
Mayang Kencana tiba di area air terjun, dia melarikan diri dari Kala Geni saat bertarung.
Dan ini juga kesempatan baginya untuk bisa memulihkan kekuatannya.
"Bunda, baik - baik saja...??"
Tanya Natasha, setelah ibundanya duduk dan sang ratu membantu Elena serta Malee untuk direbahkan diatas batu besar.
"Bunda baik - baik saja, sayang..."
Sahut Mayang Kencana, sambil memeriksa luka Elena dan Malee yang nampak merah lebam dibagian dadanya.
"Gondo, kemana...??"
Tanya Mayang Kencana setelah merapihkan pakaian mereka berdua.
"Gondo pergi untuk mencari obat, konon kata dia ada sebuah tanaman yang mampu untuk mengobati luka dalam, akibat serangan ilmu hitamnya siluman ular. Sebab itulah dia pergi untuk mencarinya didalam hutan, tapi bunga itu sangat langka dan hanya muncul di waktu tertentu saja. Gondo juga harus mengalahkan penunggu bunga itu agar bisa membawanya.
Menurut Gondo jika tidak cepat di obati oleh tanaman bunga misterius itu, Kak Elena dan Malee tidak akan selamat...!"
Jawab Natasha lesu dan tidak bersemangat, dia menundukkan kepalanya.
Ada perasaan sedih sekaligus kecemasan yang sudah tidak bisa lagi di ungkapkan...
"Sebaiknya kita bawa mereka kedalam gua, kamu tidak usah khawatir tempat ini sudah kita kuasai dan tidak akan ada satu makhluk dari pengikut siluman itu berani datang kesini, untuk sementara kita tinggal di gua sampai kakak dan temanmu sembuh.!"
Ujar Mayang Kencana, lalu dengan kesaktian yang dia miliki gua itu dia sulap menjadi rapi dan bagus, karena istana ghoib siluman ular telah lenyap setelah pertempuran itu.
Elena dan Malee dibawa masuk, mereka lalu dibaringkan dalam sebuah tempat tidur yang tersedia dalam kamar gua itu yang sengaja Mayang Kencana ciptakan dengan ilmu ghoib miliknya tersebut.
Bahkan seisi gua itu dihiasi sedemikian rupa oleh ratu penguasa ghoib ini, agar lebih aman dan nyaman untuk mereka tempati.
***
( MENGANTARKAN TAWANAN )
Selama dalam penyanderaan, Angel, Jane dan Metta tidak bisa berbuat banyak.
Mereka bertiga hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan sesuatu apapun.
Bahkan rencananya mereka akan dikirim oleh Doni ketempat Sasmita atas perintah Bondan.
Hari itu mereka pun berangkat menuju Jawa dibawah pengawasan langsung Doni.
Sebagai orang kepercayaan dukun bernama Bondan itu, sudah barang tentu mereka harus bertanggung jawab besar dengan tugasnya. Jika tidak, maka mereka akan mendapatkan hukuman dari sang dukun itu.
__ADS_1
Konon, mereka akan dijadikan pemuas nafsu oleh sang dukun ditempatnya.
Angel, Jane dan Metta akan dijadikan sebuah boneka hidup yang setiap saat bisa melayani mereka serta memuaskannya diatas ranjang.
Setelah melewati perjalanan panjang tersebut akhirnya mereka tiba di pulau Jawa, lalu Doni beserta rombongan langsung menuju daerah terpencil dikaki gunung tersebut.
Tempat khusus yang dikuasai oleh Sasmita dan para begundalnya.
"Semuanya aman, Bos... !"
Ujar Doni setelah mereka sampai disebuah gubuk besar milik Sasmita, Angel, Jane dan Metta langsung di masukan kedalam kamar dalam keadaan masih terikat tali di kaki dan juga tangannya.
"Bagus, aku suka dengan cara kerjamu Doni. Aku sudah siapkan upah besar untuk kamu, dan kau boleh bersenang - senang dulu disini selama kau suka.!"
Ucap Bondan dengan tertawa lebar.
"Oh,ya Bos... Mbah Sasmita kemana.?"
Tanya Doni sambil celingukan, karena sedari tadi dia datang tidak melihatnya.
Doni juga pernah diberi ilmu kanuragan oleh Sasmita dengan perantara Bondan waktu itu.
Berkat bantuan Bondan dan Sasmita, lelaki ini bisa menjadi preman yang ditakuti serta telah menjadi geng mafia kelas atas.
"Ohh, Begitu... Wahh bisa donk Bos..."
Ujar Doni sambil mengerlingkan matanya.
"Bisa apa...?"
Tanya Bondan menatap anak buahnya.
"Masa Bos tidak tahu...hehee. Itu Bos, sayang kalau di diemin ...!"
Ujar Doni menunjuk kearah pintu kamar yang dimana ketiga gadis tawanan mereka sekap disana.
"Hahaha....!!!"
Bondan tertawa keras seolah merasa senang tiada terhingga.
"Boleh, boleh... Tapi cukup kamu saja ya, tidak untuk anak buahmu... Dan kamu boleh pilih satu diantara mereka, asalkan jangan wanita yang bernama Angel, itu bagianku...Hahaha..!"
"Siap,Terimakasih Bos.!"
Menjelang malam, ketiga gadis itu dipaksa untuk mandi dan hanya diberikan sarung kain bercorak batik yang menutup tubuhnya tanpa memakai dalaman.
__ADS_1
Angel dipisahkan dari yang lain dan dia harus melayani Bondan malam itu.
Sedangkan Jane di gasak oleh Doni yang saat itu kamar nya bersebelahan dengan Bondan.
Sementara beberapa anak buah Doni disuruh menjaga didepan rumah gubuk itu, mereka juga sibuk dengan gigitan nyamuk di suasana malam yang dingin menusuk tulang.
Keadaan Metta masih aman dalam kamarnya, meskipun dia tidak di jamah malam itu tetapi dia sangat ketakutan dan pasti dia pun akan mendapatkan giliran berikutnya diperlakukan serupa oleh lelaki - lelaki bejad tersebut.
Bondan menikmati tubuh Angel yang sudah tanpa perlawanan, begitu juga dengan Doni. Mereka memuaskan hasrat syahwatnya dan menikmati malam yang hangat penuh dengan kepuasaan hingga mereka lelah...
***
Jauh didalam hutan sana, sepasang makhluk berbeda alam ini tengah bersemedi didepan makam keramat angker, mereka memanggil sosok penguasa para lelembut yang akan dijadikan budak oleh dukun sakti itu beserta Nyai Kala Geni sebagai pemimpinnya.
Puluhan makhluk bermacam rupa dan bentuk telah hadir dihadapan mereka serta datang dengan tunduk dan patuh dibawah komando Nyai Kala Geni.
Sosok dari bangsa lelembut serta golongan jin ini konon akan dijadikan pasukan ghoibnya oleh Nyai Kala Geni sebagai pengawal untuk merebut kembali tempatnya dipulau misteri.
Sosok ghoib pilih tanding ini juga akan selalu siap dengan segala perintah siluman ular itu untuk menggempur Mayang Kencana beserta ketiga gadis yang kini sedang menguasai gua angker yang dijadikan istananya.
Dengan wujud manusia cantik, Nyai Kala Geni begitu menggoda syahwat Sasmita.
Maka setelah mereka menyelesaikan ritual, Sasmita langsung meng eksekusi sang ratu siluman ular yang menjelma gadis cantik ini.
Mereka bercinta didepan makam keramat itu dengan penuh nafsu yang sangat menggebu.
Suasana dingin mencekam di alam terbuka itu, tidak menjadi halangan bagi mereka yang asyik menikmati kehangatan bersatunya dua tubuh dari sosok beda alam ini.
Sementara seluruh pasukan bangsa lelembut itu sudah berangkat, mereka akan menuju ke pulau misterius menyerang Mayang Kencana atas perintah Nyai Kala Geni...
Daya batin Mayang Kencana bergetar, sebuah tanda firasat tidak baik akan segera datang menghampirinya...
"Pasukan darimana lagi ini, tidak ada puasnya mereka memburuku dan putri-putriku. Tidak mungkin kalau para begundal dari pulau ini, mereka sudah ditaklukkan oleh si Gondo... Aku sangat khawatir sekali dengan keadaan Elena dan Malee yang juga belum pulih dan sadar. Sementara si Gondo belum kembali, apakah dia belum mendapatkan bunga itu...?"
Gumam Mayang Kencana dalam hatinya yang merasa kecemasan yang luar biasa dengan keadaannya seperti sekarang ini.
Apa yang harus dia lakukan...???
Jika Elena dan Malee saja masih seperti itu, bisa berbahaya bagi mereka semua jika ada penyerangan lagi.
Natasha juga tidak memiliki kekuatan dan dia tidak sanggup mengembalikan kekuatannya tersebut selama di pulau misterius itu...
*****
( BERSAMBUNG )
__ADS_1