PELET DESAH BIDADARI

PELET DESAH BIDADARI
MENCARI JEJAK


__ADS_3

Kegagalan Bondan mempengaruhi Elena di malam itu membuat dirinya harus menelan kekecewaan.


Tapi ia akan berusaha untuk bisa menaklukan gadis cantik itu dan sang dukun itu siap akan membuat perhitungan atas kekalahannya.


Bondan dibuat penasaran dengan kekuatan yang ada pada diri Elena bahkan bukan hanya itu saja, dukun itu juga penasaran untuk bisa menikmati tubuh Elena yang membangkitkan gairah lelakinya.


Dia berencana untuk membuat gadis itu bisa bertekuk lutut dengan ilmu peletnya.


Setelah Bram bisa menunaikan syarat ritual perawan pada Elena, gadis itu akan dijadikan budak syahwatnya dan tentu saja dia akan menikmati kemolekan tubuh Elena kapan saja yang dia inginkan...


***


( SANGAT BERGAIRAH )


Gairah Angel tengah memuncak dengan rasa horny yang begitu kuat.


Rasa haus hasratnya belum bisa tersalurkan, membuat wanita cantik itu gelisah dan resah dengan **** ************* yang terus saja menggelitik ingin mendapatkan sentuhan.


Ketika Angel ingin tenggelam dalam pelukan David dan ingin memuaskan hasrat cintanya, namun sayang ketika itu David menolaknya dan bergegas untuk pergi setelah mendapat uang darinya.


Kini Angel harus menelan kekecewaan dalam hatinya, karena keinginannya tidak terpenuhi.


Ia akhirnya mendatangi Bondan, sang dukun sakti yang sudah banyak membantu dirinya menjadi sukses.


Ia akan salurkan keinginan hasrat syahwatnya kepada Bondan dengan sukarela tanpa harus dipinta dan dipaksa.


Entah apa yang ada dipikiran Angel saat itu, ia sudah tidak malu lagi dengan apa yang ada di dalam benaknya hingga mencari pelampiasan demi memuaskan hasrat birahinya.


Angel seakan menjadi seorang wanita yang tidak lagi punya harga diri.


Sampai ia harus nekad untuk mendapatkan sebuah kenikmatan semu bersama Bondan.


Tentu saja sang dukun itu menyambutnya dengan senang hati.


Apalagi sukmanya sudah melihat kemolekan tubuh Elena, membuat otaknya mendidih membayangkan kenikmatan bercinta.


Kini Angel menawarkan dirinya begitu saja, sungguh menjadi sebuah keuntungan bagi Bondan ketika itu.


Pucuk dicinta, ulam pun tiba...


Akhirnya mereka saling melampiaskan hawa nafsunya dengan permainan diatas ranjang...


***


( TIBA DI PULAU DEWATA )


Carissa Candra maya kini sudah tiba di pulau dewata, Bali.

__ADS_1


Tentu saja Elena sangat senang dan bahagia dengan kehadiran mamahnya.


Dia semakin bersemangat dan merasa tidak lagi kesepian karena ada sang mamah yang bisa menemani dirinya.


"Welcome to Bali... Mamahku tersayang."


Ucap Elena dengan mencium pipi Carissa.


Senyum manis mengulas dari bibir merah sang mamah ketika itu dengan pancaran penuh kebahagiaan.


"Terimakasih, sayang..."


Balas Carissa lalu mencium kening Elena.


Akhirnya keluarga Zeno resmi pindah dan mereka akan menetap di Indonesia.


Setelah sekian lama, Carissa baru menginjak kaki lagi di pulau Bali itu.


Dan disinilah dirinya kembali mengingat akan kejadian 15 tahun silam.


Kejadian yang tidak pernah bisa ia melupakan sepanjang hidupnya.


Kehilangan putri kembar yang begitu sangat ia sayangi.


"Mamah sangat merindukannya, sayang dia sudah tidak ada dan tidak bisa berkumpul bersama kita."


Elena sangat mengerti perasaan sang mamah dan dia berusaha untuk menghiburnya.


"Elena juga sama, Mah... Seandainya saja dia masih ada bersama kita, kebahagian ini akan semakin sempurna dengan kehadirannya.


Elena juga sangat mencintai dan menyayangi Natasha, namun Tuhan berkehendak lain dia harus pergi secepat itu..."


Tanpa terasa air mata mereka saling terjatuh di pipinya.


Fhoto kenangan masa kecil Elena dan juga Natasha selalu tersimpan telah menggugah perasaan mereka.


"Lihatlah, kalian sangat mirip sekali. Kalian sangat cantik dan lucu, sayang..."


Ucap Carissa sambil menunjuk fhoto mereka, saat Elena dan Natasha berusia 7 tahun yang tersimpan di galeri ponselnya.


"Iya, Mah..."


Sahut Elena sambil memandang fhoto dirinya dan adik kembarnya yang sangat cantik.


"Mungkin Mamah sulit membedakan kalian, karena kalian kembar yang paling mirip sekali hanya saja Natasha memiliki tanda lahir.


Dengan itu Mamah bisa membedakan kalian mana kamu mana Natasha."

__ADS_1


Ucap Carissa dengan perasaan bahagia dan terharu saat mengenang kedua putri kembar nya itu.


Elena tersenyum berbalut perasan sedih yang terpendam bila mengenang semua kenangan masa lalunya disaat mereka masih menjadi bidadari kecil yang imut dan lucu.


Tidak lama kemudian Zeno masuk, melihat sang putri dan istrinya tercinta sedang asyik menikmati suasana hati dalam balutan rasa antara sedih dan bahagia.


Zeno juga merasakan apa yang dirasakan oleh sang istri dan putrinya disaat itu, namun ia tidak ingin terus larut dalam kesedihan.


Ia berusaha untuk selalu tetap tegar dalam menghadapi kenyataan yang telah menimpa keluarganya itu.


Zeno membelai lembut rambut sang istri juga Elena sang putrinya.


Ia menatap kearah mereka dengan penuh kasih sayang.


"Kalian yang sabar ya, kita selalu mendoakan Natasha, Papah yakin dia bahagia disana dan tersenyum indah untuk kita."


Ucap Zeno yang menahan kesedihannya.


Setelah keadaan mereka tenang dan rileks, Zeno mengajak Carissa dan Elena untuk Dinner disebuah restaurant dan menikmati suasana malam yang bertabur bintang serta cahaya sang rembulan yang menyorot terang dan penuh keindahan.


Sepulang dari restaurant dan juga menikmati keindahan malam, mereka kemudian masuk kekamarnya masing - masing.


Setelah membersihkan badan dan mengganti dengan pakaian tidur, Elena langsung menuju tempat tidurnya untuk beristirahat.


Sementara Zeno dan Carissa akan menikmati waktu malamnya diatas ranjang mencurahkan hasrat biologisnya yang sudah beberapa lama mereka tinggalkan.


Carissa tampil sangat cantik dengan lingerie tipisnya berwarna hitam dibalut set dalaman merah yang sangat seksi. Malam yang hangat dengan suasana romantis diantara mereka itu menghadirkan nuansa kebahagiaan tersendiri yang saling bercumbu dan berpagut mesra. Mereka menikmati malam dengan hasrat dan kehangatan cinta yang saling menggebu.


Carissa mulai tenggelam dalam kenikmatan dan mengeluarkan suara rintihan manjanya.


Zeno sangat mengerti dan faham apa yang diinginkan sang istri.


Dia terus memberikan sentuhan - sentuhan yang membuat Carissa melambung tinggi. Hingga mengerang kenikmatan dalam alunan jiwa yang penuh hasrat birahi.


Setelah terpuaskan hasrat biologisnya, suami istri itu kemudian lelap dalam tidurnya.


Namun mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi dikamar Elena malam itu, sebuah teror ghoib yang tidak pernah berhenti terus saja mengganggu sang gadis cantik tersebut.


Seakan dibaluti rasa penasaran dan tidak ada puasnya, kekuatan pelet dari Bram kini mulai mengusik mimpi Elena dimalam itu.


Kekuatan pelet birahi jarak jauh itu telah hadir dan merasuk ke alam bawah sadar Elana saat gadis itu terlelap dalam tidurnya.


Mimpi yang cukup mengerikan dialami Elena malam itu, keadaan dirinya yang dalam fase tubuh tanpa busana hendak di gauli seorang lelaki asing yang memiliki wajah yang samar.


Elena menjerit ketakutan, ia menangis dalam mimpi tersebut meminta tolong disaat tubuh indahnya hendak di perlakukan tidak senonoh oleh lelaki asing tersebut.


*****

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2