
Siapa sebenarnya sosok misterius yang selalu mengganggu Elena. ?
Dia selalu datang tanpa diundang, dan pergi tanpa permisi...
Bayangan hitam yang selalu hadir disaat - saat tertentu dan berusaha untuk mendekati gadis cantik berdarah Rusia ini.
Apa yang dia inginkan dari Elena... ???
Sekelebat bayangan melintas didepan kamar mandi, Elena yang baru saja hendak masuk seketika tersentak kaget.
"Siapa kamu...?!"
Seru Elena sambil memeriksa ruang kamar mandi dan juga sekitarnya, namun tidak ada siapapun disana.
"Mungkin halusinasiku saja..."
Gumamnya dalam hati tanpa memperdulikan lagi sosok yang berkelebat tadi, kemudian ia melanjutkan untuk masuk ke kamar mandi.
Elena mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu, hingga tubuh putih mulusnya yang polos itu nampak begitu indah dan seksi.
Baru saja tubuhnya berendam di Bathtub, tiba - tiba saja sosok bayangan hitam itu muncul kembali melintas didepan Elena.
Bayangan itu nampak nyata dan terlihat jelas tertangkap oleh bola mata nya.
Sontak Elena terkejut dan ia segera meraih handuk untuk menutupi tubuhnya.
Elena mengedarkan pandangannya di kamar tersebut, namun sejak awal dia tidak melihat seorang pun berada disana.
Lagi pula mana mungkin ada seseorang bisa masuk ke kamarnya, bukan kah hanya dirinya saja yang berada dikamar dan selalu terkunci rapat saat dia hendak pergi kemanapun.
Inilah yang menjadi pertanyaan Elena akhir - akhir ini, seperti selalu ada yang mengawasi dirinya. Jika bukan halusinasinya, lalu siapa sosok bayangan hitam tersebut...???
Belum juga selesai mandi, Elana malah justru disuguhkan oleh hal diluar nalar nya.
Ia sedikit risih kembali menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
"Apa mungkin hanya perasaanku saja.? Aach nggak mungkin, aku lihat dengan jelas kalau tadi ada sosok bayangan berkelebat... Iiichh jadi merinding dech..."
Bisiknya disela sedikit rasa takut menyelimuti, ia masih berdiri didepan kamar mandi dengan tubuh masih berbalut handuk putih.
Tok...Tok...!!!
Terdengar suara pintu diketuk dari luar, Elena terperanjat seketika sambil menoleh kearah pintu kamarnya.
"Elena, apa kamu sudah siap... Kita berangkat sekarang..."
Seru suara dari balik pintu kamarnya yang tak lain adalah papahnya.
"Belum Pah, Elena baru mau mandi.!"
__ADS_1
Jawab Elena sambil mendekat ke daun pintu kamarnya.
"Okay, Sayang... Papah tunggu ya, jangan lama - lama.!"
"Iya, Pah...!"
Balas Elena, kemudian ia kembali menuju ke kamar mandi dan berusaha untuk tidak hirau akan hal aneh tadi.
"Aku nggak boleh takut, toh cuma bayangan saja. mungkin itu hanya perasaanku saja. aah terserahlah... "
Gumamnya sambil ia berusaha untuk bisa menenangkan hati.
Elena pun melanjutkan mandinya segera dan tanpa berpikir yang aneh - aneh.
Setelah berdandan kemudian Elena keluar dan langsung menuju papahnya untuk makan malam.
Elena dan Zeno Dinner menuju restaurant dengan mobil sedan mewahnya yang baru, pemberian dari Malik sang Presdir tersebut.
Setelah menikmati makan malam dan jalan - jalan menghirup udara malam yang cerah berbintang dikota pulau dewata itu, kemudian
mereka pun pulang dan langsung masuk ke kamar apartement nya masing - masing.
Mungkin karena lelah, Elena langsung tidur tanpa ganti baju. Tubuhnya ia hempaskan di kasur empuk itu dan tidak lama kemudian ia pun terlelap.
Namun malam itu Elena bisa tidur dengan pulas tanpa gangguan apapun hingga pagi menjelang...
***
Hubungan Angel dan David semakin intim, bahkan setiap kali mereka bertemu sudah pasti berlanjut ke ranjang untuk memuaskan hasrat birahinya masing - masing.
Gairah Angel telah membuat candu baginya, David selalu meminta berulang - ulang hingga Angel sedikit kewalahan.
Kenikmatan itu selalu bergelora dalam jiwa mereka berdua, hingga tanpa sadar Angel pun sudah terjerumus oleh rayuan maut David.
Dengan mudah ia selalu memberikan apapun yang di inginkan David.
Bahkan beberapa hari lalu, David dibelikan sebuah mobil sedan meski tidak terlalu mahal tapi cukup untuk David kembali bergaya.
Sebuah mobil sedan bmw hitam metalik, dan beberapa jumlah uang untuk kebutuhan pria yang berjanji akan menikahinya ini.
Angel telah jatuh di pelukan David dan ia rela memberikan apapun pada pria yang dicintai nya itu, selama dirinya bisa dan mampu pasti Angel kabulkan.
Angel tidak merasa keberatan atas semua itu, karena usaha nya dalam waktu singkat, kini telah kembali ramai dan omsetnya meningkat sangat drastis.
Hasil bantuan dari Bondan memang tidak sia - sia, meski ia mengorbankan uang dan juga tubuhnya waktu itu.
Namun apa daya, di luar dugaan nya, Bondan menghubungi melalui pesan singkatnya agar Angel menemuinya.
Bondan pun menuliskan di pesan singkatnya tersebut, bahwa ia meminta jatah yang kedua kalinya untuk melakukan berhubungan intim.
__ADS_1
Sontak saja Angel terkejut, karena tidak ada terlintas dipikirannya bahwa sang dukun itu akan meminta jatah tubuhnya kembali.
Menurut Angel itu tidak ada dalam peraturan awal dan syarat wajib yang harus dilakukan.
Uang 10 juta dan syarat bersetubuh hanya satu kali saja, setelah itu selesai.
Begitu syarat awal yang diberikan padanya, alih - alih sekarang Angel disuruh untuk melayani hasrat dukun itu lagi.
Lantas bagaimana sikap Angel, ? Tentu saja ia menolaknya. Karena sekarang dia sudah punya kekasih dan sudah sering melakukan hubungan badan dengan David.
Bagaimana kalau David tahu, bisa bahaya dan akan menjadi kekacauan, pikirnya.
"Aku tidak mau, Ki... Ki Bondan boleh minta apa saja aku berikan, asalkan jangan yang satu ini. Aku tidak mau lagi mengulangnya, tolong Ki saya sudah punya pacar dan tidak mau mengkhianatinya."
Begitu balasan Angel melalui pesannya.
Namun Bondan malah membalas dengan emoji tawa seperti mengejeknya.
Handphone Angel berdering berulang kali, rupanya Bondan ingin berbicara dengannya namun Angel tidak mau mengangkatnya.
Satu pesan muncul kembali dengan nada penuh ancaman.
"Angkat atau kamu akan menyesal..!"
Sontak saja Angel merasa sedikit ketakutan, akhirnya ia pun mengangkat telpon dari sang dukun hitam tersebut.
"Kau sudah merasakan kehebatan pelarisan dariku, sudah saatnya kamu berikan jatahku setiap malam jum'at kliwon dan hari anggoro kasih. Kau harus memberikan syarat ritual kenikmatan dan kepuasan kepadaku, faham..!
Jika tidak, usahamu akan kembali surut dan tidak akan ada satu pun pelanggan yang akan datang ke tempatmu. Kau terikat kontrak ilmu denganku, ingat itu...!"
Ucap Bondan saat Angel mengangkat telpon nya, nada ancaman itu membuat Angel jadi takut dan bingung.
"Tapi, Ki... aku sudah tunaikan persyaratan yang diminta Ki, Aku sudah bayar uang dan juga tubuhku. Waktu itu Ki Bondan tidak ada ucapan untuk syarat lanjutan."
"Iya, kamu memang sudah memenuhi syarat itu, dan memang waktu itu aku tidak bilang padamu untuk syarat setelahnya. Seharusnya kamu mengerti bahwa memakai pelarisan ini terikat kontrak perjanjian secara otomatis.
Kamu harus siap melayaniku pada waktu yang telah aku tentukan, mengerti...?!"
Ucap Ki Bondan sedikit membentak, lalu dia menutup telponnya.
"Hello... ? Hello...? Ki... , Ki Bondan.!"
Angel tidak diberi kesempatan untuk bicara karena sambungan telpon itu seketika saja langsung ditutup oleh Ki Bondan.
Angel menarik nafas dengan berat, ia bingung dengan apa yang harus diperbuatnya...
***
( BERSAMBUNG )
__ADS_1