PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
AKSI BONDAN TERNYATA GAGAL


__ADS_3

Dukun sakti yang memiliki keilmuan tingkat tinggi itu masih tidak sanggup untuk masuk dan menjebol lapisan pagaran ghoib yang ada di Villa tersebut.


Kekuatan Elena dan Natasha telah membuat dukun itu kelimpungan, lapisan energi pagar ghoib itu sedikitpun tidak bisa disentuh oleh kesaktian Bondan.


Usaha dukun itu untuk menerobos masuk ke dalam Villa tersebut pun gagal total.


Dia tidak bisa berbuat apa - apa, jangankan untuk menyentuh, mendekati saja tidak bisa.


Segala kemungkinan telah diperhitungkan oleh si kembar dan juga dibantu oleh Malee yang sekarang memiliki kekuatan spiritual.


"Kita harus perkuat daya batin kita untuk bisa menyalurkan pada dua arah yang berbeda, dia tidak hanya ingin masuk dan menganggu kita tetapi juga dukun itu sedang berusaha untuk bisa membebaskan Bram dari penjara."


Ujar Elena, saat mereka bertiga berkumpul di satu kamar. Sementara yang lain sudah lelap dalam tidurnya, Angel, Metta dan Jane.


Elena, Natasha dan Malee sejak sore mereka bergabung dan memasang pagar ghoib untuk menjaga segala sesuatu tidak di inginkan.


Mereka semua sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh Bondan dan juga rencana Bram.


"Mataku menangkap sinyal ghoib yang sangat kuat di luaran sana, tepatnya di lokasi tempat tahanan Bram. Sudah banyak makhluk tidak kasat mata sedang berkumpul disana.!"


Lanjut Elena setelah teropong batinnya coba menembus jarak jauh.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan.?"


Tanya Malee, yang sedang duduk di sofa.


"Gimana kalau kita serang saja mereka,?"


Sahut Natasha dengan sangat yakin.


"Bisa saja, sich... Hmm, tapi kita lihat dulu apa disekitar kita sudah aman. Coba kamu cek di area Villa ini, apa masih ada getaran energi ghoib dari si dukun itu.!"


Jawab Elena, sambil melirik Malee lalu gadis itu memerintahkan Malee mengecek, apakah sukma Bondan masih berada disekitar Villa tersebut.


"Okay...!"


Seketika dengan kesaktian cincinnya, Malee menghilang dari pandangan mereka berdua.


"Area ini aman, sepertinya dukun itu sudah pergi dan pasti dia sedang menuju kesana untuk membebaskan Bram sesuai rencana yang mereka buat,"


Ujar Malee sekembalinya dia mengecek area Villa sesuai perintah Elena.


"Good, sekarang kita bersiap untuk membuka dan menyalurkan kekuatan agar secepatnya kita bisa menghadang aksi dukun itu.!"

__ADS_1


Sahut Elena.


Lalu mereka duduk bersila membuat formasi segitiga dengan telapak tangan mereka yang saling menempel diantara ketiganya.


Dari penyatuan itu muncul ke tiga sinar yang di timbulkan dari masing - masing kekuatan yang ada ditubuh mereka mencuat menjadi sebuah cahaya besar yang bergulung seperti putaran angin tornado.


Cahaya putih itu kemudian membumbung ke langit - langit kamar mereka, menembus dan melesat di angkasa seiring sukma mereka yang melayang terbang bebas seperti burung.


Ketiga sukma gadis itu saling menukik dan melesat menerobos portal antara alam dunia dan dimensi ghoib, menuju tempat dimana Bondan telah pergi dan akan membebaskan Bram dari tahanan penjara kepolisian resort.


Dalam sekejap, ketiga sukma gadis itu sudah sampai ditempat tujuan.


Gulungan cahaya besar seperti tornado yang tercipta dari kekuatan mereka siap menerjang pasukan ghoib yang ada dilokasi tersebut.


Bondan dibuat tercengang seketika, saat dia menyaksikan gerakan cahaya yang besar itu.


Dia hampir saja terseret oleh kekuatan sinar yang menyilaukan mata tersebut, untung dia sigap dan menghindar jauh dari tempatnya.


Setelah dia gagal untuk memasuki Villa dan ingin menteror Angel, secepatnya sang dukun tersebut menuju ke tempat Bram.


Namun sayang, aksinya tidak sesuai rencana yang akan dia jalankan, karena ketiga sukma gadis cantik ini telah bergerak cepat untuk menghadang dirinya.


Cahaya putih besar itu menggulung, memutar dan meliuk - liuk mengibaskan kecepatan bak angin ****** beliung menyapu habis pasukan ghoib dari bangsa jin ini.


Dalam waktu singkat saja, seluruh pengawal ghoib Bondan di babat habis tidak tersisa lalu menghilang begitu saja tanpa bekas.


Tentu saja kejadian ini adalah di alam dunia dua dimensi, artinya sukma mereka berwujud di alam nyata namun tidak bisa dilihat oleh manusia biasa dan segala bentuk suara atau kegaduhan yang mereka timbulkan hanya di alam dimensi itu saja yang bisa terdengar.


"Hahaha.. Besar nyali juga kalian menghadapi aku, sayang sekali aku harus berhadapan dan bertarung dengan gadis - gadis cantik disini. bukan bertarung diatas ranjang, hahaha....!"


Seru Bondan dengan suara menggelegar dan disertai gelak tawa membahana.


"Bangsat, dasar bajingan kau...!! Hai.. dukun cabul, otakmu harus di cuci bersih...!!"


Teriak Malee Lawana, yang merasa sangat geram dengan ucapan Bondan.


Kemudian gadis itu mengarahkan cincinnya kearah Bondan, seketika sebuah sinar hijau melesat dari cincinnya tersebut.


Cahaya hijau itu membentuk busur tajam dan menyerang Bondan, Namun dengan mudah dukun itu mengelak dan menghindar hingga busur ghoib tajam itu meleset dan berdentum keras di belakang Bondan.


"Hahaha... Tidak semudah itu kau bisa serang aku dengan cincin itu.!"


Ujar Bondan sambil tertawa lepas.

__ADS_1


Kini Natasha yang menyatukan daya batinnya membuat senjata ghoib yang keluar mencuat di balik punggungnya.


Sebuah gambar piramida dengan disertai aji mantra mesir kuno yang dibacakan Natasha, tanda lahir itupun kemudian mengkilat - kilat menyala kebiruan hingga memercikkan sinar diatasnya.


Melihat lawannya menyalurkan kekuatan yang menurutnya cukup tinggi itu, Bondan pun tak tinggal diam. Dengan sigap, dia pun segera mengeluarkan kesaktian ilmunya untuk bisa menandingi kekuatan energi ghoib tersebut.


Suara gemuruh pun tidak terelakan, saat dua ilmu yang beradu di udara itu saling bertemu dan saling menyerang hingga terjadi dentum suara yang dahsyat.


Natasha menarik nafas yang sedikit berat, jantungnya berdetak sangat hebat setelah dia mengeluarkan tenaga dalam yang menguras energi besar itu.


"Dukun bejat itu sangat kuat, Kak... !"


Ujar Natasha yang mengatur nafasnya turun naik.


"Hati - hati, Natasha. Sebaiknya kamu minggir dulu biar aku yang menghadapinya.!"


Ucap Elena sambil bergerak kedepan adiknya yang berdiri disampingnya, bermaksud untuk melindungi dari serangan dadakan yang akan dilancarkan oleh sang dukun sakti tersebut.


"Kita serang secara bersamaan.!"


Sahut Malee sambil mendekati Elena.


"Okay, Hati - hati. Malee... Kita satukan energi kita untuk menyerang dia.!"


"Okay...!"


Namun belum sempat mereka menyatukan energi kekuatannya, sebuah kabut hitam yang sangat tebal menyelimuti area pertempuran ghoib tersebut.


Sehingga wujud dari sukma mereka pun tidak begitu terlihat. Malee, Elena dan Natasha tak bisa saling menjaga dirinya masing - masing.


Kabut itu begitu tebal menyamarkan semua pandangan, hingga mereka saling berteriak saling memanggil nama mereka.


"Kakak... Kak Elena.!"


"Natasha... Where are you...??"


" Malee... Kamu baik - baik saja.?"


"Elena, Dimana kamu. Apa yang terjadi.?"


Mereka saling memanggil, Namun sayang tak satupun dari mereka bisa mendengar suara di antara satu sama lainnya.


Mereka belum menyadari kalau kekuatan Ki Bondan, si dukun tersebut telah dibantu oleh sang gurunya yang bernama Sasmita seorang spiritual mumpuni tanah jawa yang ikut peran aksi membantu muridnya...

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2