PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
TERSESAT DI PULAU MISTERIUS


__ADS_3

Sebagian ilmu mereka tidak bisa di aktifkan, entah kenapa energi itu seakan tidak bisa di aplikasikan oleh Elena untuk menerawang keberadaan Natasha dan Malee...


Begitu juga Natasha dan Malee, ilmu mereka tidak bermanfaat sama sekali berada di pulau misterius tersebut.


Elena berulang kali mencoba menerawang dan selalu gagal, setelah dia lelah berjalan tanpa arah dan anehnya dia sulit menemukan jalan keluar dari hutan itu.


Mereka masih tersesat disana tanpa arah dan tujuan pasti untuk berbuat sesuatu pun tidak bisa mereka lakukan meski sekecil apapun, kecuali hanya berjalan dan terus mencari dan mencari diantara mereka bertiga...


Natasha nampak lelah, dia pun menghentikan langkah kakinya dan bernaung disalah satu pohon besar yang berada disana.


Pohon itu cukup rindang membuat Natasha merasa nyaman duduk bersandar di pohon besar tersebut...


Gadis cantik yang memiliki rambut ikal dan berwarna sedikit pirang ini pun kemudian tertidur tanpa terasa begitu lelapnya.


Dia bermimpi melihat Elena sang kakak saat itu tengah berjalan didalam hutan, sepertinya tempat itu sangat ia kenali dan pernah ia lalui dalam mimpi tersebut Natasha juga melihat Malee yang sedang kesulitan mencari arah jalan melewati beberapa rawa di hutan yang cukup menakutkan itu.


Natasha bisa melihat gambaran mimpinya sangat jelas, dan semakin yakin kalau mereka berada di tempat yang sama yaitu pulau yang kini mereka tempati.


Setelah mimpinya hilang, seolah ada suara yang menyuruhnya untuk membaca mantra kuno yang ia kuasai.


Antara mimpi dan nyata, Natasha mengikuti perintah suara yang ia dengar dengan jelas.


Disaat kesadaran itu memasuki ruang batin sang gadis cantik ini, seketika dia terlonjak dan terbangun dari tidurnya.


Natasha membuka matanya, ia mengedarkan pandangan matanya di sekeliling tempat itu.


Dia mengatur nafasnya yang sedikit membaur tidak beraturan yang diliputi rasa penasaran saat mengalami kejadian didalam mimpinya.


"Siapa yang menyuruhku membaca mantra itu dan begitu samar sekali, tapi aku ingat betul suara itu di telingaku terdengar sangat jelas sekali agar aku membacanya, mungkinkah ibunda ratu.??"


Natasha baru teringat akan ibunda angkatnya dari bangsa ghoib ini.


"Aku sudah membaca mantra itu, tapi tidak ada reaksi apapun.?! Dan, aku tadi melihat kak Elena dan Malee dalam mimpiku dia berada di tempat yang sama. Tempat yang dimana aku pernah melewatinya. Aku sangat yakin mimpi ini petunjuk untuk aku agar aku bisa mencari mereka. Lalu bagaimana dengan suara yang menyuruhku membaca mantra itu, apakah aku harus mengulang bacaan tersebut. Aah menyebalkan sekali, kenapa seluruh kekuatan dan kemampuanku tidak bisa bekerja aktif saat dalam masalah seperti ini...!"

__ADS_1


Bisik Natasha, sambil menggeliatkan tubuh nya yang terasa sedikit pegal saat terbangun. Kemudian dia bangkit dari duduknya, Natasha mencoba kembali membaca mantra miliknya itu dengan posisi berdiri sambil mengarahkan pandangannya di sekeliling hutan yang penuh dengan pepohonan besar itu.


Hutan itu nampak sedikit gelap meskipun ada pada siang hari, karena cahaya matahari tidak dapat masuk karena terhalang oleh rimbunan pohon diarea hutan tersebut...


Natasha masih terus membaca mantra kuno tersebut, dengan berulang - ulang sampai ia beberapa kali menelan saliva karena merasa kehausan saking tenggorokannya kering.


Semenjak berada di pulau itu, Natasha tidak bisa makan ataupun minum karena kesulitan mencari sumber mata air dan tidak ada satu dari pohon pun yang buahnya dapat dimakan.


"Tidak ada apa - apa, aku baca berulang-ulang yang ada aku semakin haus. Tenggorokanku kering, badanku capek, lemes...!"


Ucap Natasha menggerutu, ia mulai kesal dan lelah dengan keadaan itu.


Wajahnya murung sedikit pucat dan bibirnya yang imut nampak terlihat cemberut manja.


"Mamah, Papah... Natasha pengen pulang. Daddy, Mommy... Tolongin Natasha, Ibunda Ratu... Bagaimana Natasha bisa keluar dari sini, bantu aku Ibunda. Oh Tuhan... Apa yang terjadi dengan kami.??? Dimana Kak Elena dan juga Malee...???"


Natasha menangis dalam kesedihan yang teramat sangat, tubuhnya sedikit gemetaran efek karena lemas dan capek juga dorongan mental semangatnya yang mulai down.


Air matanya mulai menitik di sudut netranya, matanya nanar berkaca - kaca memandang di sekeliling tempat yang tidak ada satupun bisa ia harapkan meraih sesuatu apapun.


Dalam kesendirian ditempat sepi yang hanya ada dirinya sendiri bersama curahan batinnya yang terus berkecamuk.


Gadis cantik itu kembali duduk menyandar di pohon, kedua kakinya ia selonjor kan dengan wajah merunduk lelah pasrah tak berdaya.


Apa yang terjadi dipulau itu, kenapa tidak bisa untuk menyalurkan dan mengerahkan semua kekuatan mereka yang ada, bahkan belum nampak ada tanda - tanda dari sang ibu ratu penguasa ghoib itu menolongnya.


Ingin rasanya gadis cantik itu melanjutkan perjalanannya untuk mencari sang kakak dan temannya agar secepatnya mereka bisa dapat bertemu karena Natasha sudah mendapatkan petunjuk dalam mimpinya tadi.


Bahkan ia pun disuruh membaca mantra oleh suara tanpa wujud yang mirip sekali dengan suara ratu Mayang Kencana, sang ibu angkat dari alam ghoib itu.


Tapi mengapa tidak ada petunjuk lagi, hingga Natasha kelelahan dan hanya bisa meluapkan rasa kekesalannya dalam curahan batinnya...


***

__ADS_1


Kejadian serupa dialami Malee si gadis cantik asal negara Thailand ini, yang sudah merasa lelah dalam pencarian menemukan sesuatu yang dapat ia raih meskipun sekedar minum atau mengisi perutnya yang keroncongan.


Badannya semakin terasa lemah dan anehnya begitu cepat terasa lelah dan capek ketika dia terus berjalan menyusuri pulau misterius itu.


Seakan semakin tersesat saja keadaan yang mereka rasakan.


Kaos ketat berwarna putihnya sudah kotor dan lusuh dengan beberapa robekan dibagian lengan dan punggungnya karena beberapa kali mengait ranting dan duri saat melewati jalan yang sulit dilaluinya...


Begitu juga dengan rok bercorak kotak - kotak garis merah hitam yang sebatas lutut itu, tak lagi utuh karena robek besar di bagian paha mulusnya hingga melukai kulit putihnya yang mengucurkan darah.


Malee juga beberapa kali jatuh tersungkur di tanah bebatuan yang sedikit terjal saat gadis itu menuruni jalan yang curam.


Sambil menangis ia berusaha mengerahkan kekuatannya dari cincin saktinya namun tetap tidak bereaksi sedikitpun.


Berbagai cara dia lakukan dengan cincin itu, namun usahanya untuk mendapatkan energi dan keajaiban tidak ia dapatkan.


Namun dengan begitu Malee maupun Elena dan Natasha belum satupun diantara mereka menemukan hewan buas dan lainnya.


Jika saja mereka menghadapi binatang yang konon terdapat dipulau itu mengganggu pada mereka, entah apa yang akan terjadi.


Bila saja suatu energi atau kekuatannya tidak bisa mereka aktifkan sebagai penyelamatan dirinya dari gangguan tersebut...


Pulau misterius itu mengundang seribu tanda tanya pada diri mereka yang selama hidupnya baru mereka alami dan rasakan.


Apakah pulau misterius yang sangat asing itu berada dialam dimensi lain, ataukah memang ada di dunia nyata.?


Mereka bertiga seolah terpenjara, terkurung, tanpa bisa berbuat apa - apa semenjak ketiga gadis cantik itu dibawa gulungan angin dan kabut hitam tebal yang menghempaskannya ke pulau tersebut.


Hingga mereka terdampar dan juga tersesat secara terpisah...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2