PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MEMINTA JATAH


__ADS_3

Tidak ada yang bisa dilakukan Angel saat ini, selain mengikuti permintaan Bondan si dukun ilmu hitam tersebut.


Meski ia protes dan berusaha untuk menolak, namun tetap saja dalam syarat sang dukun ini tidak ada tawar menawar lagi.


Setelah mendapat telpon dan pesan dari sang dukun itu, Angel gelisah dan serba salah.


Ia takut seandainya perlakuannya terbongkar oleh David.


Tetapi apa daya ia harus mengikuti perintah dan permintaan Bondan.


Malam jum'at kliwon telah tiba, setelah sehari sebelumnya ia diperingatkan kembali oleh Bondan untuk datang menemuinya di kamar hotel saat mereka melakukan hubungan intim tersebut.


Jam 10 malam Angel menemui Bondan untuk menepati janjinya.


Ia langsung disambut dengan senyum nakal Bondan dengan menatapnya penuh nafsu.


"Bagus, aku senang kau menepati janji dan ingat kau harus memuaskan ku malam ini.


Sekarang kau mandi air kembang yang telah ku sediakan, dan gunakan kain sarung ini."


Ucap Bondan sambil kemudian memberikan kain bercorak batik itu.


Tanpa tunggu lama, Angel memasuki kamar mandi untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh sang dukun tersebut.


Setelah selesai prosesi mandi kembang dan membalut tubuhnya dengan kain sarung yang diberikan oleh Bondan, Angel pun kemudian menghampiri Bondan yang sudah terbaring diatas kasur empuk yang dibalut sprei putih tersebut.


Rambut yang terurai basah serta lekuk tubuh yang tercetak dibalik kain sarung yang masih sedikit basah itu membuat body Angel begitu nampak seksi dan indah.


Apalagi sepasang bongkahan kembar Angel sedikit menyembul karena lilitan yang ketat dari kain tersebut membuat Bondan menelan saliva.


Sungguh suatu pemandangan yang sangat menggairahkan dan menaikan hasrat syahwat naluri lelaki.


Hanya dengan satu tarikan, lilitan kain sarung itu pun lepas dan nampak tubuh Angel yang putih mulus tanpa terhalang apapun.


Dengan sangat bernafsu, Bondan langsung membaringkan tubuh Angel dan menindihnya lalu ia pun menikmati keindahan tubuh sang wanita cantik ini.


Dengan sangat liar, Bondan terus memberi rangsangan demi rangsangan yang membuat Angel mengerang kenikmatan.


Malam itu akhirnya Angel pun terbawa oleh suasana kehangatan dan kenikmatan yang melambungkan naluri kewanitaannya...


Setelah sukses menikmati tubuh Angel yang terkapar lemas diatas kasur itu, Bondan lalu tersenyum penuh kepuasan.


"Kau memang sangat menggairahkan Angel, Apalagi gaya bercinta mu telah membuatku ketagihan. Aku suka dengan permainanmu...


Bagaimana kalau kita melakukannya lagi. Aku masih ingin menikmati tubuh mulus mu ini."


Ucap Bondan sambil menggerayangi bagian sensitif Angel.


Wanita cantik ini hanya bisa pasrah ketika di perlakukan seperti itu oleh sang dukun nya.


Mereka kembali bertempur dan terkulai lemas dengan tubuh di banjiri peluh keringat yang kemudian tepar dan tertidur pulas...


***

__ADS_1


( OMSET MENINGKAT )


Cafe Angel semakin ramai dikunjungi para pelanggannya, hingga omset terus meningkat pesat setelah beberapa hari ia melakukan syarat hubungan intim dengan Bondan sang dukun nya itu.


Ternyata benar apa yang telah dikatakan sang dukun itu, kalau dirinya mau mengikuti semua perintahnya maka usaha dan rezekinya makin bertambah lancar.


Angel tersenyum bahagia karena ia sekarang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa perlu takut kekurangan lagi.


Bahkan ia berencana untuk membuat cabang dalam mengembangkan bisnisnya.


Angel akan segera membangun Cafe Resto yang baru diluar kota dan akan dikelola oleh seorang sahabatnya.


Siska akan di jadikan manager di Cafe baru, gadis manis yang memiliki hidung bangir dan berkulit kuning langsat ini adalah teman saat mereka satu kelas di bangku SMA dulu.


Siska memiliki pengalaman dan sangat rajin dalam bekerja, maka tidak heran kalau Angel sangat yakin untuk memilih sahabatnya.


Selama ini Siska telah banyak membantu juga dalam merintis usaha Cafe nya ditempat yang sekarang.


Disamping rahasia ilmu pelarisan yang telah dimiliki Angel, peran serta pelayanan Cafe nya telah membuat pengunjung betah dan selalu ingin kembali datang.


"Aku terimakasih sekali sama kamu, Sis.. kamu telah banyak membantuku. Saatnya kini kamu untuk mengembangkan usaha kita di cabang yang baru nanti. Aku percaya sama kamu, Cafe yang akan kita buka nanti pasti akan meningkat dan cepat berkembang bila yang mengelola nya orang seperti kamu. Karena aku tahu kamu sangat berpengalaman di bidang ini."


Ucap Angel saat mereka berada diruangan kerja membahas tentang perencanaan untuk membangun cabang Cafe yang baru.


"Iya sama- sama, aku juga ucapin terimakasih sama kamu lho... Karena kamu udah percaya sama aku dan mengangkat aku. Semoga aku bisa menjalankan usaha ini semakin baik lagi untuk ke depannya. Dan semoga semuanya lancar dan sukses."


"Aamiin..."


***


Siang itu David pulang kerumah Angel untuk meminta ijin bahwa dirinya akan berangkat ke Jakarta hari itu juga.


Beberapa hari kemarin David memang tidak menginap dirumah Angel.


Makanya David tidak tahu kalau Angel datang menemui Bondan beberapa hari yang lalu.


Angel merahasiakan semua itu demi untuk menjaga hubungan asmaranya dengan David.


Ia tidak mau apa yang dirinya lakukan itu akan menjadi boomerang bagi hubungannya nanti.


Selama di hotel justru David asyik berkencan ria dengan seorang wanita bule.


Ia menghabiskan waktu dengan kenikmatan di atas ranjang dan tentu saja Angel tidak tahu apa yang dilakukan David selama ini.


Angel justru merasa lega hatinya saat Bondan memintanya datang, David sedang tidak ada disampingnya.


Padahal kalau saja dia tahu apa yang telah dilakukan David, tentu ia akan marah besar terhadap kekasihnya itu.


"Memang kamu butuh uang berapa sayang..?" Tanya Angel saat David mengatakan bahwa ia butuh uang untuk membantu biaya operasi saudaranya di Jakarta.


"Aku butuh uang 50 juta, sayang... Untuk biaya Operasi dan aku harus secepatnya kesana. Sekalian juga aku mau bertemu dengan orang tuaku yang kebetulan sekarang sedang ada dirumah sakit menjenguk saudaraku."


"Oohh,, gitu ya... Berapa lama kamu disana.?"

__ADS_1


Tanya Angel.


"Mungkin sekitar semingguan, sayang..."


Jawab David yang sebenarnya itu hanyalah alasan dia saja.


Uang itu bukan untuk biaya saudaranya yang akan di operasi tapi untuk berfoya - foya dan berkencan dengan wanita lain.


"Orang tua kamu di Jakarta sayang, gimana kalau aku ikut kesana.? Aku kan pengen tahu dan pengen kenal juga sama orang tua kamu sekaligus ingin meminta restu pada mereka tentang hubungan kita."


"Eum, jangan sekarang dech. Sekarang belum tepat waktunya, nanti aku pasti bawa orang tuaku kesini dan aku janji untuk mengenalkan kamu pada mereka."


"Serius... Kamu nggak bohong,kan...?"


"Iya serius donk sayang, aku kan cinta sama kamu. Gimana sayang ada nggak uangnya,? Maaf ya aku ngerepotin kamu terus. Aku janji kalau aku sudah punya pekerjaan dan gaji yang besar pasti aku ganti."


"Ada sayang, don't worry aku tidak masalah dengan uang, asal kamu jangan bohongin aku ya, sayang..."


"Mana mungkin aku sampai tega bohongin kamu, nggak bakalan sayang. Kamu cantik, baik dan pengertian. Makasih ya, sayang..."


"Iya sayang... Aku transfer sekarang ya."


"Makasih, sayang... Udah masuk uangnya."


Ucap David dengan tersenyum setelah dia mengecek saldo M-banking nya sudah terisi uang sebesar 50 juta.


David kemudian mencium bibir Angel dengan hangat dan penuh semangat.


Namun ia segera melepaskannya dan bangkit dari sofa nya.


"Mau kemana, sayang...?"


Tanya Angel dengan nafasnya yang masih memburu karena terangsang hasrat birahi.


"Maaf sayang aku harus segera pergi, soalnya takut terlambat karena aku sudah pesan tiket pesawat dan penerbangan sebentar lagi. Aku harus secepatnya ke bandara."


Jawab David yang segera bergegas untuk meninggalkan Angel yang sedikit cemberut.


"Iya sudah, kamu hati - hati. Awas ya jangan macem - macem sama perempuan lain. Kalau sudah sampai Jakarta jangan lupa kabarin ya.


Aku sebenernya kangen, eh kamu nya malah buru-buru pergi.."


"Nanti setelah pulang dari Jakarta ya, sayang. Aku berangkat dulu ya, sayang. Love you..."


"Love you to..."


Balas Angel dengan nada yang kurang bersemangat.


Sebenarnya Angel merasa sedikit kecewa, karena hasrat cintanya tergantung disaat ia sedang bergairah ingin meluapkannya...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2