
Semua yang menjadi kebaikannya kini hanya kepura- puraan belaka dihadapan Bram.
Itulah yang direncakan oleh Jane, dia harus bisa menjebak Bram sampai berhasil agar dia juga segera bisa menerima sisa uang bayaran dari Elena dan Natasha.
Hanya saja ada sedikit ganjalan dihatinya, dia merasa bingung dengan Angel.
Haruskah ia menceritakan semuanya dan dia mengatakan siapakah Bram sebenarnya?
Sedangkan Angel dan Bram terlihat begitu sangat dekat, bahkan katanya mereka adalah partner bisnis.
Sebelumnya Jane memiliki niat kurang baik, dia ingin merebut Bram dan menjauhkan pria itu dengan Angel.
Tujuannya agar dia selalu dekat dengan Bram, dan ingin menjadi kekasihnya.
Namun setelah mendengar pernyataan dari Elena tentang siapa sebenarnya Bram, Jane berubah pikiran dan ia seolah sadar atas apa yang dilakukannya selama ini adalah salah.
Jane tidak mungkin mengkhianati teman atau sahabatnya sendiri, bahkan dia tidak mau bila Angel terjerumus oleh pria bernama Bram ini.
Tapi ia bingung mengawalinya darimana dan apa yang harus ia perbuat pada Angel.
Dan tentu saja misi dari Elena ini pada akhir nanti akan diketahui oleh Angel bahwa Jane berkhianat pada Bram dan mencuri cincin itu dan atas alasan apa dia seperti itu.
Angel pasti akan menuduh dirinya yang tidak beralasan dan sudah pasti sahabatnya akan membenci dirinya, jika dia tidak mengatakan yang sejujurnya.
Lalu apa yang harus dia lakukan?
Mungkin Jane harus berpikir keras agar misi ini berhasil dengan baik dan juga dia mampu menjauhkan sahabatnya itu dari Bram.
***
Sepulangnya Jane kerumah ia tidak melihat Bram, Angel juga rupanya masih lelap tertidur dikamarnya.
Jane bersikap biasa saja dan menjalankan aktivitasnya juga seperti biasa, tidak ada yang berubah sedikitpun karena untuk menghindari kecurigaan pada dirinya nanti.
Karena ia melihat Angel masih tertidur, Jane pun langsung menuju kamarnya.
Setelah mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana pendek lalu ia merebahkan tubuhnya.
Jane sedang berpikir bagaimana caranya dia memberitahukan pada Angel tentang status Bram yang sebenarnya.
Apakah sahabatnya itu akan percaya ataukah tidak, atau dia sudah tahu dan dia pura - pura tidak tahu.?
"Sebaiknya aku tanya ke Angel tentang Bram."
Gumamnya dalam hati.
Ingin rasanya dia bertanya sekarang, namun melihat Angel masih tertidur ia pun terpaksa mengurungkan niatnya.
Padahal ini adalah kesempatan bagi Jane, ia harusnya bisa menceritakannya ketika Bram sedang tidak ada dirumah.
"Bram kemana ya,?"
Tanya dalam hatinya, Jane merasa ada yang aneh kenapa pria itu keluar dan meninggalkan Angel sendirian.
__ADS_1
Dan kemana dia sebenarnya, bukankah Bram orang baru dan tidak memiliki banyak kenalan dikota itu.
Jane mencoba menghubungi Bram dengan ponselnya.
Namun ponsel Bram sepertinya tidak aktif.
Timbul perasaan tanda tanya dihati Jane, kemana dia dan sedang ada urusan apa dia.
Malee segera bergegas keluar dari kamarnya, dia menghampiri Angel yang masih tertidur.
"Angel, bangun... Sudah siang nich.!"
Jane menggoyang - goyang tubuh Angel.
Angel terbangun, ia mengucek matanya dan melihat Jane yang sedang menatap padanya.
"Kamu pulang jam berapa Jane... ?"
Tanya Angel sambil duduk disamping Jane.
"Tadi Pagi, pas pulang aku lihat kamu masih tidur ya udah aku langsung kekamar. Tapi aku nggak lihat Bram, kemana dia.?
"Lho aku juga nggak tahu Bram kemana, dia gak bilang sama aku."
Jawab Angel.
"Mungkin lagi cari sesuatu atau apa gitu."
Lanjut Angel seraya ia bangkit dari duduknya dan meraih handuknya.
"Ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu, Angel.!"
"Iya sudah, aku mau mandi dulu. Nanti kita lanjutin...!"
Balas Angel sambil berlalu masuk kekamar mandi.
Jane rebahan diatas tempat tidur menunggu Angel hingga selesai mandi...
***
Setelah selesai mandi dan berdandan, Angel dan Jane keluar untuk makan siang sekaligus Jane akan menceritakan sesuatu hal penting pada sahabatnya itu.
Jane menceritakan semuanya apa yang dia ketahui tentang Bram, dan dia juga bercerita tentang Elena dan Natasha yang memberikan job padanya.
Angel terkejut, namun ia berusaha santai dan mendengarkan cerita Jane hingga ia selesai.
"Benarkah apa yang kamu bilang itu, Jane.?"
Tanya Angel setelah ia menyimak semuanya yang ia dengar dari Jane.
Angel tidak terkejut dengan cerita Bram yang menjadi buronan dan mengambil aset Tuan Malik, karena dia sudah tahu itu dari Bram. Tapi ia terkejut saat Jane menjelaskan tentang cincin yang dipakai Bram yang konon di huni sosok jin sebangsa genderuwo.
"Tapi kamu jangan bongkar rahasia ini,Please.
__ADS_1
Aku juga hanya ingin memberitahukan kamu dan tidak ingin kamu terjerumus oleh semua ini, Angel.. "
"Iya aku akan merahasiakan nya, tapi gimana seandainya ketahuan sama Bram.!"
"Dia tidak akan tahu, Angel... Kecuali ada yang membocorkan rahasia ini."
"Kamu harus hati - hati, Jane. Mungkin juga Bram tidak akan tinggal diam setelah kamu curi cincinnya."
"Kamu harus bantu aku untuk mendapatkan cincin itu dan menjebak Bram, Angel... Please
kamu juga harus menjauh dari Bram. Aku tak mau kalau kamu berurusan nanti dengan dia apalagi dia sekarang seorang buronan di Indo sebaiknya kamu gabung sama kita."
Angel termenung dengan ajakan sahabatnya, tapi dipikir oleh Angel ada benarnya juga.
Suatu saat pasti dia akan kena imbasnya juga dan bermasalah bila terus mengikuti Bram.
"Kenapa Angel, kamu bingung.?"
"Iya, Jane. Aku bingung... Masalahnya aku juga belum jujur sama kamu, aku juga ingin cerita sama kamu tentang diriku selama ini. Bram itu adalah muridnya Ki Bondan, dan aku juga mempunyai urusan sama Dukun itu.!"
"Siapa Ki Bondan,?"
Tanya Jane penasaran.
"Nanti aku ceritakan semuanya sama kamu, Jane... Terpenting sekarang maksudnya kita harus bagaimana.?"
"Kamu bersikap biasa saja kalau misalnya Bram datang dan kita tidak perlu berubah dan bersikap beda sama dia, pokoknya jangan sampai dia curiga sama kita.!"
"Okay, Jane.. Aku faham sekarang, dan aku mendukung misi kamu. Aku akan menjaga rahasia ini sebaik mungkin dan aku juga tidak mau kalau aku harus berurusan dengan pria seperti Bram."
"Sekarang kita kerumah Metta aja, Aku akan mengajak dan mengenalkan kamu dengan Metta, kalau perlu nanti kita ketemu Elena dan Natasha. Don't worry, say.. Mereka orangnya baik dan ramah."
"Iya, Jane. Kita bahas disana saja, sekalian aku juga mau cerita yang sebenarnya tentang aku dan perjalanan usahaku hingga akhirnya aku kenal dengan Bram."
"Siap, yukk kita berangkat sekarang.!"
Ajak Jane.
"Yukk, kamu yang nyetir ya... ?"
Ujar Angel.
"Okay..!"
Jawab Jane.
Mereka kemudian meninggalkan restaurant tersebut, setelah selesai makan siang Jane dan Angel pergi menuju kerumah temannya...
Mereka akan bertemu dengan Metta dan juga akan mengajak Angel kerumah Malee untuk bertemu Elena dan Natasha.
*****
( BERSAMBUNG )
__ADS_1