
Sungai amstel, Amsterdam.
Sungai amstel adalah salah satu dari banyak kanal yang melewati kota air. Banyak orang yang melakukan perjalanan dengan salah satu kapal wisata. Kemungkinan anda akan melakukan perjalanan di sepanjang sungai amstel ketika anda keluar di water looplain.
Di sepanjang kanal ada banyak perahu yang ditambatkan dan ada banyak bangku yang bisa diduduki. Anda juga bisa duduk di sisi kanal dan menjuntaikan kaki anda di tepi jika anda mau.
Di sungai ini orang bisa bersantai seraya melihat pemandangan di luar jendela
Banyak yang terjadi di sini kanal yang indah dengan lalu lintas perahu artis teksturnya yang menarik pencahayaan di malam hari sungguh berwarna-warni yang terpantulkan pada air indah dan sangat menakjubkan.
Di sinilah Yana sekarang.
Lily sebenarnya memiliki sebuah hunian mewah di sisi sungai amstel. Karena dia harus istirahat di tempat tidur , Yana belum sempat menikmati panorama alam.
Walaupun demikian dia masih bisa menikmati suasana sejuk dan pemandangan indah di sungai amstel, melalui jendela kamarnya.
Perubahan tempat tinggal juga membuat suasana hati ialah berubah total.
Meskipun belum turun ke jalan tapi Yana yakin orang-orang di sini sangat ramah dan sangat humble dengan pendatang baru.
Hunian yang dimiliki Liliana memiliki tiga tingkat.Yana saat ini menempati lantai ketiga. Ada beberapa orang pembantu yang ditugaskan di sini. Tapi hanya satu yang menetap di rumah.
Satu buah ruangan khusus dibuat sebagai tempat kerja liliana. dari ruangan ini Lili bisa mengontrol perusahaannya.
Dia juga memiliki kantor namun sangat jarang pergi ke sana.Itu yang dikatakan mama Lili pada Yana.
Lili juga sangat jarang tampil ke permukaan .Sehingga namanya sangat jarang disebut. Tapi perusahaan yang dia pegang sudah dikenal dan memiliki pelanggan tetap.
Perusahaan yang dipegang oleh Liliana berjalan di jalur pariwisata dan transportasi. Namun cara kerjanya hanya sebagai pihak perantara.
Lily akan mencari tender besar juga melibatkan event daerah. Setelah mendapatkan tender dia melemparkan tender-tender itu pada perusahaan kecil.
Sepanjang tahun Lili tidak perlu melakukan banyak hal. Tapi tetap harus mengontrol perusahaan kecil itu. Agar pekerjaannya rapi dan dipercaya lagi pada sesi berikutnya.
Dia memiliki banyak orang yang bisa melihat pekerjaan perusahaan kecil tersebut.
Lebih dari 200 perusahaan kecil yang mengharapkan tender dari perusahaan Lili.
Setiap transaksi Lily juga mengenai persyaratan ringan. Katering dan pakaian kerja berikut peralatannya. Harus berasal dari perusahaan Lili sendiri.
Karena harga bersaing dan tidak membuat rugi.Tentu saja hal ini malah lebih menghemat biaya perusahaan kecil tersebut.
Dengan begini Liliana bisa untung dari segala lini. Dalam satu bulan Liliana bisa mendapatkan beberapa tender dan meraih keuntungan lebih dari 100 juta dolar per tiga bulan.
Ini belum di hitung dari segi katering dan sebagainya.
Liliana sama selama ini tidak termotivasi untuk menyimpan uang atau pun harta. Tapi sejak bertemu dengan Yana dia merasa perlu menghasilkan banyak uang. Apalagi dengan hadirnya dua cucu.
Semangat kerja liliana tumbuh dan dia bekerja keras lagi.
Liliana dengan semangat bercerita tentang bagaimana dia memulai nya dengan usaha katering.
Berawal dari membuka warung makan khas Indonesia yang segera populer.Dia memiliki beberapa sahabat di Holland jadi dia memilih tempat ini.
Dalam setahun dia bisa membangun cabang-cabang dan ini merambah dengan masakan negara lain. Ada begitu banyak wisatawan di sungai amstel ini.
ditambah dengan para sahabat dan yang mendukungnya dari belakang akhirnya dia bisa membangun perusahaan kecil.
Setelah bertahun-tahun perusahaan ini menjadi perusahaan besar yang bergerak di bidang pariwisata dan kuliner khas asia.Perusahaan yang dikenal oleh banyak orang di sepanjang sungai Amstel.
Saat itu Lili membawa Rudi bersama nya.Di sini lah Rudi di besar kan dan sekolah.Tapi kewarganegaraan Rudi masih Indonesia sedang kan liliana sudah pindah ke warganegaraan
Rudi belajar dari Liliana bagaimana cara menghasilkan uang dan dia juga memiliki cara kerja yang mirip dengan Liliana .Hanya saja gerak lingkupnya tidak lagi sekitar Amsterdam.Tapi dia justru berkembang di seluruh pelosok Holland.
Artinya perusahaan yang dipegang oleh Rudi. Lebih besar dari yang dimiliki oleh Liliana saat ini. keuntungan yang dipegang Rudi sangat menjanjikan.
Penghasilan perusahaan liliana dalam enam bulan bisa dicapai oleh Rudi hanya dalam waktu satu bulan saja itulah perbedaan perusahaan Liliana dan Rudi.
Sebenarnya Rudi tidak perlu turun tangan mengerjakan perusahaan sebesar itu dia memiliki banyak manajer yang sangat bertalenta dan bisa dipercaya.
Mereka bisa bekerja bahkan tanpa perlu diarahkan oleh Rudi. tapi Rudi tidak sepenuhnya melepaskan begitu saja karena hati manusia sama sekali tidak bisa diduga.
Namun begitu sampai sekarang belum ada indikasi seseorang yang melakukan tindakan yang merugikan perusahaannya. Meski ditinggal bertahun-tahun, perusahaan itu tidak merugi bahkan terkesan meroket dan lebih besar dari sebelumnya.
Nah, sekembalinya ke Amsterdam, Rudi malah berniat membuka perusahaan di Indonesia.
Jalur pariwisata di Indonesia belum sepenuhnya terbuka dan dia berpengalaman dalam hal itu.
Beberapa tahun di Indonesia Rudi tidak hanya mengenal pariwisatanya tapi juga memiliki banyak koneksi di atas.
Hal inilah yang memungkinkan dia membuka cabang baru. Dan Rudi sangat optimis mengenai ini.
Rudi juga memiliki hunian persis di sebelah rumah hunian Liliana. sejak kecil dia sangat menginginkan kedekatan dengan mama Yana itu.
__ADS_1
Tapi rasa canggung selalu mengikatnya entah kenapa. Apalagi Lili tidak pernah menempatkan diri sebagai ibu angkat atau sejenisnya. Dia selalu mengatakan dirinya sebagai nyonya Lili di hadapan Rudi. Yang artinya dia belum memberikan hak lain pada pria itu.
Rudi juga mengerti jika posisi seorang anak di hati Liliana adalah Yana dan ini tidak bisa diganggu gugat.
Mungkin ini yang membuat Rudi memaksakan diri untuk menjadi asisten kecil di perusahaan yang saat itu belum berkembang.
Sekarang semua sudah selesai ,Rudi kembali mengurusi perusahaannya dan membuka cabang baru.
Karena itu Rudi tidak sering di kediamannya. Melainkan pergi ke berbagai daerah untuk melihat apakah ada kekurangan di perusahaan cabang. Karena ketidakhadirannya selama bertahun-tahun.
Saat ada di Indonesia ,Rudi mengontrol perusahaan ini dari jauh melalui dunia maya.
Tapi itu tidak sama dengan melihat aslinya.
Sekembalinya dari Indonesia Rudi sangat sibuk dan sulit ditemui. Tapi itu sangat mudah dimengerti.
Setelah sarapan pagi , liliana pergi ke kamar kerja nya.Yana tinggal sendiri di kamarnya melihat pemandangan di luar melalui jendela.
Dia memegang secangkir susu untuk ibu hamil.Suasana hati Yana sekarang sudah lebih baik dati sebelumnya.
Di sini mama lili benar benar melarangnya melakukan aktivitas.Dia benar benar melakukan istirahat total di sini.
Setiap dua hari seorang dokter ahli kandungan datang untuk memeriksa kondisi Yana.
Yana sedikit bosan di kamar terus.Tapi janinnya sudah stabil, sekarang mama nya memperbolehkan dia berjalan di sekitar sungai namun dia perlu seseorang yang mendampingi.
Lili terlalu khawatir seandainya ada seseorang yang tidak sengaja menabrak nya atau bagaimana.
Yana tertawa lucu dia berkata "mama aku bukan anak kecil lagi, aku tau jaga diri"
"Mama tahu tapi mama khawatir, jadi tunggu mama selesai dan kita akan pergi berdua, Oke " kata lili
Yana langsung mengangguk kan kepalanya setuju dan di sinilah dia sekarang.
Menunggu liliana selesai.
Di tempat lain, Kondisi Shi tidak sesuai dengan prediksi.
Surat yang di berikan Viktor sebenarnya, mengarah kan Shi agar memberikan berkas itu padanya secara sembunyi.
Tapi Shi diam diam memberikan surat itu pada polisi yang mengikuti nya. Di hati Shi, Viktor bukan lagi siapa siapa.
Viktor yang dia kenal sudah tidak ada lagi, sekarang mereka adalah orang asing.
Tapi Viktor justru. meletakkan semua harapan nya pada Shi.Dia tidak akan pernah menduga jika Shi tidak akan membantunya sama sekali.
Segera saja operasi diam diam di jalan kan.
Seorang pria yang duduk di lobby bank seraya membaca surat kabar.
Menelpon seseorang dan mengarah kan beberapa hal.
Orang orang segera bersiap pada pos masing-masing.
Shi bertindak seperti tidak terjadi apa-apa .Dia hanya mengikuti orang di depannya dan masuk ke dalam ruang tunggu yang dirancang khusus.
Setelah shi dan pria itu masuk ke dalam ruangan. Pintu langsung dikunci dengan beberapa kode khusus.
Untuk bisa keluar memerlukan retina mata pria itu jika tidak Jangan harap anda dapat keluar dari ruangan dengan selamat.
Karena tidak mengerti bahasa Swiss perbincangan dilakukan dalam bahasa Inggris.
Shi diminta untuk mengkonfirmasi identitasnya dengan beberapa dokumen.
dokumen yang diserahkan oleh si segera diproses dan diverifikasi. Hal kedua adalah tanda tangan dan berikut dengan cap jempol.
Hal ini tidak mungkin bisa dilakukan oleh Shi. Tapi dari pihak interval mereka sudah menyiapkan surat yang menyatakan ada kecelakaan kecil yang membuat shi tidak bisa melakukan hal itu.
Lebih dari setengah jam pria itu memeriksa keaslian surat mereka tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun. ini menyangkut masalah nama besar bank.
"okay Miss Victorian shains,is done" Kata nya ramah.
Baru sebentar tadi sih merasa keaslian surat itu akan mempersulit nya.Tapi rupanya dia mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu.
"okay what is the last?"
Pria itu menyodorkan sesuatu dan mengatakan tentang retina mata shi.
Saya juga mengerti apa yang dia maksudkan. sekedar saja Dia meletakkan matanya di situ dan gelombang mata shi segera dipindai.
"Oke mis Viktoria , your number please" Shi menyerahkan sebuah tiket . Yang lebih mirip dengan kartu ATM ada nomor brankasnya di situ.
sebenarnya tanpa di kartu ini pun pria itu tahu yang manakah brankas milik atas nama Victoria shain .Tapi ini hanyalah rutinitas yang diperlukan.
Mendapatkan nomor tersebut pria ini segera mengambil kunci dengan nomor yang sama. Dia pergi mengambil brankas nomor dengan nomor itu.
Setelah menerima brankas itu. Shi ditinggal sendiri dalam waktu 5 menit . Dia perlu memverifikasi isinya dan melepaskan tanggung jawab pihak bank atas isi brangkas itu.
__ADS_1
Setelah ditinggal, shi dengan gugup membuka brankas tersebut dia juga ingin melihat. Apa isi di dalamnya sehingga dirinya dipertaruhkan.
Di dalam brankas ada tas kecil yang tidak lebih besar dari tas kerja.Di dalam nya ada sebuah berkas dengan bahasa latin.
Shi tidak tau arti nya apa.
Di dalam saku tas ada beberapa identitas palsu lain di negara berbeda.Semua nya lengkap dengan paspor dan sebagainya.
Seolah olah orang ini memang di lahir kan di negara tersebut.Jika Shi tidak melihat foto diri Viktor di sana, kemungkinan besar dia akan tertipu.
Ada empat buah semuanya
Ada juga beberapa surat properti di negara terkait.Berikut dengan credits cart di negara berbeda. Ada juga sejumlah uang dengan mata uang asing. Kemungkinan besar itu adalah mata uang di negara tersebut.
Shi tidak tahu apa isi berkas tersebut tapi dengan 4 identitas berbeda ini . Viktor jelas bisa kabur dan keberadaannya tidak akan tercium oleh pihak yang berwenang lagi.
Mau tidak mau Shi menertawakan dirinya sendiri.
Victor lagi-lagi merencanakan pelariannya sendiri .Apakah kali ini dia juga akan meninggalkannya seperti sebelumnya.
Tak lama kemudian pria itu datang lagi dan meminta konfirmasi .
Apakah isinya masih lengkap seperti yang seharusnya.
Shi segera menjawab jika tidak ada yang kurang di sini.
Pria itu puas dengan jawaban Shi.
Dia membuka kunci pintu lagi dengan retina mata nya.
Keluar dari situ Shi masih di kawal oleh polisi yang berpakaian usahawan.
Seperti yang sudah tertulis di surat. Ketika shi turun ke lantai dasar. Seharusnya dia melemparkan tas itu pada viktor yang berdiri persis di samping lift.
Tapi di dalam lift ,polisi lebih pintar. Mereka mengeluarkan semua isi yang ada di dalam tas dan meletakkan beberapa hal di dalamnya agar beratnya seimbang.
Shi berkeringat dan menatap nomor yang tertera pada pintu lift nomor itu menunjukkan angka turun satu persatu.
Waktu terasa berjalan lambat di dalam lift tapi pada akhirnya mereka tiba di lantai yang sudah.
"Jangan gugup, nona Shi, kami mendukungmu" bisik pria di sebelah shi
Shi mengangguk kan kepalanya.
Begitu pintu lift terbuka Viktor benar-benar berdiri di depan lift menunggunya.
"Papa"sesuai instruksi isi melempar tas itu dalam pelukan viktor.
Dalam sekejap tas sudah berpindah tangan Victor langsung berlari pergi menjauh.
Tapi sebelum dia pergi shi sudah meraih tangannya kali ini sepertinya gadis itu ingin melihat. Apa yang dilakukan oleh Viktor.
Apakah dia meninggalkannya atau membawanya bersama.
Hal ini sudah dikatakannya pada petugas di dalam lift Jika dia akan melakukan hal ini.
Awalnya Ide ini ditolak tapi shi benar-benar memohon. Dia ingin mengetahui apa kedudukan dirinya di dalam hati Victor.
Walau bagaimanapun Victor adalah Ayah kandungnya. Dunia mungkin akan memburu Viktor .Namun jika vektor masih menganggap dirinya sebagai seorang anak .Shi mungkin akan terus mengikutinya dengan setia.
Merasa tangannya digenggam oleh shi .Victor langsung menepisnya dengan cepat.
Jelas dia ingin pergi sendiri tanpa berniat ingin membawa shi bersamanya.
Shi sudah bersiap mental namun pada kenyataannya dia tidak bisa menahan perasaan hati yang terluka.
"Papa,bawa aku tolong"kata Shi dengan sedih.
Victor tidak bisa kehilangan waktu lebih dari 5 detik kemungkinan besar dirinya akan tertangkap.
Jadi dia tidak hanya berusaha melepaskan tangan itu tapi juga memukulnya dengan keras.
tak
Tanpa bisa dicegah shi langsung terjatuh di lantai. Meskipun ini kejam tapi sih tahu jika tidak ada dia di dalam hati viktor.
Jika dia hancur maka Victor juga harus hancur ,begitu pikir shi.
Tap.
Shi memegang kaki Viktor agar dia tidak bisa kabur. karena khawatir kehabisan waktu, Victor langsung memukul kepala shi dengan gagang pistol.
Shi yang menerima pukulan itu tidak bergeming.Dia terus saja memeluk kaki Viktor dengan kuat.
"Papa,papa jangan tinggalkan Shi "si masih saja menangis meskipun dirinya dipukuli begitu rupa.
Kepolisian yang melihat adegan ini segera beraksi. Pria yang masih satu lift dengan shi tadi .Segera meregangkan kakinya untuk menerjang Viktor.
__ADS_1
Akibatnya Viktor terlepas dari pelukan Shi. Di sisi lain shi pingsan di tempat. Sebab itulah pelukannya melemah.
Sebelum dia benar-benar kehilangan kesadarannya ,shi masih bergumam pelan."papa "