PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
BERTABUR BAHAGIA


__ADS_3

Betapa bahagia perasaan Elena ketika itu, dan ia berharap agar secepatnya bisa bertemu dengan Natasha.


Malik Muneer berjanji dalam waktu singkat akan membawa mereka ke singapore untuk bertemu dan menyerahkan Natasha kepada keluarganya.


Berita bahagia ini disampaikan oleh Elena kepada orang tuanya, Zeno dan juga Carissa sangat terkejut sekaligus terharu bercampur bahagia yang tidak terhingga.


Rasa rindu yang telah membelenggu mereka bertahun - tahun lepas seketika itu dengan perasaan penuh rasa syukur.


Air mata bahagia menghiasi mereka saat itu, sungguh tidak pernah disangka dan diduga sama sekali ternyata Natasha masih hidup...


"Tuan Malik mengundang kita untuk Dinner malam ini, sekaligus juga akan memperjelas tentang Natasha. Beliau akan bicara secara langsung sama papah dan juga mamah."


Ucap Elena yang saat itu bercerita bahwa dia telah berbicara dan mendapat kabar baik itu secara langsung dari Malik Muneer.


"Mamah tidak bisa berkata apa - apa lagi, selain ucapan terimakasih dan sangat senang sekali atas kabar bahagia ini. Ternyata Tuan Malik sungguh seorang yang baik dan berjiwa besar. Mamah sangat bangga padanya..."


"Iya, Mah... Benar. Elena juga sungguh tidak menyangka atas semua ini. Tuhan sangat sayang kepada kita dan akhirnya kita akan dipertemukan kembali dengan Natasha."


Malik Muneer menelpon Zeno, ia mengatakan bahwa dirinya mengundang Zeno sekeluarga untuk makan malam disalah satu restaurant terbesar dikota tersebut.


Zeno menerima undangan itu dengan senang hati, dan tidak lama mereka kemudian segera meluncur ke lokasi yang telah diberitahukan oleh sang pengusaha itu.


Malik Muneer sudah berada disalah satu table yang sudah di booking nya sejak tadi sore.


Zeno dan keluarganya tidak lama kemudian tiba disana, setelah bersalaman lalu mereka dipersilahkan duduk.


Setelah menu makanan mereka siap tersaji, kemudian mereka menyantap dan menikmati makan malam nya.


Sambil menikmati Dinner tersebut, Malik pun sambil membuka obrolan yang menyatakan bahwa dia akan segera mengajak mereka ke singapore beberapa hari lagi setelah urusan bisnis dengan investornya selesai.


Malam itu Malik menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir secara detail.


Zeno, Carissa dan Elena menyimak dengan sangat antusias apa yang dituturkan oleh sang pengusaha ternama itu.


Tiada kata yang bisa diungkapkan, kecuali rasa syukur dan terimakasih mereka yang sebesar - besarnya kepada Malik Muneer.


Sang pengusaha itu pun tak lupa menunjukan


Fhoto Natasha.


Belahan jiwa mereka yang selama ini hilang, dan akhirnya mereka akan bertemu dengan Natasha yang kini telah tumbuh dewasa...


***


( ELENA DISELAMATKAN SANG RATU )

__ADS_1


Waktu terus bergulir, seperti biasa malam itu Elana selalu saja di ganggu dan di teror oleh sosok Bram yang berusaha ingin menguasai jiwa dan sukma Elena.


Bahkan Bondan yang telah siap membantu Bram untuk melancarkan aksinya, kini sudah menjelma dan muncul dikamar Elena.


Mereka menggunakan kekuatan pelet tingkat tinggi, kedatangan mereka tentu saja tidak di sadari oleh sang gadis cantik itu, karena Bram dan Bondan maujud dengan kesaktian ilmu meraga sukmanya.


Gadis cantik yang selalu memakai gaun tidur tipis sebatas paha ini, tentu saja mengundang hasrat birahi mereka.


Bram dan Bondan nampak bergairah sekali melihat pemandangan tubuh seksi Elena. Sorot matanya menatap tajam kearah tubuh Elena yang terlentang tidur pulas tanpa ada penutup selimut.


Dari kejauhan nampak seberkas cahaya putih tepat diatas langit - langit kamar Elana tengah memperhatikan gerak gerik Bram dan Bondan yang akan menyalurkan kekuatan peletnya.


Rupanya cahaya putih tersebut adalah sosok ghoib sang ratu Mayang Kencana yang sudah mengetahui kedatangan mereka berdua.


Dengan secepat kilat, Mayang Kencana telah bertindak lebih dulu dari mereka.


Sang ratu itu mengeluarkan kabut asap tebal yang membungkus tubuh Elena hingga Bram dan Bondan tidak mampu melihatnya.


Dalam hitungan detik, Elena lenyap tanpa ada jejak apapun. Gadis cantik itu telah raib entah menghilang kemana.


Bram dan Bondan tercengang seketika disaat mereka menatap kearah tempat tidur tersebut sebab Elana sudah tidak nampak lagi disana.


"Sial... ! Kemana perginya gadis itu.?!"


Ucap Bondan menggerutu.


Sahut Bram yang kebingungan.


"Pasti gadis itu diselamatkan oleh sosok yang membantu dan menjaganya, dia cukup sakti dan ilmunya tidak bisa dianggap sepele.!"


Ucap Bondan memendam emosi dan kecewa karena ia tidak berhasil mendapatkan Elena.


Rencananya, Bondan dan Bram berniat akan membawa Elena dengan kekuatan ghoibnya untuk diculik dan dibawa ketempat Bondan agar lebih mudah bagi mereka menjadikan gadis itu sebagai korban nafsu bejatnya.


Namun sayang sekali, rencana mereka gagal dan mereka kembali dengan tangan hampa.


Sementara itu...


Ratu Mayang Kencana sengaja membawanya ke istana kerajaan demi keselamatan Elena.


Jika gadis itu tidak segera dibawa maka akan berakibat fatal, karena Bondan akan menculik dan menjadikan Elena sebagai korban...


***


Pagi itu suasana digegerkan oleh teriakan Carissa dikamar Elena.

__ADS_1


Karena putrinya tidak ada ditempat, seketika ia langsung panik dan menjerit.


Sontak saja, Zeno sang suaminya langsung memburu kekamar Elena.


"Elena tidak ada, Pah...!"


Ucap Carissa saat Zeno menghampirinya.


"Maksud Mamah tidak ada bagaimana...?"


Tanya Zeno kebingungan, ia masih belum bisa mengerti dengan ucapan istrinya.


"Mamah sudah cek seluruh ruangan kamar, dia nggak ada Pah... Ini baru jam 6 lho, nggak mungkin Elena berangkat kerja jam segini. Lagi pula, kemarin Tuan Malik memberikan off kerja pada Elena sampai kita berangkat ke Singapore."


"Mungkin Elena sedang keluar, Mah... Senam atau dia lari pagi.!"


Ucap Zeno, karena pikirannya tidak mungkin Elena hilang atau pergi kemana - mana.


"Maybe...( Mungkin ), tapi perasaan mamah nggak enak begini. Apa Elena pernah keluar sepagi ini sebelumnya selagi Mamah nggak ada...Pah,?"


Tanya Carissa, ia sangat mengkhawatirkan sang putrinya.


"Tidak pernah, sich...Tapi, Don't worry, Okay. Mamah tenang dulu, ya... "


Ucap Zeno sambil mengajak Carissa keluar dari kamar Elena.


"Sebaiknya Mamah siapin sarapan... ya."


"Iya, Pah...!"


Namun sudah beberapa jam berlalu, Elena tak juga muncul dan ini tentu saja membuat rasa cemas Carissa semakin menjadi.


Zeno pun akhirnya menelpon Malik Muneer, ia bertanya apakah Elena ada disana.


Namun sang pengusaha itu malah terkejut dan berbalik tanya karena ia tidak mengetahui keberadaan Elena sama sekali.


Semua diruangan apartement dan beberapa tempat telah diperiksa, namun sampai siang hari itu Zeno belum menemukannya...


Bahkan Malik Muneer mengerahkan beberapa bodyguardnya untuk mencari keberadaan Elena saat itu.


"Kalian yang sabar dan tenang, ya... Saya akan berusaha untuk mencari Elena. Jika sampai 24 Jam belum juga diketemukan, kita lapor polisi untuk membantu mencari Elena..."


"Terimakasih, Tuan...!"


Ucap Zeno dan Carissa yang masih dalam keadaan panik karena sangat khawatir pada putrinya, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan...

__ADS_1


*****


( BERSAMBUNG )


__ADS_2