
Wanita separuh baya yang mengaku sebagai dokter ini, bergegas memeriksa kondisi Shi.Mata nya segera membulat ketika ada noda merah di rok kecil Shi.
"Apa yang kalian lakukan,gadis ini tidak baik baik saja Kebetulan sekali rumah sakit ku tidak jauh dan itu bekerja selama dua puluh empat jam.Bawa dia ke sana" pekik nya dengan keras.
Reno dan kawan kawan baru tersadar ketika mendengar suara dari dokter wanita ini.Mereka akhirnya bergerak juga meski pun dalam keadaan bingung.
Sementara Shi terus menerus menangis kesakitan dan dokter wanita ini segera menenangkan nya dengan kata kata lembut.
Reno sedikit khawatir dengan kondisi Shi.Dia pikir dia lah yang mendorong Shi tadi tanpa sengaja.Meskipun tidak merasa berbuat begitu tapi dia benar benar merasa bersalah .Jika tidak apa alasan di balik ini.
Mereka bertiga membawa mobil sendiri sendiri.Reno menarik Shi dan dokter wanita ke dalam mobil nya.Dia sahabat nya mengikuti mobil Reno dari belakang.
"Boy apa Reno mendorong Shi tadi?"tanya Feky.Dia tidak melihat itu,suasana klub memang remang remang.Jadi pandangan setiap orang terbatas.
"Gue juga enggak, mungkin Reno kesal dan tidak sengaja kan"kata Boy yang juga bingung.
Jelas jelas Shi yang memegang kaki Reno tadi.Besar kemungkinan Reno menggerakkan kaki nya di sini.
"Tapi tidak mungkin berdarah juga kan?"
"Astaga, jangan jangan anak itu tekdung, astaga.Hei kaki ini Reno kena batunya hahahaha"
"Hus teman kurang ajar lue.Reno lagi dapat musibah diketawain, ckckck.Tapi iya sih kasihan Reno hahaha"
"Nah kan ketawa juga hahahaha"
Mereka berdua berbincang dengan HP dan tertawa di mobil yang berbeda.Di sisi Reno pula,dia mencemaskan kondisi Shi yang berdarah
Awalnya Itu cuman sedikit tapi semakin ke sini darah nya melebar dan rok yang tadinya berwarna putih sudah berubah total menjadi warna merah cerah.
Bau darah yang sedikit amis juga tercium di udara.Reno memikirkan kemungkinan terburuk nya
Shi hamil.
"Sakit dokter.. aduh..sakit" rengek Shi yang terus menerus menjerit dam dia berdarah lagi.Hal ini sangat mengerikan sekali.
"Dokter..ahk..darah nya tambah banyak huhuhu.. dokter apa aku..mau mati?"tanya Shi yang berkeringat itu.Air matanya sudah seperti air hujan saja.
"Sabar ya kita mau sampai sebentar lagi,sabar.Eh kamu, percepatan jalan nya"kata dokter itu.
"Reno....sakit . huhuhuhuh cepetan reno,aku nggak tahan lagi huhuhuhuh "pekik shiyana dengan keras.Dia terlihat seperti asli tanpa pura pura.Tidak berhenti menangis dan meraung-raung di dalam mobil.
Reno yang mengemudi tambah gugup mendengar keluhan seperti ini.Jadi dia ngebut tidak peduli apa.
Dalam hati dia berharap shiyana tidak mengalami apa yang dia pikir kan.Shi memang berkarakter buruk tapi dia tidak berharap gadis ini mengalami hal yang buruk.
Sepuluh menit kemudian mereka akhirnya tiba di rumah sakit swasta.Dia mana sang dokter wanita bekerja di sana.
Sebelum mereka tiba , sudah ada petugas medis yang bersiap siap menunggu kedatangan shi.
Dokter sudah menelpon tentang kondisi darurat dan minta segera di arahkan ke ruangan nya.
Begitu turun ada dari mobil, Shi langsung di letakkan di ranjang kecil dan di dorong langsung ke sebuah ruangan khusus.
Jika Reno bisa berpikir jernih dia akan tahu ada sesuatu yang berjalan tidak pada jalur nya.
Seharusnya kondisi darurat akan di tangani di UGD tapi Shi di tarik ke ruang lain.Reno yang di dalam kondisi kebingungan tidak berpikir sama sekali tentang ini
Agar lebih meyakinkan dokter wanita berkata
"Dia belum mendaftar dan data data nya belum di terima.Akan sulit jika ingin masuk ke UGD.Lebih baik ke ruangan ku saja, mengenai tagihan bisa kita bicara kan nanti "
"Oke dokter"Jawab Reno lemah.
"Reno aku takut ren, huhuhuhuh, sakit Reno "kata Shi yang menahan sakit.
"Tidak apa apa,aku ada di sini jangan khawatir" kata Reno yang memegang tangan Shi yang berkeringat itu.
Merasakan dinginnya tangan shi, Reno tiba tiba merasa bersalah.Dia sedikit sebanyak adalah penyumbang terbesar dalam tragedi ini.Bagaimana jika papa Shi tau.
"Janji ya ren, jangan pergi ?"kata Shi yang berbaring di ranjang yang sedang di dorong oleh beberapa perawat ini.
"Nggak aku nggak akan pergi" kata Reno serius.
"Janji?"
"Ya aku janji " kata Reno.Sejurus kemudian mereka tiba di tempat.
Reno tidak bisa masuk , jadi Shi di dorong sendirian ke dalam ruangan.
__ADS_1
Mata Reno tidak pernah lepas dari Shi yang masih lemah akibat banyaknya darah yang keluar.
Sebelum pintu di tutup dia masih bisa melihat Shi yang mengaduh kesakitan.
Reno yang bingung duduk di kursi tunggu.Tak lama kemudian dua sahabat menelpon Reno untuk menanyakan posisi Reno saat ini.
Reno segera menjawab berharap dia sahabat cepat tiba.Paling tidak dia tidak akan menghadapi masalah ini sendirian.
Sementara Reno yang sedang menunggu dia sahabat nya tiba.Di dalam ruang bercat putih itu ada Shi yang berbaring dengan lemah.
Tak lama kemudian dua perawat di minta untuk pergi istirahat dengan alasan dokter bisa menangani ini sendiri.
Sudah jadi rahasia umum di rumah sakit jika dokter seperti dia sering kali menangani masalah di luar jam kerja.
Semua orang tau itu apa tapi tidak ada yang peduli dengan itu.Selagi ada uang tutup mulut.Ada uang maka rahasia terjamin.
Setelah dua perawat pergi, Shi yang tadi nya seperti akan mati tiba-tiba bangun dengan semangat tinggi.
"Dokter kau hebat hahahaha, bagaimana acting ku tadi?" dia tertawa dengan gembira.Semua yang dipersiapkan sudah setengah jalan.
"Uhh sangat bagus sekali, sangat meyakinkan .Hem bayarannya bagaimana?" kata dokter itu dengan mata bersinar terang.Dia melihat Shi seperti sebuah ATM berjalan.
Bodoh sekali.
"Tenang aja dok, selesai kan dulu pekerjaan mu" kata Shi.
Dia mengeluarkan kantong darah dari balik saku rok nya.Dia tidak benar benar berdarah tadi.Reno dan yang lainnya sangat mudah di bohongi.Kantong darah ini sangat berguna sekali.
Hanya perlu pencet sedikit darah dari kantong akan keluar sedikit.Dia sudah memikirkan tentang ini hampir sebulan lamanya dan sekarang lah hari penentuan nya
"Sayang,papa mu ada di luar.Kau senang kan?"kata Shi pada perut nya yang rata dengan senyuman.
Setelah semua ini selesai,diaakan mulai.memikirkan nama untuk calon bayinya.
"Kamu di sini dulu untuk satu jam agar lebih meyakinkan.Santai saja di sini oke"kata dokter ini yang bernama asli Gita ini.
"Baik dok urus aja lah aku tinggal beres" mata Shi senang.
Dokter Gita keluar dengan wajah berkeringat yang di buat buat.Reno dan dua teman nya sudah menunggu di depan pintu.
"Bagaimana Dok?"tanya Reno gugup.
Feky mengerti dia langsung membuka aplikasi dari HP dan memesan pakaian ganti untuk Shi.
Setelah itu dia bergegas mengikuti yang lain ke ruang lain untuk berbicara tentang kondisi shi.
Di sana Reno sudah duduk dan dokter Gita memandang mereka satu persatu.
"Dokter bagaimana kabarnya?"tanya boy mendahului Reno yang belum bisa buka suara.
"Begini setelah di periksa nona Itu sedang hamil empat minggu.
Hamil muda dan ini sangat rentan.Untung saja kondisi ya sudah di stabil kan dan bayi nya baik baik saja sekarang "
"Ha..hamil dok?" kata Reno terkejut.Dia sudah memperkirakan ini tapi di masih terkejut ketika mendengar nya.
"Ya apa anda meragukan saya?" kata dokter Gita pura pura marah.Dia banyak berlatih untuk membuat drama ini.Jadi wajah marah yang dia pasang masih layak pakai.
"Bukan begitu dokter hehehe " kata Reno gugup.Reno dan dua sahabat saling pandang satu sama lain.
"Apa pasien bisa di jenguk dokter?" tanya boy.
"bisa silahkan " kata dokter Gita lagi.
Ketiga pergi ke ruangan di mana shi berada.Gadis itu masih terlihat pucat dan lemah.Di lengan nya ada sebotol infus yang sangat meyakinkan tiga sekawan ini.
"Reno?" panggil Shi
"Aku di sini Shi"kata Reno yang memilih duduk di dekat ranjang Shi.Di bawah ranjang ada baskom kecil di mana pakaian penuh dengan darah shi di letakkan.
Seperti nya belum ada perawat yang datang untuk membersihkan barang barang ini Tapi Reno semakin merasa bersalah karena ini.
Efek yang di harapkan oleh shi.
"Shi..kata dokter hem kau hamil empat minggu" maya Reno ragu ragu.
"Apa Reno,Aku..aku hamil?" Reno mengangguk lesu.Shi tiba-tiba pucat dan menangis dengan keras.
"Aku masih muda Reno,aku belum mau jadi ibu.Tolong aku Reno huhuhuhuh "shi menangis lebih keras daro pada tadi.
__ADS_1
"Shi...
"Ren aku tau Reno sejak malam itu aku tidak berhubungan intim dengan pria lain kan?kata Shi yang meraung raung seperti orang hilang akal.
"Jika aku hamil empat minggu bukan kah Itu artinya bayi ini milik mu kan?"
"Hah?" Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Dari tadi juga dia sudah berpikir begitu.
Dia tau sejak kejadian malam itu, Shi hanya nongkrong dengan kelompok mereka.Jika sudah begini memang tidak bisa di pungkiri lagi Reno lah pemilik bayi yang di kandung oleh Shi.
"Reno kau papanya kan,hah jawab Reno jawab huhuhuhuh "
"Ya aku akui itu tapi..
"Jika kau papa nya bertanggung jawab lah, pergi ke dokter Gita minta dia menggugur kan bayi ini .Aku tidak mau Reno.Aku masih terlalu muda kan huhuhu" kata Shi yang terisak Isak.
Reno terkejut dengan kata maya Shi.Tapi.doa seperti melihat sinar penyelamat di sini.Dia tergerak sedikit.
"Apa kau serius?"tanya nya pada Shi .
"Tentu saja aku serius ren,cepat lah sebelum dokter nya pergi cepat Reno" kata Shi yang terus mendorong Reno pergi.
Melihat Reno yang sedikit bimbang. Boy akhirnya berkata dengan lugas "ini rencana yang bagus bro tunggu apalagi .Kalian masih muda dan belum menikah .Anak ini hanya akan menjadi beban dan membuat malu keluarga"
" lagipula usianya cocok untuk ini. Jika kita mengundurkan waktu lebih lama mungkin akan terjadi resiko yang tidak di ketahui " kata Feky serius.
Meskipun Feky tidak menyukai Shi. Tapi dia sangat senang ketika ide ini keluar dari mulut shi sendiri. lagi pula ini memang ide yang bagus.
Reno yang mendapat dukungan dari dua sahabat merasa tertolong lagi.Dia segera berlari ke dokter Gita yang masih duduk di kursi nya.
Dia sedang menunggu mangsa nya jatuh ke lubang.
Ketika Reno mengatakan niatnya dia pura pura membencinya.Reno langsung berinisiatif berjanji untuk mentransfer tiga juta ke rekening dokter Gita .
Dokter Gita tidak menolak,dia memberikan no rekening nya dengan cepat.Uang ini tidak termasuk dalam perjanjian antara dia dam Shi.
Lumayan lah untuk tabungan hari tua.
"Saya akan melakukan tes kesehatan dulu tapi bayar lah biaya nya di muka terlebih dulu.Dia masuk tanpa data pribadi kan"kata dokter Gita senang.
"Tidak dokter utus saja,saya akan tambah lima juta lagi untuk biaya tes tersebut.Jika aborsi berhasil aku bayar sesuai prosedur nya"kata Reno.
Dia pikir lebih bagus lagi jika data-data shi tidak pernah masuk di dalam data rumah sakit ini.Jadi ada baiknya semua birokrasi di urus kan oleh dokter ini secara pribadi.
"Oke tunggu sebentar,kami harus bawa dia untuk di periksa secara menyeluruh.Paling cuma setengah jam"
"Baik dok"jawab Reno senang.
Setelah itu Reno keluar bersama dokter Gita dan masuk lagi ke ruang di mana shi berada. jika nasi menjalani pemeriksaan rutin seperti pengambilan darah, cek tensi dan sebagainya.
Setelah semua cek selesai shi langsung dibawa menuju ke sebuah ruangan khusus di mana tes menyeluruh diadakan.
Reno dan dua temannya masih setia duduk menunggu shi keluar dari ruangan itu.
Di dalam ruangan itu shi tertawa terkikik kikik geli bersama dokter Gita. Mereka makan cemilan seraya berbincang-bincang hangat.
Di sini dokter Gita tidak mengatakan tentang uang yang ditransfer Reno tadi. Menurutnya ini adalah bonus khusus. Tidak perlu dibicarakan sama sekali.
Mereka tetap di dalam sana lebih dari setengah jam. Ketika waktunya hampir tiba, Shi berbaring lagi di ranjang kecil dan kembali memasang wajah buruk layak nya seorang pesakitan.
Ketika dokter keluar bersama shi, Reno dan dua temannya bergegas menghampiri dan membantu mendorong ranjang dorong ini kembali ke kamar nya semula.
Diam diam mereka melirik Shi yang masih pucat seperti sebelumnya.
Mereka adalah pria yang tidak tau tentang kosmetik.Shi terpaksa menahan geli dengan tingkah mereka yang gugup itu.
"Bagaimana Dok?" tanya Reno buru buru.Dia ingin tai dengan cepat hasil tesnya itu
" Semua test yang diperlukan sudah dilakukan. Tinggal menunggu hasilnya saja. Paling tidak dua jam lagi. Kalian boleh pulang atau menunggu di sini, itu terserah" kata dokter Gita dengan wajah acuh tak acuh.
"kami tinggal, Reno tunggu di sini saja. jika pulang pun percuma juga jika pikiran kita masih ada di sini kan. Mari selesaikan ini dan pulang tanpa rasa khawatir " kata Boy.
Menurut perkiraan mereka ,jam 05.00 hasil nya sudah bisa keluar. Setelah itu Shi boleh melakukan prosedur aborsi .Semuanya akan selesai sekitar jam sepuluh pagi.
"Terserah kalian,saya permisi"Kata dokter Gita yang berlari ke ruangan laboratorium.
Ruangan ini dipilih agar ketiganya berpikir jika dokter Gita sedang melakukan hal-hal berkaitan dengan hasil tes tadi.
Padahal yang terjadi di balik pintu adalah sebaliknya dokter gita menarik selimut dan tertidur sampai alarm berbunyi dengan lembut.
__ADS_1
Begitu juga yang terjadi dengan shi. Dia tertidur nyenyak di sana tanpa merasakan khawatir sedikit pun. Hanya tiga sekawan yang tidak tertidur sampai lah matahari terbit.