gantikan Batang jagung itu dengan punya ku tolong.Uspa lagi ..ohh.


Ehh..


Jhonathan gugup lagi ,ia harus menetralkan jantung nya dulu.Pikiran nya jadi mesum terus jika di dekat Yana.Hariyana Ginanjar maksudnya.


Sementara Itu Yana yang tidak tau apa apa hanya fokus pada jagung saja.


Slup.. slup..


"Menurut kamu, bagaimana dengan karakter Reno?" tanya Jhonathan pelan.Dia tau mengenai persahabatan Reno dan Yana di kampus mereka.


"Reno aldelis? hahahah dia bagus juga.Anaknya agak gimana gitu, mungkin belum dewasa aja dari segi mental.Tapi semakin lama semakin baik lah.Dia sekarang sudah lebih mandiri dan tidak neko neko lagi" kata Yana jujur.


Yang pikir ini pertanyaan seorang kakak lelaki untuk adik tersayang nya.Jadi jawaban nya harus lah di lebih lebihkan sedikit.Puji dikit-dikit dan bohong dikit dikit.


"Tapi yang aku tau dia itu playboy ,mantan nya banyak dan boros juga " kata Jhonathan yang sedikit tidak puas dengan jawab Yana ini.


Dia tahu sepak terjangnya Reno aldelis.Hanya tau meminta uang dan pacaran saja.


"Itu dulu tidak sekarang.Lagi pula punya banyak mantan tidak ada salahnya kukira.Wajarlah untuk anak muda.Selagi lajang puas kan diri sendiri tapi setelah menikah tidak ada jalan memutar.Aku paling benci dengan pria menikah yang selingkuh, contoh nya hari .."Yana berhenti di sini.


Dia jadi tidak nafsu lagi makan jagung bakar nya .Jagung di letakkan kembali ke piring nya.


"Kenapa ,ayo makan lagi " Jhonathan jadi menyesal sudah bertanya .Wajah cantik Yana berubah muram.


"Nggak ah sudah kenyang juga "kata Yana pelan.Dia suka jagung bakar ini tapi suasananya tidak lagi mendukung.Mengingat Hari saja dia sudah hilang nafsu makan.


Namanya sja sudah menjadi momok tersendiri bagi Yana.


"Tuan Jhonathan saya permisi dulu, sudah larut " kata Yana.Dia berdiri dari kursi nya . Tapi Jhonatan entah kenapa menahan Yana dengan menarik tangan Yana pelan.


Yana menoleh sedikit untuk melihat apa mau nya si bos.Jika permintaan nya wajar, oke lah.Tapi bila di luar itu,sorry aja.


"Temani aku sebentar saja lagi,entah kapan kita bertemu lagi kan.Ayo lah" kata Jhonathan jujur.Mereka akan berpisah besok jadi ini bisa di bilang pesta perpisahan .


"Tapi..


"Temani aku nonton film ini dulu.Selesai barulah pergi, bagaimana?"kata Jhonatan seperti memohon.Dia tidak mau seperti ini tapi hati nya tidak mau melepaskan Yana pergi begitu saja.


Kemana perginya Jhonatan yang acuh tak acuh dengan wajah tanpa ekspresi itu.Dia juga bingung sendiri.


"Ini salah hati bukan aku "pikir Jhonathan.


"Oke lah,lagian sayang sekali dengan jagung bakar nya"kata Yana yang duduk lagi di tempat semula.


Yana kembali asyik dengan jagung bakar nya.Jhonatan pula berusaha fokus dengan film di depan.


Siapa sangka filmnya memuat adegan ciuman panas.Suara suara di televisi berbarengan dengan suara suara ambigu Yana yang sedang makan jagung bakar di samping nya .


"Ohh tidak,kenapa Yana yang baik dan lugu menjadi begitu pandai merayu.Sungguh nakal"pikir Jhonathan.


Tub..


Suara televisi di matikan dengan remote control.


"sudah selesai?" tanya Yana heran.


"Ya film udah tamat kau masih tidak sadar juga, Ckckck" kata Jhonathan beralasan.Untungmya Yana tidak sadar film nya habis atau belum.Jafi dia bisa berkata tanpa malu.


"Habis enak sih"kata Yana santai.


"Ya udah kalau enak,sambung aja di kamar, aku mau tidur duluan" kata Jhonatan yang menolak bangun duluan.


Antena nya sudah berdiri tegak..Bisa malu nanti jika ketahuan oleh Yana.


"Oke " Yana pergi dengan cepat tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Setelah Yana pergi barulah Jhonatan bangun dan pergi ke kamarnya.


Dia berguling di kasur.Ingatan nya tidak jauh dari acara makan jagung bakar ala hariyana Ginanjar.

__ADS_1


Merasa tidak kuat Jhonathan kabur ke kamar mandi untuk bermain dengan sabun.


Inilah pengalaman Jhonatan bermain sabun.Itu pun gara gara jagung bakar hangat.


__ADS_2