PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
NYAI KALA GENI TUMBANG


__ADS_3

Tanpa memberi kesempatan sedikitpun pada wanita siluman ular itu, Elena menghajarnya bertubi - tubi.


Nyai Kala Geni ambruk dan tidak berkutik lagi lalu Elena menyeretnya kedalam Goa tersebut kemudian dibaringkannya diatas batu besar.


"Rangga Pati, kau jaga dia... !"


Perintah Elena kepada Rangga Pati untuk stay menunggu dan menjaga Nyai Kala Geni yang sudah tumbang dan tergeletak tak berdaya.


"Putri Ayu dan kau Nyai Dewi, ikut aku...!"


Lanjut Elena mengajak mereka mengikutinya keluar Goa untuk melumpuhkan semua para pasukan dan pengawal Nyai Kala Geni.


Seluruh pasukan dan pengawal terkejut saat melihat Nyai Dewi bersama Elena dan Putri Ayu keluar dari Goa.


"Jangan ada yang bergerak, kalian semua dibawah kendaliku dan patuh atas perintahku mulai saat ini kalian adalah pengawalku.!"


Seru Elena dengan suara lantang dan keras, seketika kekuatan itu dapat mempengaruhi semua para pasukan dan pengawal yang ada disana.


Dalam sekejap Elena mampu menghipnotis mereka semua dengan ilmu mata saktinya.


Kini bertambah lah kekuatan serta pasukan Elena yang semakin banyak.


"Berikan hormat kepada Tuan Putri Elena dan Tuan Putri Ayu...!"


Ucap Nyai Dewi Rasti memerintahkan para pasukan dan pengawalnya.


"Sendi ko dawuh Tuan Putri, kami siap untuk menjalankan perintah...!"


Ucap mereka serempak dalam penghormatan yang siap menjalankan titah dari Elena atau Putri Ayu...


"Nyai Dewi perintahkan mereka untuk segera menyebar dan buat formasi penjagaan untuk pulau ini.!"


"Baik, Tuan Putri...!"


Jawab Nyai Dewi yang kemudian memerintah semua pasukan dan pengawal untuk berjaga disekitar pesisir pulau tersebut.


Sementara sebagian menjaga di mulut Goa, setelah Elena, Putri Ayu dan Nyai Dewi masuk kembali kedalam Goa untuk melihat keadaan Nyai Kala Geni yang di jaga oleh Rangga Pati.


***


Wajah serta tubuh Nyai Kala Geni membiru, dalam keadaan tidak sadarkan diri tubuhnya menggigil dan bergetar hebat.


Mungkin pengaruh racun dari senjata tusuk konde milik Nyai Dewi Rasti yang melukai tubuhnya sang wanita siluman ular ini.


"Apakah dia akan mati dengan sengatan dari tusuk konde milikmu itu, Nyai Dewi...??"

__ADS_1


Tanya Elena sambil memperhatikan tubuh Nyai Kala Geni.


"Tidak, dia masih memiliki ilmu dan kesaktian yang cukup tinggi. Bukan hanya cambuk api ghoib saja, tapi itu mustika yang menempel di ambennya adalah senjata serta kekuatannya."


Jawab Nyai Dewi Rasti.


Mendengar penuturan dari Nyai Dewi Rasti, Putri Ayu lalu mendekat ke tubuh Nyai Kala Geni dan dia mencabut Mustika sebesar ibu jari berwarna kuning kristal yang menempel di ambennya Nyai Kala Geni, namun sayang saat tangan Putri Ayu menyentuh Mustika tersebut, seketika saja dia langsung terpental.


"Akh.....!!!"


Putri Ayu terkejut dan terpekik, dia tersungkur setelah menyentuh Mustika itu.


Tangannya bergetar dan terasa sangat panas seperti terbakar.


Nyai Dewi terlambat untuk memberitahukan pada Putri Ayu, bahwa Mustika itu tak mudah di ambil atau di cabut begitu saja.


Namun semua sudah terjadi membuat Elena dan Rangga Pati pun seketika terkejut melihat Putri Ayu yang langsung terpental begitu saja.


"Kamu tidak apa - apa.?"


Elena membantu Putri Ayu untuk berdiri.


"Tidak, hanya kaget saja dan tanganku terasa panas...!"


Jawab Putri Ayu sambil mengatur nafasnya.


Beruntung Elena mampu menyalurkan energi kekuatan matanya dan sekali usapan saja, telapak tangan Putri Ayu kembali normal lagi.


"Bagaimana untuk bisa mengambil Mustika itu, Nyai Dewi...?"


Tanya Rangga Pati menatap kearah wanita cantik yang berada didepannya.


"Maaf, aku juga belum tahu kelemahan dia, dan aku tidak tahu bagaimana untuk bisa mencabut mustika itu. Konon jika Mustika itu bisa lepas maka hilang pula senjata cambuk api ghoib milik Nyai Kala Geni.!"


Jawab Nyai Dewi Rasti, sedikit banyak dayang itu tahu ketika Nyai Kala Geni mendapatkan kesaktian dari sang ratunya, Nyai Cakra Geni.


"Cepat ikat dia... Rangga.!"


Perintah Elena yang sedikit khawatir bila saja wanita siluman ular itu tersadar dari pingsan dan akan bangun lagi.


Rangga Pati kemudian mengikat tubuh Nyai Kala Geni dengan sangat kuat sehingga sang ratu ular itu tidak akan bisa bergerak bebas saat terbangun.


"Berarti kelemahan dan juga kekuatannya ada pada Mustika itu.!"


Ujar Elena sambil berpikir bagaimana dia bisa mendapatkan dan menghancurkan Mustika tersebut.

__ADS_1


"Benar Putri Elena..Kita harus tahu bagaimana agar bisa melumpuhkannya dengan cara kita harus dapat merebut Mustika itu. Meskipun sekarang dia lemah, kita harus hati - hati dan waspada. Jika sampai Mustika itu menyala maka kita dalam bahaya, dia pasti akan bisa bangkit dan menjadi kuat kembali.!"


"Hah....!!!"


Elena, Putri Ayu, dan Rangga tercengang dan mereka menjadi was-was setelah mendengar keterangan dari Nyai Dewi Rasti.


"Lalu apa yang mesti kita lakukan...??"


Tanya Putri Ayu merasa khawatir.


"Untuk sementara, kita harus menahannya. Siapa diantara kalian yang bisa membuat jeruji besi dari alam ghoib.??"


Ujar Nyai Dewi Rasti menatap kearah Elena, Putri Ayu dan Rangga.


"Aku sanggup...!"


Sahut Putri Ayu.


"Bagus, ciptakan jeruji besi itu dan cepatlah kurung Nyai Kala Geni sebelum terlambat.!"


Kemudian dengan kesaktiannya Putri Ayu lalu membuat jeruji besi dari alam ghoib, dengan seketika bisa diwujudkan ke alam nyata dan menjadi sebuah sel atau penjara bagi siluman ular bernama Nyai Kala Geni ini.


Sel atau penjara buatan Putri Ayu dalam Goa ini dilapisi juga dengan energi atau kekuatan ghoib supranatural tingkat tinggi oleh mereka berempat yang berkolaborasi menyalurkan pada setiap jeruji besi tersebut...


***


Ratu Cakra Geni merasa heran, karena murid kesayangannya dan para pasukannya belum juga kembali dan melapor kepadanya.


"Kemana mereka, dasar bodoh menangkap 2 sosok makhluk wanita saja tidak becus...!"


Ratu Cakra Geni menggerutu kesal sambil berjalan mondar mandir di ruangannya.


"Haruskah aku turun tangan lagi mengatasi para cecunguk - cecunguk itu... Ah... Sungguh tidak bisa di andalkan kau Kala Geni.!!!"


Ucap Ratu Cakra Geni bicara sendiri dengan perasaan kecewa bercampur amarah.


Dia kemudian berniat untuk menyusul mereka yang telah dipercayakan olehnya yang hingga saat itu belum juga muncul untuk melaporkan keberhasilan tugasnya menangkap Elena dan Putri Ayu.


"Sebaiknya aku susul mereka, biar aku juga tahu apa yang terjadi disana. Tunggu aku dan kalian akan aku tangkap semua. Aku adalah Ratu Cakra Geni, jangan harap kalian semua bisa lolos dariku. Setelah itu kalian akan aku jadikan mangsa tumbal kerajaan ini agar ilmu kesaktian ku semakin kuat dan menjadi Ratu penguasa wilayah ghoib nomor satu, Haha...!"


Kemudian Ratu Cakra Geni memanggil para pengawal pilihannya untuk menjaga Istana beserta para tawanannya.


Setelah itu dia pun pergi keluar Istana untuk menyusul Nyai Kala Geni beserta pasukannya yang sudah lama dia tunggu dan belum juga mereka kembali...


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2