
Ketika persidangan berjalan hingga sampai prosesi Bram masuk penjara, Bondan tidak hadir atau bahkan tidak menjenguk muridnya.
Bondan saat itu pergi untuk mengembalikan kesehatannya dan akan menguasai keilmuan kembali agar dia bisa membalaskan dendam.
Pantas saja dukun itu tidak tahu apa yang kini sedang terjadi kepada Bram.
Karena dia sedang menuju sebuah daerah di jawa untuk menemui gurunya.
Bondan meminta sang guru agar menurunkan ilmu yang lebih tinggi dari sebelumnya untuk bisa mengalahkan musuhnya dan membalas dendam.
Ternyata guru Bondan adalah Mbah Sasmita, yang saat itu sedang menggembleng David untuk menguasai ilmu pelet desah bidadari tersebut.
Namun pada saat itu Bondan tidak bertemu dengan David, karena pria ini masih mediasi di tempat khusus yang sangat rahasia.
Dia akan keluar setelah lulus menjalankan aji pelet sakti tersebut sesuai perintah Sasmita.
Tanpa disengaja mereka sekarang memiliki guru yang sama dan David telah menjadi adik seperguruan dalam hal ilmu.
Paranormal beraliran ilmu hitam yang banyak menguasai ilmu keras dan sangat ekstrim ini kembali menurunkan beberapa ilmu andalan yang diberikan kepada Bondan.
***
Seminggu telah berlalu, Bondan berada dalam bimbingan sang guru untuk menimba kembali kekuatan ilmunya bahkan kini dia lebih sakti dari sebelumnya.
Dengan menguasai kesaktian tingkat tinggi ini, dia berharap mampu menandingi dan juga mengalahkan kekuatan Elena dan Natasha.
"Beberapa ilmu andalanku telah aku berikan padamu, Bondan. Sekarang kamu sudah bisa mempraktekan apa yang telah aku berikan padamu. Oh, ya... Aku juga akan memberitahu padamu, bahwa muridmu sekarang berada di penjara. Dia tertangkap atas kasus yang telah dia perbuat dalam masalah pekerjaannya.
Kamu harus bisa membantu dia Bondan, tapi kamu harus hati - hati dengan kedua gadis itu dan satu temannya yang memiliki cincin dari penguasa laut sunda island. Aku tahu semua yang terjadi, Bondan. Ingat... Aku memberikan keilmuan ini agar kamu bisa membalaskan dendam pada mereka.!"
Tutur Mbah Sasmita menjelaskan panjang lebar setelah dia menurunkan keilmuan yang kini sudah dikuasai oleh Bondan.
Hanya dengan ritual khusus, seketika dengan mudah dan cepat Bondan mampu menyerap semua ilmu andalan dari sang gurunya.
"Baik, Mbah... Akan saya laksanakan segala wejangan dan titah dari Mbah. Saya minta restu dari guru untuk menguasai semua ilmu ini, ijinkan saya untuk menggunakannya.!"
Ucap Bondan yang saat itu duduk sila dengan penuh hormat dan tertunduk dihadapan Mbah Sasmita.
Sasmita sangat mendukung muridnya untuk melakukan kejahatan dan menggunakan ilmu dijalan sesat seperti yang dilakukan Bondan.
Ternyata paranormal itu memiliki riwayat dan sejarah masa lalu saat berurusan dengan ratu penguasa ghoib laut selat sunda island.
Ratu Mayang Kencana dan Sasmita pernah terlibat pertempuran ghoib di daerah jawa.
__ADS_1
Hal inilah yang menyebabkan Sasmita masih menyimpan dendam dan ingin mengalahkan ratu cantik penguasa ghoib tersebut.
"Mayang Kencana selalu saja mencampuri urusanku, bahkan dulu aku pernah dikalahkan dia. Setelah sekian lama aku tidak pernah lagi bertemu dengannya, karena aku sibuk untuk menguasai kesaktian dan mencari ilmu yang mampu menandinginya.!"
Tutur Sasmita sedikit meriwayatkan sejarah masa lalunya pada Bondan.
Dan ternyata yang telah mendukung muridnya membentuk sekte aliran sesat itu adalah dia, Sasmita yang menyuruh Bondan mendirikan
sebuah perkumpulan anggota spiritual yang sangat rahasia yang diketuai oleh Bondan.
Ada suatu tujuan dan pencapaian yang masih mereka rahasiakan, yang jelas mereka saat ini sedang merekrut orang - orang untuk menjadi anggota dalam perkumpulannya tersebut.
Secara, Sasmita memiliki alasan kuat untuk berbalas dendam dan ternyata dalang di balik semuanya itu adalah dia.
Dari awal berguru Bondan diberikan semua kebebasan untuk melakukan hal apapun.
Tentu saja karena yang mereka anut adalah ilmu hitam, semakin dibawa untuk bermaksiat maka semakin tajam dan kuat ilmunya.
Sasmita juga memberitahukan pada Bondan bahwa dirinya sedang menggembleng David, seorang pria yang ingin menguasai keilmuan pelet. Sasmita menjelaskan itu pada Bondan agar muridnya tahu dan suatu saat nanti bisa bekerjasama dan saling mendukung diantara mereka dalam hal apapun.
"Baiklah, Mbah. Saya sudah faham semuanya, dan saya akan menjaga baik serta mengingat semua pesan serta wejangan dari Mbah.!"
"Besok kau boleh pulang, malam ini akan aku sempurnakan ilmu yang sudah aku berikan padamu. Kau harus mandi air keramat untuk menyempurnakan ilmu mu.!"
Malam pun berlalu dan Bondan melakukan prosesi mandi air keramat yang langsung di bimbing oleh gurunya itu, sebuah kekuatan seketika masuk dan menyatu kedalam tubuh Bondan.
Kini sempurnalah keilmuannya yang selama satu minggu itu diturunkan kepadanya.
Keesokan harinya, Bondan ijin pamit pulang untuk kembali...
***
Sekembalinya dari tanah jawa, Besok malam nya, Bondan langsung saja mencari seorang gadis cantik dan mengeksekusinya sebagai pelengkap syarat terakhir kekuatan ilmunya.
Tentu saja sangat mudah baginya mendapat perawan dengan mengerahkan anak buahnya dan membayar mahal untuk sebuah tebusan mendapatkan gadis tersebut.
Bondan menikmati kemolekan tubuh si gadis perawan tersebut dengan penuh gairah yang sangat liar dan beringas.
Beberapa hari tidak merasakan kehangatan di atas ranjang, tentu membuat Bondan sangat bernafsu sekali.
Disamping kenikmatan yang dia dapat, tentu darah perawannya yang menjadi kepentingan utama menguatkan dan menajamkan semua ilmunya yang sudah dia kuasai.
Setelah mendapatkan kenikmatan serta rasa kepuasan diatas ranjang, Bondan merasakan ketenangan jiwa karena sudah tersalur hasrat birahinya.
__ADS_1
Sementara sebagian darah perawan tersebut, dia ambil dan menjadikannya sebuah proses ritual rahasia dirinya mencapai kejayaan...
Tepat dimalam jum'at kliwon, Bondan bersiap diri melakukan mediasi ghoib.
Kemudian dia membuka gerbang portal dunia lain untuk memasuki dimensi alam ghoib dan melepas sukmanya.
Bondan lalu mendatangi Bram, muridnya yang kini sedang terkurung dibalik jeruji besi.
"Bram... Ini aku gurumu datang, sambutlah.!"
Bisik suara tanpa wujud yang terdengar oleh Bram di telinganya.
"Ki... Bondan.!"
Ucap Bram terlihat sangat senang, karena dia sudah tahu betul kalau suara itu adalah suara gurunya.
"Aku sedang meraga sukma, Bram. !"
Ucap Bondan yang seketika saja sukmanya muncul dihadapan Bram dan tentu saja hanya Bram yang bisa melihat sosoknya.
Jangankan dapat melihat, suara obrolan saja seluruh penghuni dan penjaga yang berada di ruangan penjara itu dibuat tidur dengan sirep aji sukma.
"Tolong, Ki... Selamatkan aku dan keluarkan aku dari sini Ki... Secepatnya.!"
Ucap Bram yang memohon serta berharap penuh pada pertolongan gurunya.
"Iya, Bram. Aku akan menolongmu untuk bisa keluar dari sini, tapi tidak sekarang. Sabarlah aku pasti mengeluarkan mu dari penjara jelek ini dengan cara ghoib ku. Tetapi, aku butuh waktu untuk bisa mengeluarkan mu, Bram.!"
"Iya, Ki... Saya mengerti.!"
"Aku datang kesini untuk melihat keadaanmu, sekarang kamu sabar dan tunggu aku segera kembali dalam beberapa hari, Bram. Aku janji akan membawamu dan membebaskan mu.!"
"Terimakasih, Ki... Tolong secepatnya kembali, aku sudah tidak tahan berada disini.!"
"Iya, Bram. Aku segera kembali.!"
Wus....!!!
Sukma Bondan seketika lenyap dan tidak ada lagi suara yang terdengar...
*****
( BERSAMBUNG )
__ADS_1