Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan
cerita alam bawah sadar


__ADS_3

Suasana hening beberapa waktu,yana tidak mengharap kan ini terjadi.Dia tidak tau mau menjawab apa.


Wanita simpanan sama saja dengan pelacur kan .


Melihat Yana diam saja, mama Jhonathan menjadi tidak sabar .Dia kira wanita ini ingin lebih banyak uang lagi.Rumah mewah atau mobil mewah mungkin.


Aldelis Grup memang mampu untuk itu, tapi itu semua uang pribadi bukan uang perusahaan.Uang pribadi juga tidak sebanyak itu.Tapi keluarga juga memiliki beberapa properti pribadi yang bisa di berikan pada Yana seandainya Jhonathan benar benar sembuh .Namun harapan sembuh juga belum bisa di sebut limapuluh persen.Ini mirip dengan berjudi nasib.Mama Jhonathan tidak ingin membuang banyak uang untuk sesuatu yang belum pasti.


"Baik kami sudah melakukan penawaran nya,apa yang Nona Yana pikir kurang?" kata mama Jhonathan dengan nada sedikit kesal.


"Tidak ada yang kurang nyonya, hanya saja saya tidak mau,maaf sekali lagi"jawab Yana bersikukuh.Dia memang suka uang tapi tidak untuk mengadaikan kehormatan terakhir nya juga.Hal ini tidak bisa di ganggu gugat.


"Apa masalah nya, sebut kan , jika bisa kami akan membantu" kata papa .Dia pikir gadis ini agak istimewa lain dari pada yang lain.


"Paman bukan maksud saya tapi ini sulit rasanya" kata Yana tidak berdaya.


"Jelas kan saja,kami punya banyak waktu untuk ini, jelaskan lah"


"Paman,hem.. saya sudah melakukan banyak hal agar ,baik tubuh atau reputasi hariyana Ginanjar tetap bersih.Ada begitu banyak hal yang saya korban kan untuk ini.Jika saya melakukan yang paman minta bukankah hal hal itu menjadi sia sia belaka?" jelas Yana terus terang.Agak memalukan membahas masalah ini di depan orang tua tapi dia harus menjelaskan sebab nya secara jujur.Jangan ada sakit hati karena hal sepele seperti ini.


Tapi hal sepele menurut Yana adalah hal yang besar untuk pasangan ini.Metrka memutar otak untuk membujuk Yana lagi.Jika tidak karena Jhonatan bereaksi terhadap nya mungkin mereka tidak akan melakukan ini.


"Oke kau bisa pakai nama Gia dan kami jamin Jhonatan tidak akan melampaui batasan " kata mama Jhonatan.Dia memegang tangan Yana seraya berharap agar gadis ini bisa luluh.Namun dia kecewa lagi ketika Yana menjawab dengan cara gamblang.


"Paman Tante,sejauh yang saya tahu, tidak banyak yang bisa menahan nafsu jadi saya menolak "


"Putra kami berbeda ,dia bisa seratus persen, Tante jamin kok" kata mama Jhonathan lagi.


Ayolah...


"Hahaha ups,maaf Tante, Tante seperti nya begitu percaya dengan anak Tante Tapi Tante lupa bagaimana caranya kami bertemu kan.Saya ingat kan sekali lagi


tante, Jhonathan juga lelaki tulen dan saya jaminan nya" Yana tertawa mendengar kata kata mama Jhonathan.


Dia bilang Jhonatan bisa mengontrol diri nya,ehh apa kabar kejadian malam itu.Dia saja hampir kebablasan karena nya.Begitu lihai, begitu santai dan menghanyutkan.. Jhonatan itu...


Eh ..


"Apa? jadi maksudnya Jhonatan pernah..." mata mama Jhonathan menutup mulutnya tidak percaya.


Jhonatan tidak pernah dekat dengan wanita manapun.Terkadang dia merasa putra nya itu tidak normal.Pernah juga dia menarik gadis gadis muda nan seksi tapi Jhonatan sama sekali tidak tergerak sedikit pun.


Hati nya selalu bertanya apakah Jhonatan normal atau tidak.Hannya dari Yana saja dia tau Jika Jhonathan itu masih normal dan baik baik saja.Dan Jhonathan bahkan...


Tidak mungkin kan.


"Yah Tante mengerti kan apa maksud saya?" kata Yana seolah-olah meyakinkan lagi pasangan suami-istri ini.


"Astaghfirullah Jhonathan, astaghfirullah halazim " kata Tante berucap beberapa kali.Begitu juga dengan Papa Jhonathan yang menggelengkan kepalanya sendiri.


"Jangan khawatir Tante, seperti nya tidak sejauh itu.Baik saya atau Jhonatan masih bersih tapi jika terus menerus berdekatan seperti tadi malam.Saya sendiri tidak bisa menjamin nya . Jadi saya menolak dengan keras " Yana lagi lagi berusaha meyakinkan keduanya.


Mendapatkan jaminan dari Yana kedua bersyukur sekali.Sekarang mereka yakin bahwa Yana adalah gadis yang istimewa bagi Jhonathan sendiri.


Selama ini tidak pernah ada gadis yang bisa melakukan apa yang Yana lakukan. Seperti nya kesembuhan Jhonatan tidak jauh.Ini benar benar layak diperjuangkan.


"Pah.. tolong mikir pa,mikir bagaimana caranya?" kata mama Jhonathan sedih.Di depannya ini adalah obat untuk putra nya jhonatan.Tapi wanita ini sulit di bujuk dengan begitu banyak uang .


Mama Jhonathan ingin menangis lagi,dia seperti berada di jalan buntu.Mau bagaimana lagi, yang punya badan menolak nya di depan.


"Saya ada saran lain, bagaimana jika saya tetap di sini tapi jangan satu ranjang seperti tadi malam.Kami bisa bergaul layak nya teman atau pelayan dan tuan "Dia suka uang nya tapi jika bisa berbelok sedikit kan tidak apa apa.Lagi pula dua ratus milyar yang bukan jumlah yang sedikit.Ada banyak barang yang bisa di beli dengan ini.


"Oke,saya lebih suka dengan cara ini.Mulai sekarang nona,nak Yana bisa tinggal di kamar tamu.Nak Yana hanya perlu menemani dia makan atau sekedar nonton televisi di depan.Bayaran masih sama ,dua ratus milyar sampai waktu tidak terbatas.Atau sampai dia baikan lagi, bagaimana?" kata papa cepat.Jangan sampai Yana berubah pikiran lagi . Lagi pula cara ini lebih mudah dan tidak mengundang dosa besar.


"Oke paman, tapi waktunya itu lho,saya masih kuliah kan?" kata Yana yang agak keberatan dengan waktu tak berbatas Itu .Dia juga perlu ruang untuk hidup.


"Baiklah, secepatnya selama liburan semester,jika belum sembuh bisa tiga tahun tapi masih perlu datang ujung minggu, bagaimana?" kata papa Jhonathan yang memperbarui kata katanya lagi.


Dia ingin putra nya sembuh tapi tidak bisa membuat Yana rugi .Dia juga ingin mengejar ilmu.


"Oke deal" jawab Yana cepat.


Sekolah masih lanjut uang masih mengalir,ini sudah membunuh dua burung dengan satu batu, hebat.


Akhirnya mereka mencapai kata sepakat dan sebuah perjanjian akan di buat di atas dengan di saksikan oleh pengacara keluarga.


Tapi itu untuk agenda esok hari.


Sekarang Yana sudah di pekerjakan.Semua biaya transportasi atau makanan dan perumahan di tanggung penuh oleh pihak aldelis.


Yana merasa mendapat untung berkali kali lipat kali ini.

__ADS_1


Dia dan masa lalu sudah putus hubungan.Apakah yang lebih baik dari ini.


Hariyana Ginanjar akan menjadi identitas nya untuk selamanya tanpa bada intrupsi lagi.Uang dam saham juga tidak bergerak.Dia adalah wanita bebas tanpa noda yang juga kaya raya.


Akhirnya aku bebas.


Papa dan mama Jhonathan pergi setelah menyerahkan urusan Jhonatan pada Yana.


Di viila ini hanya ada Yana dan Jhonathan.Para asisten rumah tangga hanya datang di jam kerja.


Jam delapan pagi asisten rumah tangga datang untuk membersihkan rumah dan memasak untuk makna siang dan makan malam.


Setelah itu dia pulang karena rumah mereka ada di sekitar begitu juga dengan satpam di depan yang memakai kerja sistim shift.


Ada juga perawat kebun yang hanya ada di pagi hari.Ada juga seorang pria tiga puluh yang ada di viila.Untuk membantu urusan Jhonatan sehari-hari.


Yana memanggil nya dengan panggilan pak Rory.


Setelah kepergian pasangan suami-istri itu, Yana pergi ke Jhonatan .


Saat itu Jhonatan entah kapan bangun .Namun pupil matanya masih kosong seperti biasanya.


Dia berbaring di ranjang seperti sedang menatap langit-langit kamarnya.


Yana agak bingung, Jhonathan pasti tidak nyaman karena pakaian nya sudah basah dengan keringat .Dia perlu mandi agar lebih segar.


"Pak Rory, bantu tuan mandi sebentar,oke.Aku tunggu di depan"kata Yana pada pak Rory yang berdiri di depan pintu kamar.


Pria setengah baya ini pernah menjadi perawat khusus untuk Pria seperti Jhonathan.Dia sudah ahli untuk pekerjaan ini. Yana tidak perlu menghawatirkan apapun dengan adanya pak Rory ini .


Yana pergi ke dapur untuk memanaskan bubur ayam yang tadi di masak oleh asisten rumah tangga.Jhonathan belum sarapan .


Lebih satu jam kemudian, Jhonathan keluar dari kamarnya dengan kursi roda.Pak Rory mendorong kursinya dari belakang.


Yana mengajak Jhonathan untuk sarapan di teras.Pak Rory pergi setelah meninggal kan Jhonathan di sana.


Jhonathan masih dalam keadaan kosong.Dia bahkan tidak memandang mangkok bubur nya.


Yana mendesah, mengapa sulit mencari uang.


"Jhonatan,buka mulut nya ,oke.Makan sedikit ya biar cepat sembuh"kata Yana.


Tidak tau Jhonatan mau atau tidak dia mengirim kan sesendok bubur ke mulut jhonatan.


Itu cukup untuk dia mengikuti apa yang Yana mau.Jhonatan mau membuka mulutnya sedikit dan menelan makanan tanpa paksaan.


Meskipun lama tapi semangkok bubur ayam bisa juga habis kan dengan susah payah.


Mama Jhonatan minta di kabari jika putra nya sudah makan atau sudah tidur.


Setelah makan Yana bingung mau buat apa.Jadi mereka berdua duduk di teras begitu saja.


Yana bertanya "Jhonatan,apa kabar nya hari ini?"


Jhonathan ????


"Hari ini Jhonathan mau makan apa,hem.Aku tidak bisa masak, tapi kita bisa delivery kok , Jhonathan Mau ya?" tanya Yana.


Jhonathan ???


Yana bingung lagi,dia pikir mari nonton televisi di ruang tamu dari pada bengong begini.


Yana menarik kursi roda dan berhenti di depan televisi.Kursi roda Jhonathan di letakkan di samping sofa di mana Yana duduk.


Dengan remote control dia menghidupkan televisi menikmati acara gosip yang dia kenal.


Selagi menonton televisi,yana mengambil tangan Jhonathan untuk dia pijat sedikit.


Siapa sangka jemari Jhonatan bergerak gerak karena sebuah sentuhan ringan dari Yana.


Ada perubahan kecil dari pupil matanya.Yana melihat itu ,dia sedikit bersemangat karena nya.


"Halo Jhonathan,ini Yana, hariyana Ginanjar,apa kabar?" kata Yana memperkenalkan diri.


Siapa tau jika nama itu membuat riak besar di alam bawah sadar Jhonatan aldelis.


Hariyana Ginanjar...


Hariyana Ginanjar...


Hariyana Ginanjar...

__ADS_1


Getaran tubuh Jhonathan kian terasa dan ini membuat Yana panik sekali.Dia ingin berteriak keras untuk memanggil pak Rory.Pak Rory sendiri entah kemana yang jelas dia belum menampakkan batang hidungnya setelah mengantar kan Jhonatan tadi.


Sialan ..


Belajar dari pengalaman nya tadi malam.Yana berinisiatif memeluk Jhonathan dan menepuk pundak nya dengan lembut. Seperti seorang ibu tua yang menenangkan putra nya di malam hari.


"Jhonatan, jangan takut,aku di sini, Jhonathan?"


Gerakan ini makin intens tapi berangsur angsur tenang setelah beberapa saat.


Jhonathan menangis tiba tiba.


"Yana..yana..yana.."gumam nya pelan.


Yana tentu mendengar gumaman. ya itu,dia pikir ini sangat wajar kan


"Ya ini Yana, jangan takut Jhonathan, Yana di sini"


Seperti mendapat kepastian Jhonatan kembali tenang dan dia berhenti menangis.


Lalu dia diam lagi seperti tadi.


Yana agak takut dia akan melaporkan hal ini pada dokter khans dulu.


Di saat yang sama,jauh di alam bawah sadar Jhonathan.Dia sudah mendapatkan kekuatan nya kembali entah bagaimana.


Pintu yang tertutup sudah dua kali terbuka lebar.Dia ingin pergi tapi pintu tertutup lagi seperti semula.


Jhonathan masih agak takut,tapi dia tidak setakut sebelumnya.Dia bahkan berani memukul pintu agar pintu terbuka untuk nya.


"Hei... siapa itu,buka pintu nya!" jerit jhonatan tanpa takut.Dia pikir menunggu di sini juga percuma.


Lebih baik mencoba melawan pasti ada kesempatan untuk pergi.


" buka ku bilang!" Pekik nya lagi .


Tapi pintu tidak terbuka lagi walau bagaimana pun dia mencoba nya.


"Sialan, Yana .. Yana,tunggu di sana ,aku datang untuk mu Yana, percaya lah.Percayalah pada ku Yana..Tunggu aku" pekik nya.


Dia surut ke sudut dan meringkuk lagi menjadi bola.


"Yana....yana.. tunggulah..hiks.hiks..hiks" Jhonatan kembali menangis,dia mencari sosok yang tadi membuat dia nyaman.


Dia tau Itu adalah Yana yang dia cari selama ini.


Sesekali ada suara aneh yang terbawa angin dari pintu yang tertutup.


"Kakak jo,pergi bersembunyi, jangan keluar..!"


"kakak jo,pergi lah, kembali dengan seseorang,Yana menunggu mu" suara ini seperti suara anak anak namun memiliki keberanian dari kata kata nya .


Tapi perubahan segera terlihat ,ada perubahan kentara dari sana.


Menyiratkan betapa kecewanya dia pada Jhonathan.


"Kakak jo, kenapa kau tidak pernah datang,aku membenci mu kak"


"Kakak jo, tolong Yana kak..hiks..hiks.sakit kak.. tolong Yana" kali ini suara gadis itu seperti kesakitan dan ada bau gosong di mana mana.Beberapa waktu lamanya,suara kesakitan itu masih terdengar jelas oleh Jhonatan.


"Yana..maafkan aku Yana,maafkan aku"kata Jhonathan di sela sela tangisan nya.


"Kakak..kakak jo,kau berjanji pada ku kak,lalu kenapa tidak datang" kata suara itu lagi.


"Kakak jo...


"kakak.


Semakin banyak suara Itu terdengar semakin Jhonatan ketakutan sendiri.Dia meraung-raung di tempat.


Namun tidak tahu apa yang terjadi ada suara lagi yang membuat Jhonathan tenang kembali.


"Jhonathan,ini Yana , tenang lah, Yana di sini.Jangan takut Jhonathan" kata suara lembut yang menenang kan itu.


Jhonatan melihat ke arah asal suara, Itu masih di pintu yang sama.Jhonatan berlari ke pintu lagi.Memcari sesuatu di pintu dan berteriak .


"Yana ..aku datang, tunggu di situ,kau dengar.Tunggu di situ "pekik Jhonatan.


Jhonathan berusaha untuk mengintip sesuatu di balik pintu.


Dia melihat siluet seseorang yang duduk di kursi.Wanita dewasa dengan rambut panjang sepinggang.

__ADS_1


Jhonathan mundur lagi ke sudut tembok.


Siapa dia, mengapa orang Itu ada di sana.Di mana Yana...


__ADS_2