
Rangga Pati menarik Elena dan Natasha agar terhindar dari serangan kedua Ratu Ular yang saat itu hendak bersiap menghantamkan aji kesaktiannya.
Nyai Kala Geni sangat marah ketika cambuk api miliknya direbut oleh Rangga Pati.
Dengan di bantu Ratu Cakra Geni, dia kembali menyerang untuk merebut senjata itu.
Rangga Pati melompat mundur jauh bersama si kembar untuk menghindari serangan dari kedua siluman ular tersebut.
Namun melihat musuhnya menjauh, Raja Ular pun tidak tinggal diam, dengan sekali pukulan jarak jauhnya Rangga Pati dapat dilumpuhkan
yang seketika langsung ambruk terkena oleh hantaman dari Raja Ular tersebut.
Elena segera membantu Rangga Pati untuk berdiri dan segera lari, namun Raja Ular itu sepertinya tidak membiarkan mereka.
Beruntung Syekh Barkah sudah pulih kembali lalu segera menghambur mengejar Raja Ular yang akan menyerang si kembar.
Syekh Barkah kembali melawan Raja Ular itu dengan beberapa ilmu kesaktiannya, sedang si kembar dan Rangga Pati disuruhnya untuk menyingkir.
Namun kedua siluman ular bertitel Ratu ini sedang mengejar mereka.
Tepat disamping Raja Ular, Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni berhenti karena mereka mendengar suara petir menggelegar dengan keras dan mengejutkan mereka semua.
Dalam sekejap awan menjadi hitam dan langit sangat gelap, disertai gemuruh angin yang datang seperti akan terjadi badai.
Mereka merasa heran dan ketakutan kecuali Raja Ular, dia sudah tahu bahwa itu kekuatan dari Sang Dewi Petir.
Aji Rogo mengenalnya, bahkan mereka pun pernah terlibat pertempuran di masa silam.
Raja Ular itu kalah telak dan melarikan diri pada waktu itu, dia tak sanggup menghadapi Dewi Petir yang lebih sakti darinya.
"Ada apa ini...??"
Ujar Nyai Kala Geni mengedarkan pandangan disekitarnya sambil mengerahkan tenaga dalamnya dalam mengimbangi terpaan angin yang begitu kencang.
"Sepertinya, Dewi Petir akan datang.!"
Sahut Aji Rogo sang Raja Ular yang bersiap - siap untuk waspada.
"Dewi Petir ...??? Siapa dia ??"
Tanya Nyai Kala Geni penasaran.
"Nanti juga kau akan tahu, Kala Geni... Yang jelas dia adalah musuh kita.!"
Jawab Aji Rogo.
"Aku pernah ikut bertempur sama dia, waktu Kang Mas Aji Rogo bertempur melawannya. Namun kami dibuat tunggang langgang saat itu... Kami belum mampu menandingi ilmu kesaktiannya di masa itu.!"
Sahut Ratu Cakra Geni, mengenang kekalahan dimasa silam saat bertemu sosok Ratu Dewi Petir, penguasa langit di alam ghoib.
Suasana semakin mencekam saat itu, serta kedahsyatan badai angin terus memporak porandakan apa yang ada disana.
Namun, bagi si kembar dan yang lainnya saat itu juga diangkat oleh angin dan terhindar dari sapuan badai tersebut.
__ADS_1
Dewi Petir telah menyelamatkan si kembar juga para pengikut yang lainnya dan bernaung disalah satu tempat yang cukup aman.
"Kita kembali diselamatkan... !"
Ucap Elena dengan perasaan lega hatinya.
Mereka sudah mengetahui dengan pertanda ini meskipun belum melihat sosok atau wujud Ratu Dewi Petir, tapi kedatangannya menjadi simbol kekuatannya dengan datangnya angin dan petir yang berkilat.
Setelah beberapa waktu kemudian, situasi pun kembali normal, tenang dan kembali lagi kedalam keadaan semula.
Namun sangat mengejutkan, Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni saat itu sudah ambruk.
Mereka berdua mengeluarkan darah dari tiap lubang panca indra nya...
Kedua siluman itu meringis kesakitan seperti sedang terbakar kepanasan.
Tubuhnya berguling ditanah sambil menjerit dengan suara menyayat hati.
Padahal mereka disana tidak berhadapan dengan siapapun.
Rupanya sosok Ratu Dewi Petir belum wujud menampakan diri dihadapan mereka.
"Ahk... Panas, Ampun....!!!"
Teriakan Nyai Kala Geni begitu parau, dia tak bisa menahan rasa sakit yang dirasakannya.
Memang tubuhnya terasa berada didalam api yang sangat panas, itulah yang dirasakan oleh Nyai Kala Geni.
Kecuali Aji Rogo yang masih mampu untuk mengimbangi kekuatan tak kasat mata itu dengan kekuatan tenaga dalamnya yang dia kerahkan untuk melindungi dirinya dari aliran panas ilmu Dewi Petir...
"Sebaiknya kalian kembali ketempat asal kalian, sebelum aku berubah pikiran untuk berbuat kejam pada kalian.!"
Seru suara wanita tanpa wujud dengan suara yang lantang dan tegas.
Ucapannya menggetarkan bagi siapa saja yang mendengarnya karena memang ucapan itu mengandung kekuatan tenaga dalam yang cukup kuat.
Bahkan terdengar oleh Ratu Cakra Geni dan Nyai Kala Geni serasa ingin pecah genderang.
Namun sepertinya, Aji Rogo tidak mau malu dan menyerah begitu saja.
"Hai Dewi Petir, aku tidak pernah takut kepada dirimu, meskipun aku pernah kalah. Sekarang mari kita duel dan hadapi aku.!"
Balas Aji Rogo, Si Raja Ular ini menantangnya dengan tanpa rasa takut sedikitpun.
" Dewi Petir...???"
Ucap Elena dan Natasha yang dari kejauhan mendengar dan menyaksikan perbincangan antara suara misterius dan Si Raja Ular itu.
"Siapa dia,?"
Bisik Natasha penasaran.
"Saya juga tidak tahu, Tuan Putri.!"
__ADS_1
Timpal Rangga Pati yang ikut menyaksikan pula disana berkumpul bersama Syekh Barkah dan si kembar.
Sementara Putri Ayu, Ratu Mayang Kencana masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dan, Nyai Dewi Rasti tewas saat pertempuran, dia tidak sempat terselamatkan.
"Jadi yang menolong kita selama ini, sosok Dewi Petir...??"
Ucap Elena.
" Iya, benar ... !"
Jawab Syekh Barkah menimpali.
Angin kembali berhembus dengan kencang dan sekelebat cahaya putih turun dari langit dan kemudian membesar lalu membentuk wujud sosok wanita cantik yang luar biasa.
Dialah Ratu Dewi Petir, yang telah membantu dan menyelamatkan si kembar dan kawannya dia turun dengan pakaian kebesaran Ratu nya yang dikelilingi oleh pancaran cahaya yang sangat menyilaukan.
Kini Dewi Petir sudah berada dihadapan sang Raja Ular yang berdiri menatap kearahnya.
Dengan mata merah menyala Aji Rogo seolah menyimpan rasa dendam yang teramat dalam dan ingin kembali berduel untuk menguji ilmu kesaktiannya.
***
"Kau ingin membalas dendam, ayo keluarkan kesaktianmu Rogo. Jangan salahkan aku bila kau binasa di tanganku kali ini.!"
Ucap Ratu Dewi Petir yang menatap tajam kearah Aji Rogo.
"Hahaha... Jangan terlalu jumawa Dewi. Kali ini aku belum tentu kalah.!"
Ucap Aji Rogo yang membalas perkataan dari Ratu Dewi Petir yang disertai gelak tawanya.
"Baiklah, jika itu kehendak mu.!"
Ucap Dewi Petir yang seketika langsung saja mengerahkan kesaktiannya.
Petir datang menyambar - nyambar dengan kilatan yang menyilaukan mata.
Ratu Dewi Petir segera ingin menuntaskan pertempuran itu tanpa ingin menunggu lama berurusan dengan sosok Raja Ular tersebut.
Namun Aji Rogo pun tidak sembarangan, dia segera mengerahkan kekuatannya untuk bisa mengimbangi petir dahsyat yang menyambar kearahnya.
Ledakan besar terjadi saat dua cahaya beradu diatas udara dan saling menyerang.
Kekuatan para sosok ghoib ini cukup lumayan membuat jantung berdetak kencang dengan seketika...
Aji Rogo tidak hentinya untuk menyerang Ratu Dewi Petir yang tidak sedikitpun bergeser dari tempatnya.
Dia berdiri dengan tenang dan mengulas senyumnya, nampak sangat cantik sekali.
Tidak sedikitpun serangan Aji Rogo dapat menembus tubuhnya sang Ratu Dewi Petir, hingga Aji Rogo pun mulai lelah kehabisan tenaga...
*****
__ADS_1