
( Gairah Cinta David & Angel )
Malam itu Angel mengajak David menuju kamarnya. Rupanya mereka berdua akan berlanjut untuk melampiaskan hasrat cinta mereka yang sepertinya sudah menembus ubun - ubun.
Apalagi melihat penampilan Angel ketika itu yang sungguh sangat menggairahkan sudah cukup untuk mendidihkan otak David.
Pria ini tidak tahan lagi dengan apa yang ia rasakan malam itu, karena Angel membuat dirinya ingin terbang ke alam kenikmatan.
Angel dan David saling melampiaskan hasrat cinta yang penuh gelora, berdayung untuk menuju puncak kepuasan syahwatnya...
Mereka saling menikmati kehangatan dalam cuaca dingin yang menemani.
Didalam sebuah kamar mereka merintih dan mengerang penuh dengan kenikmatan.
Suara mereka memecah keheningan malam yang begitu sepi.
Hingga mereka terpuaskan dan jatuh terkulai dalam pelukan erat tubuh masing - masing.
Angel dan David kemudian tertidur pulas...
***
( PENASARAN )
Selama ini mereka belum pernah bertemu, tetapi dua hati satu rasa telah tumbuh dalam diri masing - masing.
Selama 15 tahun berlalu, Elena dan Natasha menjadi saudara yang terpisah.
Namun akhir - akhir ini, keduanya memiliki perasaan aneh yang belum bisa mereka sadari atau mengerti.
Bahkan kemampuan atau kelebihan mereka belum bisa untuk diaplikasikan.
Elena dengan kelebihan power telekinesis nya atau memiliki kekuatan mata yang mampu menggerakkan semua benda mati dan juga kekuatan ini bisa menghipnotis makhluk hidup baik binatang atau manusia akan dapat tunduk jika ia menatapnya dengan kekuatan tersebut.
Sedang Natasha memiliki tanda lahir sebuah bentuk piramida mesir di belakang punggung sebelah kanan dan kini masih menjadi power yang misteri.
Seandainya mereka bisa mengaktifkan power itu, niscaya mereka akan mampu melindungi diri mereka dari segala kejahatan dari bentuk apapun...
***
Natasha dibuat penasaran dengan adanya sesuatu yang mengusik alam bawah sadar nya tersebut. Kejadian itu masih terbayang jelas didalam pikiran dan batin nya.
Siapa sosok dalam bayangan dirinya itu, apa ia hanya sekedar halusinasi saja.?
Wajah yang begitu mirip sekali, telah hadir dan mereka saling berpelukan.
"Siapakah dia...? Apa mungkin itu gambaran diriku juga atau...???"
Gumam hati Natasha begitu sulit dan buntu untuk bisa mengerti dalam kondisinya.
Kejadian dalam fase tak sadarkan diri telah merekam semua itu dalam pikirannya.
Natasha hanya bisa menghela nafas dan ia berpikir jauh menerawang kedalam lubuk hati yang paling dalam.
__ADS_1
Semakin keras berpikir dan mengingat semua itu, kepalanya terasa berat dan pusing bahkan terasa sangat sakit dirasakan oleh Natasha.
Bayangan - bayangan masa kecil mulai hadir menyertai dalam memori otaknya, meskipun tidak begitu jelas dan hanya sedikit saja.
Natasha mengalami kejadian itu dalam waktu beberapa detik yang kemudian ia kembali tak sadarkan diri.
Disaat itulah sukma Natasha berkelana jauh menembus sebuah dimensi dunia lain yang begitu asing bagi dirinya.
Dimana ia menjelajah sebuah samudera yang begitu luas hingga menuju kedalaman dasar laut dan berhenti disebuah bangunan istana.
Seolah ada yang mengarahkan dirinya untuk masuk ke dalam istana tersebut, Natasha pun berjalan menuju tempat tersebut.
Ia bertemu dengan sosok seorang ratu yang sangat cantik jelita.
Natasha disambut hangat oleh sosok wanita bermahkota emas ini.
"Masuklah anakku... "
Ucap wanita yang dianggap sebagai ratu itu.
Natasha hanya menurut saja tanpa ada rasa takut atau penolakan sedikitpun.
"Selamat datang kembali putriku, kau sudah dewasa sekarang dan aku sangat merindukan dirimu. Sekian lama aku menunggu hadirmu ditempat ini dan sengaja aku membawamu kemari."
Ucap sang ratu dengan penuh kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya.
Dia adalah Ratu Mayang Kencana, sosok Jin penguasa samudera di dasaran laut tersebut.
Dia adalah sosok yang 15 tahun silam pernah menyelamatkan hidup Natasha dari gulungan ombak.
***
( RATU MAYANG KENCANA )
Sang ratu mengajak Natasha menuju kamar yang sangat luas dan indah.
Seisi ruangan kamar penuh hiasan dinding dengan ornamen dan ukiran dari perak dan emas.
Di beberapa bagian ranjang bertaburan kilau intan permata disetiap tepinya.
Bunga warna warni berserak diatas kasur empuk tilam putih yang dikelilingi kelambu tipis berwarna merah muda.
Sangat indah dan wangi harum semerbak, terasa begitu nyaman bagi siapapun yang menghuni kamar tersebut...
"Istirahatlah dulu disini anakku... Nanti aku akan menjelaskan semua padamu mengapa kamu aku bawa kemari. Setelah semuanya selesai aku akan mengembalikan sukmamu secepatnya."
Ucap sang ratu, lalu ia membimbing Natasha menuju ranjang emas tersebut.
Natasha lagi - lagi hanya mengikuti langkah tanpa pertanyaan apapun.
"Jika kamu butuh sesuatu, dayang - dayangku siap melayani mu. Kau nampak terlihat lelah, aku tinggal dulu dan tidurlah anakku... "
Sang ratu membelai rambut Natasha dengan lembut dan menatap wajah gadis cantik yang sudah terbaring disampingnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian sang ratu lalu keluar meninggalkan kamar tersebut, dan Natasha sudah pulas dalam tidur...
***
( PANIK )
Natasha pingsan sudah berjam - jam belum juga sadarkan diri.
Tentu saja rasa khawatir Emma dan Malik semakin menjadi.
Berbagai cara telah mereka lakukan, namun tetap saja tubuh Natasha yang tergolek lemas tak berdaya itu tidak bergeming.
"Bagaimana ini, Pah...?"
Tanya Emma dengan panik.
"Papah juga tidak tahu, Mah... Apa yang harus kita lakukan. Dokter juga sudah kita panggil dan ia menyatakan kalau Natasha hanya lelah dan kecapean saja. Natasha hanya pingsan, Mah..."
Ucap Malik berusaha tenang, padahal dalam hatinya ia pun kebingungan dan merasakan khawatir terhadap putrinya itu.
"Iya, Pah.. Mamah tahu Natasha Pingsan. Tapi ini tidak wajar lho... Sudah beberapa jam Natasha seperti ini, belum sadar juga. Mamah sangat khawatir, sekali Pah..."
"Iya Papah ngerti, kita tunggu saja sebentar lagi. Mungkin Natasha nanti akan tersadar..."
"Kalau belum sadar juga,...?"
Tanya Emma cemas.
"Kita bawa ke rumah sakit untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Natasha."
Dengan penuh kesabaran, Emma setia untuk menunggu putrinya.
Ia tidak ingin jauh sedikitpun dari Natasha,
dan tiada hentinya ia berdoa untuk sang putri tercintanya.
"Papah akan keluar dulu sebentar, tolong jaga Natasha baik - baik ya Mah... Kalau ada apa - apa segera hubungi Papah secepatnya.!"
"Iya, Pah...!"
Malik Muneer kemudian keluar dari kamar Natasha dan bergegas menuju garasinya.
Pria setengah baya itu kemudian meluncur untuk menuju kesebuah tempat.
Mobil sedan nya lalu berhenti tepat didepan sebuah rumah yang cukup besar dan mewah.
Di kawasan komplek rumah elite tersebut, dia hendak menemui sahabatnya dan juga rekan bisnisnya yang sedikit mengerti tentang dunia supranatural.
Setelah memarkir mobil dan dipersilahkan masuk, Malik kemudian menceritakan semua kejadian yang di alami putrinya.
Sang sahabat itu menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh Malik Muneer...
***
__ADS_1
( Bersambung )