PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MISI ELENA DAN NATASHA


__ADS_3

Tidak mudah untuk menjebak Bram dan juga mengalahkan sosok makhluk jin yang telah bersarang lama didalam sebuah cincin sakti yang digunakan oleh Bram.


Namun kesaktian mereka bertiga juga tidak bisa dianggap main-main.


Setelah berlatih dan mempersiapkan diri, dan juga mencari waktu yang tepat untuk mereka bisa benar - benar berhasil dalam menjebak Bram, mereka harus memperhitungkannya dengan matang.


Elena, Natasha, Malee akan berusaha untuk menangkap Bram dan merampas cincin nya.


Malam itu Malee menuju sebuah cafe dan bertemu dengan seorang teman yang akan mengantarkan dirinya bertemu dengan Jane.


Rencana nya Malee akan mendekati Jane dan akan mengajak kerjasama kepadanya dengan menawarkan sebuah pekerjaan yang akan di bayar mahal oleh Malee sesuai kesepakatan.


Metta menelpon Jane, gadis itu mengatakan bahwa ia akan mengajaknya untuk berbisnis.


Setelah mengakhiri telponnya, Jane langsung meluncur ke lokasi dan kebetulan saat itu dia tidak ada halangan apapun karena Bram dan Angel sedang membahas tentang bisnisnya.


Jane ijin keluar dan mengatakan bahwa dia diundang temannya karena ada acara ultah.


Setibanya di cafe tersebut Metta langsung di sambut oleh Metta temannya dan Jane pun dikenalkan dengan Malee.


"Malee Lawana ini mengajak aku untuk bisnis dan ada sebuah job besar untuk kita. Jika aku dan kamu bisa berhasil dalam menjalankan pekerjaannya maka kita akan mendapatkan imbalan besar dan hasilnya kita bisa bagi rata kalau kamu mau kita bisa langsung bicarakan masalah pekerjaan ini dirumahnya.!"


Tutur Metta panjang lebar menjelaskan pada Jane setelah dia memperkenalkan Jane pada Malee Lawana.


"Sepertinya sebuah pekerjaan bagus.!"


Komentar Jane saat mendengar penjelasan dari Metta, dan dia sepertinya tertarik.


"Iya tentu, bagaimana.? Kamu mau...?"


Tanya Metta dengan serius.


"Okay, Aku mau.!"


Jawab Jane antusias.


"Okay, kalau begitu kita berangkat sekarang.!"


Sahut Malee, lalu mengajak mereka berdua untuk segera pergi menuju rumahnya.


Mereka berdua pun mengangguk, kemudian Jane dan Metta mengikuti langkah Malee dari belakang menuju ke mobilnya yang terparkir di halaman samping cafe tersebut.


***


Sekitar setengah jam kemudian, mereka pun sampai ditempat tujuan, Metta dan Jane lalu disambut oleh Elena dan Natasha.


Setelah saling menyapa dan berkenalan lalu mereka duduk berkumpul diruang tamu.


"Ini Elena dan Natasha yang akan membayar kalian dengan job yang akan dijelaskan lebih detail kepada kalian.!"


Ujar Malee.

__ADS_1


"Okay, kita to the point aja, ya...?"


Ujar Elena.


"Okay.."


Jawab Metta dan Jane setuju.


Elena kemudian menceritakan semua misi ini secara rinci dan jelas, lalu dia menjelaskan pekerjaan yang harus di jalankan oleh Metta dan Jane.


Mereka begitu sangat antusias dan mereka sangat memahami apa yang diterangkan oleh Elena kepada mereka.


"Jika kalian sanggup, aku akan memberikan kalian 200 juta untuk misi ini.!"


Ucap Elena setelah dia menjelaskan semua.


Mereka tercengang mendengar nominal yang terbilang cukup besar itu.


Sontak saja mereka sepakat dan menyetujui kerjasama tersebut.


"Aku siap dengan job ini.!"


Ucap Jane yang sangat tertarik dengan uang yang akan dihadiahkan Elena jika dirinya bisa mengambil cincin Bram.


Dan tugas kedua setelah mendapatkan cincin mereka harus bisa menggiring Bram ke suatu tempat dan memancing pria itu untuk datang dan seolah Jane ingin melakukan making love bersamanya dengan nuansa dan tempat baru.


"Aku terima misi ini sesuai kesepakatan.!"


"Okay, Deal ya... Aku kasih kalian 100 juta, dan setelah kalian mendapatkan cincin itu padaku maka aku akan membayar sisa uangnya pada kalian, bagaimana...?"


Sahut Elena.


"Okay, Setuju.!"


Jawab Metta dan Jane dengan sumringahnya mereka menerima uang sebanyak itu.


"Kami akan memantau kalian, dan ingat tugas rahasia ini jangan sampai bocor. Dan bila ada yang berkhianat atau kabur membawa uang kami dan tidak bertanggung jawab atas misi ini, maka kami tidak akan segan - segan untuk menangkap kalian berdua.!"


"Okay, Kak Elena. Kami siap untuk menepati janji dan menjalankan misi ini sesuai dengan perjanjian.!"


Jawab mereka dengan tegas dan serius.


Kemudian mereka menandatangani kontrak kerjasama diatas materai surat perjanjian yang sudah mereka siapkan.


Setelah selesai semuanya, mereka kemudian pamit pulang dan kali ini Jane ikut kerumah Metta dan akan sedikit membahas masalah pekerjaan mereka yang akan dijalankannya nanti.


Mereka pulang dengan hati yang senang dan bahagia karena mereka sudah menerima dari Elena uang sebesar 100 juta.


***


Sebenarnya Jane sangat suka dan mencintai Bram karena ia berharap bisa mendapatkan fasilitas serta uang yang banyak dan juga dia ingin hidup berkecukupan.

__ADS_1


Namun setelah mendengar semuanya dari Elena, Jane menjadi berubah pikiran malah justru ia bergidik saat mendengar keterangan dari gadis yang membayar dirinya itu bahwa Bram adalah seorang maniak **** dan yang paling parah adalah sosok pria itu memiliki cincin yang dihuni oleh sosok genderuwo.


Jane berpikir dan membayangkan bagaimana kalau suatu saat dirinya menjadi korban Bram dan dirinya dijamah oleh sosok makhluk yang menghuni cincin Bram.


Dengan alasan itu Jane memutuskan untuk menerima tawaran dari Elena dan Natasha, apalagi setelah tahu kalau Bram ini seorang buronan yang kabur dan membawa uang serta aset perusahaan orangtua angkatnya.


Jane menyadari semuanya bahwa langkah dia mendekati Bram adalah salah dan diapun takut terseret bila suatu saat Bram tertangkap dan berurusan dengan hukum.


Tentu saja ini adalah rahasia yang harus dia jaga sesuai kesepakatan mereka, Jane akan tetap mendekati Bram seolah dia tidak tahu apa - apa dan dia akan berpura - pura seolah dia semakin tergila - gila kepada pria itu.


Ketika kesempatan itu datang padanya, Jane akan mengambil cincin Bram dengan caranya sendiri.


***


Jane akan di bantu Metta, temannya untuk menjalankan misi ini sesuai dengan rencana dan siasat mereka hingga sampai menjebak Bram hingga berhasil menyerahkan Bram ke Elena dan Natasha.


Malam itu Jane tidak pulang kerumah dan dia mengatakan pada Angel dan Bram kalau dia sedang ada acara bersama teman- temannya.


Dirumah Metta, Jane menginap dan mereka membagikan uang muka yang mereka dapat dari Elena.


"Kamu harus hati - hati Jane, jangan sampai Bram curiga sama kamu."


"Iya, aku tahu. Aku akan menjalankan misi ini dengan baik. Aku yakin Bram takkan curiga.!"


"Baguslah, kita bahas kembali besok.ya.. Aku ngantuk sekali Jane. Tidur yukk.. ?"


Ajak Metta yang terlihat nampak sayu.


"Yukk, Aku juga mau istirahat.!"


Balas Jane mengiyakan ajakan Metta.


Mereka lalu menuju kamar dan merebahkan tubuhnya untuk segera beristirahat.


Jane dan Metta pun tertidur dengan lelap, dan siap menjemput hari esok di waktu pagi yang diisi penuh dengan perasaan bahagia.


***


Suasana malam semakin terasa dingin, larut di peraduan waktu yang terus bergulir.


Dan jauh disana, sepasang insan yang tengah asyik bercinta saling menghangatkan tubuh mereka dengan permainan panasnya.


Bram dan Angel menggapai kenikmatan dan kepuasan dikamarnya dengan leluasa karena Jane tidak pulang kerumahnya.


Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut karena Angel sudah merasakan hasrat birahi kewanitaannya yang memuncak.


Angel memaksa Bram, agar pria itu melayani dan memuaskan dirinya...


*****


( BERSAMBUNG )

__ADS_1


__ADS_2