PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
PERTEMUAN MEMBAWA KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Tersirat rasa bahagia yang tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata - kata.


Betapa tidak, selama 15 tahun mereka telah terpisah dan akhirnya kini mereka kembali di pertemukan.


Rasa syukur yang begitu luas tidak terhingga dalam pertemuan yang membawa bahagia dalam hidup mereka...


Kedatangan mereka disambut pelukan hangat dan mesra dengan rasa haru kebahagian.


"Sayang... Mamah sangat merindukanmu nak, bertahun - tahun kita terpisah, akhirnya Tuhan mempertemukan kita. Mamah sangat senang dan bahagia..."


Ucap Carissa yang pertama kali memeluk erat Natasha sang putrinya tercinta.


Dia meluapkan kerinduannya yang selama ini terpendam sejak lama.


Seakan tidak ingin lepas, tangan wanita ini terus mengelus dan membelai dengan kasih sayang dan cinta yang begitu mendalam.


"Iya, Mah... Begitu juga Natasha."


Natasha tidak mampu lagi mengucapkan kata - kata, hatinya diliputi dengan rasa suka cita yang teramat sangat.


Air mata kebahagiaan pun menetes dari mata indah mereka berdua antara sang mamah dan putrinya.


Tatapannya kini beralih kepada Zeno, sang papah tercinta yang sempat terbayang oleh Natasha saat teriakannya ketika itu di pantai sebelum dia akhirnya tenggelam.


"Papah.... !"


Natasha memeluk dengan tangis bahagianya yang dibalas dekapan hangat sang papah.


"Natasha, ma'afin Papah... sayang. Ketika itu Papah tidak bisa menolongmu, tapi sekarang Papah lega ternyata putri Papah selamat dan sudah menjadi gadis dewasa yang sangat cantik. Terimakasih Tuhan ... Sungguh suatu keajaiban yang tidak disangka dan anugerah besar buat kita semua."


Ucap Zeno Feodora sambil membelai lembut rambut kepala Natasha.


Setelah puas melepas rindu dengan kedua orang tuanya, kemudian Natasha mengarah kepada Elena sang kakak kembarnya.


Saat mereka berhadapan beberapa detik itu mereka saling memandang satu sama lain.


Dua wajah cantik yang bagai pinang dibelah dua, kini saling memeluk penuh cinta diantara senyuman manis mereka.


"Kak Elena...!"


"Natasha..."


Mereka saling merangkul dan melepaskan segala kerinduan masing - masing.


Kakak adik yang memiliki wajah yang sama, tubuh yang sama, juga perasaan yang sama.


Sementara Emma dan Malik menyaksikan adegan tersebut menatap dengan tangisan air mata kebahagian serta keharuan teramat sangat dalam.


Mereka saling beradu pandang dan mengulas senyum dengan segala kelapangan hatinya.


Kedua pasangan itu sudah ikhlas dan pasrah sesuai apa yang telah mereka ikrarkan dalam hati mereka masing - masing.

__ADS_1


Emma dan Malik, mereka siap menyerahkan putri asuh tercintanya pada keluarganya.


Setelah mereka saling menyapa dan saling memperkenalkan diri, kemudian Emma dan Malik mengajak keruangan keluarga.


Mereka berkumpul disana sambil berbincang ringan bercerita tentang kehidupan keluarga mereka masing - masing yang disertai canda tawa penuh kemesraan dan keharmonisan.


***


( MENCARI ILMU PELET )


Hancur sudah segala harapan apa yang telah didapat hingga kandas hubungan asmaranya karena ulah dirinya sendiri.


David lelaki beruntung, namun sayang ia tidak pandai menjaga hubungan yang sudah diraih dengan baik.


Dia mendapatkan wanita cantik, memiliki aset usaha yang menjanjikan, serta rela berkorban untuk dirinya.


Apapun yang ia mau, selalu dituruti dan selalu mendapatkan jatah kenikmatan setiap waktu diatas ranjang.


Lalu apa lagi yang ia cari, sungguh bodohnya David bila ia melepaskan Angel begitu saja.


Setelah dipikir baik - baik olehnya, sekarang ia baru sadar dan menyesal atas perbuatannya.


David ingin kembali pada Angel, tapi apakah mungkin wanita itu mau menerima dirinya..??


"Gimana caranya ya agar dia bisa memaafkan dan kembali lagi sama aku.?"


Gumam hatinya, saat ia termenung didalam kamar hotelnya.


Pikirannya kalut, resah dan gelisah karena ia bingung untuk menjalani kehidupan sehari - hari tanpa ada pemasukan uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya.


Dalam keadaan seperti itu, ia benar - benar tidak bisa berpikir jernih.


"Apa yang harus aku lakukan....???"


Hatinya kini sedang berselimut kabut, dalam kemelut jiwa yang gundah gulana.


Ia meraih ponselnya dan mencoba menelpon


Angel, namun selalu di reject meski berulang kali berusaha menghubungi wanita cantik itu.


"Apa aku datangi aja kerumahnya, kemudian minta maaf dan membujuknya agar dia mau menerima aku kembali...?!"


Terbersit dihati dan pikirannya untuk segera pergi mendatangi Angel kerumahnya.


David kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas untuk pergi menemui Angel.


Mobil sedan mewah David sudah terparkir di halaman depan gerbang rumah Angel.


Setelah menyalakan klakson beberapa kali, kemudian pagar besi bercat hitam itu terbuka.


Disana sosok Angel sudah berdiri, kemudian sang wanita cantik ini menyetop David yang hendak masuk pekarangan rumahnya.

__ADS_1


"Mau apa kamu kemari...??"


Tanya Angel dengan mimik muka judes.


"Aku mau minta maaf, dan aku menyesal atas sikapku tempo hari. Tolong maafkan aku ya...


Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku. Jujur aku sangat mencintaimu.!"


"Enak banget ya kamu minta maaf, kamu tidak lebih dari seorang bajingan. Kamu hanya bisa memanfaatkan aku aja, menguras uang dan senang - senang sama wanita lain.!"


"Iya, aku mengaku salah. Makanya aku minta maaf. Please... Kita balikan ya...?!


"Minta maaf.? Sudah terlambat.! Sebaiknya kamu pergi darisini, aku sudah muak melihat muka munafik kaya kamu David.!"


Angel tidak terpengaruh sedikitpun dengan ucapan David, malah justru David lah yang menghiba dan memohon pada Angel agar wanita cantik itu mau menerima dia kembali.


Apalagi saat dia keluar dari mobil, jantungnya seketika berdebar ketika menatap wajah sang mantan kekasihnya ini, David merasakan ada getaran yang begitu kuat.


Pancaran dan sorot matanya seakan terasa melelehkan hatinya, David semakin terpesona oleh kecantikan Angel yang sangat luar biasa sekali menurutnya saat itu.


"Malah diem, kamu nggak denger apa yang aku bilang.? Cepet pergi darisini sebelum aku teriakin kamu maling dan dikerumuni warga.


Mau...???"


Usir Angel dengan nada suara yang setengah membentak.


"Oke..Oke... Aku pergi.!"


Sahut David ketakutan, seandainya benar dia diteriaki maling dan di gebukin warga urusan jadi tambah runyam.


"Iya udah sana buruan pergi.! Awas berani lagi kamu datang kemari, lihat aja apa yang bakal aku lakuin ke kamu. Sudah untung aku nggak nuntut uang yang kamu habiskan dan mobil itu nggak aku minta. Kamu bawa aja mobilmu dan jangan pernah ganggu hidupku lagi.!"


Ucap Angel yang sudah terlanjur kesal dan merasa kecewa dengan David.


David lalu bergegas masuk kedalam mobilnya dan langsung tancap gas pergi meninggalkan Angel yang masih berdiri didepan gerbang rumahnya.


"Sial... Awas saja kamu Angel, aku akan bikin kamu menyesal atas ucapanmu dan akan aku buat kamu bertekuk lutut di depanku.!"


Ucap David menggerutu kesal dan emosi.


Namun sekilas rasa penasarannya kini mulai menggelitik dalam hatinya, ia tidak habis pikir karena melihat Angel yang jauh lebih ber aura dan sangat memikat cantik luar biasa.


"Si Angel koq terlihat cantik banget dan juga semakin menggairahkan dari sebelumnya.?"


Sambil memegang kemudi, pikirannya terarah pada bayangan wajah dan kemolekan tubuh Angel yang sangat menggairahkan hasratnya.


Namun sayang, kali ini David tidak bisa lagi untuk menyentuh tubuh seksi Angel.


Namun otaknya telah merencanakan sesuatu bagaimanapun caranya ia harus bisa kembali mendapatkan Angel, kalau bisa sampai Angel bertekuk lutut mengemis cinta padanya.


Selain kecantikan dan juga kenikmatan tubuh Angel, tentu saja ia ingin mendapatkan harta dan fasilitas hidupnya dari wanita cantik itu...

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2