
Ada kegaduhan di UGD.Di mana Shi menolak untuk di rawat sementara dokter bergegas untuk merawat.
Karena di tolak dokter langsung menyuntik obat penenang untuk Shi sehingga dia tidak sadarkan diri setelah nya
Hal ini memang sudah direncanakan oleh pihak rumah sakit. Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan melibatkan shi .
Tidak mudah melakukan beberapa prosedur rumit itu jika Shi masih dalam kondisi sadar.
Hal pertama yang dilakukan adalah pengesahan kehamilan, apakah berkas kehamilan yang di pegang Shi benar atau tidak.
Setelah itu mencari tahu usia kandungan yang sebenarnya.Proses pertama dan yang kedua bisa sambil jalan.
Yang terakhir adalah proses yang sebenarnya di mana calon bayi akan di ambil sempel DNA nya untuk menentukan ayah kandung biologi nya.
Lokasi eksekusi adalah rumah sakit ini yang kebetulan memiliki hubungan kerjasama dengan aldelis grup.
Sementara dokter sedang mengambil darah shi , Reno menelpon dua sahabatnya untuk mengabarkan posisi Reno sekarang.
Betapa terkejutnya Boy ketika Reno mengabarkan posisi rumah sakit .Dia dan Reno sudah merencanakan sebelumnya.Tapi usia kandungan masih beresiko tinggi untuk melakukan nya.Sebab Itu lah mereka menunda nya sampai sekarang.
Jika Reno berada di rumah sakit itu, artinya Reno benar benar akan mengabaikan kesehatan ibu dan anak.Darah boy mendidih lagi.
Jika saja Reno ada di depannya dia pasti akan meremukkan tulang Reno sekalian.Karena dia jauh boy hanya bisa memakinya dari telepon yang bikin Feky tidak nyaman.
"Boy jangan marah dulu, sekarang dokter juga tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa.Dokter hanya di minta untuk memastikan kebenaran data dari dokter Gita saja, tidak lebih "kata Reno yang sedikit pusing dengan kemarahan boy ini
Dia juga sedang dalam masalah , dengan amarah boy masalah yang di pikul nya terasa makin berat saja.
Boy tidak membantu tapi malah memberatkan.Reno capek terlalu lelah.Dahi Reno mengkerut seperti orang yang tua sepuluh tahun.
"Aku tidak percaya ,tunggu aku datang dulu baru lah proses Itu di jalan kan"kata Boy lagi.
Dia tidak mengemudi ,sekarang dia dan Feky memutuskan untuk pergi dengan mobil yang sama.
"Oke tapi darah shi udah di ambil tadi, hanya sedikit untuk tahu dia hamil apa tidak " jelas Reno dengan kesal.
Untungnya sahabat, jika tidak...
"Oke ,aku dan feky segera kesana" kata boy setengah memaksa.
Tanpa sadar Boy menyebutkan "aku dan kau" pada Reno.Ini sudah menunjuk dia sangat marah.Feky mengerti temperamen Boy sedang tidak bisa di kontrol . Jadi Feky sengaja mengemudi mobil nya dengan santai.
Cari angin dulu untuk menyejukkan suasana yang kacau.Feky bersenandung kecil dia juga tidak enak sebenarnya.Tapi antara tiga sahabat hanya dia yang bisa berpikir dengan jernih.Dia harus menjadi penengah untuk Boy dan Reno.
"Feky kenapa mengemudi seperti siput,ayo bergegas lah "kata boy yang tiba-tiba menyadarinya jika mobil berjalan dengan kecepatan sedang.Sementara mereka sedang di buru buru waktu.
"Santai bro,emang bini lue yang mau beranak?"kata feky yang terkikik kikik geli.
Jika dipikir lagi memang seperti itu Boy lebih khawatir daripada Reno yang kabar nya adalah ayah biologis di jabang bayi.Apa jangan jangan Boy adalah salah satu pemegang saham minoritas.
"Kurang asem lue Feky, gue cuman khawatir doang kok.Tidak lebih"kata boy marah.
Dia tulus menghawatirkan kondisi Shi . Bukan dengan niat yang macam-macam seperti yang di katakan oleh feky ini.
"Bro jika kau terus menerus marah begini. Reno tidak akan nyaman kan.
Sekarang dia sedang membutuhkan kita sebagai sahabat nya. jangan sampai menyalahkan nya sepihak. Bukankah Reno sudah mengatakan jika dia akan menikahi shi jika terbukti bayi yang di kandung oleh Shi adalah miliknya kan. Sekarang dia hanya ingin membuktikan kebenaran itu, jadi apa masalahnya?" kata Feky lagi.
"Iya sih tapi bukan begini juga, Shi sedang rapuh dia juga butuh seseorang yang mendampingi nya.Kasian lagi hamil juga " kata Boy yang mulai tenang.
"Tenang aja ada a'a Boy kok, hehehe" canda Feky lagi.
Jika Reno menolak bertanggung jawab nanti. Boy bisa menggantikan nya untuk Reno.Ini rencana yang buruk tapi Boy adalah calon ayah yang baik kan hehehe.
"Sialan lue gue beri juga ntar!"kata boy pura pura marah.
"Beri apa, ciuman ,ogah ah .Gue normal kok" kata Feky tertawa .Boy juga ikut tertawa geli.Dia tau Feky tidak bermaksud jahil.Mereka adalah teman dalam suka dam duka.
Sekarang barulah boy menyadari jika sikapnya sedikit keterlaluan .Shi sedang hamil tapi bukan anaknya. Melainkan anak Reno kan.Jadi kenapa dia yang merasa khawatir secara berlebihan.
Sikapnya ini akan mempengaruhi pertemanan antara dia dan Reno. Ini sangatlah buruk ,nanti jika dia bertemu dengan Reno, Boy pikir dia akan meminta maaf.
__ADS_1
Setengah jam kemudian boy dan Feky tiba di rumah sakit.Reno sengaja menunggu mereka di pintu masuk utama.
Boy turun dan langsung memeluk Reno dengan akrab saa seperti sebelumnya.
"Ren ,gue keterlaluan tadi.Maaf ya"kata boy dengan wajah malu.
Reno sangat senang jika boy menyadari kesalahannya.Mereka telah berteman sangat lama jadi jika sesekali ada sedikit gangguan emosi ini wajar.
Mereka manusia biasa bukan malaikat.
"Tidak apa apa bro aku juga mengerti kok"kata Reno yang membalas pelukan ini.
Persahabatan ini sangat langka. Jangan sampai karena wanita mereka jadi berpecah.Sulit menemukan sahabat yang mengerti kesulitan teman nya.Pertemanan seperti ini harus dipertahankan seumur hidup.
"Terimakasih bro "kata Boy pelan.
"Mana Shi?"tanya Feky, sebenarnya boy yang ingin bertanya duluan tapi dia menelan nya ke perut.
"Ada di kamar no 127.Ayo pergi?" Reno membawa Shi ke kamar VIP.Tapi mereka hanya.mampir sebentar di sana setelah memastikan Shi stabil.
Mereka harus menunggu di ruang laboratorium.Mereka bertiga sudah akur lagi jadi Reno dan dua teman nya duduk di kursi tunggu.Mereka bercanda seperti biasa sementara menunggu hasil labor.
Namun satu suara membuat ketiga nya berdiri dengan rasa ingin tahu.
"Hariyana Ginanjar?" panggil seorang perawat.
"Hariyana Ginanjar,apa Yana nada di sini?dia sedang sakit?" tanya ketiganya .Mereka pikir ada sesuatu dengan Yana jadi ketiga nya segera berjalan ke arah asal suara.
Nama yang di sebut terpaksa di panggil ulang oleh perawat.Setelah panggil ke tiga gadis yang di maksud segera menjawab dengan lembut "Saya".
Gadis itu masuk ke ruangan dokter tanpa tau ada tiga mata yang memandang nya dengan takjub.Mulut mereka menganga lebar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Setengah jam sebelum nya.
Setelah jam makan siang ,tidak ada jadwal pelajaran lagi. Jadi Yana sudah merencanakan pertemuan dengan dokter khusus.
Sejak dulu dia selalu rajin Cek up rutin pada dokter setiap enam bulan sekali. Meskipun dulu Yana banyak hutang. Dia sama sekali tidak bercanda dengan kesehatan dirinya sendiri . Apalah artinya uang jika anda dalam kondisi sakit.
Dokter ini sudah menangani kesehatan Yana sejak Yana berkuliah di kota kecil. Yana juga lebih menyukai dokter ini dari pada dokter di ibukota yang selalu suka membocorkan rahasia pribadinya.
Di sinilah Yana saat ini.
Dia sedang duduk di ruang tunggu seperti biasa nya. Ketika akan bertemu dokter Yana sama sekali tidak menyembunyikan sosoknya yang indah. Dia selalu tampil ala Yana yang sesungguhnya. Tidak ada satu pun penyamaran yang dia pakai. Menurutnya hal-hal seperti kontak lensa dan kaca mata tebal pasti akan berpengaruh pada hasil Cek up.
Kali ini Yana memakai terusan selutut berwarna coklat dengan ban pinggang berwarna krem yang menunjuk betapa ramping n6a pinggang Yana . Rambutnya di kuncir satu menampilkan lehernya yang jenjang.
Kulitnya yang putih seperti telur di kupas membuat banyak mata yang melirik nya dengan mata beringas.
Ketika angin berhembus rok nya seperti menari memangil keindahan tersembunyi.Yana berkedip dua kali ketika namanya di panggil.
"Hariyana Ginanjar?" panggil perawat ke sekian kalinya.
"Saya"kata Yana berdiri dengan tegak.Sepatu hak tinggi berwarna senada berbunyi khas setiap kali dia berjalan.
Dia menarik banyak mata karena nya.Ada tiga mata yang melotot ke arah nya.Ini adalah Reno aldelis dan dia sahabat nya.
Kembali ke Reno.
"Reno apa Itu Yana si cupu?"tanya Feky tanpa bergerak.Mata nya masih ada di mana pintu itu di tutup.
"Entah lah"kata Reno dengan sikap yang sama.
Wanita yang baru saja masuk berbeda seratus enam puluh derajat dari Yana yang mereka kenal.
Yana dengan pakaian tertutup dan kaca mata besarnya.Rambut dengan gaya dua buah roti isi.Dia tidak memakai makeup apapun bahkan tidak juga dengan lipstik biasa.
Tapi gadis yang baru masuk ini sangat cantik dan seksi.Sudah seksi dia juga memakai riasan tipis di wajahnya.Ada lipstik warna nude yang membuat dia tampil segar seperti bunga yang baru di siram hujan.Keindahan nya keharuman nya,jika bisa di bandingkan shi masih kalah jauh.
"Ren gue ngimpi kali ya, Yana bisa secantik itu?"kata Boy tidak percaya.
Boy pernah dan masih jatuh hati pada sosok Yana yang cupu dan lugu,Tapi demi persahabatan , dia merelakan nya untuk Reno.
__ADS_1
Jika gadis yang baru masuk itu benar benar Yana, dia bahkan rela mempertaruhkan pertemanan mereka untuk nya.
Yana versi ini memang layak di pertahankan.Masalah pertemanan,ini no 2.Boy merasa menang, Yana dalam imajinasi nya masih kalah jauh dari asli nya.
Layak ...layak... layak...
"Mungkin kita salah ,nama boleh mirip kan?"kata Feky yang juga terkejut,dia menggosok kan mata nya berkali kali.Apa dia mengalami rabun dekat.
Tidak mungkin kan.
Mereka bertiga tidak bergerak dari pintu itu.Akan ada waktu si gadis cantik keluar dari pintu, tunggu saja di sini sebentar.
Seperti sebuah keberuntungan kecil, pintu terbuka lebar.Perawat yang tadi memanggil Yana keluar untuk melakukan sesuatu.
Ketika pintu terbuka penampilan Yana segera memukau tiga sahabat lagi.Saat ini Yana yang sedang menjalani prosedur cek up lengkap.Jadi dia di haruskan memakai pakaian seperti kimono kecil.Yana duduk di kursi tunggu dengan menyilang kan kaki nya dengan sebuah majalah di tangan.
Entah apa yang lucu pada majalah tersebut yang pasti dia tersenyum kecil sehingga dua pusaran lesung pipinya terlihat.
Sebenarnya itu adalah majalah tentang harga saham minggu ini.Dia tersenyum karena harga saham gabungan nya naik dengan pesat lagi,uang mudah.
Mana Yana tahu jika penampilan beberapa detik ketika pintu berbuka ini.Mampu membuat dia mencuri hati tiga sahabat sekaligus.
"Matanya biru!"kata boy dengan suara serak.
"Biru, kau yakin?"tanya Reno lagi.
Saat ini pintu sudah tertutup lagi. Tapi boy bisa melihat sekilas warna bola mata Yana yang ternyata sebiru laut.
Dia juga pernah melihatnya secara tidak sengaja saat itu di toilet kampus.Tapi Reno dan Feky sama sekali tidak percaya.Merrka berdua bilang ada yang salah dengan mata nya jadi dia di anjurkan untuk pergi memeriksa kan diri ke rumah sakit.
" jika memang bola mata itu asli, jadi selama ini Yana berpura-pura?" tebak boy terkejut.
Selama ini mereka pikir ini adalah Shi adalah sosok yang paling membingungkan dan pintar bersandiwara. Tapi kenyataan ini membuat mereka berpikir ulang.
Yana lebih ahli dari pada Shi.
Semakin dipikirkan semakin mereka tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa Yana harus berpura pura cupu selama ini.
Apa karena dia terlalu cantik.
Mereka tidak menemukan jawaban yang cocok untuk pertanyaan ini. Tapi semuanya dibubarkan dengan panggilan dari dokter.
Merasa masalah shi lebih penting dari masalah Yana, ketiganya serempak masuk ke dalam ruangan dokter.
Di sana dokter memegang satu berkas yang memegang erat masa depan Reno aldelis. Sebelum duduk di kursi Reno sudah berkeringat terlebih dahulu.
"Dokter?"Tanya Feky yang lebih tenang dari keduanya.Dokter memasang wajah dingin dengan tatapan rumit.
" sangat disayangkan jika hasil tes yang saya lakukan sebentar tadi sangat mirip dengan berkas yang dikatakan oleh tuan Reno " kata dokter Itu.
Reno sedikit terkejut mendengar nya. Jika begitu,shi tidak berbohong dengan kondisi tubuhnya sendiri.
Dia dan Shi harus menikah.
" kondisi itu benar tapi usia kehamilannya itu yang salah. dia hamil selama 11 minggu" sambung dokter lagi.
"Sebelas minggu,bukan lima minggu Dok?" tanya Boy yang tidak kalah terkejutnya.
Menurut Reno mereka memang berhubungan malam itu. Dengan itu jika dihitung ini masih dalam lingkaran empat atau lima minggu saja bukan sebelas minggu.Ini artinya ada sesuatu yang salah.
"Apa tidak salah hitung dok?"tanya Reno bingung.
"kami sudah cek dua kali dan itu benar sebelas minggu bukan lima minggu " jawab dokter serius.
"Usia kandungan seperti ini , kita sudah bisa mengambil simple DNA calon bayi anda " kata dokter lagi.
"Oke dok, ambil saja apa yang di perlukan"Kata Reno serius.
Mendengar usia kandungan yang berbeda jauh dengan hari kejadian di Bogor. Reno yakin ada hal di tengah ini. Mungkin saja bukan dia orang yang perlu bertanggung jawab untuk si jabang bayi.
Mungkin.
__ADS_1