PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
GUA MISTERIUS


__ADS_3

Ketika menembus tempat yang dinyatakan sebuah gua dibalik air terjun itu, ternyata ada sesuatu yang membuat mereka merinding.


Mereka tidak mengetahui siapa dan makhluk apakah yang menghuni gua tersebut.


Bahkan Elena pun baru kali ini dapat melihat dan menembus kedalam gua itu, setelah dia mendapatkan kekuatannya kembali.


Ternyata disana adalah tempat bersemayam sang ratu ular yang pernah memberikan ilmu kepada Sasmita di masa silam.


Gua itu sarang dedemit dan para lelembut yang dikuasai oleh ratu siluman ular bernama Dewi Ayu Kala Geni, atau biasa di panggil Nyi Kala Geni.


Sang ratu itu sebenarnya sudah mengetahui keberadaan para gadis saat mereka datang kesana dan menemukan air terjun tersebut.


Namun dia sengaja membiarkan mereka agar nyaman dan betah dulu tinggal disana.


Sehingga pada waktunya nanti, dia beraksi untuk menangkap ketiga gadis tersebut...


Elena, Natasha dan Malee sengaja dibawa ke pulau itu oleh Sasmita dengan perantara ilmu kabut asapnya untuk dipersembahkan kepada sang penguasa ghoib pulau tersebut, sebagai tumbal ritual Nyai Kala Geni.


Beruntung Elena sudah mendapatkan kembali kesempurnaan ilmu yang diberikan sejak lahir yaitu sebuah kekuatan supranatural dari sang maha pencipta, yang mampu menguasai ilmu telekinesis dan memahami daya batinnya.


***


"Tempat ini ternyata tidak aman, aku harus lebih hati - hati menjaga Natasha dan Malee karena kekuatan mereka belum kembali dan ini sangat berbahaya.!"


Gumam hati Elena sambil memperhatikan kearah air terjun tempat yang biasa mereka jadikan tempat mandi dan mengambil minum selama mereka berada disana.


"Tapi mengapa mereka tidak keluar dan tidak mengganggu.? Apa mungkin ini jebakan dari mereka sengaja membiarkan diriku, Natasha dan Malee supaya betah tinggal ditempat ini."


Benaknya masih bertanya, karena Elena heran dan penasaran selama berada disana mereka tidak pernah mendapatkan teror apapun.


Sedangkan kini dia tahu dan dapat melihat kalau di gua itu banyak sekali penghuninya.


"Sebaiknya kita pergi dari sini, dan mencari tempat yang lain.?!"


Ujar Elena yang mulai merasa cemas dengan keadaan disekitar air terjun tersebut.


"Tapi kenapa, kak ..??"


Tanya Natasha merasa keberatan untuk pergi dari tempat itu.


Tempat ini sudah tidak aman lagi buat kita.!"


Jawab Elena dengan nada sedikit berbisik.


"Apa karena gua itu,?"


Tanya Malee ikut menimpali.


Elena menempelkan telunjuk di bibirnya, dia mengisyaratkan agar Malee jangan berkata keras - keras.


"Sebaiknya kita bergegas pergi dari sini, nanti aku ceritakan kenapa kita harus pindah dari tempat ini.!"


Lanjut Elena yang segera mengajak Natasha dan Malee untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Mereka lalu berjalan mengikuti langkah Elena yang didampingi oleh si kumbang memasuki kembali kedalam hutan tersebut.


Elena bermaksud untuk mengajak ketempat dimana dia mendapatkan makanan buah apel dan terdapat banyak barisan pohon kelapa.


Sambil berjalan Elena tetap waspada dan dia memasang pagaran ghoib serta menetralkan semua wilayah hutan itu.


Elena tidak bisa berjalan cepat untuk segera sampai pada tempat tujuan yang dia maksud, karena Natasha dan Malee sangat tidak bisa membuka kekuatan untuk mengikutinya.


Menjelang malam, mereka akhirnya sampai ditempat tujuan.


Kebetulan tempat itu nampak terang karena sang rembulan yang menampakkan wajahnya dimalam itu.


"Kita istirahat disini...!"


Seru Elena yang menghampiri sebuah pohon rindang, lalu mereka bernaung disana.


Disana mereka bisa sambil menikmati buah apel yang segar dan manis untuk mengisi perutnya.


Bahkan mereka bisa menikmati air kelapa hijau yang sejuk dan segar sebagai minuman untuk mereka sebagai pelepas dahaga.


***


( SEBUAH SYARAT )


Disebuah tempat ritual yang jauh dari tempat keramaian warga kampung sekitar, disanalah Sasmita menjalankan segala urusannya dan kini dia akan mengadakan acara khusus pada malam jumat ini.


Disamping akan menggembleng Bram dan menambah kekuatan ilmu pada Bondan, dia juga akan memanggil Nyai Kala Geni, sang ratu penguasa pulau misterius.


Tepat jam 12 malam, Sasmita duduk semedi serta fokus konsentrasi dengan tenang.


Semilir angin yang menghembus menambah suasana malam itu terasa dingin dan terasa semakin mencengkam.


Tidak ada satupun dari mereka yang berani membuka suara, daya batinnya serta seluruh jiwa raganya sedang disatukan menuju alam bawah sadar mereka agar terbuka segalanya yang tak kasat mata menjadi nyata.


Sasmita membuka portal ghoib menghubungi sang ratu penguasa alam kegelapan bernama Nyai Kala Geni agar mencapai segala maksud dan tujuannya.


Tiba - tiba angin bertiup kencang berhembus diarea tersebut, dimana Sasmita, Bondan dan Bram bersemedi.


Tidak terelakan lagi perasaan disaat itu pasti membuat bulu kuduk siapapun akan berdiri.


"Bukalah mata kalian...!"


Seketika terdengar suara lembut wanita yang tidak lain dia adalah Nyai Kala Geni.


Sasmita, Bondan dan Bram membuka kelopak matanya dan mereka langsung tertuju kepada sosok wanita cantik didepannya.


"Sungkem hormat kami, wahai sang ratu Nyai Kala Geni.!"


Ucap Sasmita dengan memberikan hormat kepada Nyai Kala Geni dan diikuti Bondan dan juga Bram.


"Terimakasih buat kalian semuanya. Sasmita siapa pria di belakangmu.?"


"Maaf Nyai ratu, dia adalah Bram murid dari Ki Bondan.!"

__ADS_1


Jawab Sasmita masih dalam keadaan duduk hormat dengan merundukkan wajahnya.


"Ohh, bagus. Apakah ada yang dia inginkan dariku.?"


"Benar Nyai ratu, Bram ingin memiliki ilmu kesaktian yang menjadikan dirinya mampu terbebas dari jeratan hukum, dia juga ingin menyingkirkan musuhnya dan bisa menjadi pengusaha sukses.!"


"Hahaha....!!! Benarkah itu Bram.??"


Tanya Nyai Kala Geni mengarahkan tatapan matanya kepada Bram.


"Be..Benar Nyai ratu.!"


Jawab Bram spontan.


"Angkat wajah kalian dan tatap aku, kalian ini adalah budak setiaku jangan segan kepadaku, apa kalian tak ingin melihat wujud dari wajah cantikku...Hahahaha....!"


Setelah mendapat perintah itu, mereka pun berani mengangkat wajahnya dan menatap kearah wajah sang ratu yang berwujud cantik melebihi kecantikan manusia.


Seketika Bram dan Bondan tercengang oleh pesona serta kharisma dari ratu penguasa itu.


Hanya Sasmita yang nampak tenang, karena dia sudah tidak asing lagi dengan kecantikan wajah sang ratu.


"Aku akan mengajak Bram ketempatku, dan dia akan aku berikan kekuatan serta segala kesaktian kepadanya. Tapi, dia harus siap untuk melayaniku..."


"Baik, Nyai...!"


Ucap Sasmita menyetujui.


" Bagaimana, Bram...??"


Tanya Nyai Kala Geni.


"Saya siap untuk mengikuti segala titah dari Nyai...!"


Sahut Bram bersemangat sekali, karena dia sangat terpesona dengan kecantikan sang ratu ghoib itu.


Baru melihat wajahnya saja, syahwat Bram sudah menggebu apalagi menikmati tubuh seksi dibalik kebaya sang ratu.


Tanpa menolak sedikitpun, Bram siap untuk melakukan apapun.


Terpenting segala keinginannya bisa terwujud dan mendapatkan kenikmatan pula dari sang ratu penguasa ghoib itu.


"Bram akan aku ajak bersamaku malam ini, dan setelah malam bulan purnama tiba, dia akan aku kembalikan kepadamu. Sasmita...!"


" Baik, Nyai...!"


Ucap Sasmita mengangguk.


Malam itu juga Bram dibawa oleh Nyai Kala Geni menuju pulau misterius daerah tempat kekuasaan ghoibnya, dan bersemayam dalam gua angker dibalik air terjun tersebut.


Bram siap untuk di jadikan budak pemuas nafsu sang ratu, dengan imbalan segala apa yang diinginkan Bram akan dipenuhi oleh sang ratu siluman ular itu...


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2