PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MEMBUKA RAHASIA KEJAHATAN BRAM


__ADS_3

Bram merasa bangga dan senang, seakan dia dalam mode aman. Padahal, justru sebentar lagi segala kebusukan dirinya di perusahaan akan segera terbongkar oleh Elena.


Gadis itu akan berbicara serius dan sangat penting kepada Malik Muneer dan mungkin ini saat yang tepat bagi dirinya membongkar semua rahasia tentang Bram.


Bukti kejahatan sang Manager bernama Bram sudah dikantongi oleh Elena berikut bukti dan data yang Elena dapatkan melalui laptopnya.


Juga rekaman suara Bram yang Elena simpan sebagai bukti kuat untuk menunjukan kepada Malik Muneer.


Elena sangat cerdik dalam memantau serta mengintai Bram, bahkan lelaki yang menjabat sebagai Manager itu tidak tahu kalau selama ini sosok Elena telah memata - matai dirinya.


Hari itu disaat santai dan berkumpul bersama diruang keluarga, Elena meminta ijin bahwa dia ingin berbicara mengenai sesuatu yang sangat penting sekali.


Sebuah rahasia perusahaan yang telah Elena siapkan sebagai bukti kepada Malik Muneer agar segera memecat dan menangkap Bram.


"Sebelumnya saya minta maaf bila saya telah lancang, ini adalah perkara besar yang perlu Tuan Malik ketahui tentang Manager Tuan bernama Bram. Selama ini dia rupanya telah berbuat jahat pada Tuan, bahkan berencana untuk menghancurkan perusahaan. Hari ini saya akan saya tunjukan beberapa buktinya.!"


Ucap Elena dengan tegas, kemudian ia pun menunjukan beberapa data yang diriset oleh Bram yang di save oleh Elena serta beberapa bukti lainnya.


Malik tersontak kaget, orang yang dia percaya selama ini telah mengkhianati dirinya bahkan lebih parah dari itu.


Tidak sedikitpun dirinya menyangka bahwa ia telah di khianati oleh pegawainya sendiri.


Pantas saja selama ini dirinya curiga tentang data yang selalu tidak transparan mengenai hasil atau omset perusahaannya.


Namun ia selalu berusaha untuk tidak berpikir negatif dan berburuk sangka pada siapapun.


"Rupanya Bram sudah mengkhianati saya.!"


Malik benar - benar geram atas perbuatan Bram kepadanya yang berusaha membuat usahanya hancur.


Tidak menunggu lama, Malik menelpon Bram dan ia mengatakan apa yang ia ketahui dari Elena, dengan data - data tentang Bram yang berusaha mengkhianati kepercayaannya.


Bram seketika terkejut mendengar kemarahan Bos nya di sambungan telepon itu.


"Darimana dia tahu semua rencanaku.?"


Gumamnya dalam hati, saat ia mendengarkan penjelasan Malik di balik ponselnya.


"Hari ini juga, saya pecat kamu.!"


"Tapi, Pak... "


"Bukti kejahatan kamu sudah ada pada saya, kamu sudah tidak bisa mengelak, Bram. Kamu harus mempertanggung jawabkan nya, semua yang telah kamu perbuat kepada saya dan juga kepada perusahaan.!"

__ADS_1


Ucap Malik dengan tegas, kemudian Malik menutup teleponnya dan menghubungi staff dan bodyguard kepercayaannya yang berada di cabang tersebut untuk menangkap Bram.


"Keterlaluan, Bram. !"


Malik menghela nafas panjang, wajahnya nampak terlihat berkeringat dingin.


"Sabar, Pah... Papah rileks ya. Semuanya akan baik - baik saja. Banyak yang akan membantu Papah untuk menangkap Bram.!"


Emma berusaha menenangkan Malik yang nampak terlihat tegang karena emosi.


"Iya, Tuan. Saya siap membantu, ijinkan saya untuk segera kembali ke indonesia.!"


Ucap Zeno ikut berbicara, dia akan berusaha untuk menjaga perusahaan selama Manager itu ditangkap.


"Iya, Tuan. Secepatnya kami akan pulang agar bisa mengetahui keadaan kantor. Kami akan bantu untuk mengurus disana.!"


Ucap Elena yang merasa kasihan pada Malik, dan ia khawatir akan terjadi sesuatu disana.


Berhubung Bram sudah ketahuan, bisa saja dia kabur dan membawa aset perusahaan itu beserta data - data lainnya.


"Daddy, sebaiknya kita pergi kesana sekarang juga. Kita semua berangkat..."


Ucap Natasha dengan usulnya agar mereka semua pergi ke indonesia.


"Iya, sayang. Kita akan berangkat kesana. Kita sementara tinggal di apartement dulu sambil berlibur disana. Segera siapkan semua baju dan barang - barang kalian yang akan dibawa."


Tepat di pulau dewata itu, keadaan di cabang perusahaan Malik Muneer, sang Manager itu sudah melarikan diri sebelum sempat staff kepercayaan Malik dan juga para bodyguard nya mengetahui aksi Bram tersebut.


Bram telah membawa beberapa data dan juga cek bernilai miliaran rupiah.


Bram juga telah memalsukan tanda tangan serta mencuri data omset perusahaan.


Kini perusahaan cabang itu telah rugi besar dengan nominal ratusan miliar, karena ulah kejahatan Bram...


***


Bram melarikan diri, dia kabur dan menuju rumah Bondan, sang gurunya.


"Tolong bantu saya Ki, sekarang juga. Saya sedang dalam masalah, anak buah Bos saya tengah mengejar saya.!"


"Tenang, tenang dulu Bram. Ada apa ini...?"


"Saya sudah melakukan semua rencana saya, dan sekarang saya sudah ketahuan semua..."

__ADS_1


"Hahaha.... Baiklah, aku faham maksudmu. Tidak usah khawatir, disini kamu aman. Saya akan melindungi kamu, Bram.!"


"Iya, Ki.. Terimakasih. Tolong buatkan pagaran ghoib untuk menutup pengejaran mereka, Ki."


"Iya, Bram. Kamu tenang, serahkan saja pada Ki Bondan. Pasti beres...Hahaha.!"


Bondan tertawa lepas dan berbangga diri atas kemampuannya tersebut.


Memang untuk urusan yang seperti itu adalah suatu pekerjaan mudah bagi Bondan.


Hanya dengan membaca mantra dan praktek ritual kecil, Bondan telah memasang pagaran ghoib dan menutup semua jejak Bram dari pengejaran para anak buah Malik Muneer.


"Kamu sementara ini aman, tapi ingat kamu harus hati - hati dan waspada juga. Mereka pasti akan terus mencari mu.!"


"Iya, Ki. Terimakasih atas bantuannya. Saya akan selalu berhati - hati. Saya sudah siapkan dana untuk Ki Bondan. Saya akan segera buka perusahaan sendiri dan saya ingin agar saya bisa mewujudkannya tanpa halangan apapun, masalah uang tidak perlu khawatir, spesial untuk guruku yang terbaik akan saya berikan berapapun yang Ki Bondan minta.!"


"Hahaha.... Baiklah, Bram...!"


Mereka berdua kemudian tertawa puas dan penuh kesenangan didalam hati mereka.


Apalagi Bram yang kini telah berhasil dalam menjalankan rencananya.


Di tangan Bondan, ia tidak akan takut untuk urusan dirinya yang di kejar oleh anak buah Malik Muneer.


Bahkan sekalipun Malik melaporkannya pada polisi untuk menangkapnya, belum tentu bisa tertangkap dengan bantuan ghoib Ki Bondan mampu lolos dan selamat dari jeratan hukum dan Bram percaya itu.


"Kapan saya aman untuk keluar, Ki.?"


Tanya Bram, karena rencananya malam itu ia akan pergi kerumah Angel.


"Malam nanti kau boleh keluar, Bram. Tepat jam 9 kamu akan bebas berkeliaran kemana pun, dan kamu bawa cincin sakti ini. Media itu akan membantu mu dalam keadaan terdesak.


Itu adalah Cincin Mustika Genderuwo yang aku dapatkan saat ritual di daerah pulau jawa setahun lalu.!"


"Terimakasih, Ki..."


Bram kemudian menerima cincin itu dan dia langsung memakainya.


Sangat pas sekali di jari tangannya dan disaat itu pula ia merasa suatu energi yang dahsyat menyebar ke sekujur tubuhnya...


"Disamping kamu bisa menghilang, cincin itu juga memiliki efek dahsyat untuk bercinta dan keperkasaan diatas ranjang dan juga memiliki power energi pelet yang sangat kuat. Cincin mustika genderuwo akan membantu menjaga dirimu juga dari bahaya dan lain - lain.!"


Bram tersenyum puas, kemudian ia menatap cincin mustika itu lalu mengecupnya...

__ADS_1


***


( BERSAMBUNG )


__ADS_2