
( RIWAYAT PULAU MISTERIUS )
Pulau asing misterius itu konon tidak pernah dijamah oleh manusia, kecuali Sasmita alias Mbah Sasmito si dukun yang menguasai ilmu hitam yang pernah dikalahkan oleh sang ratu penguasa ghoib samudera sunda island di perbatasan Jawa - Bali.
Sasmita terlibat pertarungan ghoib ketika dia hendak mencuri dan menguasai selendang Mayang Kencana yang konon akan menjadi sebuah media yang mampu mengembalikan kekuatan seseorang serta bisa merajai dunia perdukunan karena selendang itu memiliki kehebatan dapat menjelajah dunia astral dan mampu menundukkan bangsa ghoib.
Sasmita berambisi, dengan kesaktian yang dia miliki saat itu dia mendatangi kerajaan ratu Mayang Kencana dan menantang duel ghoib di dasar samudera.
Sasmita ingin merebut paksa selendang sakti Mayang Kencana dan menundukkan kerajaan ghoib tersebut dibawah perintahnya untuk keperluan dirinya sendiri agar dia menjadi dukun sakti nomor satu di jagad raya dan juga di takuti kalangan bangsa ghoib.
Namun waktu itu Sasmita tidak mampu untuk menandingi kesaktian Mayang Kencana, ratu penguasa ghoib samudera tersebut.
Karena tidak kuat oleh serangan ghoib sang ratu cantik ini, Sasmita kabur dari gelanggang pertempuran didasar laut itu.
Dia melarikan diri dengan kesaktian berjalan napak sancang ( berjalan diatas air ) menuju selat sunda perbatasan gunung krakatau.
Namun sang ratu rupanya tidak membiarkan dukun aliran hitam itu bisa lolos begitu saja, dia mengejar Sasmita hingga kemudian ratu penguasa samudera itu berhadapan dengan ratu siluman ular yang melindungi Sasmita dari kejarannya.
Mayang Kencana lalu kembali ke kerajaannya setelah dirinya terluka oleh serangan dari ratu ular tersebut.
Sementara Sasmita dibawa menuju sebuah pulau kecil yang masih wingit dan angker.
Dia bertapa atas petunjuk dan bimbingan ratu siluman ular tersebut yang bernama Dewi Ayu Kala Geni.
Pulau inilah yang sekarang menjadi tempat tawanan ketiga gadis cantik yang sengaja di bawa oleh Sasmita sebagai sanderanya.
Hanya manusia yang berilmu tinggi yang bisa bertahan hidup di pulau tersebut, bahkan ratu Mayang Kencana pun sangat sulit untuk bisa menembus perbatasan wilayah pulau ini.
Setiap wilayah kekuasaan daerah memiliki ratu dan penghuni ghoib masing - masing yang tidak sembarang mereka bisa keluar masuk seenaknya.
Dialam ghoib juga memiliki peraturan yang sangat ketat bahkan melebihi peraturan dari bangsa manusia.
Oleh sebab itulah Mayang Kencana belum bisa membantu dan menolong putri - putri angkatnya yang kini sedang dalam bahaya.
Sebenarnya dia sudah mengetahui kejadian ini, namun dia berusaha untuk mencari jalan agar bisa menyelamatkan mereka.
Mayang Kencana membuka telepati, pesan ghoib jarak jauh saat Natasha lelap tertidur waktu itu. Dia hanya bisa mengirim pesan itu kalau diantara mereka bisa tertidur, artinya telepati itu bisa ditangkap oleh Elena, Malee atau Natasha bila mereka ada dalam kondisi memasuki alam bawah sadarnya.
***
__ADS_1
Apapun yang terjadi, seaneh apapun pulau itu pasti ada jalan keluar dan mereka pasti bisa melewati semua penderitaannya.
Tapi sampai kapan, mereka harus terpenjara seperti itu.?
Sedangkan waktu terus bergulir, berlalu dari hari - ke hari yang kini mulai di awasi sosok makhluk astral.
Beberapa pasang mata yang terus memantau gerak gerik ketiga gadis ini tanpa disadarinya.
Untung ketiga gadis ini adalah manusia yang di berikan kelebihan serta kemampuan lebih dari manusia biasa, sehingga mereka dapat bertahan di pulau itu meskipun keadaannya sangat mengkhawatirkan.
Setelah berhari-hari lamanya, perjuangan dari mereka pun membuahkan hasil.
Natasha yang duduk lemah disebuah pohon besar itu, akhirnya ditemukan oleh Elena saat dia berjalan menyisir hutan.
Elena langsung memeluk Natasha dengan perasaan bahagia penuh haru yang sangat dalam dan seakan tak ingin lepas mereka berpelukan erat penuh kehangatan kasih dan sayang kakak beradik ini.
"Are you okay,??" Kamu baik - baik saja,kan.?"
Ucap Elena yang masih memeluk erat sang adik tersayangnya.
"Yeah, I'm fine. Tapi, tubuhku lemas seolah tak berdaya dan aku haus sekali, Kak...!"
"Sabar ya, sayang. Kamu pasti kuat, Kita harus bertahan dan terus berusaha untuk mencari jalan keluar dari sini. Kakak juga sama lemas dan tidak menemukan air setetes pun untuk bisa di minum.!"
Ucap Elena setelah melepaskan pelukan sang adik dan menyeka lelehan air matanya yang mengalir disudut netranya.
"Kamu harus kuat dan tetap semangat, okay.. Jangan takut lagi sekarang kakak sudah ada disamping kamu. Senyum donk... "
Lanjut Elena yang terus menghibur perasaan Natasha agar kembali semangat dan pantang menyerah.
"Bagaimana dengan nasib Malee, ya... Kakak sangat mengkhawatirkan dia juga.?"
"Kita do'akan, semoga dia baik - baik saja, ya kak. Oh, ya.. Aku pernah bermimpi melihatnya di hutan ini begitu juga kakak. Dalam mimpi itu, aku juga mendapat suara yang terdengar dalam batinku dan menyuruhku membaca mantra kuno yang aku miliki. Menurutku itu suara ibunda ratu, feeling ku berkata demikian namun anehnya kenapa ibunda ratu tidak ada muncul dan menolong kita."
Ucap Natasha, lalu dia juga menuturkan cerita dalam mimpinya kepada Elena.
"Iya, semoga Malee baik - baik saja. Nanti kita cari sama - sama, ya sayang. Iya, benar sekali kakak juga merasakan hal aneh yang terjadi di pulau ini. Dan, kenapa kita juga tidak dapat menyalurkan kekuatan serta kemampuan kita disini untuk bisa keluar dan bisa terbebas dari pulau aneh ini.!"
Sahut Elena dengan penuh pengharapan dan dia akan terus berusaha agar bisa keluar dari tempat itu.
__ADS_1
"Akhhh...!!!"
Tiba - tiba mereka dikejutkan oleh suara jerit seperti orang kesakitan.
"Malee...!!!"
Teriak Elena dan Natasha, serempak mereka saling memandang lalu gadis kembar cantik ini menoleh kearah suara tersebut.
Mereka segera bangkit dari duduknya lalu bergegas menghampiri dimana arah suara itu untuk memastikan kebenarannya.
Saat mereka tiba di tempat suara itu, ternyata benar itu adalah Malee.
Mereka melihat gadis itu sedang tersungkur akibat terjatuh dari sandungan akar besar dan saat mereka melihat di belakang Malee, mata mereka seketika membelalak.
Si gadis kembar itu tersentak kaget bukan kepalang karena melihat sosok seekor macan kumbang yang sangat besar.
Matanya menyala merah dan menyorot tajam kearah mereka dengan meraung keras.
Seketika jantung Elena dan Natasha berdetak kencang, nafasnya seakan tersendat melihat pemandangan menyeramkan di depannya.
Beberapa detik mereka diam mematung dan terkesima namun untung saja mereka segera tersadar.
Elena segera menarik tangan Malee berusaha untuk membangunkan gadis itu dengan cepat kemudian mundur menjauh ke belakang.
"Kamu tidak apa - apa, Malee...??"
Tanya Elena dalam kepanikannya.
"Yeah, aku baik saja. Terimakasih.!"
Jawab Malee dengan nafas yang tak beratur saking panik dan takutnya.
Jaraknya yang begitu dekat didepan mereka, sang pemangsa buas ini, seolah sudah siap untuk menerkam tubuh mereka.
Macan yang bertubuh hitam legam ini terus mengayunkan kakinya menghampiri Elena, Natasha dan Malee yang semakin ketakutan.
Hingga jarak mereka semakin dekat dan terus mendekat...
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )