
Natasha dan Elena meminta ijin untuk pergi ke Thailand. Mereka pun mengatakan bahwa Bram ada disana, atas petunjuk dari sang ratu yang mengangkat mereka sebagai putrinya.
Mereka akan membuntuti dan mengintainya dengan cara mereka sendiri.
Bram akan di giring ke Indonesia kemudian setelah itu mereka bisa menangkapnya.
"Apakah tidak akan bahaya bila kalian berdua kesana? Daddy sangat khawatir dengan keselamatan kalian.!"
"Kami bisa jaga diri dengan baik, Dad.!"
"Daddy siapkan beberapa pengawal setia buat temani kalian disana.ya..?"
"Tidak usah, Dad. Natasha tidak perlu dengan pengawal, biarkan kami pakai cara sendiri.!"
"Baiklah, Daddy ijinkan tapi kalian hati - hati dan jaga diri baik - baik.!"
Meskipun sedikit ada rasa khawatir, namun Malik Muneer mengijinkan mereka berdua.
"Papah dan Mamah juga gimana baiknya saja menurut kalian. Kalian jaga diri baik - baik. Dan selalu memberi kabar selama disana. !"
Ucap Zeno sambil memeluk mereka berdua, begitupun Carissa dan Emma, dan terakhir Malik Muneer yang begitu sayang kepada mereka berdua.
"Daddy akan urus tiket keberangkatan kalian, dan kalau ada apa - apa segera kabari Daddy ya... ?*
"Iya Daddy, Makasih ... !"
Ucap Natasha.
***
Natasha dan Elena tiba di bangkok, Thailand.
Mereka menyewa 1 kamar vip disebuah hotel besar yang berada dikota tersebut.
Mereka berdua sudah merencanakan sesuatu untuk Bram yang akan mereka buntuti.
Dengan kekuatannya, mereka pun tahu posisi Bram berada dimana.
Namun Natasha dan Elena akan mencari dulu seorang gadis untuk ikut berperan dalam misi tersebut.
Mereka akan membayar mahal sang aktris itu sesuai kerjanya untuk mendapat informasi dari sosok lelaki bernama Bram.
Bila Natasha atau Elena yang terjun langsung, tentu saja tidak akan bisa.
Karena Bram sudah pasti akan mengenalnya, maka mereka pun mencari sosok perempuan muda dan yang mampu berakting guna untuk mengorek segala informasi dan tentu saja sampai bisa menggiring Bram untuk kembali ke indonesia.
Beberapa hari kemudian, Natasha dan Elena baru bisa menemukan sosok gadis sesuai yang mereka inginkan.
Setelah melalui tahap audisi atau interview mereka berdua secara pribadi, akhirnya gadis muda dan sangat cantik ini lolos seleksi.
Gadis itu bernama Malee Lawana seorang perempuan asal bangkok, Thailand.
Perjanjian itu pun disepakati oleh mereka dengan sistem kontrak kerjasama.
Dan Malee Lawana lalu mendapat uang muka sesuai yang telah disepakati bersama.
"Okay, Deal...!"
Malee Lawana menjabat tangan Natasha dan Elena setelah menandatangani surat kontrak perjanjian kerjasama tersebut.
"Tankyou...!"
Ucap Elena sambil tersenyum puas.
__ADS_1
"Your welcome..."
"Kamu sudah faham, kan. Malee...??"
Tanya Natasha.
"Yes, I do... "
Jawab Malee sambil mengangguk.
"Bagus, and Good Luck...Ya..!"
Seru Natasha dengan semangat.
"Okay, Tankyou. Saya permisi dulu dan besok kita siap berangkat ke Pattaya.!"
Ucap Malee, lalu dia beranjak dari duduknya dan segera meninggalkan tempat Elena dan Natasha.
"Okay, bye ... Sampai ketemu besok ya.!"
***
Bram lalu menjemput Angel dikamar hotelnya, setelah dia memuaskan Jane ketika itu.
Setibanya Bram di hotel, rupanya sosok Mbah Gondo sudah tidak ada disana.
Bram hanya melihat Angel terbaring tidur dan nampak terlihat lelah sekali.
Tubuh polos yang hanya dibalut selimut tebal berwarna putih itu nampak sedikit tersingkap.
Bram melihat keadaan sebagian tubuh Angel yang begitu seksi dan menggoda.
Namun dia sudah tidak bernafsu lagi melihat tubuh seksi itu, entah karena dia tahu kalau Angel habis disetubuhi oleh makhluk jelmaan dirinya atau mungkin saja dia sudah merasa terpuaskan diatas ranjang bersama Jane.
Dia membayangkan perkataan Jane saat itu, ternyata wanita yang beberapa kali digaulinya itu telah jatuh hati padanya.
Lalu bagaimana dengan Angel, apakah sosok wanita yang sedang tertidur itu juga menaruh hati padanya.?
Entahlah, sepertinya Bram tidak ingin sibuk untuk memikirkan urusan hati dan cinta.
Yang ada dibenaknya saat itu hanyalah demi kesenangan dan kepuasan semata.
Bram lebih fokus memikirkan bagaimana dia secepatnya bisa menjalankan bisnisnya.
Sedikitpun dia tidak memiliki perasaan cinta, baik kepada Angel maupun Jane.
Bram hanya butuh kenikmatan tubuh mereka saja dan cukup memuaskan hasratnya.
Saat Angel terbangun, ia melihat Bram duduk di sofa lalu setelah mengenakan pakaiannya dia menghampiri Bram.
"Bram, kamu luar bisa sekali sampai aku puas menikmati permainanmu, bahkan aku sangat kewalahan melayani mu.!"
"Benarkah, ?"
Padahal didalam hatinya Bram bergidik saat mendengar Angel bicara seperti itu.
Dia membayangkan bagaimana saat Angel di jamah oleh Mbah Gondo ketika itu.
"Iya Bram, aku sampai lemas lho... Sorry aku ketiduran lama banget, abis aku ngantuk dan capek.!"
"Iya, gak papa...!"
Angel kemudian mencium bibir Bram, tapi dia merasa heran ketika Bram diam saja dan tak membalas ciumannya.
__ADS_1
"Kenapa, Bram...?"
Tanya Angel merasa penasaran.
"Tidak apa - apa, sebaiknya kamu mandi dulu sana. ! Kita kembali kerumah Jane sekarang.!"
Jawab Bram sambil melepaskan ciuman bibir Angel yang duduk di pangkuannya.
"Besok aja ya Bram, sekarang aku capek.!"
Ujar Angel sambil bangkit dari pangkuannya Bram dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan badannya.
Tanpa sepengetahuan Angel, Bram mengelap bibirnya yang baru saja dicium oleh Angel.
Dia nampak geli ketika membayangkan bibir itu bekas dijamah oleh sosok makhluk seram bernama Mbah Gondo tersebut.
Meskipun seorang pria bajingan, Bram tetap merasa jijik kalau wanita yang pernah dia nikmati, sekarang di jamah oleh sosok tidak kasat mata itu.
Namun biar bagaimanapun juga Bram harus rela memberikan tubuh Angel kepada sosok genderuwo yang menghuni cincin saktinya tersebut.
***
Keesokan harinya, Bram dan Angel kembali kerumah Jane Saeng Do.
Namun hari itu wanita cantik yang memiliki darah Thailand ini seperti merasa cemburu tatkala melihat Angel menggandeng tangan Bram...
" Hai, Jane... !"
Sapa Angel dengan menyunggingkan senyum lalu mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu rumah itu.
"Bagaimana sudah selesai urusan kalian.?"
Tanya Jane sambil menatap kearah Bram.
Seolah memberi suatu isyarat yang hanya dia dan lelaki didepannya saja yang tahu.
"Sudah beres, sich... Rencananya Bram akan lebih lama tinggal disini, sambil menunggu planning kedepannya nanti.!"
Jawab Angel menimpali pertanyaan Jane.
"Benarkah, Bram.?"
Tanya Jane melirik kearah Bram.
"Iya, benar. Jane...!"
Jawab Bram.
"Kamu tidak keberatan, kan Jane... Kalau kami tinggal disini sampai kami kembali ke Indo,?"
Angel memastikan kalau sahabatnya itu siap menampung mereka selama mereka berada disana menghabiskan liburan mereka.
"Dengan senang hati donk, kalian tinggal saja disini selama kalian suka dan tidak perlu lagi menyewa penginapan. Lagi pula aku merasa ada teman dan tidak lagi kesepian..."
"Makasih ya Jane, kamu memang sahabatku yang paling baik.!"
Ucap Angel sambil memeluk Jane.
"Iya, sama - sama.!"
Jawab Jane, namun matanya menatap kearah Bram dengan penuh tanda tanya.
*****
__ADS_1
( BERSAMBUNG )